Tebu yang tumbuh lebih di 200 negara, India adalah
produsen gula terbesar kedua di dunia sedangkan penghasil terbesarnya adalah
Brasil. Di negara Karibia tebu dioleh menjadi falernum dan dipergunakan sebagai
bahan campuran cocktail.
Tebu yang dalam bahasa Inggris disebut sugar cane
ini memiliki kadar gula yang tinggi. Oleh karena itu, tebu terkenal
pemanfaatannya sebagai bahan pokok pembuatan gula. Akan tetapi, tanaman tebu
memiliki manfaat yang sangat banyak. Baik dari segi kesehatan, segi industri,
segi konsumsi rumah tangga, segi transportasi, segi peternakan, dan segi
industri rumah tangga.
Manfaat Tebu
Dari Segi Kesehatan
1 Kesehatan Gigi
Di negara India, tebu dikonsumsi untuk kesehatan
gusi dan gigi. Cara mengkonsumsinya adalah meminum ekstrak dari sari tebu yang
ditambahkan dengan jeruk nipis dan
garam. Hal ini bertujuan untuk memberikan kekuatan pada gigi dan gusi.
2 Kesehatan Jantung
Mengkomsumsi air tebu secara teratur dapat menjaga
metabolisme tubuh kita dari kekurangan cairan karena banyak kegiatan yang sudah
dilakukan sehingga dapat terhindar dari stroke. Dengan banyaknya kandungan
karbohidrat sehingga dapat menambah kekuatan jantung, mata, ginjal dan otak.
3 Pencegahan Penyakit
Air tebu dapat dimanfaatkan sebagai pencegah sakit
tenggorokan dan mencegah sakit Flu karena dapat menjaga metabolisme badan kita.
Tebu memiliki sifat alkali (bersifat
reaktif dan termasuk zat pereduksi kuat) sehingga dapat membantu mencegah
kanker payudara dan prostat.
4 Penyembuhan penyakit
Tebu dapat membantu dalam pengobatan penyakit
kuning karena memberikan kekuatan untuk hati yang menjadi lemah selama penyakit
kuning. Membantu dalam menjaga aliran air seni dan juga membantu ginjal untuk
menjalankan fungsi mereka dengan baik.
Manfaat Tebu
Dari Segi Industri
1 Bahan Pokok
Gula
Seperti yang sudah diketahui, tebu kebanyakan
dipasarkan dalam bentuk gula kristal curah. Pertama-tama bahan mentah
dihancurkan dan diperas, sarinya dikumpulkan dan disaring, cairan yang
terbentuk kemudian ditambahkan bahan tambahan (biasanya menggunakan kalsium
oksida) untuk menghilangkan ketidakmurnian, campuran tersebut kemudian
diputihkan dengan belerang dioksida. Campuran yang terbentuk kemudian
dididihkan, endapan dan sampah yang mengambang kemudian dapat dipisahkan.
Setelah cukup murni, cairan didinginkan dan
dikristalkan (biasanya sambil diaduk) untuk memproduksi gula yang dapat dituang
ke cetakan. Sebuah mesin sentrifugal juga dapat digunakan pada proses
kristalisasi. Tidak hanya gula dalam bentuk kristal, akan tetapi juga dalam
bentuk gula batu. Gula batu adalah gula tebu yang tidak melalui tahap
kristalisasi. Gula kotak/blok adalah gula kristal lembut yang dipres dalam
bentuk dadu.
2 Bahan Pembuat Kertas
Proses pembuatan tebu menjadi gula menghasilkan
cukup banyak ampas. Dan ketika ampas tersebut dibakar, bagian dari tebu
tersebut menjadi tidak berguna. Saat ini, telah ditemukan berbagai solusi untuk
pemanfaatan ampas tebu. Salah satu contohnya adalah, membuat kertas dari ampas
tebu.
Selama ini sisa ampas batang tebu di Indonesia
hanya dijadikan bahan bakar pabrik gula. Tapi sekarang ada teknologi menjadikan
ampas tebu tadi sebagai bahan baku membuat kertas waterproof yang setelah tidak
berguna dapat hancur melalui proses pembusukan.
Penemuan ini terjadi di Australia. Melalui proses bio-engineering selulosa pada ampas
tebu disulap menjadi kertas dan karton waterproof. Kalau sudah tidak terpakai,
tidak perlu dimasukkan ke incinerator cukup dibawa ke tempat pembuangan sampah
biasa nanti akan hancur dengan sendirinya dimakan bakteri. Atau sampahnya
didaur ulang kembali menjadi kertas dan karton waterproof.
Sekarang karton yang dipakai perusahaan movers
dilapisi dengan lilin berbasis produk minyak atau berlapis plastik sehingga
karton tidak dapat didaur ulang. Les Edye dan Bill Doherty pimpinan tim
mendapat penemuan itu di Cooperative Research Centre for Sugarcane Innovation
through Biotechnology disingkat CRB SIIB yang bertempat di University of
Queensland di St. Lucia.
Menurut Doherty, potensi biomass tebu luar biasa
untuk mendongkrak industri gula, “Apa yang sudah kita capai baru sebagian saja
mengungkap kegunaan industri gula.
Selama ini berapa ribu ton ampas tebu kita bakar begitu saja yang hanya
menambah pencemaran udara.”
“Padahal
dari ampas tebu kita dapat membuat
karton waterproof yang sangat kita
perlukan untuk industri packaging yang punya nilai komersial tinggi”, kata
Doherty. “Di CRC kita ekstraksi selulosa dari limbah tebu, lalu melalui
fermentasi kita hasilkan lignin yang
adalah bahan baku pelapis waterproof untuk berbagai jenis kertas.”
“Kegiatan
ini memerlukan sinergi antara perkebunan tebu – pabrik gula – pabrik kertas
untuk menghasilkan karton kemasan dan kertas waterproof terbikin dari limbah
bahan nabati yang sepenuhnya dapat didaur ulang serta ramah lingkungan.”
3 Bahan Pembuat Alkohol
Tetes tebu (molase) adalah salah satu hasil samping
pabrik gula tebu yang masih mempunyai nilai ekonomi yang cukup disebabkan kandungan
gulanya yang tinggi sekitar 52 persen (Baikow, 1982), sehingga memungkinkan dijadikan bahan baku
berbagai industri. Industri yang memanfaatkan tetes diantaranya adalah industri
yang menghasilkan produk distilasi seperti rum, a1kohol, industri fermentasi
seperti monosodium glutamat, Llisin, asam sitrat, vinegar, protein sel tunggal,
aseton-butanol, gum xanthan dan sebagainya.
4 Pembangkit Listrik
Kebutuhan energi di Pabrik gula dapat dipenuhi oleh
sebagian ampas dari gilingan akhir. Sebagai bahan bakar ketel jumlah ampas dari
stasiun gilingan adalah sekitar 30 % berat tebu dengan kadar air sekitar 50 %.
Berdasarkan bahan kering, ampas tebu terdiri dari unsur C (carbon) 47 %, H
(Hydrogen)
6,5 %, O
(Oxygen) 44 % dan Ash (abu) 2,5 %. Menurut rumus Pritzelwitz (Hugot, 1986) tiap
kilogram ampas dengan kandungan gula sekitar 2,5 % akan memiliki kalor sebesar
1825 kkal. Nilai bakar tersebut akan meningkat dengan menurunnya kadar air dan
gula dalam ampas.
Dengan penerapan teknologi pengeringan ampas yang
memanfaatkan energi panas dari gas buang cerobong ketel, dimana kadar air ampas
turun menjadi 40 % akan dapat meningkatkan nilai bakar per kg ampas hingga 2305
kkal. Sehingga untuk bahan bakar ketel di pabrik gula dapat meningkatkan
produksi uap sekitar 10 %. Sehingga untuk pemanfaatan energi ampas secara
optimal, teknologi pengeringan tersebut telah banyak diandalkan oleh banyak
pabrik gula di luar negeri (Furiness 1976; Fraser 1979; Maranhao 1980; Miller
1977; Abilio and Paul 1987).
Kelebihan ampas dapat membawa masalah bagi pabrik
gula, ampas bersifat bulky (meruah) sehingga untuk menyimpannya purlu area
luas. Ampas mudah terbakar karena didalamnya terkandung air, gula, serat dan
mikroba, sehingga bila tertumpuk akan terfermentasi dan melepaskan panas.
Terjadinya kasus kebakaran ampas di beberapa pabrik gula diduga akibat proses
tersebut. Beberapa pabrik gula mencoba mengatasi kelebihan ampas dengan
membakarnya secara berlebihan (inefisien).
Sejalan dengan terus meningkatnya kebutuhan gula
nasional, produksi tebu giling akan terus dipacu sehingga akan meningkatkan
kelebihan ampas. Dengan bahan bakar dari ampas tebu, pabrik gula mempunyai
peluang yang besar untuk menghasilkan tenaga listrik. Dibanding dari sumber
energi listrik yang lain, kontinuitas tenaga listrik dari ampas dapat lebih
terjamin karena ampas bersifat terbaharui (renewable), dan harganya akan menjadi
lebih murah. Sementara bahan bakar dari fosil seperti minyak bumi, gas alam,
dan batu bara akan semakin langka dan mahal.
Manfaat Tebu
Dari Segi Konsumsi Rumah Tangga
1 Alternatif Biobriket
Potensi biomass ampas tebu dan jerami sebagai
sumber energi alternatif sedemikian melimpah, namun belum terolah sepenuhnya.
Berawal dari hal tersebut maka para peneliti mengajukan penelitian mengenai
pengolahan biomass ampas tebu dan jerami dengan campuran batubara serta bahan
perekat yang terbuat dari tepung pati guna diolah menjadi bahan bakar
alternatif berupa biobriket.
Dalam penelitian ini komposisi yang di uji adalah
biobriket dengan perbandingan presentase batubara : biomass (ampas tebu dan
jerami); 10% : 90% ; 33,3% : 66,6% ; 50% : 50%. Penelitian awal dilakukan
dengan pengumpulan, penghalusan, pengujian bahan baku (kadar air, nilai kalor,
kadar abu, volatile matter, kadar karbon) dan pencampuran bahan baku (batu
bara, ampas tebu, jerami dan perekat pati), selanjutnya dilakukan pengepresan
dengan tekanan 100 kg/cm2. Pengujian pembakaran dilakukan di laboratorium untuk
mengetahui besarnya laju pengurangan massa dengan laju kecepatan udara
konstan(0,3 m/s2), kemudian dilanjutkan dengan pengujian emisi polutan.
Berdasarkan percobaan dan parameter yang telah di
uji, penambahan biomass menyebabkan naiknya volatile matter sehingga lebih
cepat terbakar dan laju pembakaran lebih cepat. Penambahan biomass juga dapat
menurunkan emisi polutan yang dihasilkan pada saat pembakaran. Komposisi
biobriket terbaik yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari adalah
komposisi batubara 10% : biomass 90% karena lebih cepat terbakar, suhu yang
dicapai dapat optimal dan lebih ramah lingkungan.
2
Dimanfaatkan Menjadi Minuman Ringan
Tebu dapat dijadikan minuman ringan atau jus dengan
proses ekstraksi jus atau sari tebu. Caranya dengan menghancurkan tebu dengan
mesin penggiling untuk memisahkan ampas tebu dengan cairannya. Cairan tebu
kemudian dipanaskan dengan boiler. Jus yang dihasilkan masih berupa cairan yang
kotor: sisa-sisa tanah dari lahan, serat-serat berukuran kecil dan ekstrak dari
daun dan kulit tanaman, semuanya bercampur di dalam gula. Jus dari hasil
ekstraksi mengandung sekitar 50 % air, 15% gula dan serat residu, dinamakan
bagasse, yang mengandung 1 hingga 2% gula. Dan juga kotoran seperti pasir dan
batu-batu kecil dari lahan yang disebut sebagai “abu”. Dikarenakan hasil ekstrasi ini belum jernih,
diharuskan untuk penyaringan agar kotoran hilang dan siap untuk diminum.
3 Penambah Rasa Dalam Makanan
Sejak lama salah satu perusahaan penghasil penyedap
rasa menggunakan tebu sebagai bahan baku. Tebu diubah menjadi penyedap rasa
dengan proses yang cukup panjang. Pertama-tama, tebu dimasukan ke dalam mesin
penggiling untuk diperas agar mendapatkan tetes tebu.
Tetes tebu kemudian disterilkan. Tetes tebu
kemudian dipanaskan dan zat-zat nutrisi dimasukan kedalam tangki. Dalam tangki,
proses fermentasi dilakukan dengan tujuan mendapatkan asam glutamat dari tetes
tebu tersebut. Hasilnya adalah kaldu fermentasi.
Setelah asam glutamat didapatkan, asam glutamat
tersebut diisolasi dengan cara dikristalkan lewat pengasaman kaldu fermentasi.
Proses selanjutnya, lempeng kristal glutamat dipisahkan dari kaldu fermentasi
yang asam. Asam glutamat yang sudah dipisahkan, kemudian dibuat menjadi
monosodium glutamat dengan cara menambahkan natrium hidroksida (food grade).
Monosodium glutamat ini memiliki kelarutan dan stabilitas yang baik sebagai bumbu
masak.
Kemudian, larutan monosodium glutamat dibersihkan
dengan menggunakan karbon aktif. Karbon aktif berguna untuk menghilangkan
zat-zat yang tidak diinginkan. Larutan monosodium glutamat kemudian
dikonsentrasikan dengan pemanasan dan kristal monosodium glutamat pun
terbentuk. Dan proses terakhir, kristal
monosodium glutamat dikeringkan dengan cara kristal-kristal tersebut digetarkan
dan dikeringkan dengan udara panas. Dan
hasil akhir ini disebut dengan bumbu penyedap rasa.
Manfaat Tebu
Dari Segi Transportasi
1 Bahan Bakar Kereta Uap Pengangkut Tebu
Di daerah Yogyakarta terdapat sebuah pabrik gula
yang menggunakan kereta uap untuk alat transportasi dalam pabrik tersebut.
Pabrik tersebut memanfaatkan tebu sebagai bahan bakar kereta uap. Bagian dari
tebu yang digunakan adalah tebu yang sudah menjadi ampas. Sisa hasil
pengolahannya tersebut dibakar di mesin kereta uap tersebut. Pembakaran tebu
yang dapat disetarakan kecepatan pembakarannya dengan batu bara ini
menghasilkan uap yang mampu menggerakan turbin-turbin dalam mesin sehingga
dapat membuat kereta uap bekerja atau berjalan.
Manfaat Tebu
Dari Segi Pertanian Dan Peternakan
1 Dimanfaatkan Sebagai Pakan Ternak
Ampas tebu merupakan Iimbah pabrik gula yang banyak
ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sangat mengganggu apabila tidak
dimanfaatkan. Saat ini belum banyak peternak menggunakan ampas tebu tersebut
untuk bahan pakan ternak, hal ini mungkin karena ampas tebu mentiliki serat
kasar dengan kandungan lignin sangat tinggi (19,7%) dengan kadar protein kasar
rendah (28%). Namun limbah ini sangat potensi scbagai bahan pakan ternak.
Melalui fermentasi menggunakan probiotik, kualitas dan tingkat kecernaan ampas
tebu akan diperbaiki sehingga dapat digunakan sebagai bahan pakan. Tahapan
fermentasi ampas tebu sama dengan fermentasi jerami. Namun, perlu ditambahkan
beberapa bahan untuk melengkapi kebutuhan mineral yang diperlukan dalam bahan
pakan tersebut.
2 Dimanfaatkan Sebagai Pupuk Kompos
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan Departemen
Agronomi dan Hortikultura, Institut
Pertanian Bogor menyebutkan bahwa kompos bagase (kompos yang dibuat dari ampas
tebu) yang diaplikasikan pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L)
meningkatkan penyerapan nitrogen secara signifikan setelah tiga bulan
pengaplikasian dibandingkan dengan yang tanpa kompos, namun tidak ada
peningkatan yang berarti terhadap penyerapan fosfor, kalium, dan sulfur.
Penggunaan kompos bagase dengan pupuk anorganik secara bersamaan tidak
meningkatkan laju pertumbuhan, tinggi, dan diameter dari batang, namun
diperkirakan dapat meningkatkan rendemen gula dalam tebu.









0 comments:
Post a Comment