Teknik Dasar Pencak Silat


bangsamandiri.com - Keterampilan dasar pencak silat dapat di jabarkan dalam istilah-istilah di bawah ini, yang digunakan secara standar oleh IPSI secara Nasional menurut Johansyah Lubis (2004:8) adalah sebagai berikut :

a. Kuda-kuda

Posisi ini di gambarkan sebagai orang menunggu kuda agar mudah mengigatnya, kuda-kuda merupakan posisi dasar dalam melakukan teknik pencak silat selanjutnya.

Kuda-kuda adalah tehnik yang memperlihatkan sikap dari kedua kaki dalam keadaan statis. Tehnik digunakan untuk mendukung sikap pasang. Kuda-kuda juga digunakan sebagai latihan dasar pencak silat untuk memperkuat otot-otot kaki.

Ditinjau dari segi  bentuknya, kuda-kuda dapat di bagi menjadi empat jenis, yaitu :

1) Kuda-kuda depan
Yaitu kuda-kuda dengan sikap salah satu kaki berada di depan, sedangkan kaki lain di belakang dan berat badan di topang oleh kaki belakang.
2) Kuda-kuda belakang
Yaitu kuda-kuda dengan sikap salah atu kaki berada di depan, sedangkan kaki lain berada di belakang dan berat badan di topang oleh kaki belakang.     
3) Kuda-kuda tengah
Yaitu kuda-kuda dengan sikap kedua kaki melebar sejajar dengan bahu dan berat badan di topang secara merata oleh kedua kaki, dapat juga dilakukan dengan posisi serong.
4) Kuda-kuda samping
Yaitu kuda-kuda dengan posisi kedua kaki melebar sejajar dengan tubuh dan berat badan ditopang oleh salah satu kaki yang menekuk ke kiri atau menekuk ke kanan.

b. Sikap pasang

Sikap pasang mempunyai pengertian sikap taktik untuk menghadapi lawan yang berpola menyerang atau menyebut. Apabila ditinjau dari sistim bela diri, sikap pasang berarti kondisi siap tetmpur yangoptimal. Dalam pelaksanaannya, sikap pasang merupakan kombinasi dan koordinasi kreatif dan kuda-kuda, sikap tubuh, dan sikap tangan.

Dinjau dari taktik penggunaannya, sikap pasang terdiri dari :

1) Sikap pasang terbuka: yakni sikap pasang dengan sikap tangan  dan lengan yang tidak melindungi tubuh.
2) Sikap pasang tertutup: yakni sikap pasang dengan sikap tangan dan lengan melindungi tubuh.

c.  Pola langkah

Langkah merupakan teknik gerak kaki dalam memindahkan dan pengubahan posisi untuk mendekati atau menjauhi lawan guna mendapatkan posisi yang lebih baik atau menguntungkan yang mengkombinasikan dan di koordinasi dengan sikap tubuh dan sikap tangan.

Jadi yang dimaksud dengan pola langkah adalah gabungan dan pengembangan dari arah gerak langkah dan teknik gerak langkah. Sebagai contoh pola langkah lurus, gergaji, segi tiga, ladam (U), segi empat, dan masih banyak lagi pola langkah lainya.

d. Belaan

Belaan adalah upaya untuk menggagalkan serangan dengan tangkisan atau hindaran. Bila terbagi menjadi dua yaitu tangkisan dan hindaran.

1) Tangkisan, yaitu suatu teknik belaan untuk menggagalkan serangan dengan lawan dengan melakukan tindakan menahanserangan lawan dengan tangan, kaki, dan tubuh.

     Adapun jenis-jenis tangkisan adalah tangkisan tepis, tangkisan gedik, tangkisan kelit, tangkisan siku, tangkisan jepit atas, tangkisan potong, tangkisan sangga, tangkisan gelang, tangkisan kepruk, tangkisan kibas dan tangkisan lutut.

2) Hindaran, yaitu suatu teknik menggagalkan serangan lawan yang dilakukan  tanpa menyentuh tubuh lawan ( alat serang ). Hindaran terdiri dari tiga macam yaitu elakan, egosan dan kelitan.
a)  Elakan, yaitu teknik hindaran yang dilakukan dengan memindahkan salah satu kaki ( kebelakang atau samping ) untuk mengubah posisi tubuh.
b) Egosan, yaitu teknik hindaran yang dilakukan dengan memindahkan kedua belah kaki untuk mengubah posisi tubuh.
c)   Kelitan, yaitu teknik hindaran tanpa memindahkan posisi kaki


 e. Serangan

Serangan terdiri dari dua jenis, yaitu serangan tangan dan serangan tungkai/kaki.
1)  Serangan Tangan
Serangan tangan terdiri dari beberapa jenis, yaitu: pukulan lurus depan, pukulan samping, pukulan sangkol, pukulan lingkar, tebasan, tebangan, sangga, tamparan, kepret, tusukan, totokan, patukan, cengkraman, gentusan, sikuan dan dobrakan.
2)   Serangan Tungkai dan Kaki
Serangan dengan tungkai dan kaki terdiri dari tendangan, sapuan dengkulan dan guntingan :

a)  Tendangan
Tendangan terdiri dari beberapa jenis, yaitu: tendangan lurus, tendangan tusuk, tendangan kepret, tendangan jejag, tendangan ganjul, tendangan T, tendangan celorong, tendangan belakang, tendangan kuda, tendangan taji, tendangan sabit, tendangan baling, hentak bawah dan gejig.
b)  Sapuan
Sapuan terdiri dari empat jenis, yaitu sapuan tegak, sapuan rebah, sabetan dan beset.
c)  Dengkulan
Dengkulan yakni serangan yang menggunakan lutut / dengkul sebagai alat penyerangan, dengan sasaran kemaluan, dada dan pinggang belakang.
Dengkulan terdiri dari tiga jenis yaitu dengkulan depan, dengkulan samping dalam dan dengkulan samping luar.
d) Guntingan
Guntingan yakni teknik menjatuhkan lawan yang dilakukan dengan menjepit kedua tungkai kaki pada sasaran leher, pinggang atau tungkai lawan, sehingga lawan jatuh. Guntingan terdiri dari guntingan luar dan guntingan dalam.

f. Tangkapan

Tangkapan adalah suatu teknik menangkap tangan, kaki ataupun anggota badan lawan dengan satu atau dua tangan dan akan dilanjutkan dengan gerakan lain.

g. Kuncian

Kuncian adalah suatu teknik untuk menguasai lawan atau membuat lawan tidak berdaya dengan menggunakan kaki, tangan ataupun anggota badan lainnya yang diawali dengan teknik tangkapan.

h. Bantingan

Bantingan adalah suatu teknik menjatuhkan dengan mengangkat  anggota tubuh lawan yang diawali dengan teknik tangkapan.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Terkini

500 Sedulur Sikep dari 6 Kabupaten di Jateng-Jatim Gelar Rembug Samin di Blora

BLORA - Sebanyak 500 orang Sedulur Sikep atau para pengikut ajaran Samin Surosentiko, dari 6(enam) Kabupaten yakni Blora, Kudus,...

Total Pageviews

Blog Archive

Hubungi Kami

foxyform

Labels