Ngopi Bareng, Diskusi Antar Bupati Untuk Pembangunan Kawasan Perbatasan Blora Selatan

BLORA - Pada  pertengahan Februari lalu bertemu Bupati Bojonegoro, kini, Minggu sore tadi (28/02/2021), Bupati Blora, H. Arief Rohman, MSi yang akrab disapa Mas Arief ini menemui Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono. Bupati Arief ketika dihubungi awak media, pada Sabtu petang, membenarkan bahwa dirinya baru saja bertemu dan berdiskusi dengan Bupati Ngawi. 

"Ya, tadi dengan suasana santai, kita duduk bersama berdiskusi sekaligus berkoordinasi sambil menikmati secangkir kopi. Salah satunya membahas pematangan konsep peningkatan ruas jalan Randublatung - Getas hingga Banjarejo Ngawi dan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko," ungkap Bupati Arief Rohman. 

"Karena keduanya, merupakan usulan proyek strategis nasional yang telah tertuang dalam Perpres No. 79 Tahun 2019. Sehingga kita yang ada di daerah harus mendukung sepenuhnya," tambah Arief Rohman. 

Pusat Pengembangan Kehutanan

Bupati Arief juga menambahkan bahwa di kawasan Desa Getas, Kecamatan Kradenan yang berbatasan dengan Banjarejo, Kecamatan Pitu (Ngawi), terdapat KHDTK Getas, Ngandong seluas ribuan hektar hutan jati yang dikelola oleh Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta.  

Jika aksesnya dibuka, maka kawasan ini bisa menjadi pusat pengembangan Kehutanan untuk percontohan, hutan penelitian, konservasi, hingga perhutanan sosial bersama masyarakat. 

"Di Getas ada Kampus Fakultas Kehutanan UGM. Selama ini aksesnya dari Ngawi juga belum optimal. Sehingga kita perlu kerjasama. Tidak lama lagi juga akan ada pembangunan exit tol di Walikukun, Ngawi, sehingga akses Blora menuju tol trans jawa akan lebih dekat melalui Randublatung - Getas - Ngawi. Ruas ini juga kita ajukan agar bisa menjadi jalan provinsi agar pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut bisa semakin cepat," jelasnya. 

Bendung Gerak Karangnongko

Sedangkan Bendung Gerak Karangnongko, yang akan membendung Sungai Bengawan Solo, di perbatasan Kradenan (Blora) dan Margomulyo (Bojonegoro) juga akan memberikan manfaat untuk Kabupaten Ngawi. 

"Tahun 2021 ini Bendung Gerak Karangnongko akan mulai dibangun Pemerintah Pusat, yang nantinya bermanfaat untuk irigasi pertanian dan pemenuhan air bersih di Bojonegoro, Blora dan Ngawi. Khusus Blora juga bisa untuk daya tarik wisata serta pemenuhan air bersih wilayah Kradenan, Randublatung dan Jati agar saat musim kemarau tidak kesulitan air bersih lagi. Kita dorong agar PDAM bisa masuk kesana. Bismillah Sesarengan mbangun Blora," bebernya. 

Adapun Bupati Ngawi, Mas Ony Anwar menurut Arief siap untuk mendukung dan menyukseskan pembangunan kedua usulan proyek strategis nasional ini. 

"Alhamdulilah, beliau siap mendukung. Kita akan sama sama berjuang untuk membangun kawasan yang lebih baik," pungkasnya. 

Untuk diketahui, pembangunan kawasan perbatasan, pada kesempatan itu Bupati Blora, H. Arief Rohman, langsung tancap gas, ngopi sambil diskusi bahas, sejumlah rencana kerjasama pembangunan kawasan perbatasan dengan Kabupaten Ngawi. (Kudnadi)

Caption:
Bupati Blora, H. Arief Rohman, MSi bersama Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, ST, MH ngopi bareng sambil berdiskusi terkait proyek prioritas pembangunan kawasan perbatasan di Ngawi. (AD/Red)
Share:

Anggota Polres Blora Intensif Patroli Bersenjata Di Obyek Vital

BLORA - Untuk antisipasi tindak kejahatan ditengah pandemi Covid-19, Polsek Kunduran Polres Blora Polda Jawa Tengah, intensifkan patroli bersenjata, di jam rawan. Patroli dilakukan di obyek vital seperti SPBU, Kawasan Perkantoran, Perbankan, Gerai gerai ATM, Pemukiman penduduk serta tempat ibadah.

Seperti yang dilakukan oleh satu regu Patroli yang dipimpin oleh Kapolsek AKP Lilik Eko Sukaryono,SH,MH, Minggu, (28/02/2021).

Dengan mengenakan buddy system dan bersenjata laras panjang, satu regu anggota patroli Polsek Kunduran tersebut menyisir wilayah Kecamatan Kunduran untuk menjaga kondusifitas.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK melalui Kapolsek Kunduran AKP Lilik Eko Sukaryono  mengungkapkan bahwa, pihaknya tidak mau underestimate dengan situasi yang ada meskipun situasi relatif aman dan kondusif. Patroli dan penjagaan tetap ditingkatkan.

"Selain tugas kemanusiaan penanganan Covid-19, tugas patroli dan penjagaan terus ditingkatkan, jangan sampai situasi pandemi seperti ini malah dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan tindakan kriminal," ucap Kapolsek Kunduran AKP Lilik Eko Sukaryono.

Kapolsek Kunduran  menambahkan, untuk kegiatan patroli selain antisipasi gangguan Kamtibmas, petugas patroli juga membawa pesan kesehatan, agar para warga selalu menerapkan disiplin protokol kesehatan saat beraktifitas. 

"Jadi selain untuk antisipasi gangguan Kamtibmas, patroli juga menyampaikan imbauan protokol kesehatan kepada warga," pungkas  AKP Lilik. (ADY/Red)
Share:

H. Arief Rohman Tinjau Layanan Labkes PCR DKK Blora

BLORA - Sehari setelah dilantik, Sabtu (27/02/2021) meskipun bukan hari kerja, dimanfaatkan Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP, M.Si untuk mengontrol sejumlah pelayanan masyarakat. Salah satunya adalah layanan di UPT Laboratorium Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora yang berada di Jl.Kolonel Sunandar no.63 Mlangsen, Blora. 

Didampingi Asisten Sekda Bidang Administrasi, dr. Henny Indriyanti, M.Kes, yang juga Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, H.   Arief Rohman berkeliling meninjau sejumlah fasilitas dan berdialog dengan Kepala UPT Labkes, Sri Miningsih serta beberapa pegawai. 

Di depan Bupati, Sri Miningsih menyampaikan bahwa Labkes saat ini melayani rapid test, rapid antigen dan swab PCR. Utamanya untuk tracing kasus Covid-19 dan melayani masyarakat yang membutuhkan untuk keperluan khusus. 

"Disini bisa melayani rapid test, rapid antigen, hingga pengambilan swab PCR. Alatnya juga sudah ada. Jadi Blora sudah punya alat swab PCR sendiri dan sudah diujicoba mulai Januari lalu. Alhamdulillah lancar ujicoba nya dan sudah terkoneksi dengan data Kemenkes. Diutamakan untuk tracing pelacakan kasus Covid-19," ungkap Sri Miningsih. 

Pada kesempatan itu,   Bupati Arief Rohman menekankan agar pelaksanaan pelayanan di labkes bisa benar-benar dilaksanakan dengan baik, ramah, cepat, dan murah. 

"Kita semua adalah pelayan masyarakat. Semudah dan secepat mungkin pelayanan harus kita berikan yang terbaik. Jangan sampai ada indikasi berbisnis dalam memberikan pelayanan ini. Apalagi saat ini dunia kesehatan menjadi sorotan di Kabupaten Blora, terlebih dalam kondisi pandemi seperti ini," tegas Bupati Blora. 

Menurut Bupati, pihaknya dalam program 99 hari pertama ini salah satunya akan fokus dalam peningkatan pelayanan kesehatan. 

"Kami ada program ngantor di rumah sakit. Bukan berarti sehari hari di rumah sakit, bukan. Tapi secara berkala kita akan pantau langsung pelaksanaan pelayanan kesehatan di rumah sakit, baik rumah sakit daerah, rumah sakit swasta, hingga puskesmas. Data -  data tentang kesehatan juga akan kita rangkum. Kita ingin kedepan masyarakat Blora bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas di daerahnya sendiri. Kita semua juga berdo'a semoga pandemi Covid-19 bisa segera berakhir seiring dengan berjalannya vaksinasi yang sudah memasuki tahap kedua," tambah Bupati. 

Selain program ngantor di rumah sakit, Bupati yang akrab disapa Mas Arief ini juga menyampaikan bahwa Blora wilayah Selatan dan Barat membutuhkan rumah sakit. 

"Kita matangkan rencana pembangunan rumah sakit di Randublatung untuk melayani Blora Selatan, dan rumah sakit di Kunduran untuk melayani Blora Barat. Aspek kesehatan ini menjadi salah satu prioritas kami kedepan bersama Mbak Etik (Tri Yuli Setyowati) Wakil Bupati," pungkasnya. (Hms/Std/Red)
Share:

Arief Rohman - Tri Yuli Setyowati Resmi Dilantik Jadi Bupati Dan Wakil Bupati Blora

BLORA - Pasangan pemenang Pilkada Blora 2020, H. Arief Rohman, S.IP. M.Si dan Tri Yuli Setyowati, ST, MM, akhirnya Jumat pagi (26/02/2021), resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Blora masa bakti 2021-2026. 

Pelantikan dan pengucapan sumpah janji dipimpin langsung oleh Gubernur Ganjar Pranowo, secara daring dari Semarang, serentak bersamaan 17 Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Tengah. Adapun Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati mengikuti jalannya acara pelantikan yang baru kali pertama dilaksanakan secara daring dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

Acara diawali dengan memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Pembacaan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, dan Pengucapan Sumpah Jabatan Dipandu oleh Gubernur Jawa Tengah dan diikuti para Bupati dan Wakil Bupati Terpilih.

Kemudian baru penandatanganan berita acara pengambilan sumpah jabatan dan pakta integritas, baru dilanjutkan Kata Pelantikan yang dipandu oleh Gubernur Jawa Tengah.

Prosesi pelantikan di dalam Pendopo ini dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan dihadiri oleh undangan terbatas. Yakni unsur jajaran Forkopimda, keluarga inti Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, para mantan Bupati dan mantan Wakil Bupati, serta pimpinan KPU, Bawaslu, dan Partai Pengusung yang jumlahnya sekitar 25 puluh orang. 

Adapun masyarakat disediakan saluran live streaming melalui kanal Youtube dan beberapa media sosial yang dimiliki Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Blora, serta Dinkominfo.

Acara juga dirangkaikan dengan Pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Blora yang dijabat oleh istri Bupati, Hj. Ainia Shalichah, SH, M.Pd.AUD, M.Pd.BI, dilantik Hj. Siti Atikoh Ganjar Pranowo. 

Ditutup dengan pelaksanakan serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati dari Plh. Bupati Blora, Komang Gede Irawadi, SE, M.Si, kepada pejabat baru yang terlantik, dan serah terima jabatan dari Ketua TP PKK serta Ketua Dekranasda lama ke yang baru.

Gubernur Ganjar Pranowo dalam sambutannya menekankan bahwa kekuasaan seorang pemimpin sangatlah terbatas, sehingga harus bisa bekerjasama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. 

"Jadilah pemimpin yang jembar dadane, lan dawa ususe. Karena ribuan bahkan jutaan permasalahan akan selalu dihadapi, termasuk kritikan, cacian, makian akan datang silih berganti menjadi sebuah vitamin untuk memompa semangat agar bisa memperbaiki kualitas pemerintahan," tegas Ganjar. 

"Pelayanan pemerintah melalui media sosial di era teknologi seperti ini merupakan sebuah keharusan. Tidak hanya para pemimpin, namun juga seluruh perangkatnya," sambung Ganjar. 

Ganjar juga berpesan, kondisi ekonomi, kesehatan dan sosial budaya yang sedang terpuruk karena pandemi COVID-19, agar segera digenjot kembali bersama-sama, agar semuanya bisa tumbuh positif kembali. Termasuk kondisi alam yang akhir akhir ini mengakibatkan banyak bencana juga harus menjadi perhatian bersama. 

"Rangkul seluruh potensi yang ada, termasuk kaum perempuan, difabel, anak anak hingga para pemuda. Selamat mengemban amanah, titip salam untuk seluruh masyarakat yang jenengan pimpin," tukas Ganjar. 

Sementara itu, Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP, M.Si yang baru saja selesai dilantik, mengucapkan syukur dan mengajak seluruh elemen dan stakeholder Kabupaten Blora untuk bisa sinergi Sesarengan mBangun BLora. 

“Alhamdulillah hari ini kita, saya dan Mbak Etik (sapaan akrab Tri Yuli Setyowati) secara resmi dilantik oleh Pak Gubernur. Ini merupakan amanat dan tanggung jawab besar yang harus kita laksanakan. Amanat yang harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat,” ucap Bupati H. Arief Rohman, S.IP, M.Si.

“Perjuangan kita dalam menghadirkan kesejahteraan untuk seluruh warga Blora yang unggul dan berdaya saing pun dimulai hari ini. Kami dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Blora masa bakti 2021-2026, bukan hanya bagi para pemilih kami saja, tapi bagi seluruh warga Blora. Ini saatnya bergandengan tangan Sesarengan mBangun Blora,” tambahnya.

“Kami memohon doa restu kepada segenap warga Blora. Semoga perjalanan kami dalam mengemban amanat ini senantiasa mendapat hidayah, inayah dan rida Allah SWT. Banyak PR yang harus kita kerjakan dalam rangka melayani masyarakat Blora,” pungkasnya.

Sedangkan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST, MM, menyatakan kesiapannya untuk mendampingi dan membantu Bupati H. Arief Rohman, S.IP, M.Si, dalam mempimpin Kabupaten Blora, serta mewujudkan visi misi yang telah ditetapkan dan disampaikan selama masa kampanye.

Adapun Visi - Misinya adalah Sesarengan mBangun Blora yang unggul dan berdaya saing :

1. Membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing dan berkarakter; 

2. Mewujudkan infrastruktur yang baik dan tata lingkungan yang berkelanjutan. 

3. Mewujudkan birokrasi yang profesional, progresif, bersih dan akuntabel

4. Menciptakan kondisi wilayah yang kondusif. 

5. Memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah, dan membuka peluang investasi untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Profil Singkat Bupati :

Nama H. Arief Rohman, S.IP, M.Si

Lahir 8 Maret 1980

Pendidikan Tinggi : S1 Universitas Darul Ulum Jombang, S2 Ilmu Politik Universitas Indonesia

Karier : Tenaga Ahli Anggota DPR RI (2004-2009), Staf Khusus Menteri PDT-RI (2009-2014), Anggota DPRD Provinsi Jateng (2014-2016), Wakil Bupati Blora (2016-2021), Guru Ngaji Ponpes Annur Blora, Bupati Blora (2021-2026).

Profil Singkat Wakil Bupati :

Nama Tri Yuli Setyowati, ST, MM

Lahir 19 Juli 1976

Pendidikan Tinggi : S1 Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang, S2 Fakultas Ekonomi Universitas Wijaya Putra Surabaya.

Karier : Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro (Jatim) periode 1999-2004, 2004-2009, Anggota DPRD Kabupaten Blora (Jateng) periode 2014-2019, 2019-2020, Wakil Bupati Blora 2021-2026.

Profil Singkat Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda :

Nama : Hj. Ainia Shalichah SH, M.Pd.AUD, M.Pd.BI.

Lahir 28 Oktober 1979

Pendidikan Tinggi : S1 Universitas Darul Ulum Jombang, S2 Universitas Negeri Jakarta, S2 Universitas Indraprasta PGRI

Karier : Ketua Yayasan Pendidikan Ainurrahman Cipayung, Kepala Sekolah TK Alam Ar-Rahman Kids (2011-2015), Kepala SD Alam Ar-Rahman Kids (2013-2015), Pengurus FATAYAT Pusat (2010- sekarang), Pengurus BPTKI Tangerang Selatan (2013-2018), Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora.

Usai prosesi pelantikan dan serah terima jabatan, dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Sambutan Perdana Bupati dan Wakil Bupati  Terlantik. (Redaksi)
Share:

Ratusan Personil Gabungan Siap Amankan Pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati Blora

BLORA  - Ratusan personil gabungan Polres Blora Polda Jawa Tengah bersama Kodim 0721/Blora, Satpol PP, Dinas Perhubungan serta instansi terkait lainya siap mengamankan jalannya Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Blora hasil Pilkada 2020, yang jika sesuai jadwal akan diselenggarakan Jumat, (26/02/2021) besok.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dan bersinergi dengan Kodim Blora, Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk bersama sama mengamankan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati tersebut.

"Dalam pengamanan kita akan libatkan petugas gabungan, adapun atensi kita selain gangguan kamtibmas adalah untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan, karena situasi masih dalam pandemi Covid-19," ungkap Kapolres Blora, Kamis, (25/02/2021).

Sementara itu, Kabag Ops Kompol Supriyo,S.Sos,M.Si menguraikan bahwa dari internal Polres Blora telah disiapkan 173 anggota yang nantinya akan di bantu oleh anggota Kodim 0721/Blora, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

"Pengamanan akan kita bagi tiga ring, dimana selain dilokasi pelantikan, petugas gabungan juga kita siagakan di sepanjang jalur serta lokasi parkir yang ada," urai Kabag Ops.

Kabag Ops menyampaikan bahwa besok pagi satu jam sebelum kegiatan  dimulai, personil gabungan tersebut akan melaksanakan apel di lokasi kantor DPRD Kabupaten Blora. (Redaksi)
Share:

Wow Keren !!! Batik Cipratan Buatan Difabel Kedungwungu Todanan

BLORA - Kepala Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora Marsoni, sangat antusias dan perhatian dengan warganya yang penyandang disabilitas. Terbukti dengan komitmennya, memberikan anggaran pemberdayaan ekonomi kreatif, mengembangkan produksi batik cipratan, yang dibuat oleh para difabel.

"Kami tahu, bahwa para difabel ini, sebenarnya punya bakat dan kemampuan untuk produktif, apabila diarahkan dan dibimbing dengan sabar dan sepenuh hati, dan ternyata hasilnya tidak mengecewakan, batik cipratan kami, disenangi dan laku di pasaran," ungkapnya.

Diundang Ke Istana

Berkat keberhasilan memberdayakan kaum difabel tersebut, pada tahun 2019, mendapatkan undangan ke Istana Merdeka, dan bertemu Presiden Joko Widodo, dalam rangka Hari Difabel. Kehadiran Para Difabel Blora yang dibimbing oleh Fitria Rusmiani, Ibu Asuh Difabel Harapan Mandiri, sekaligus Perangkat Desa, sebagai Kepala Urusan Umum Desa Kedungwungu. 

"Untuk menceritakan, cerita suka dan duka hingga sukses membina kaum difabel Desa Kedungwungu, yang berjumlah sepuluh orang tersebut, berkat karya batik cipratnya," jelas Kades Marsoni.

Desain batik ciprat "Harapan Mandiri" ternyata digawangi oleh Kades Kedungwungu sendiri, bersama Kaur Umumnya, meskipun hanya cipratan, ternyata paduan warna dan kontrasnya, sangat bernilai seni tinggi. Seperti lukisan abstrak, maka tak heran pemasarannya cukup laris, melalui media sosial online maupun offline.

"Harganya murah kok mas, cuma Rp.130Ribu per potong, sebulan bisa laku 50 potong, dan banyak yang pesan batik ciprat kami, termasuk Plh. Bupati Blora, Pak Komang, itu bikinan dari difabel kami lho, makanya kami bangga, ternyata dipakai pejabat sangat elegan ya," tandas Kades Kedungwungu.

Terpisah, Ketua Difabel Blora Mustika (DBM) Abdul Ghofur mengungkapkan bahwa Sejak seminggu diproduksi batik cipratan,   kini pesanan batik motif  tersebut sudah banyak dipesan. Setidaknya sudah ada 50 pesanan yang datang.
 
"Setelah dari Jakarta, Sekarang ini pesanan dari instansi pemerintah kabupaten dan anggota dewan. Kita sangat mengapresiasi dukungan mereka terhadap pemberdayaan teman-teman disabilitas," ujar Ghofur.

Ghofur pun berharap kedepan banyak instansi lain yang memesan batik motif cipratan difabel Blora.

"Kalau kita harapannya cuma satu, pesanan lebih banyak dan datang terus, agar temen-temen difabel tetap bisa bekerja dan berdaya," pungkasnya. (Redaksi)
Share:

Babinsa Berperan Aktif Dalam Vaksinasi Covid-19 Di Blora

BLORA - Koramil 02/Jepon Vaksinasi Covid-19 tahap kedua mulai dilakukan di Rumah sakit dan di beberapa Puskesmas maupun Poliklinik yang ditujukan untuk tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Blora. Selasa, (23/02/2021).

Dalam setiap tahapan vaksinasi tersebut Babinsa Jajaran Kodim 0721/Blora, Koramil Jepon berperan aktif dalam membantu kelancaran dan pengamanan.

Peran aktif yang dilakukan oleh Babinsa sesuai dengan arahan  Danramil dimana Danramil Jepon Kapten Inf. Surana memerintahkan kepada segenap Babinsa untuk mendukung penuh pelaksanaan vaksinasi dan mengawal serta mengamankan proses vaksinasi tersebut hingga selesai.

Hal tersebut dikatakan oleh Babinsa desa Bogorejo Sertu Rusdiono saat memantau dan mengamankan vaksinasi tahap kedua di Puskesmas Bogorejo 

Dikatakan oleh Sertu Rusdiono dirinya bersama Bhabinkamtibmas sejak pagi melakukan pengawalan saat pengambilan Vaksin COVID-19 di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Blora untuk selanjutnya di bawa ke Puskesmas Bogorejo

“Selain melakukan pengawalan, kami juga memantau dan mengamankan proses pelaksanaan Vaksinasi sampai dengan selesai,”  ungkapnya.

Dirinya juga menerangkan bersama Bhabinkabtibmas serta instansi terkait secara aktif terus melakukan upaya pencegahan Covid-19 di desa binaannya. Upaya dilakukan dengan terus menghimbau warga untuk mematuhi dan taat akan protokol kesehatan. 

Terlebih saat ini Pemerintah Kabupaten Blora telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Blora tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Berbasis Desa dalam tatanan Kehidupan baru (Red)
Share:

Serimba Perhutani Santuni Anak Yatim Dan Warga Miskin, Harlah Ke-3

SEMARANG - Serikat Rimbawan Serimba 
Perhutani  serahkan bantuan untuk anak yatim dan sembako kepada 44 warga miskin. Dalam rangka peringatan berdirinya Serikat Rimbawan Perhutani (Serimba) secara sederhana mengingat pandemi covid-19.

Kegiatan dilaksanakan di Wisata Cemara Bukit Kapur Cembukur petak 197 Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tanggung  Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang yang masuk wilyah administratif Desa Mrisi Kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan. (21/02/2021) lalu.

Hari lahir ( harlah) ke-3 dihadiri oleh Ketua Umum Serimba Sem Charles yang didampingi oleh Sekretaris Jendral Serimba Pht Pusat Alfiyanti. Hadir  Perwakilan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah dan Cabang, Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Sugihmanik Teguh Supriyanto, Perangkat Desa Mrisi  Maryanto,  ketua Karang Taruna M Yaeni, Ketua LMDH Jati Makmur  Desa Mrisi Yasmianto.

Administratur KPH Semarang Lewat KRPH Sugihmanik Maryanto menyampaikan bahwa yang penting Serimba dapat menjembatani karyawan dengan manajemen untuk segala pekerjaan dan pengaduna terkait dengan nasib karyawan.

"Sebagai Mitra di sebuah Perusahaan besar hendaknya Serimba Pht menjadi mitra demi kemajuan Perhutani," jelas dia.

Ketua Umum Serimba Sem Charles Serimba PHT  mengungkapkan bahwa pada harlah ke-3 ini kita lakukan secara sederhana karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih diperpanjang.

"Serimba Pht sebagai mitra di Perhutani dapat menjadi Sirikat yang bersinergi untuk negeri. artinga,” ucapnya.

Lanjut dia, apa yang akan dilakukan oleh Serimba Pht bermanfaat untuk keberlangsungan kelestarian hutan di Indonesia, utamanya hutan dijawa ini harus berimbang sesuai dengan luas daratan di pulau Jawa yaitu 30 % . 

Dimasa pandemi ini Serimba Pht akan melakukan kegiatan bakti sosial di sekitar desa Mrisi dengan membagikan sembako untuk kaum tidak mampu dan memberikan sumbangan pada anak yatim piatu, serta tanaman sereh wang untuk usaha produktif masyarakat sekitar desa Mrisi kecamatan Tanggungharjo Kabupaten Grobogan

"Di masa pandemi ini dan hari ini kita potong tumpeng sebagai tanda bahwa Serimba Perhutani tetap konsinten dalam menjaga kelestarian hutan di Indonesia,”  terangnya.

Sementara itu, Ketua LMDH  Yasmianto mengapresiasi Serimba Perhutani yang pada harlahnya ke-3 memberikan bibit Klengkeng dan Jambu kristal untuk wisata petik buah di cemara Bukit Kapur Cembugur. 

"Semoga Serimba Perhutani menjadi mitra  managemen dan dapat memperjuangkan anggota dan Karyawan Perhutani menjadi lebih baik kesejahteraanya," tandas dia.

M Iqbal, Abdul Azis dan Eka Nugraha yang mewakili anak yatim terlihat riang dan gembira sambil mendoakan semoga Pandemi cepat berlalu dan Serimba Perhutani menjadi besar dan bermanfaat.

"Semoga Pandemi cepat berlalu dan Serimba Perhutani menjadi besar dan bermanfaat untuk semua karyawan Perhutani,” do'a dia. 

"Semangat kebersamaan terlihat dari harlah Serimba-PHT yang sederhana namun penuh dengan makna yang mendalam.  Kader Serimba-PHT untuk tetap konsisten dalam merawat dan menjaga kelestarian alam dan hutan, serta bersinergi dengan Masyarakat Desa Hutan demi terciptanya lingkungan hidup yang sehat, dan terciptanya hutan lestari,” pungkas  Sekjen Serimba Perhutani Ida Alfiyanti. (Kom PHT/Sigit).
Share:

Bupati Terpilih Ikuti Rakor Pembangunan Bendung Gerak Karang Nongko

Bupati Terpilih Pilkada 2020, yang direncanakan pelantikannya pekan ini, mengikuti Rapat Koordinasi Pembangunan Bendung Gerak Karang Nongko secara virtual di Ruang Rapat Bupati pada Senin (22/02/2021).

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro ini diikuti oleh jajaran Pemkab Bojonegoro, Pemkab Blora, Pemkab Ngawi, Kantor Pertanahan Bojonegoro, Kantor Pertanahan Ngawi, Kantor Pertanahan Blora serta jajaran BBWS Bengawan Solo.

Berdasarkan pemaparan kebutuhan lahan, pemanfaatan, serta persoalan teknis dari BBWS Bengawan Solo, Bupati Terpilih menyampaikan dukungannya dalam pembangunan Bendung Gerak Karang Nongko ini.

“Pada prinsipnya Pemkab Blora sangat mendukung pembangunan kawasan yang pemanfaatanya bagi kepentingan masyarakat. Kepentingan nasional. Meskipun dari sisi Kabupaten Blora hanya mendapat manfaat 100 liter/detik, relative kecil dibanding kabupaten lain kami sangat mendukung dan berkomitmen untuk mensukseskan pembangunan bendungan ini,”tegas Arief Rohman.

Dalam kesempatan ini, Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemkab Bojonegoro atas dukungan dan kerjasamanya dalam pembangunan kawasan dengan terwujudnya jembaran terusan Bojonegoro-Blora.

“Mimpi warga Blora selatan untuk tersambung ke Ngraho sudah terwujud, saya mewakili seluruh masyarakat Blora dan atas nama Pemkab Blora untuk menyampaikan terimakasih sekali lagi kepada Ibu Pembangunan Bojonegoro, Anna Muawanah, atas dukungan dan kerjasamanya mewujudkan pembangunan kawasan, terutama Blora Selatan,” kata Bupati Terpilih.

Untuk pembangunan Bendung Gerak Karang Nongko, Arief Rohman menyampaikan bahwa kendala yang dihadapi oleh Pemkab Blora adalah relokasi lahan masyarakat.

“Wilayah Kab. Blora ada dua desa yang paling terdampak dan perlu kami relokasi, dan masyarakat desa terdampak meminta agar relokasi tidak jauh-jauh dari lahan mereka, dan hal ini sudah kami komunikasikan dengan KHDTK UGM serta kami minta kepada BPN untuk memblokir lahan-lahan warga terdampak, sebagai langkah antisipasi pengalihan kepemilikan kepada orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” lapor Arief Rohman.

Untuk diketahui, Lokasi Bendung Gerak Karangnongko, dibangun di Sungai Bengawan Solo yang memisahkan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan (Blora) Jawa Tengah dengan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo (Bojonegoro) Jawa Timur. Hadir mendampingi Bupati Terpilih dalam rapat koordinasi ini Plt. Kepala Bappeda Kab. Blora, Kepala DPUPR Kabupaten Blora, Perwakilan Kantor BPN Kab. Blora serta Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Kepala Bagian Hukum serta perwakilan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kab. Blora. ( AD/Red)
Share:

Sampah Masih Bertebaran Jalan Protokol, Aktivis Lingkungan: Satpol PP Blora Mandul !

BLORA – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), belasan sukarelawan yang tergabung dalam Duta Blora (Peduli Terhadap Blora) bersama dengan dinas terkait melakukan giat bhakti lingkungan bertitel "Punokawan Ngresiki Ratan" (Punokawan Membersihkan Jalan) Minggu (21/02/2021) dimulai sekira pukul 07:30 WIB. Kegiatan dimaksudkan sebagai simbol rakyat berbagi kesadaran dalam menjaga lingkungan hidup.

“Iya, kita semua para sukarelawan bersama masyarakat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora hari ini melakukan langkah kecil dengan membersihkan jalan sepanjang 500 meter, yaitu dari Taman Grojogan, Tugu Pancasila dan Taman Mustika Blora,” kata Aktivis Lingkungan, Eko Arifianto selaku Koordinator Duta Blora kepada awak media, Minggu (21/02/2021) siang.

Menurut pengamatannya, walau saat ini kondisi jalanan di Blora cukup bersih, namun dirinya merasa prihatin sebab keberadaan sampah ternyata beralih ke sungai.

"Coba lihat saja kalau tidak percaya. Sebagian besar kawasan sungai di Blora, termasuk di Grojogan, masih menjadi tempat pembuangan sampah yang ideal bagi para oknum pencemar lingkungan," tandas Eko.

Dirinya melihat bahwa keberadaan sungai di Blora yang penuh dengan sampah membuktikan kegagalan Satpol PP selaku penegak Peraturan Daerah (Perda) seperti yang termaktub dalam Pasal 255 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

"Ya, mandul! Padahal sudah jelas dalam ayat 1 disebutkan bahwa Satuan polisi pamong praja dibentuk untuk menegakkan Perda dan Perkada (Peraturan Kepala Daerah), menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman, serta menyelenggarakan perlindungan masyarakat," tegasnya.

Eko menambahkan bahwa persoalan sampah hari ini adalah permasalahan serius yang harus menjadi perhatian utama dari Pemerintah Kabupaten Blora beserta seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaannya.

"Pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini semestinya menjadikan kita sadar tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan," ungkap Eko Kotak, nama beken salah satu pejuang kelestarian pegunungan Kendeng itu.

Aktivis lingkungan yang pernah melakukan aksi cor kaki di depan istana negara tersebut sedikit menceritakan tentang tragedi tanggal 21 Februari 2005 silam di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat di mana gunungan sampah menimbun dan menewaskan 157 orang. 

"Itu perlu kita pikirkan bersama. Yaitu tentang sampah dan bahayanya bila tidak dikelola dengan baik. Sampah yang menggunung akan menjadi semacam bom waktu yang setiap saat bisa meledak membawa bencana. Bisa secara langsung seperti bencana atau banjir, tapi bisa juga secara tak langsung seperti adanya wabah penyakit seperti sekarang ini," tuturnya.

Dalam pandangannya, pola pengelolaan sampah oleh sebagian besar masyarakat yaitu kumpulkan, angkut, buang itu membuktikan bahwa pengelolaan sampah di Blora masih sangat jadul dan ketinggalan zaman.

"Pola linear ini harus diubah menjadi sirkular, yakni memanfaatkan nilai ekonomi sampah secara maksimal dengan menerapkan prinsip 3R, yaitu Reuse, Reduce, Recycle," bebernya.

Reuse artinya menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle yang berarti mendaur ulang sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Menurutnya, selain sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No.1 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah kepada masyarakat, upaya penegakan Perda harus juga berjalan beriringan.

"Buat apa dibuat peraturan kalau tidak untuk ditegakkan? Kalau hal ini bisa dijalankan, maka bukan sesuatu yang mustahil bila Kabupaten Blora bisa menjadi kabupaten yang bersih, sehat dan sejahtera. Dan alangkah bijaknya bila kita warisi anak cucu kita nanti dengan lingkungan hidup yang bersih dan sehat, bukan sampah yang menggunung dan sungai yang tercemar," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora Ir Dewi Tedjowati melalui Plt Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun sekaligus Kepala Subbagian Program Sekretariat Dinas Lingkungan Hidup Retno Sulistiyaningsih, ST, MT saat dikonfirmasi mengatakan berterimakasih atas partisipasi rekan-rekan sukarelawan.

"Terimakasih sudah dibantu dalam menyukseskan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini. Termasuk setiap Juma't dibantu dalam bersih-bersih kali Grojogan," ucap Retno Sulistiyaningsih di sela-sela aksi bersih-bersih di kawasan Taman Mustika Blora.

Saat ditanya tentang persoalan sampah di Grojogan, Retno mengungkapkan bahwa pengambilan sampah di jaring penangkap sampah yang dipasang di Kali Grojogan nanti akan dikoordinasikan dengan petugas kebersihan DLH Blora.

"Pengambilan sampah itu tugas kami. Nanti akan kami koordinasikan dengan petugas kebersihan hingga sampah yang diambil dari kali Grojogan bisa diangkut dan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," jelas Retno.

Menurutnya, dalam pengelolaan sampah, yang susah adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah.

"Itu yang pertama, kesadaran masyarakat. Ya, minimal tidak membuang sampah di sungai. Yang ke dua adalah membudayakan masyarakat untuk memilah sampah. Paling enggak dari mulai skala rumah tangga. Sampah organik, anorganik, dan lagi sekarang ada sampah spesifik," tambahnya.

Senada dengan statemen relawan DUTA Blora, terkait dengan persoalan sampah yang masih terjadi di Blora, dirinya menilai karena belum berjalannya penegakan peraturan yang ada.

"Perda tentang Pengelolaan Sampah kita sudah punya, yaitu Perda Nomor 1 Tahun 2011. Namun salah satu sisi yang belum berjalan adalah penegakan Perda. Karena yang merupakan penegak Perda bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup, tapi Satpol PP juga. Satpol PP selaku instansi penegak Perda, ini yang tidak jalan," ungkapnya.

Selaku Plt Kabid Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Retno mengatakan bahwa pengelolaan sampah di Blora sebaiknya dilakukan secara bersama-sama dengan keterlibatan dan partisipasi masyarakat.

"Saya maunya sanksi benar-benar ditegakkan, bagi pelanggar Perda, termasuk masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Intinya nanti edukasi dulu. Masyarakat diberikan pemahaman. Jangan langsung diberi sanksi. Diberikan pembinaan dulu, dan lain sebagainya. Ini yang baru kita rintis," jelasnya.

Di lain tempat, saat dihubungi wartawan, Bupati Blora Terpilih H Arief Rohman, M.Si mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi dengan kegiatan positif yang dilakukan oleh para relawan.

"Sip, kami mengapresiasi kegiatan dari kawan-kawan relawan beserta masyarakat dan dinas terkait," ucap Arief.

Sebagai Bupati Blora Terpilih, sesuai visi misinya, Arief Rohman akan menjalankan program kerjanya yaitu menata lingkungan yang ijo royo-royo dan tata kelola sampah produktif.

"Kita juga akan menggerakkan program bank sampah. Untuk pasar-pasar, desa, kelurahan, sekolah-sekolah, pondok pesantren, tempat ibadah, dan lain-lain," terangnya.

Terkait penegakan Perda tentang pengelolaan sampah, dirinya berencana akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Nanti coba kita koordinasikan, Mas," pungkas mas Arief. (ADY/Red)
Share:

Modus Pencurian Dalam Kawasan Hutan Rembang Yang Menjengkelkan Petugas

REMBANG - Modus Pencurian dalam Kawasan Hutan ada berbagai cara dilakukan untuk mengelabui petugas. Pencurian adalah suatu bentuk gangguan keamanan hutan. Sesungguhnya tidak berbeda dengan kejahatann lain pada umumnya masuk tindak kejahatan umum. Hanya dalam hal ini obyek yang menjadi tindak kejahatan adalah kayu jati dan kayu rimba di dalam kawasan Hutan yang dikelola oleh Perhutani.

Tetapi masih banyak juga bentuk gangguan lain dalam kawasan hutan misal kebakaran hutan, pembabatan tanaman, pengrusakan batas pal kawasan hutan, penggembalaan hutan, penyerobotan tanah garapan atau bibrikan ( kepemilikan lahan tanpa seijin dari Perhutani) dan penggunaan bahan berbahaya didalam Penggarapan lahan. namun semua itu masih didominasi oleh pencurian kayu (Illegal logging) .

Banyak kasus di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan utamanya yang dilakukan oleh para pelaku illegal logging dengan bayak modus. mulai dari pencurian dengan kelompok kelompok tertentu yang dengan jumlah cukup besar sehingga petugas tidak bisa mengatasi dalam waktu sekejab. Dengan Penyanderaan petugas, membuat sempolan (membelah kayu jati saat masih beridri) menerjunkan kaum perempuan untuk membawa kayu hasil kejatan. Lagi pula tidak jarang mereka yang juga berani kepada petugas. tentu hal ini akan mengingatkan kita pada jenis tindakan pencurian yang ada dalam pasal 366 KUHP pencurian dengan kekerasan. (curas)

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi modus Operandi pencurian berkembang sangat pesat dan beragam dalam bentuk-bentuk kegiatannya. Mulai dari kemampuan berorganisasi mengikuti perkembangan Global teknolodi yang menyatu dengan adat istiadat masyarakat dikawasan pinggi hutan serta melihat kondisi geografis masyarakat setempat. pencurian kayu dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan. apalagi dimasa pandemi cocid-19.

Dengan peningkatan jumlah kejahatan kayu tentunya akan sia-sia dalam merehabilitasi kawasan hutan,bila tidak ada pertumbuhan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestariah hutan dan juga ekosistemnya. melalui Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan Komonikasi Sosial (komsos) bagi pera petugas dengan tokoh masyarakat di sekitar kawasan hutan. Diharapkan kesadaran untuk menjaga kawasan hutan semakin intens untuk mengurangi kejahatan pelaku illegal logging. 

Saat dihubungi lewat Handphone Wakil Administratur KPH Mantingan Dwi Anggoro Kasih menjelaskan bahwa untuk KPH Mantingan dalam tindak kajahatan illegal logging  menduduki Ranking 11 tingkat Divisi Regional Jawa Tengah. Upaya kita komonikasi dengan Tokoh mansarakat ,TNI dan juga Polri serta pejabat di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan tingkat Desa lebih intens.

"Untuk penanganan kasus kita dengan Polri dan stake holder lain mengedepankan bidang Komsos dan sisi kemanusiaan,” jelas dia.

Modus yang menjengkelkan petugas, sambung 
Wakil Administratur,  adalah model sempolan. Yakni pelaku mencari pohon jati yang besar yang ditanam sekitar tahun 1930 dengan medelin lingkar mencapai 1 meter lebih. mereka lalu memotong pohon hanya separo saja dengan panjang 2 sampai 3 meter bahkan lebih. 

"Semalam kadang dapat mencapai belasan pohon yang disempol.  Dengan menggunakan gergaji tarik yang menggunakan 10 orang agar tidak terdengar oleh petugas penunggu pos ataupun petugas patroli preventif," tandasnya. (Kom-PHT/Mnt/Sigit).
Share:

Dukung Gerakan Pelestarian Lingkungan, Arief Rohman: Jangan Buang Sampah Di Sungai dan Meracun Ikan

BLORA - Didampingi istrinya, Ainia Shalichah, Bupati Blora Terpilih H Arief Rohman, M. Si mengikuti kegiatan Jum'at Bersih yang terletak di kawasan Taman Grojogan Jl. Sudarman Blora Jawa Tengah, Jum'at (19/02/2021) siang kemarin.

"Iya, kebetulan ini kami habis dari penanaman pohon di Bukit Serut, Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken," kata Arief Rohman yang akrab disapa Mas Arief kepada awak media.

Dirinya cukup mengapresiasi kegiatan bakti lingkungan yang rutin digagas oleh para relawan, dan dilaksanakan bersama masyarakat serta dinas terkait.

"Jumat bersih ini perlu untuk terus kita galakkan bersama. Tidak hanya di Blora Kota saja, namun juga di Cepu dan Kecamatan lainnya. Monggo kita bergerak bersama, kita rawat dan jaga alam kita," ajaknya.

Namun, Arief Rohman juga merasa prihatin dengan kekurangsadaran masyarakat yang tinggal di daerah hulu kali Grojogan yang sebagian masih membuang sampah ke sungai. Daerah Hulu sungai diantaranya Temurejo, Tegalgunung, Tempelan, Sawahan, Kedungjenar dan Mlangsen.

"Ini setiap hari Jum'at sudah dibersihkan, tapi karena kekurangsadaran masyarakat yang ada di hulu jadi sekarang kotor lagi," keluhnya sambil menunjukkan sampah rumah tangga yang hanyut di sungai dan di bantaran kali Grojogan.

Tidak hanya persoalan sampah, Arief Rohman juga mengingatkan akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati berupa jenis-jenis ikan air tawar yang ada.

"Dan ikan-ikannya juga berhak hidup di sungai juga. Jadi jangan diracun," himbaunya.

Karena sungai memiliki peran penting sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup di sekitarnya, dirinya menyatakan bahwa gerakan menjaga kelestarian sungai musti dilakukan secara bersama-sama.

"Mari kita jaga sungai kita. Mari kita lestarikan sungai kita, agar Blora semakin bersih dan indah," pungkasnya.

Untuk diketahui, bahwa kesengajaan melakukan kegiatan pencemaran lingkungan adalah melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Blora Nomor 01 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah. Ancaman pidananya berupa kurunganpaling lama 3 bulan dan/atau denda paling banyak Rp50 juta rupiah. (ADY/Red)
Share:

Serentak Musrenbangcam 4 Kecamatan Di Blora

BLORA - Hari ini secara serentak Pemerintah Kabupaten Blora melalui Pemerintah Kacamatan Jepon, Jiken, Japah dan Sambong Menggelar MusrenbangCam, MusrenbangCam merupakan Forum Musyawarah tahunan DiKecamatan untuk menyepakati usulan usulan dari tingkat Desa dan Kelurahan. Jumat  (19/02/2021) Kemarin.

Pemerintah Kecamatan Jiken Menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) RKPD tahun 2022. Di Pendopo Kecamatan Jiken. Jumat lalu.

Acara yang didalamnya setiap desa dan kelurahan mengirimkan tiga orang  perwakilan untuk hadir dalam acara MusrembangCam diantaranya Kepala desa, Ketua penggerak PKK Dan BPD atau LKMD

Kegiatan ini dilakukan di dua tempat terpisah untuk MusrenbagCam bidang Infrastruktur Ruang Camat jiken untuk MusrenbagCam bidang Ekonomi dan bidang Sosial Budaya di pendopo kecamatan jiken

Dalam situasi pandemi seperti ini Hal ini dilakukan sesuai aturan pembatasan kegiatan dan dalam acara ini tetap mentaati protokol covid 19.

Kegiatan MusrenbangCam diikuti Kepala desa se Kecamatan Jiken, Hadir Forkompincam Camat Jiken Catur Pambudi Amperawan, S.Sos Kapolsek Jiken Iptu. N.Dwi Edy W,AH, M.H Danramil Kapten Infatri Sundiro, Beserta Anggota DPRD Dapil 1 untuk daerah pemilihan Kecamatan Blora, Jepon, Jiken Dan Bogorejo Sekaligus menjadi Narasumber dalam Musrengbangcam Jiken diantaranya Ahmad Labib Hilmy, Jayadi S.H, H. Anif Mahmudi H. Supardi, Made Dharma Astika Kariada, Ir Sugeng Hariyanto, Santoso Budi Susetyo, Muhammad Ahmad Faishol, Agus Untoro Waluyo, Dan  perwakilan OPD Terkait.

Camat Jiken Catur Pambudi Dalam Sambutan nya menyampaikan Kepada semua peserta yang hadir  memaparkan tentang pagu di masing masing desa, tentang arti pentingnya prokes dan vaksinansi dan progam wahana wisata. Penting nya untuk mensosialisasikan wisata di wilayah jiken diantaranya bukit serut, bukit kunci, desa wisata,taman sor Pring.

"Tahun ini ada perubahan anggaran luar biasa yang dimana refocusing dan sudah diatur dalam kementrian keuangan ini jelas ada skala prioritas sehingga hal ini akan mempengaruhi infrastruktur ditingkat pedesaan, imbuhnya.

Sementara itu, H. Supardi mewakili anggota  DPRD menyampaikan kepada semua peserta "Kami selalu memantau proses pembangunan terutama dapil 1 dan terkhusus usulan kades, kita menampung, Kami hadir atas nama lembaga, kami mengingatkan saat ini APBD terbatas. Nanti kita main skala prioritas,setelah Musrenbangcam  kita bawa di MusrenbangKab dan dialokasikan di APBD," Jelasnya.

"Catatan banyak yang harus dibenahi tapi anggaran kita terbatas. Untuk yang urgen dan priotitas Cabak dan Nglebur dan saat ini Blora sudah 2 kali direfocusing terkait anggaran dan saya tekankan ini bukan akhir dari pembangunan saya menyampaikan kepada camat untuk selalu mengkomunikasikan kami di dapil 1,"  harapannya.

Untuk diketahui, Selanjutnya masing masing Kepala desa,  Ketua PKK, dan BPD untuk diskusi di masing masing bidang, terkait skala prioritas untuk MusrenbangKab. (AD/Red)
Share:

Dandim Blora Buka RAT Ke-52 Primkop Kartika C 10

BLORA - Primer Koperasi Kartika C.10 Blora melaksanakan Rapat Anggota tahunan (RAT) ke-52 Tutup Buku 2020 yang dilaksanakan di aula Makodim 0721/Blora. Dikarenakan masih dalam situasi pandemi covid-19 kegiatan RAT dilaksanakan dengan mengikuti protokoler kesehatan diantaranya dengan menggunakan masker, cuci tangan dengan hand sanitizer dan jaga jarak salah satunya dengan pembatasan jumlah peserta yang mengikuti RAT yaitu perwakilan dari masing-masing Koramil jajaran Kodim 0721/Blora. Rabu Kemarin (17/02/2021) 

Dengan mengusung tema “Optimalkan SHU Demi Kesejahteraan Anggota Koperasi Kartika”. RAT ke-52 Primkop Kartika C.10 Blora secara langsung dibuka oleh Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi, SE, MM.

Dalam amanatnya Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi, SE, MM mengatakan bahwa kemajuan koperasi yang sudah diraih selama ini membuktikan bahwa kinerja Primer koperasi Kodim 0721/Blora sangat bagus. Dandim berharap anggota prajurit dan PNS selalu memberikan saran dan masukan supaya Primer Koperasi Kodim dapat berkembang dan lebih baik lagi ditahun yang akan datang.

“Apabila Koperasi maju maka akan dapat mensejehterakan anggotanya,” jelasnya.

Tugas pokok Primer Koperasi Kartika C.10 Blora adalah membantu dalam usaha meningkatkan kesejahteraan Prajurit, PNS beserta keluarganya. Keberhasilan koperasi hanya dapat terwujud berkat adanya dedikasi dan semangat pengabdian yang tinggi dari pengurus, badan pengawas dan pembina serta yang tidak kalah pentingnya adalah adanya rasa ikut memiliki dari seluruh anggota terhadap keberhasilan koperasi.

Pada kesempatan yang sama sambutan Kapuskopad Kodam IV/Diponegoro yang dibacakan oleh Kolonel Kav Purwadi, S.Sos., mengatakan Bahwa dengan terselenggaranya RAT tepat waktu berarti telah memenuhi salah satu kewajiban yang telah diamanatkan dalam pasal 30 undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian di mana rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam organisasi koperasi, walaupun dalam situasi seperti sekarang ini tidak lupa kami ingatkan pesan untuk selalu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak sebagai upaya pencegahan penyebaran virus covid-19.

Pada pelaksanaan Rapat anggota tahunan Tutup buku tahun 2020 Primkopad Kartika C-10 Blora ini disampaikan beberapa indikator yang menggambarkan tinggi kemampuan koperasi dalam menjalankan visi dan fungsinya diantaranya : 

1. Sumber Daya Koperasi yang berkembang adalah koperasi yang mampu meningkatkan sumber daya manusia maupun sumber daya fisiknya Hal ini tersebut dalam bentuk partisipasi anggota terhadap segala kewajiban dan haknya dan kepedulian serta tanggung jawab anggota yang mengembangkan koperasi Sumber daya fisik dan teknologi juga dapat menjadi penentu keberhasilan suatu koperasi multi bangunan kantor peralatan kantor karena komunikasi dan berbagai peralatan lainnya.

2. Manajemen Normatif koordinasi konsolidasi rapat-rapat dan pelaporan yang dilakukan .

3.  Perkembangan usaha atau daya saing Keberhasilan usaha dapat ditentukan oleh peningkatan jumlah dan volume usaha yang dibutuhkan oleh anggota.

4. Terhadap lingkungan keberhasilan sebuah koperasi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan anggotanya saja melainkan juga berdampak kepada lingkungan masyarakat disekitarnya. Misalnya laporan kerja dan kemudian masyarakat sebagai akibat dari tersediakan oleh koperasi.

5. Program strategis Beberapa program service perlu diagendakan untuk keberhasilan sebuah koperasi antara lain meliputi konsolidasi organisasi Pendidikan dan Pelatihan penyuluhan konsultasi dan Koperasi yang mempunyai jaringan kuat dan luas dan akan mampu bertahan dalam jangka panjang.

6. Mengacu pada tema koperasi Rapat anggota tahunan Tutup buku tahun 2020 yaitu optimalkan SHU Demi kesejahteraan anggota koperasi Kartika dan kepada seluruh anggota secara bersama-sama memikirkan dan mencari solusi terbaik untuk melangkah lebih maju lagi.

Hadir dalam Rapat Anggaran Tahunan adalah Kapuskopad Kodam IV/Diponegoro yang di wakili Kolonel Kav Purwadi, S.Sos, Komandan Kodim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi, SE, MM, Kebid Nikkop Mayor Caj (K) Sriwahyuni, Ka Dindagkop UKM kab. Blora, Perwira Seksi dan Danramil jajaran Kodim 0721/Blora, Pengurus Primkop kartika C-10 Blora. (SY/Red)
Share:

Serah Terima Bupati Blora Ke Plh Komang Gede

BLORA - Bupati Blora periode 2010-2015 dan 2016-2021 H. Djoko Nugroho mengakhiri masa jabatannya, Acara serah terima dilaksanakan di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Rabu (17/02/2021) kemarin, dihadiri Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman, M.Si yang juga Bupati Blora terpilih, Ketua DPRD Kabupaten Blora, H. M Dasum, Forkopimda Blora dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Blora dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Djoko Nugroho menyerahkan tampuk pimpinan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi,SE, M.Si selaku Pelaksana Harian (Plh) Bupati Blora sambil menunggu pelantikan Bupati dan Wakil Blora terpilih.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Blora,
HM. Dasum  mengucapkan terimakasih kepada Bupati Blora Djoko Nugroho yang segera mengakhiri masa jabatan setelah memimpin Blora selama sepuluh tahun (dua periode).

“Kami atas nama pribadi dan pimpinan DPRD mengucapkan terima kasih kepada Bupati Blora atas kepemimpinannya selama sepuluh tahun. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan selama ini,” ucapnya. (AD)

Share:

PG Rendeng Kudus Gandeng LMDH Tanam Tebu di Lahan Perhutani Mantingan

REMBANG - Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan dampingi Paguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan (PLMDH) percepat kerjasama tanam tebu dengan Perusahaan Gula (PG) Rendeng. Pertemuan dilaksankan di Rumah Kafe setempat, Rabu (17/02/2021) pukul 14.00.

Pertemuan Perhutani Paguyuban LMDH dan PG Rendeng unuk membahas kelanjutan kerjasama dengan Paguyuban LMDH KPH Mantingan dalam percepatan Penanaman Tebu di lahan Perhutani dan lahan garapan LMDH. pertemuan dihadiri Junior Manager Bisnis (JMB) Sutriswanto,Kepala Sub Seksi (KSS) Komper Perhutanan Sosial (PS) ,ketua Paguyuban LMDH Parlan dan sekretaris LMDH Zaennudin, sedangkan dari PG Rending Asisten Kepala Tanaman Moch. Makruf Rivai didampingi jajaran PG Rendeng Kudus. 

Adm Mantingan Widodo Budi santoso melalui  JMB Sutriswanto mengharapkan pertemuan hari ini Rabu (17/02/2021)  merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan tingkat Divisi Regional Jawa Tengah (09/09/2020) yang menetapkan rencana kerja dalam kerjasama tingkat Direksi dan kita di KPH untuk mematangkan tahapan rencana dalam penanaman tebu di areal kawasan Hutan. 

"Kawasan hutan KPH Mantingan yang dikerjasamakan meliputi Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Medang seluas 12,60 Ha sedangkan BKPH Sudo mencapai 17,606 Ha. dan pelaksanaan penanaman nantinya kepada Paguyuban LMDH dapat menggarap penanaman dilahan Perhutani yang sudah ditentukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” terang dia.

Lanjut Sutriswanto, Program ini nantinya akan langsung diawasi oleh Kementrian lahan dan Hutan (LHK). keberhasilan tanaman tebu taeragantung dari 
PG Rendeng Kabupaten Kudus.

"PG Rendeng Kabupaten Kudus untuk segera mempercepat penggarapan lahan yang sudah ditunjuk di dua Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Medang yang berada dikecamatan Blora kabupaten Blora. dan BKPH Sudo yang berada di kecamatan Sulang Kabupaten Rembang,” pungkasnya.

Disisi lain Ketua Paguyuban LMDH mengungkapkan bahwa untuk LMDH yang berda dipangkuan Desa Sudo dan Medang sudah kita siapkan jauh-jauh hari. namun kita masih menunggu riilnya dari pihak PG Rendeng Kudus berapa Hektar yang harus digarap LMDH Mantingan.

"Apa bertahap dari keluasan yang sudah ada ataupun langsung dikerjakan semuanya sesuai dengan keluasan kawasan yang sudah dipersiapkan oleh Perhutani," ucapnya.

Asisten Kepala Tanaman PG Rendeng Moch Makruf Rifai menjelaskan dengan dibentuknya team percepatan Tanaman tebu di kawasan Hutan Mantingan (09/09/2020), ia berharap segera dapat terealisasi dan dikerjakan sesuai dengan rencana kerja yang telah disusun oleh team. Moch Makruf Rifai patut berbangga dan mengapresiasi Perhutani yang dipercaya untuk memberikan lahan yang akan ditanami tebu oleh pihak PG Rendeng Kudus. 

"Kami akan segera mempersiapakan bibit tebu dan penggarapan lahan yang nantinya akan dilakukan oleh Paguyuban LMDH dengan anggotannya. karena sebagai Mitra di Perhutani LMDH dapat segera menyiapkan tenaga olah tanah penggarapan di kawasan Hutan dn juga membantu pengawasannya juga walaupun nanti PG Rendeng juga akan menempatkan tenaga dibidang pengawasan dan Quality Control agar tebu yang dihasilkan nantinya sesuai dengan standart di PG Rendeng,” bebernya.

Untuk diketahui, kerjasama ini harus menguntungkan antara Perhutani.Paguyuban LMDH dan juga PG Rendeng Kudus. Walaupun ini sama-sama ditugaskan oleh Pemerintah tetapi kita melibatkan stake holder lain dari Paguyuban LMDH.(Kom-PHT/Mtg/Sgt). 
Share:

Menjelang Akhir Masa Jabatan Bupati, Perda RTRW Disahkan

BLORA - Bertempat di Ruang Sidang Paripurna DPRD, Bupati Djoko Nugroho menghadiri rapat paripurna dengan acara persetujuan bersama rancangan Perda tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah Kab. Blora Tahun 2020-2040. Pada Senin(15/02/2021) kemarin.

Rapat paripurna dibuka oleh Ketua DPRD Kab. Blora, HM. Dasum,S.E, MMA dan dihadiri oleh 35 orang anggota DPRD.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota DPRD yang berkenan menyetujui Ranperda pada sidang hari ini.

"Alhamdulillah...hari ini kita diparingi sehat..Dan setelah melalui tahapan penyusunan  yang sangat panjang dan makan waktu lama, hari ini Rancangan Perda tentang RTRW dapat disetujui bersama,"kata Bupati.

Wilayah Kabupaten Blora yang hampir separonya milik kehutanan merupakan salah satu kendala yang harus dihadapi dalam membangun kabupaten ini.

"Di Blora ada sawah milik warga yang berada ditengah-tengah hutan, yang dinamakan LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) dimana lahan ini tidak boleh dirubah peruntukannya," ucap Djoko Nugroho.

Selanjutnya, Bupati menyampaikan terkait pembangunan kawasan.

"Sebagai contoh, jembatan Luwihaji-Medalem yang diresmikan awal tahun ini, salah satu wujud kerjasama antar dua kabupaten untuk mensejahterakan masyarakat, ini yang dinamakan pembangunan kawasan. Dimana penjajakan kerjasama ini sangat kita perlukan untuk pembangunan Blora kedepannya," kata Djoko Nugroho.

Diakhir sambutannya, Bupati menyampaikan sekali lagi atas kerjasama eksekutif dan legislatif untuk kemajuan Blora.

"Sekali lagi terimakasih, semoga dengan ditetapkannya Ranperda ini dapat mengakomodir dinamika pembangunan yang terjadi di Kabupaten Blora," pungkas Bupati.

Untuk diketahui, Rapat paripurna yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Blora, Kepala OPD di lingkungan Kabupaten Blora dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Kegiatan Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun 2020. (ADY/Red)
Share:

Pemkab Blora Dukung Penuh Kelanjutkan Perpanjangan Runway Bandara Ngloram

BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) 
 Blora mendukung penuh kelanjutkan pembangunan Bandara Ngloram oleh Pemerintah Pusat melalui Ditjen Perhubungan Udara, Kemenhub RI. Yang mana pada tahun 2021 ini salah satunya akan memperpanjang landasan pacu atau runway-nya dengan anggaran APBN Pusat.

Dalam rapat koordinasi secara daring (online) dengan Sekretaris Ditjen Perhubungan Udara, Kemenhub RI, Nur Isnin Istiartono, Senin siang (15/02/2021), Wakil Blora, H. Arief Rohman M.Si, menyatakan bahwa Pemkab akan mendukung dan siap memfasilitasi percepatan pembangunannya.

“Saat rapat, Pak Sesditjen menyampaikan bahwa tahun 2021 ini ada kegiatan perpanjangan runway atau landasan pacu sepanjang 100 meter ke arah barat. Sehingga total akan menjadi 1600 m, dari sebelumnya hanya 1500 meter,” ucap Arief Rohman, yang juga Bupati Blora Terpilih.

Untuk perpanjangan runway tersebut, menurut Arief, Ditjen Perhubungan Udara membutuhkan lahan seluas 2 hektar dengan ukuran sekitar 130 m x 150 m.

“Tadi juga kita sampaikan ucapan terimakasih kepada Pak Menteri Perhubungan dan seluruh jajarannya yang telah memberikan dukungan pembangunan bandara ini. Pada dasarnya kita dari Pemkab siap mendukung dan akan mengupayakan agar proses pembebasan lahannya bisa berjalan sesuai jadwal sehingga di 2021 ini perpanjangan runway nya bisa dilakukan,” tambahnya.

Pasalnya, menurut Sesditjen anggaran untuk pembangunan fisik landasan pacu sudah tersedia dari APBN Pusat tahun 2021 ini sehingga pembebasan lahannya butuh proses segera. Untuk besar anggarannya, pihaknya belum bisa menyampaikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Pratikto Nugroho, menyatakan kesiapannya untuk segera mengkoordinasikan rencana sosialisasi kepada masyarakat dengan menggandeng pihak terkait mulai dari Camat hingga Kepala Desa.

Diundang pula dalam rapat tersebut Wakil Bupati Blora Terpilih, Tri Yuli Setyowati, ST, MM; Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Kepala Bappeda Jateng, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab.Blora, Kasatker Dewandaru, Kasat Pelaksana Bandara Ngloram, Asisten Pembangunan Sekda Blora, Kabag Tata Pemerintahan, dan OPD terkait lainnya. (ADY/Red)
Share:

Bupati Bojonegoro Bersama Bupati Blora Terpilih Blusukan Tinjau Lokasi Waduk Di Perbatasan

BLORA - Semangat Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muawanah dengan Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman, M.Si, yang juga Bupati Blora Terpilih, untuk membangun wilayah perbatasan secara bersama-sama patut diapresiasi. Jelang sore, Minggu (14/02/2021), keduanya blusukan ke daerah perbatasan untuk meninjau rencana pembangunan kawasan dua Kabupaten yang dipisahkan Sungai Bengawan Solo ini.

Tepatnya di perbatasan Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro (Jatim) dengan Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora (Jateng). Disini keduanya tak segan berjalan kaki menyusuri wilayah hutan hingga tepi Sungai Bengawan Solo untuk meninjau langsung calon lokasi pembangunan Waduk Karangnongko, meskipun cuaca sedang gerimis.

Dengan cukup akrab, keduanya mematangkan perencanaan pembangunan waduk yang nantinya akan membendung Sungai Bengawan Solo. Dalam kunjungan blusukan itu, keduanya juga didampingi para Camat dan Kades dari masing-masing wilayah.

“Kami bersama Mas Arief, Bupati Blora Terpilih, sedang meninjau langsung persiapan lokasi pembangunan Waduk Karangnongko yang konon akan bisa mengendalikan terhadap harmonisasi air hingga sekitar 60 juta m3. Untuk itu nantinya di wilayah Bojonegoro akan ada lahan yang harus dibebaskan, termasuk yang di Blora,” ucap Anna Muawanah.

Sedangkan Arief Rohman, menyampaikan bahwa bersama Bojonegoro pihaknya sudah lama punya mimpi untuk membangun waduk dengan membendung Sungai Bengawan Solo agar wilayah Blora Selatan dan Bojonegoro nantinya bisa lebih sejahtera dan tidak kesulitan air.

“Setelah mimpi Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora jadi kenyataan dan diresmikan bulan lalu. Kini kita bersama Bu Anna, senior saya sekaligus Ibu Pembangunan kita ingin mewujudkan mimpi yang kedua yakni Waduk atau Bendung Karangnongko, kerjasama Bojonegoro, Blora dan juga nanti dengan Ngawi,” jelas Arief Rohman.

Menurutnya ini merupakan mimpi warga setempat sejak puluhan tahun lalu dan inshaAllah akan terwujud di masa kepemimpinan Ibu Anna Muawanah.

“Disini dalam rangka memulai sinergi antar kawasan karena nanti yang akan mendapat manfaatnya juga 3 Kabupaten. Selain untuk pengairan, nanti juga untuk tempat wisata. Kemarin kita lihat gambar perencanaannya bagus sekali. Akan terhubung jembatan dari Ngelo Bojonegoro menuju Mendenrejo Blora. Kita optimis dan kita nanti bersama-sama ke Pemerintah Pusat agar mimpi ini bisa terwujud di era pemerintahan Bu Anna dan kami nanti,” pungkas Arief Rohman.

Anna Muawanah pun menambahkan bahwa ini merupakan salah satu wujud perhatian Pemerintah Pusat terhadap aspirasi Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Blora.

“Jadi nanti sinergitas Pusat dan Daerah. Karena setiap musim hujan, hulu jika airnya gembrojok maka kita yang di hilir kena banjirnya. Begitu juga saat musim kemarau, kita yang di hilir kehabisan air duluan padahal Bojonegoro dan Blora ini penyumbang migas 30 persen. Sehingga dengan adanya bendungan atau waduk ini nantinya bisa harmonisasi akses ekonomi di sektor pertanian sehingga masyarakat tidak kekurangan air. Begitu kira-kita, mohon doanya,” tambah Anna Muawanah.

Yang mana proyek ini telah ditetapkan menjadi proyek strategis nasional yang tercantum dalam Perpres no. 79 Tahun 2019, yang akan dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Mengutip pernyataan Kepala Bidang (Kabid) PJSA BBWS Bengawan Solo, Ir. Isgiyanto, M.T dalam laman resmi BBWS Bengawan Solo http://sda.pu.go.id/balai/bbwsbengawansolo/portal/index.php/tag/bendung-gerak/, untuk Bendung Karangnongko, rencananya akan dibangun dengan tipe concrete gravity, dengan daerah tangkapan seluas 10,03 Km2 serta berdaya tampung efektif sebesar 59,1 juta m3. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu memberikan pasokan Daerah Irigasi (DI) Karangnongko kanan (Kabupaten Bojonegoro) dan D.I. Karangnongko kiri (Kabupaten Blora). Pembangunan Bendung Karangnongko rencananya mulai dilaksanakan pada tahun 2021 ini. (AD/Red)
Share:

Wisata Bukit Kunci Jiken Sediakan Cinderamata Kaos Untuk Pengunjung

BLORA - Berbagai upaya terus dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Bangowan Polsek Jiken Polres Blora Polda Jawa Tengah Bripka Nyamat Ari Widodo,ST untuk mengembangkan Wisata Alam Bukit Kunci yang berada diwilayah binaannya.

Terobosan kreatif terus dilakukan dalam pengembangan salah satu ikon Wisata Alam yang menyajikan keindahan panorama alam didataran tinggi diwilayah Kabupaten paling ujung timur Provinsi Jawa Tengah tersebut. Setelah mengembangkan tanaman hidroponik dan pencanangan cemara Kamtibmas beberapa waktu lalu, terkini Bhabinkamtibmas Wisata Bukit Kunci Bripka Nyamat bersama Pengelola Wisata tersebut melaunching Kaos Khas Bukit Kunci. Minggu, (14/02/2021). Kaos tersebut nantinya akan dijual dan dipasarkan kepada masyarakat terutama para pengunjung Wisata Alam Bukit Kunci.

Bripka Nyamat mengungkapkan bahwa Launching Kaos Bukit Kunci ini adalah salah satu cara promosi atau pemasaran Wisata Alam tersebut kepada masyarakat luar.

"Kaos Bukit Kunci ini nanti, akan menjadi salah satu cinderamata, selain untuk promosi, dengan produksi Kaos ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian penduduk. Hasil dari penjualan bisa menjadi keuntungan pengelola, yang merupakan warga asli desa setempat. Selain itu jika laris penjualannya bisa menjadi tambahan modal untuk terus mengembangkan Wisata Bukit Kunci ini," ungkap Bripka Nyamat.

Pada kesempatan ini, untuk stok yang disiapkan di display lokasi Wisata Bukit Kunci masih terbatas, namun demikian pemesanan kaos Bukit Kunci tersebut bisa dipesan secara online, melalui akun Media Sosial (Instagram) Bukit Kunci ataupun akun Media Sosial (Instagram) Bhabinkamtibmas Desa Bangowan.

"Untuk pemasarannya, selain di Display, kita juga melayani pemesanan on line. Jujur masih terbatas mas, karena juga masih terkendala modal," tandas Bripka Nyamat.

Untuk diketahui harga dari kaos Bukit Kunci tersebut bervariasi yaitu untuk lengan pendek harga Rp 85.000,00 lengan panjang harga Rp 95.000,00 dan untuk anak anak Rp. 65.000,00.
"Harapannya jika cindera mata kaos ini laris, kita akan menambah beberapa cinderamata mungkin bisa gantungan kunci atau pernak pernik lainnya, kita ingin wisata disini berkembang sehingga menjadi destinasi bagi para wisatawan. Dan tentunya jika ramai dikunjungi pendapatan wargapun bisa bertambah, apalagi ditengah pandemi seperti ini, kita semua dituntut untuk kreatif," beber Bripka Nyamat Ari Widodo.

Sementara itu, Kepala Desa Bangowan, Sudarto menanggapi positif terobosan kreatif dari Bhabinkamtibmasnya tersebut. Awalnya dia mengaku pesimis bisa launching kaos Wisata Bukit Kunci.

"Alhamdulilah ini adalah wujud kerja sama kita semua, dan tak lepas dari peran serta pak Bhabinkamtibmas. Dan hari ini alhamdulilah bisa kita Launching Kaos Wisata Alam Bukit Kunci," ucap Kepala Desa.

Launching Kaos sengaja dipilih hari minggu dimana seperti biasa setiap akhir pekan, lokasi Wisata Bukit Kunci ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal Blora ataupun beberapa ada yang dari kabupaten tetangga seperti dari Kabupaten Grobogan, Rembang bahkan ada yang dari Kabupaten Tuban, dan Bojonegoro Jawa Timur.

"Tak bosan kita juga ingatkan pengunjung agar menerapkan disiplin protokol kesehatan, apalagi ini juga diberlakukan program PPKM Mikro, jadi mari kita sukseskan untuk menekan penyebaran Covid-19, terutama diwilayah kecamatan Jiken," pungkas Bhabinkamtibmas.

Terpisah, Kapolsek Jiken Iptu Nur Dwi Edi,SH,MH mengungkapkan bahwa apa yang telah dilakukan oleh Bripka Nyamat adalah salah satu wujud implementasi program dari Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK dimana selama situasi pandemi Covid-19 Polri dituntut untuk bisa menjadi inisiator ataupun penggerak ekonomi kreatif, tentunya dengan menjalin sinergi dengan instansi terkait dan stake holder yang ada.

"Sesuai dengan program dari Kapolres Blora, bahwa Polri harus bisa mendukung ekonomi kreatif, dan apa yang dilakukan oleh Bripka Nyamat sudah tepat dan akan terus kita dukung," kata Kapolsek Jiken. (AD/Red)
Share:

Sapi Sarad Masih Menjadi Andalan Perhutani Rembang

REMBANG - Di era globalisasi moderen Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan masih menggunakan dan mengandalkan Penyaradan menjadi angkutan kayu tebangan di lerang, bukit maupun dilembah untuk ditarik ditempat pengumpulan kayu-kayu Tebangan.

Secara historis bahwa menggunakan hewan Sapi untuk menarik hasil kayu Sortimen tebangan ditempat-tempat Pengumpulan.

Penggunaan Sapi sarad (Penyaradan) adalah budaya turun temurun sejak jaman dahulu oleh pekerja tebangan didalam areal hutan jati yang ada di dalam kawasan hutan.
(15/02/2021)

Penyaradan (pengangkutan kayu) dengan menggunakan sapi dilakukan pada tebangan habis kayu jati.

Untuk mengeluarkan kayu-kayu dari hasil hasil tebangan yang sulit dan dari tanah berlumpur maka banyak pekerja di sekitar kawasan hutan untuk mempekerjakan sapinya sebagai penarik hasil tebangan yang sulit untuk diambil dalam pengumpulan kayu-kayu tebangan.

Sapi-sapi sarad yang sudah dirangkit berpasangan bertugas untuk menarik kayu –kayu tebangan ditempat pengumpulan yang selanjutnya dinaikkan truk apur (truk khusus angkut kayu jati).

Rustam warga desa Mantingan Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang salah salah satu petani yang menggunakan hewan sapinya untuk dijadikan penarik kayu jati (sapi sarad). Rustam  memanfaatkan sapinya untuk menjadikan sapi Sarad yang dapat membantu meringankan pekerjaan mandor tebang dalam mengangkut kayu Sortimen Tebangan ketempat pengumpulan (TP).

Upah yang diterima sesuai dengan tarip upah dari Perhutani dalam pembiayaan. tergantung faktor kesulitan dan jauhnya penyaradan. kalau medanya sulit ya biayanya menggunakan tarip khusus. tapi kalau medanya datar biaya standart sesuai dengan tarip yang telah ditentukan.

Zaman dahulu pengumpulan kayu-kayu dari tebangan ke penampungan itu menggunakan tenaga manusia. Sekarang dengan adanya sapi sarad pekerjaan lebih ringan dan mudah dalam pengawasan ditempat pengumpulan. Rustam  sudah menekuni pekerjaan sebagai tenaga penyaradan sudah ia lakukan sejak tahun 1978. 

"Saya dapat pekerjaan ini dari orangtua yang dahulu kerja. dan saya  lakukan hingga sekarang," ucap Rustam.

Sementara itu, Wakil Administratur KPH Mantingan Dwi Anggoro Kasih menjelaskan bahwa Dengan adanya tenaga hewan sapi sebagai angkut kayu ke TP, para penggarap lahan kawasan hutan dan pekerja di areal tebangan  mulailah menggunakan sapi sarad ikut dalam pekerjaan mengangkut kayu. hewan para penggarap itupun menginap didalam kawasan hutan dan tidak dibawa pulang. mereka dikandangkan didekat pos tebangan atupun pos tempat para Polter untuk singgah dan beristirahat di tengah hutan.

Penyaradan dengan sapi ini sekarang hanya digunakan pada lokasi tebang habis jati untuk daerah yang sulit dilewati kendaran baik sepeda motor maupun truk apur.

Penyaradan dengan sapi ini juga memudahkan petugas dan membantu mandor tebang dalam mengumpulkan sortimen tebangan ketempat pengumpulan. untuk memberikan kesempatan bekerja bagi warga dipinggiran hutan ikut dalam pekerjaan di tebangan,para pekerja ditebangan yang punya sapi dapat dirakit untuk dijadikan sapi sarad dalam kawasan tebangan.

Walaupun sekarang sudah banyak alat-alat berat yang mumpuni tetapi Perhutani tetap menggunakan jasa Sapi Sarad sebagai angkutan disamping menghindari Polusi juga bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar hutan, imbuhnya. 

"Sehingga kemitraan Perhutani dengan masyarakat akan tetap terjaga dan terjalin dengan baik. kalau pakai peralatan berat biaya sewa sangat mahal dan juga dapat mengganggu tanaman lainya yang ada disekitar kawasan tebangan. disamping fungsi sosial dimasyarakat akan hilang. padahal Perhutani berbentuk Perum /perusahaan umum. tentunya fungsi sosial dimasyarakat harus tetap diutamakan,” tandas  salah satu petinggi Perhutani KPH Mantingan. (Kom-PHT/Mnt/Sgt)
Share:

Sungai Bukan Tempat Sampah, Aktivis: Ingat Wabah Adalah Peringatan

BLORA - Sampah masih menjadi persoalan serius bagi masyarakat Blora. Kebiasaan membuang sampah di aliran sungai juga masih dilakukan. Minimnya kesadaran untuk menjaga kebersihan sungai menjadi kendala selama ini.

Koordinator kepeDUlian TerhAdap Blora (Duta Blora) Eko Arifianto menegaskan bahwa sungai bukan tempat sampah. Dampak masyarakat membuang sampah di sungai bisa akibatkan pencemaran lingkungan, rusaknya habitat, wabah penyakit hingga banjir luapan.

"Saat ini kita setiap kali berdo'a, meminta agar segera dibebaskan dari pandemi. Tapi setiap kali juga, kita membuang sampah di sungai mencemari bumi ini. Ini kan ironis," kata Eko Arifianto di sela-sela kegiatan bersih sungai, Jum'at (12/02/2021) lalu.

Saat ini Duta Blora sedang berupaya untuk membersihkan sampah yang ada di Kali Grojogan. Diharapkan tidak ada lagi warga yang membuang sampah sembarangan, terlebih dibuang ke sungai.

"Tidak hanya sekali dua kali, kita sewaktu melakukan pembersihan menemukan pakaian dalam; baik itu BH (kutang) ataupun celana dalam. Belum lagi sampah plastik dan juga bangkai binatang,"  terangnya.

Menurutnya, di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini, seharusnya
kesadaran masyarakat tentang pengelolaan lingkungan semakin tinggi.

"Ya, seharusnya berbanding lurus pemahaman dan kesadaran kita. Karena alam sudah mengingatkan dengan wabah yang terjadi. Bukan malah sebaliknya, buang sampah awur-awuran (sembarangan),"  tandasnya.

Sebagai aktivis lingkungan, dirinya berharap agar masyarakat yang tinggal di hulu aliran sungai Grojogan seperti warga Temurejo, Tegalgunung, Tempelan, Sawahan hingga Kedungjenar dan Mlangsen juga harus memiliki kesadaran pentingnya menjaga sungai.

"Percaya atau tidak. Apa yang kita lakukan akan berdampak pada diri kita sendiri. Entah sekarang atau nanti," ujarnya.

Harapannya, dengan kebersamaan kerja segenap elemen dari hulu hingga hilir dari pemerintah dan masyarakat, persoalan lingkungan bisa tanggulangi.

"Jika tidak bisa membantu memperbaiki kualitas air sungai, minimal jangan semakin mengotori dan mencemarinya. Ingat alam juga titipan anak cucu kita semua generasi mendatang,” pungkasnya. (AD/Red)
Share:

LMDH Wana Langgeng Siap Di Vertek Kulin KK Dari Kementrian LHK

REMBANG - Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Langgeng bahas persiapan verifikasi teknis (vertek) Pengakuan Perlindungan dan Kemitraan Kehutatanan (Kulin KK) Kegiatan persiapan berlangsung Kamis (11/02/2021) dimulai pukul 14.00, bertempat diruang rapat KPH Mantingan.

Hadir pada persiapan kegiatan Verteks Administratur KPH Mantingan Widodo Budi Santoso, Wakil Administratur Dwi Anggoro Kasih, Ketua Paguyuban LMDH KPH Mantingan Parlan,Asisten Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan hutan (BKPH) Kalinanas Endang Supriyono, Kepala Sub Seksi (KSS) Tanaman & Perhutanan Sosial Arip Yudiarko ,KSS Komper & Perhutanan Sosial,ketua LMDH Wana Langgeng Salikin dengan anggotanya serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Isnina Sakdiyah dari Yayasan Karya Alam Lestari (Kalal).

Administratur KPH Mantingan Widodo Budi Santoso dalam pengarahannya menyampaikan untuk para pengurus LMDH Wana Langgeng segera mempersiapkan administrasinya dan juga para penggarapnya sesuai dengan data yang diajukan oleh LMDH. (11/02/2021)

"Perhutani nantinya akan mendapingi dan mefasilitasi petak mana saja yang nantinya akan diverifikasi teknis dari Kementrian lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” Jelas dia.

Apalagi beberapa waktu yang lalu, sambung  Widodo, tepatnya dibulan Februari Selasa (05/01/2021) telah dilakukan sosialisasi Peta Indikasi Areal Perhutanan Sosial (PIAPS) kepada LMDH. nantinya semua penggarap harus sesuai dengan Piaps yang nantinya disinkronkan dengan peta Perhutani. untuk masing-masing Penggarap dilahan kawasan hutan itu tertib tertata adminiatrasinya dan legal atau resmi. dengan demikian tujuan Pemerintah untuk melaksanakan pengentasan kemiskinan itu gayung bersambut. artinya Perhutani mendukung penuh pada program pemerintah dibidang pangan.

"Sebetulnya sejak tahun 1972 Perhutani tebentuk para penggarap lahan di kawasan hutan sudah terdaftar dengan kontrak tanaman. dan sudah banyak hasil komoditi dari kawasan hutan untuk stok pangan Nasional.  Dari komoditi Jagung, padi, ketela, kedelai dan palawija lainya. Nantinya untuk penggarapan lahan tanaman pokoknya jangan sampai terlena dan terlupakan hingga tidak jadi,” pesan Widodo.

"Tetap kompak semangat walaupun dimasa pandemi LMDH harus mengedapankan protokol kesehatan,” tandasnya.

"Kami sebagai Mitra memberikan apresisi kepada Perhutani yang telah mengvasilitasi LMDH sewilayah KPH Mantingan dalam penyusunan dan persiapan administrasi untuk verteks ini tanpa mengeluarkan biaya,"  jelas Parlan Ketua Paguyuban LMDH. 

Parlan juga menambahkan bahwa dengan verteks Kulin KK ini LMDH semakin tenang dan sejahtera mengingat penggarapan di lahan kawasan hutan dilegalkan oleh Pemerintah lewat Kementrian KLHK.

Tentunya sangat membantu bagi masyarakat dipinggir kawasan hutan yang tidak punya lahan garapan untuk bercocok tanam. untuk tahun 2021 ini sudah ada 12 LMDH yang nantinya akan di verteks. untul LMDH Wana langgeng di KPH Mantingan paling banyak menerima dana sharing dari kawasan hutan . sehingga operasional LMDH bisa dicukupi dengan dana sharing kayu yang tahun 2019 baru saja dibagikan bersama oleh bupati Blora.

LSM Pendamping Perhutani Isnina Sakdiyah menambahkan pada intinya ia akan selalu mengawal LMDH di wilayah KPH Mantingan berjumlah 53. dan kabar baiknya untuk tahun 2021 perhutani akan menambah tenaga pendamping LMDH juga dari unsur LSM. 

"Dan ini akan membantu meringankan beban kami yang selama 5 tahun terakhir berkeliling terus di wilayah KPH Mantingan yang mencakup 2 kabupaten Rembang dan Blora,"  terang Isnina. (Kom-PHT/Mnt/Sgt).
Share:

Ketua DPRD Blora Berharap Sinergitas Pers Dan Pemerintah Tetap Terjaga

BLORA - Masih dalam rangkaian kegiatan HPN 2021 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora, HM.Dasum berharap sinergitas dan kemitraan antara insan pers dan DPRD Kabupaten Blora selalu terjaga secara baik, terutama dalam tulisan  pemberitaan.

Menurut Dasum, sebagai salah satu pilar demokrasi bangsa ini, peran pers sangat dibutuhkan. Semua kegiatan yang dilakukan legislatif tidak akan diketahui masyarakat jika tidak ada yang menyampaikan atau menyebarluaskan kegiatan tersebut.

"Saya beserta anggota DPRD dan Sekretariat DPRD Blora mengucapkan selamat dan sukses Hari Pers Nasional (HPN) Tahun  2021. Semoga kedepan sinergitas dan kemitraan insan pers dan DPRD Kabupaten Blora semakin baik," kata Ketua DPRD Blora Dasum di hadapan awak media saat tasyakuran memperingati HPN 2021, Kamis (11/02/2021) usai rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Blora Akhir Tahun Anggaran 2020.

Pada kesempatan itu Dasum berpesan, dalam menciptakan karya-karya jurnalistik yang baik, rekan-rekan wartawan supaya berpedoman kepada kode etik jurnalistik dan aturan perundangan-undangan yang berlaku lainnya.

Semoga kedepan, sambung Dasum sinergitas dan kemitraan insan pers dengan DPRD Kabupaten Blora semakin baik.

Terkait dengan masa pandemi Covid-19, Dasum berharap perhatian dan dukungan para wartawan untuk membantu menciptakan situasi yang kondusif, terutama dalam upaya menghadapi pandemi Covid-19 di Kabupaten Blora.

Wakil Ketua DPRD Blora dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mustopa, pada kesempatan itu juga mengucapkan selamat kepada rekan-rekan pers, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten Blora. 

"Peran teman-teman pers sangat luar biasa. Di masa pandemi seperti ini, berita yang disampaikan tetap berjalan, sehingga masyarakat tetap memperoleh informasi yang dibutuhkan," tandas Mustopa.

Harapan yang sama disampaikan Sakijan, Wakil Ketua DPRD Blora dari NasDem. Sakijan berharap, insan pers, yang ada di Kabupaten Blora, bisa lebih profesional lagi dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.

Wakil Ketua DPRD Blora dari Partai Golkar, Siswanto, mengakui jika peran pers sangat membantu masyarakat. Terlebih bagi pemerintah, melalui kritik dan sarannya peran pers sangat mengedukasi dan membangun.

"Saya akui, pers merupakan salah satu mitra kerja kami yang baik. Menyampaikan informasi pada masyarakat apa adanya. Artinya, dalam menyuguhkan berita memang aktual dan berimbang, sesuai dengan kode etik," pungkas Siswanto. (AD)
Share:

H. Arief Rohman Rintis Kerjasama Pengembangan Sapi Dengan Bank Sinarmas Dan Dharma Jaya Jakarta

BLORA - Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman, M.Si, yang juga Bupati Blora terpilih mulai menggarap satu per satu potensi daerah yang dinilai dapat mengurangi angka kemiskinan. Salah satunya adalah potensi peternakan sapi, yang mana Blora menjadi kabupaten dengan populasi sapi terbesar di Jawa Tengah.

Setelah pekan lalu menggelar webinar tentang breeding sapi, kini Bupati Blora Terpilih ini mencoba merintis kerjasama pengembangan peternakan sapi melalui pola kemitraan dengan PT. Bank Sinarmas, dan PD. Dharma Jaya Jakarta. Kamis pagi (11/2/2021)

Arief Rohman  mengundang perwakilan dari kedua perusahaan tersebut untuk bertemu seluruh stakeholder peternakan sapi untuk rembugan bersama di ruang rapat kantornya. Hadir pula Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, drh. Gundala Wijasena, MP; Kepala Bagian Perekonomian Setda, Wiji Utomo, SST, ST, MM, dan perwakilan peternak sapi.

“Kami ingin agar populasi sapi yang mencapai lebih dari 250 ribu ekor ini bisa memberi manfaat untuk ekonomi masyarakat. Jumlahnya sudah banyak namun kualitasnya perlu ditingkatkan mulai dari hulu pembibitan atau bakalan hingga hilir penjualan. Oleh sebab itu kita akan rintis kerjasama kemitraan dengan PT. Bank Sinarmas dan PD Dharma Jaya Jakarta,” ungkap Arief Rohman.

Menurut Bupati Blora Terpilih, disini PT. Bank Sinarmas merupakan salah satu lembaga perbankan penyalur kredit usaha rakyat (KUR) untuk peternakan sapi yang telah diapresiasi oleh Kementerian Pertanian. Sedangkan PD Dharma Jaya merupakan salah satu BUMD DKI Jakarta yang bergerak di bidang perdagangan dan industri daging.

“Kita juga ajak beberapa profesor bidang peternakan lulusan IPB dan UGM untuk melakukan pendampingan. Begitu juga dengan GMM Bulog untuk mendukung dalam ketersediaan pangan. Kandang-kandang komunal yang sudah ada di banyak desa akan kita maksimalkan,” tambahnya.

Sebagai sampling, rintisan kerjasama ini akan menyasar 5000 ekor sapi di 10 Kecamatan terlebih dahulu, imbuhnya.

“Pengennya sih bisa langsung di 16 Kecamatan, namun kita sample dahulu di 10 Kecamatan dengan menyasar 5000 ekor bakalan. Semoga jika berhasil akan mencapai 50 ribu ekor. Kita optimis jika semua bisa komitmen, akan berhasil,” lanjut Arief Rohman.

Mungkin tahap awal hasil penggemukan kita pasarkan langsung ke PD Dharma Jaya Jakarta. Namun jika nanti Blora sudah punya Rumah Potong Hewan (RPH) modern, maka menurutnya pengiriman tidak lagi berupa sapi utuh, melainkan sudah daging olahan. Sehingga Blora bisa mendapatkan keuntungan lebih dari sisi penyembelihan, dan lowongan kerja pengolahan daging.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, drh. Gundala Wijasena, MP, menyampaikan untuk sampling 10 Kecamatan diantaranya Jati, Randublatung, Jiken, Jepon, Blora, Banjarejo, Japah, Ngawen, Kunduran, dan Todanan.

“Untuk tahap awal tahun 2021 ini targetnya melibatkan 500 peternak yang akan menggarap 5000 ekor sapi bakalan. Kita akan survey dahulu desa-desa mana yang siap,” pungkas drh. Gundala Wijasena, MP. (AD)
Share:

Terkini

500 Sedulur Sikep dari 6 Kabupaten di Jateng-Jatim Gelar Rembug Samin di Blora

BLORA - Sebanyak 500 orang Sedulur Sikep atau para pengikut ajaran Samin Surosentiko, dari 6(enam) Kabupaten yakni Blora, Kudus,...

Total Pageviews

Blog Archive

Hubungi Kami

foxyform

Labels