Liburan Hari Raya Idul Fitri 2019 Dengan Enjoy


bangsamandiri.com - Libur nasional Idulfitri tahun 2019 diperkirakan akan jatuh pada 05 – 06 Juni. Dengan begitu, cuti bersama lebaran 2019 akan berlangsung cukup Panjang karena jatuh pada hari Rabu dan Kamis.

Biasanya, sebelum dan sesudah Idulfitri terdapat cuti bersama yang berlangsung selama 3 hari. Jadi, cuti bersama Idulfitri 2019 diperkirakan akan jatuh pada hari Senin, Selasa, hingga Jumat (03 – 07 Juni).

Ditambah dengan dua kali hari Minggu, pada tanggal 2 dan 9 Juni, totalnya akan ada 8 hari untuk mudik lebaran 2019.

Namun demikian, libur nasional Hari Raya Idulfitri 2019 masih menunggu surat keputusan pemerintah. Beberapa perubahan dapat terjadi, tapi setidaknya Anda bisa mempersiapkan hari libur dengan baik.

Mudik Lebaran 2019
Mudik lebaran selalu dilakukan para perantau untuk melepas rindu terhadap keluarga, terutama berjumpa dengan orangtua. Momentum lebaran 2019 ini juga menjadi saat yang paling tepat untuk menjalin keakraban dan silaturahmi antar sesama anggota keluarga yang jarang bertemu.

Maka tak pelak, mudik sepertinya menjadi sebuah keharusan setiap lebaran meski harus melakukan perjalanan jauh dan macet untuk tiba di tanah kelahiran.

Pada 2018, kepadatan kendaraan saat puncak arus mudik terjadi di sejumlah jalur Pulau Jawa. Beberapa ruas jalan arteri atau nontol yang menjadi titik kemacetan adalah Simpang Jomin, Brebes/Tegal-Banyumas, Magelang-Yogyakarta, Bawen-Boyolali, dan Nagreg-Limbangan-Bumiayu.

Sementara untuk jalur tol, sejumlah titik kemacetan berada di sekitar Gerbang Tol Cikarang Utama, Ciawi, Palimanan, Kertasari, dan Merak, serta Tol Batang-Semarang, Semarang-Solo, dan Jakarta-Cikampek.

Meskipun begitu, pemudik yang kelelahan bisa beristirahat sejenak di rest area di sepanjang tol. Terlebih lagi, sudah banyak rest area menawarkan fasilitas lengkap, mulai dari rest area KM 57 A Tol Cikampek, rest area KM 22 Tol Semarang-Solo, rest area KM 102 Tol Cipali, rest area KM 207 Tol Kanci-Palimanan, hingga rest area KM 360 A Tol Batang-Semarang.

Jika menempuh perjalanan sangat jauh, tak ada salahnya di mudik lebaran 2019 ini, Anda pesan hotel yang berada di jalur mudik. Hotel untuk transit biasanya menyuguhkan suasana tenang dan nyaman yang membuat pikiran dan badan menjadi segar kembali.


Tips Persiapan Mudik Lebaran
Baik menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, menempuh perjalanan jauh ke kampung halaman dibutuhkan persiapan matang. Hal ini penting agar perjalanan mudik menjadi lancar dan menyenangkan. Namun demikian, kepadatan arus mudik tidak dapat diprediksi.

Sebaiknya pesan hotel di jalur mudik sebagai tempat transit untuk melepas lelah dan meringankan stres. Selain hal tersebut, simak panduan berikut ini agar perjalanan mudik dan arus balik lebaran tahun ini lebih berkesan.

1. Persiapkan Pemesanan Tiket Dan Transportasi Dari Jauh Hari
Mengingat mudik adalah puncak masa liburan, animo masyarakat yang ingin memesan tiket untuk mudik sangatlah tinggi. Segera pesan tiket kendaraan umum dari jauh-jauh hari, sebab semakin awal melakukan pemesanan, maka semakin besar kesempatan Anda bisa mendapatkan tiket sesuai kebutuhan. Begitu pula jika Anda akan mudik dengan kendaraan pribadi, usahakan mobil diservis terlebih dahulu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.

2. Buat Daftar Barang Bawaan
Hal penting selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat daftar barang bawaan per individu beserta jumlahnya. Cara ini dapat membantu Anda memastikan tidak ada barang penting yang tertinggal, sekaligus menyortir barang-barang yang tidak dibutuhkan untuk dibawa. Dengan demikian, Anda tidak akan kerepotan membawa banyak tas saat mudik, apalagi sampai melebihi batas maksimum bagasi jika naik kendaraan umum.

3. Perkirakan Waktu Beristirahat
Mudik dengan kendaraan umum menuntut Anda untuk datang ke stasiun, terminal, atau bandara lebih awal. Sembari menunggu jadwal keberangkatan, Anda bisa mencoba tidur sejenak secara bergantian dengan anggota keluarga agar barang bawaan aman dan tidak tertinggal pesawat, bus, atau kereta api. Sebaliknya, jika Anda mudik dengan kendaraan pribadi, jangan paksakan diri untuk tetap menyetir saat lelah dan ngantuk. Cobalah mampir ke rest area atau posko mudik untuk beristirahat minimal 30 menit setiap 4 jam perjalanan.

4. Gunakan Pakaian Yang Nyaman
Pastikan kenyamanan selama perjalanan menjadi prioritas Anda. Untuk menghadapi perjalanan jauh, sangatlah penting mengenakan pakaian yang tidak ketat, menyerap keringat, dan tidak membuat Anda merasa gerah, terutama jika menggunakan moda transportasi umum. Penting pula menyiapkan jaket, kaos kaki, atau pashmina di dalam tas untuk mengantisipasi suhu dingin akibat AC pesawat, kereta api, bus, maupun mobil pribadi.

5. Siapkan Hiburan Untuk Mengisi Waktu
Poin ini tentu saja sangat penting sekali. Kondisi jalanan yang macet atau jadwal keberangkatan yang ditunda tak jarang membuat Anda kesal dan bosan. Untuk mengantisipasinya, jangan lupa untuk menyiapkan hiburan selama perjalanan mudik, seperti mendengarkan lagu atau bermain game di ponsel, membaca buku, hingga memotret pemandangan. Jika memiliki anak kecil, pastikan untuk membawa mainan dan makanan favoritnya supaya tidak mudah rewel.


Tradisi Mudik dan Libur Panjang Liburan
Libur panjang Hari Raya Idul Fitri selalu dihabiskan masyarakat Indonesia untuk pulang kampung dan liburan bersama keluarga tercinta. Pasalnya, momen ini sangat tepat untuk diisi dengan aktivitas yang menyenangkan sambil relaksasi pikiran dan tenaga.

Selain mudik dan liburan bareng, ada banyak tradisi khas sarat makna dan masih dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat. Seperti Grebeg Syawal di Yogyakarta yang selalu membagikan hasil bumi dalam bentuk gunungan, Ngejot di Bali yang memberikan makanan kepada tetangga sebagai ungkapan syukur, hingga Festival Meriam Karbit di Pontianak yang membuat suasana kota menjadi semarak dengan dentuman meriam.

Lantas, sudahkah Anda mempersiapkan rencana liburan lebaran 2019 ini? Supaya waktu libur panjang tidak terbuang percuma, coba pilih kegiatan berikut untuk dinikmati bersama keluarga.

1. Staycation Saat Ibukota Lengang
Staycation bisa jadi pilihan liburan lebaran yang menyenangkan. Pilihlah hotel dalam kota yang instagramable, nyaman, dan menawarkan paket liburan khusus untuk memberikan pengalaman baru. Ditambah dengan kondisi lalu lintas ibukota yang lengang, kamu bisa melakukan hal-hal seru seperti berburu foto, keliling Jakarta tanpa takut macet, hingga berjalan-jalan santai menikmati sejuknya udara Jakarta.

2. Menyewa Villa Saat Liburan Bersama Keluarga Besar
Rindu dengan suasana yang sejuk dan asri? Bogor yang tidak jauh dari Jakarta, bisa Anda sambangi saat libur panjang lebaran ini. Anda bisa menyewa villa sebagai tempat menginap sehingga dapat lebih bebas dalam beraktivitas bersama keluarga. Lokasi villa yang berada jauh dari pusat keramaian juga pas untuk membuat Anda dapat merasakan momen liburan yang sempurna.


3. Berkunjung Ke Tempat Wisata Ramah Anak Atau Alam
Berlibur ke alam terbuka tak hanya menyenangkan, tetapi juga membawa sederet manfaat lain bagi Anda dan keluarga. Pikiran yang stres dan tubuh yang lelah akibat aktivitas sehari-hari, bisa jadi segar kembali setelah menikmati pemandangan dan udara yang sejuk. Terlebih lagi wisata alam menyediakan taman bermain dan agrowisata edukatif untuk melengkapi pengalaman liburan si kecil.

4. Eksplorasi Kafe-Kafe Unik
Bagi yang tidak mengambil cuti panjang, Anda bisa mengunjungi destinasi instagenic sambil bersantai bareng keluarga. Salah satu alternatifnya adalah kafe-kafe bertema unik yang menawarkan aneka makanan kekinian. Anda bisa memilih kafe dekat destinasi wisata tujuan atau mencari kafe yang populer berdasarkan review pengunjung. Jangan lupa, gunakan kesempatan ini untuk hunting foto guna mempercantik tampilan Instagram Anda.

5. Jelajahi Tempat-Tempat Baru
Libur lebaran merupakan saat yang tepat untuk menjelajah tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Anda bisa mencoba melakukan hal-hal baru, seperti bertemu penduduk lokal atau mencicipi kuliner khas sehingga pengalaman liburan jadi lebih berkesan. Bahkan, kegiatan positif tersebut pada gilirannya menjadikan Anda sebagai pribadi baru yang jauh lebih percaya diri dan kreatif.
Share:

Hukuman Setimpal Pelaku Makar di Indonesia


bangsamandiri.com - Dalam beberapa hari terakhir, kata ‘makar’ mendadak jadi booming di media sosial. Beberapa orang penasaran dari apa yang diucapkan oleh pihak Polri. Menurut Polri, aksi-aksi yang kemungkinan terjadi pada 25 November bisa dikategorikan sebagai tindakan makar. Kalau sudah masuk kategori ini, pihak Polri bisa membubarkan aksinya serta menyeret pentolan dari aksi ke meja hijau.

Bak gayung bersambut, pihak TNI juga menyatakan akan menindak tegas aksi-aksi yang menjurus ke tindakan makar. “Jika sudah ada tindakan makar, maka tidak hanya Polri saja yang akan mengurusi, TNI pun akan mengurusinya sampai tuntas.” kata Panglima TNI kepada media.

Untuk lebih mengenal tentang makar dan beberapa contohnya yang telah terjadi di Indonesia. Simak uraiannya di bawah ini.

Apa Sebenarnya Tindakan Makar Itu?
Menurut KBBI V versi daring, makar memiliki arti: 1. akal busuk; tipu muslihat; 2. perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang dan sebagainya; 3. perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah. Dari tiga pengertian berdasarkan KBBI, kita bisa membuat kesimpulan kalau makar adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk menjatuhkan pemerintahan yang dilakukan baik dengan akal busuk atau dengan melakukan penyerangan.

Lebih lanjut, sesuai dengan pasal 107 KUHP, makar bisa diartikan sebagai tindakan melanggar hukum dengan melawan pemerintah, makar terhadap ideologi, dan makar terhadap presiden yang sedang aktif memimpin. Siapa saja yang melakukan aksi ini akan dijerat oleh hukum dan bisa dihukum berat jika kadar makarnya sangat tinggi.

Hukuman Pelaku Tindakan Makar
Tindakan makar memiliki banyak sekali jenis. Ada tindakan yang dilakukan dengan menerjang ideologi, ada juga yang melakukan penyerangan kepada Presiden baik langsung atau pun tidak langsung. Tindakan yang bermacam-macam ini menyebabkan jenis hukuman untuk pelaku makar beraneka ragam, ada yang cuma 2,5 tahun saja, ada juga yang sampai 5 tahun atau bahkan lebih.

Aksi pelanggaran besar seperti menyerang kepala negara tentu akan mendapatkan hukuman yang berat. Mungkin seumur hidup atau bahkan hukuman mati. Indonesia pernah mengalami beberapa kasus tindakan makar yang menyebabkan pelakunya dijatuhi hukuman mati meski akhirnya atas pemerintah presiden, hukuman itu dicabut, bahkan bebas.


Tindakan Makar yang Terjadi di Indonesia
Dalam sejarahnya, Indonesia pernah beberapa kali mengalami tindakan makar yang dilakukan oleh warga negaranya. Tindakan makar dilakukan dengan menentang ideologi bangsa hingga melakukan penyerangan kepada kepala negara yang sah dan sedang melakukan tugas resminya.

Kasus makar pertama dilakukan oleh seorang Daniel Maukar. Saat Bung Karno masih menjabat presiden NKRI, dia melakukan serangan mengerikan ke istana negara. Dengan pesawat tempur yang dikendalikannya, pilot hebat Indonesia ini melakukan penyerangan yang mematikan. Untungnya, pada kejadian ini, Bung Karno sedang tidak ada di tempat sehingga nyawanya jadi selamat.

Akibat kasus penyerbuan ini, Daniel Maukar diadili atas tindakan makar terhadap negara dan juga presiden. Dia dijatuhi hukuman mati meski pada akhirnya diampuni dan hanya menjalani sekitar 8 tahun masa tahanan sebelum akhirnya bebas memasuki lengsernya era Bung Karno menjadi presiden di Indonesia.

Kasus makar selanjutnya dilakukan oleh GAM. Semua orang sudah paham kalau GAM melakukan cukup banyak serangan di Aceh. Mereka ingin merdeka dan lepas dari NKRI. Dalam aksi yang dilakukan selama bertahun-tahun itu, GAM kerap mengibarkan benderanya dan melawan pasukan TNI yang melakukan penjagaan.

Hampir sama dengan GAM, RMS atau Republik Maluku Selatan dan juga OPM atau Organisasi Papua Merdeka juga dianggap sebagai organisasi yang melakukan tindakan makar dan melawan kedaulatan NKRI. Terakhir, PKI yang dipercaya melakukan penyerangan dan membuat Indonesia jadi mencekam juga ditetapkan pemerintah sebagai tindakan makar yang besar dan terorganisir dengan baik.

Inilah sekilas ulasan tentang makar dan juga contoh-contoh kasusnya yang terjadi di Indonesia. Semoga kasus yang berhubungan dengan Ahok, ulama, dan pihak-pihak terkait bisa segera usai. Terpenting dari semua, semoga aksi makar tidak terjadi agar Indonesia tetap aman dan damai.
Source: boombastis.com
Share:

Masjid Saldo Kas Selalu Nol Rupiah, Tapi Luar Biasa Makmurnya


bangsamandiri.com - Masjid Jogokariyan Yogyakarta terus menjadi perbincangan hangat dikalangan para jamaahnya. Baru-baru ini, hal yang banyak diperbincangkan yakni saldo kas masjid yang selalu Rp. 0,- saat diumumkan..

Jika masjid lain dengan bangga mengumumkan bahwa saldo infaknya puluhan bahkan ratusan juta rupiah, berbeda dengan Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumuman saldo-infak harus NOL Rupiah !!!

Menurut LKM Masjid, Infak itu ditunggu pahalanya untuk jadi amal sholeh, bukan untuk disimpan di rekening bank.

Pengumuman infak jutaan juga dihawatirkan akan menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke rumah sakit karena tak punya biaya atau tak bisa sekolah. Masjid yang menyakiti Jamaah adalah tragedi da'wah, sehingga dengan pengumuman saldo infak NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya.

Bahkan masjid ini malah mensejahterakan warganya dengan fasilitas wifi gratis, ruang olah raga untuk anak anak dan dewasa, buka puasa 5000 piring nasi setiap hari selama bulan ramadhan..

Masjid juga sanggup mencover warganya yang sakit dengan membawa Kartu Sehat Mesjid ke Rumah Sakit dan Klinik manapun di Jogja. Termasuk memberi hibah umrah bagi jamaah yang istiqomah shalat subuh di Mesjid.

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” - (QS. At-Taubah 18)

22 Point Terpenting dari Masjid Jogokariyan

Masjid Jogokariyan menjadi masjid percontohan masjid yang makmur kegiatan di seluruh Indonesia.

1.      Masjidnya hanya berlokasi di tanah wakaf 700 m2 tapi dengan 3 lantai, dan hanya masjid kampung (bukan masjid jami').

2.      Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis Muslim yg kuat.

3.      Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid (yg sudah sholat/belum, yg sholat jamaah ke masjid/belum, yg muslim/non muslim, beserta semua anggota keluarganya) untuk pemetaan target dakwah.

4.      Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat dan membuat mereka mau bersujud dgn berbagai cara yang syar'i.

5.      Setelah mereka mau datang ke masjid, harus dibuat nyaman dan diisi dengan taklim-taklim ringan.

6.      Takmir tidak boleh memarahi anak-anak yang ramai di masjid, tapi memberikan hadiah makanan ringan kalau tidak ramai dan mengganggu jamaah di masjid.

7.      Yg blm jamaah ke masjid/belum sholat dibuat undangan seperti pernikahan dan disediakan makanan di masjid saat acara sholat jamaah. Makanan ditawarkan pada jamaah yang mau menjadi donatur untuk mentraktir makanan.

8.      Yg belum bisa sholat diajari sholat oleh takmir (di masjid atau di rumah masing2)

9.      Kas masjid tidak pernah besar bahkan targetnya adalah 0 (nol) tiap akhir bulan, karena kas masjid yg besar tanda takmir tidak bisa mengelola infaq jamaah menjadi pahala yg segera mengalir ke penginfaq.

10. Ada sarapan bubur, lontong sayur, susu kedelai, dll tiap minggu ba'da subuh.

11. Ada 500 - 1000 nasi bungkus tiap ba'da jumat (dana swadaya jamaah).

12. Ada divisi usaha penyewaan kamar penginapan di lantai 3 masjid untuk membayar petugas kebersihan dan tambahan operasional masjid.

13. Tidak ada gaji untuk takmir kecuali petugas kebersihan, karena gaji dari Allah tidak ada maksimalnya, sementara gaji manusia ada minimumnya (UMR).

14. TPA diajar oleh anak2 RISMA/RMJ.

15. Ada infaq beras (kotak amal khusus beras) untuk disalurkan ke dhuafa', walaupun sekarang isi kotak infaq beras itu berubah jadi uang, karena jamaah malas bawa beras. Bantuan untuk dhuafa' ini diambil di masjid ba'da subuh.

16. Masjid buka 24 jam dan ada WiFi gratis 24 jam.

17. Taklim untuk jamaah sangat banyak baik siang maupun malam.

18. Ada angkringan di depan masjid (tongkrongan) untuk jamaah ngobrol dan orang2 mampir istirahat.

19. Jika masjid dikelola dengan benar dan dipercaya jamaah, maka dana2 infaq dan dari donatur sangat mudah didapat, termasuk untuk donatur makanan, dll.

20. Jika kas masjid banyak justru jamaah malas menyumbang, tapi jika sedikit mereka akan tergerak untuk infaq.

21. Masjid itu milik Allah (QS AlJin: 18) sehingga rezeki masjid akan dijamin oleh pemilik masjid (Allah) dan takmir hanyalah pelayan umat (jamaah)


Masjid kampung ini memiliki sejarah panjang dan juga dikenal dunia. Masjid ini dibangun pada tahun 1966 dan mulai digunakan pada 1967. Nama masjid diambil dari nama kampung di mana masjid itu berdiri, Kampung Jogokariyan. Tepatnya ada di Jalan Jogokariyan 36, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta

Hal ini mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad SAW yakni memberi nama masjid sesuai dengan di mana masjid itu berada.

"Rasulullah berdakwah di Quba, namanya Masjid Quba, beliau berdakwah di Bani Salamah, masjidnya juga namanya Bani Salamah sesuai dengan nama tempatnya," jelas salah seorang pengurus masjid di bidang kesekretariatan Masjid Jogokariyan, Enggar Haryo Panggalih saat ditemui detikcom pada 2015 silam.

Pembangunan masjid ini berawal dari wakaf seorang pedagang batik dari Karangkajen, Yogyakarta. Awalnya masjid terletak di sebelah selatan kampung Jokogkariyan, namun seiring berjalannya waktu, takmir masjid pertama yakni Ustadz Amin Said mengusulkan untuk memindahkan masjid ke tengah kampung.

Hingga akhirnya sampai saat ini dengan segala perkembangannya Masjid Jogokariyan berdiri di sudut perempatan kampung.

Pembangunannya bertahap. Awalnya masjid ini hanya terdiri dari sebuah bangunan inti saja. Baru kemudian berkembang, setelah tahun 2006, pengurus masjid mendirikan Islamic Center di sisi timur bangunan utama.

Pada 2006, ada sebuah rumah warga di sebelah masjid yang runtuh. Dia menawarkan pihak masjid untuk membeli lahan tersebut. Hingga luas kompleks masjid bertambah.

Dari penawaran itu kemudian pihak masjid membuka kesempatan infaq bagi siapapun yang berkenan. Di Islamic Center Masjid Jogokariyan inilah segala kegiatan pelayanan jamaah banyak dilakukan.

afiyah12nur.blogspot.com
Ada 28 divisi yang bekerja. Di antaranya biro klinik, biro kaut, dan komite aksi untuk umat.

 
Banyaknya kegiatan yang berjalan di masjid Jogokariyan inilah yang membuat masjid ini tak pernah sepi. Meski di luar Bulan Ramadan, jamaah salatnya selalu ramai. Hal ini menarik perhatian masyarakat muslim tak hanya di luar Yogyakarta tapi juga luar negeri. Masjid juga memiliki website sederhana.

"Banyak yang studi banding. Beberapa tahun lalu, parlemen Eropa ke sini. Pernah juga ulama Palestina berkunjung," jelas Galih.

"Mereka juga bertanya kok bisa masjid kampung, karena kelas kami kelas kampung, bukan masjid agung, masjid kota tapi kok bisa mendunia," imbuhnya.

Galih mengatakan rahasianya ada pada sebuah prinsip yang dipegang para pengurus masjid dan masyarakat sekitar. Pengurus masjid bukan sekedar mengurus masjid tapi juga melayani jamaah.

"Kita punya klinik, ada divisi-divisi yang langsung ke masyarakat. Kotak infaq yang besar dan lubangnya juga besar, kalau ada yang mau ngasih Rp 5 juta juga masuk," tutur Galih.

Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Masjid Jogokariyan, Yogyakarta. Foto: Usman Hadi/detikcom

Galih menilai masyarakat melihat bagaimana uang dari infaq berputar untuk kepentingan jamaah. Dan menurutnya, sudah seharusnya seperti itu. Uang perolehan infaq seharusnya segera digunakan untuk keperluan umat.

"Bukan diendapkan, tapi selalu diputar. Selalu ada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk jamaah," tuturnya.
Source: galamedianews - Editor: Kiki Kurnia
Share:

Suka Cita Lebaran Tetap Asyik Meski Tanpa THR


bangsamandiri.com - Lebaran memang momen yang tepat untuk merayakan kebahagiaan bersama dengan sanak saudara dan teman-teman di kampung halaman. Kita juga bisa berbagi angpao untuk anak-anak kecil, bahkan orangtua. Pengeluaran untuk lebaran menjadi tidak masalah karena ada Tunjangan Hari Raya  (THR) tahunan. Sayangnya, tidak semua mendapatkan THR saat menjelang hari raya.

Ada banyak penyebab kenapa seseorang tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya, mulai dari masa kerja belum mencukupi atau karena memang bukan pekerja yang sesuai dengan ketentuan untuk memperoleh THR. Apapun itu, sejatinya Lebaran tetap bisa dirayakan dengan asyik meski tak mendapatkan THR.

Tidak mendapatkan THR untuk hari raya, bukan berarti Lebaranya dibatalkan. THR hanya sejumlah uang tambahan selain gaji yang diberikan pada pekerja setahun sekali.  Nah, jika tidak mendapatkan THR, kita masih bisa merayakan Lebaran dengan meriah dan asyik. Caranya?

Jangan risau dan jangan berkecil hati, berikut cara merayakan Lebaran dengan asyik meski tanpa memperoleh THR:

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

1. Menabung Khusus untuk Uang THR Sendiri dari Jauh-jauh Hari

Karena kita tidak mendapatkan THR dari tempat bekerja, maka kita harus menyiapkan dana THR sendiri. Caranya, siapkan dana tersebut jauh-jauh hari dengan membuat tabungan khusus untuk Lebaran. Setidaknya 1 tahun sebelum Lebaran tiba.

Anda bisa menghitungnya kebutuhan Lebaran dengan membuat anggaran dan menuliskan kategori biaya apa saja yang diperlukan. Anda bisa sisihkan sebagian dari gaji Anda untuk disimpan dengan berbagai cara seperti tabungan khusus, investasi emas, atau dimasukkan ke dalam celengan di rumah, sesuai keinginan Anda.


2. Memanfaatkan Dana Lebih

Coba cek keadaan keuangan Anda, apakah ada dana lebih? Biasanya dana lebih ini muncul dari sisa pengeluaran, seperti perbaikan kendaraan, renovasi rumah, belanja, dan sebagainya. Jika memungkinkan, Anda bisa menggunakan dana lebih itu untuk THR Lebaran nanti. Untuk lebih teratur, tetap buatkan dulu anggarannya.

3. Tidak Ada Sumber Dana, Berhematlah!
Mau tidak mau, Anda harus berhemat jika belum bisa menganggarkan khusus untuk THR atau mengambil dari dana berlebih. Cek kembali pengeluaran Anda, apakah ada yang bisa dikurangi untuk berhemat. Anda bisa menunda kebutuhan Lebaran yang besar. Anda bisa mengutamakan kewajiban menjelang Lebaran, seperti membayar zakat dan sedekah. Sebaiknya memilih menu makanan yang simple dan sederhana untuk lebaran. Fokus untuk memenuhi kebutuhan bulan berikutnya.

Berhemat dan Rayakan Lebaran dengan Suka Cita
Tanpa THR, bukan berarti kita tidak bisa merayakan hari raya dengan maksimal. kita masih bisa menyiasatinya dengan berhemat terhadap pengeluaran-pengeluaran yang bukan utama. Buatlah anggaran THR sendiri, yang sesuai keperluan Anda.

Hindari pengeluaran yang bisa ditunda, agar Anda masih bisa fokus untuk memenuhi kebutuhan di bulan berikutnya, setelah Lebaran usai. Rayakan Lebaran dengan suka cita bersama keluarga secara sederhana.
Source: Cermati.com Edited by Fitriya Fitriya
Share:

Bulan Penuh Pengeluaran Ampun-Ampunan Gara-Gara Buka Puasa Bersama


bangsamandiri.com – Sejatinya, bulan Ramadhan itu bulan penuh rahmat dan ampunan. Dalam menjalankan Puasa harus niat yang ikhlas dengan ridlo Alloh SWT. Tapi, gara-gara kemaruk beli takjil dan buka di tempat hedon dan tambahan pengeluaran buka bersama setiap minggu, bulan ini bergeser jadi bulan penuh pengeluaran ampun-ampunan.

Sahabat yang saat puasa Ramadhan lebih merindukan manis dinginnya es blewah dari pada investasi surga yang dijanjikan,

Selamat datang bulan Ramadhan. Bulan dimana umat Islam sedunia diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Bulan yang juga diyakini oleh para penganut ajaran Islam sebagai bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Tapi entah kapan mulainya, bulan tersebut seperti tergeser menjadi bulan penuh pengeluaran ampun-ampunan.

Jangan berlebihan, jangan malas, dan usahakan tidak kehilangan produktivitas. Itu kredo yang dibangun untuk mengurangi persepsi bahwa puasa mengakibatkan anjloknya produktivitas dan mengakibatkan pemborosan. Bagaimana sih sebenarnya yang terjadi?

Pekerjaan yang mengandalkan fisik jelas mengalami penurunan produktifitas yang cukup signifikan. Tenaga menjadi jauh berkurang karena asupan karbohidrat terputus. Lain halnya dengan jenis pekerjaan yang berkutat dengan mengandalkan pikiran. Produktivitas meningkat, kah? Jelas tidak!

Mau mikir? dah lemes duluan. Memaksakan berpikir? Langsung berpikir enaknya seandainya hari itu tidak sedang berpuasa bisa kerja sambil merokok dan ngopi. Sudah begitu jam kerja sudah dipangkas.

Dalam satu berita beberapa tahun silam, media dari Saudi Arabia yang dikomandani dan dikontrol keluarga kerajaan menyiratkan hal serupa. Artinya itu terjadi secara global, bukan di negara kita saja. Tingkat produktivitas di Arab menurun sebanyak 35% hingga 50% akibat pemendekan jam kerja dan juga perubahan gaya hidup selama satu bulan. Bagi dunia bisnis, dimana produktivitas merupakan jantung keberlangsungan dunia usaha, kebijakan pemendekan jam kerja jelas merugikan.

Tapi kalau dipikir secara bijak, pengakuan menurunnya produktivitas tersebut hanya akal-akalan saja. Perusahaan tau pasti membaca kecenderungan bagaimana dunia usaha bekerja.  Bulan puasa sebenarnya jeda sejenak bahwa tubuh dan pikiran manusia sebenarnya aset yang harus dipelihara.

Beberapa bulan sebelumnya, perusahaan sudah menggenjot produksinya. Ramadhan, Lebaran, Natal dan Tahun baru secara fakta musiman kerap menunjukkan ekonomi masyarakat menggeliat naik dimana permintaan masyarakat kerap mendorong terjadinya inflasi.

Sahabat  yang rajin upload foto makanan-makanan penggugah selera di waktu siang untuk mengajak rapuh dan ngeces bersama-sama,

Perhatikan saja. Secara kebiasaan, di minggu kedua puasa, undangan berbuka puasa akan semakin gencar. Nah ini yang harus diperhatikan benar, utamanya oleh para milenial. Puasa pada akhirnya lebih lekat dengan tambahan pengeluaran dibandingkan dengan penghematan.

Secara kebiasaan juga, seorang teman sekolah yang sudah menduduki posisi puncak di perusahaan multi nasional mengundang buka bersama di satu restoran yang bisa kami pilih sesuai selera. Dalam keyakinan suci kami, yang tidak pernah lekang waktu, terpaan cuaca, apa lagi perubahan rezim lima tahunan yang begitu-begitu saja. Tafsir tunggal untuk kata mengundang, tiada lain mentraktir makan.

Itu sudah final, serupa NKRI harga mati! Tidak ada ruang penafsiran lain seperti patungan atau bayar sendiri sesuai yang dimakan.

Apa lagi setelah disebutkan beberapa restoran papan atas yang nilai makanannya setidaknya berbandrol 1juta rupiah per kepala. Makin percaya dirilah kami mencatatkan diri dalam daftar undangan yang disebarkan melalui aplikasi Whatsapp tersebut. Bagi kami, itulah keutamaan bulan Ramadhan yang sesungguhnya. Eh.

Bayangkan, 1 juta rupiah per orang sekali makan! Bagi Jamaah Ndomiah Nusantara yang sehari makan 3 kali, itu artinya setara dengan 263 mangkok mie instan. Kalau dikonversi ke satuan waktu, para jamaah Indomiah perlu waktu 88 hari untuk menghabiskannya. Bahkan bisa untuk menghidupkan malam selama 9 bulan tentu saja bagi yang khusus mengonsumsi di waktu malam saja.


Di Jakarta, tempat-tempat seperti itu banyak dan full booked hingga lebaran! Ngeri sekali kan? Atau tidak?

Bagaimana kalau acara buka bersama yang bermewah-mewahan itu ketahuan Badan Pusat Statistik (BPS)? Angka 1 juta untuk sekali makan jelas akan membuat mereka mengelus dada dan menangis tersedu. Teringat survey mereka, 400ribu untuk pengeluaran individu selama sebulan. Hiks

Eh, tapi sebenarnya maksud saya menuliskan perhitungan matematis tersebut bukan untuk melakukan refleksi diri. Tetapi…. untuk membuat kalian merasa bersalah. Hahaha.

Bukan hendak ceramah agama. Penting untuk memperbaiki ketidaksempurnaan kita selama ini. Baik dalam merumuskan, terlebih menjalani puasa di bulan Ramadhan yang banyak disebut merupakan amalan bersifat rahasia atau sirri yang begitu dicintai Allah SWT.

Kembali ke persoalan yang membuat persoalan surgawi (ibadah) dan duniawi (ekonomi) berkelindan. Apakah memang seharusnya Ibadah didorong ke atas dan konsumsi masyarakat didorong ke bawah, untuk memberikan pemaknaan lebih terhadap puasa?  Apakah perlu dianggarkan secara khusus?

Bagi umat Islam, ada salah satu adab berbuka puasa yang cukup sering dijadikan referensi. Acuannya jelas ke junjungan tertinggi, Nabi Muhammad SAW. Perut yang kosong seharian, cukup diganjar dengan tiga butir kurma dan air putih. Apakah implikasinya membuat umat harus ngirit dan mengerem konsumsi? Nanti dulu.

Kalau menggunakan acuan harga kurma curah Tunisia dan harga minuman kemasan merk Akuwa. Maka tambahan pengeluaran tiap orang untuk berbuka kurang dari 5ribu rupiah saja. Kemudian dilanjutkan dengan makanan yang kita santap sehari-hari.

Adab tersebut kerap dilupakan atau dilanggar oleh kita. Mereka tidak jajan sekedarnya, atau memilih tempat makan untuk penguatan ekonomi kerakyatan, tetapi memilih tempat yang menjadi simbol gedonisme dan kapitalisme. Oh, sungguh berlebih-lebihan.

Sudah merasa bersalah belum? HAHAHA

Khusus bulan Ramadhan, kita tidak perlu menghitung berapa pengeluaran yang harus kita anggarkan. Ini memang bulan ajaib. Buka puasa menjadi ajang reuni lintas angkatan, bahkan agama. Kalau buka puasanya masih patungan anggap saja bagian dari menggerakkan ekonomi rakyat.

Syukur-syukur punya banyak teman yang marah kalau diajak patungan. Marah kalau ditraktir, maunya nraktir saja. Itu akan menyelamatkan cash flow kita. Eh satu lagi, jangan lupa pantau terus THR yha. Anggap saja pengganti pengeluaran selama bulan puasa.
Source: mojok.co - Haryo Setyo Wibowo
Share:

Bahan Makanan Pelengkap Ini Wajib Ada Saat Sahur dan Buka Puasa


bangsamandiri.com - Lantaran kesibukan, di bulan puasa ini seringkali banyak orang yang kemudian abai pada kebutuhan makan. Kesibukan mungkin membuat Anda memilih makanan-makanan cepat saji untuk sahur dan buka yang sebenarnya tidak baik bagi tubuh. Padahal, momen sahur dan buka sangat penting untuk diperhatikan.

Saat buka puasa misalnya, pastikan Anda tidak hanya makan enak tetapi juga makan yang sehat dan bernutrisi. Begitu juga saat sahur, pastinya harus diperhatikan asupan-asupan apa saja yang Anda siapkan untuk bekalmu seharian berpuasa. Nah selain memilih menu-menu utama, ada juga beberapa bahan makanan pelengkap yang sebaiknya Anda santap saat buka dan sahur nih. Apa saja sih?

1. Pisang
Menyantap pisang saat sahur terbukti sangat disarankan. Pasalnya, jenis buah yang satu ini mengandung zat pati resisten yang berperan dalam proses mengubah karbohidrat menjadi energi. Selain itu, pisang juga membantu mengontrol nafsu makan kamu. Dengan memakan pisang di saat sahur, Anda pun akan merasa kenyang dan kuat menjalani puasa sehari penuh.

2. Sayuran rebus
Menyiapkan sayuran rebus sebagai menu pelengkap saat berbuka puasa memang tepat. Hal ini lantaran sayuran rebus adalah menu sehat yang kaya vitamin dan mineral namun minim karbohidrat. Perlu diketahui bahwa makanan yang tinggi karbohidrat kurang baik jika dikonsumsi saat menjelang malam karena akan membuat perut terasa begah. Itulah mengapa menu ini sangat disarankan saat berbuka sehingga Anda tetap bisa menjalani ibadah dan istirahat dengan nyaman.

3. Kacang-kacangan
Jenis kacang-kacangan adalah bahan makanan yang kaya protein. Menu ini wajib hadir saat sahur atau berbuka karena akan memberikan asupan sumber energi. Mengonsumsi kacang-kacangan saat sahur membuatmu kuat menjalani puasa seharian. Sementara mengkonsumsinya saat buka akan mengembalikan energi tubuhmu setelah seharian berpuasa. Yang pasti, Anda tidak boleh asal makan enak jika ingin tubuh tetap fit saat puasa ya!


4. Kiwi
Menyantap buah saat sahur dan berbuka memang sebaiknya Anda lakukan. Khususnya untuk buah kiwi yang mengandung vitamin C tinggi, akan dapat membantu proses pencernaan dalam tubuh. Dengan begitu, asupan makanan akan lebih mudah dicerna dan energi dapat cepat tersalurkan ke seluruh bagian-bagian tubuh.

5. Yogurt
Saat sahur atau berbuka, Anda mungkin akan memilih makanan-makanan yang tinggi karbohidrat dan lemak. Padahal jika dibiarkan, keduanya dapat mengakibatkan tubuh menjadi lemas dan tidak bersemangat. Untuk menetralisir hal tersebut, Anda dapat memilih yogurt sebagai camilan. Kandungan vitamin C yang tinggi dan kalsium dapat membantu metabolisme tubuh.

6. Salad
Ingin makan lezat sekaligus sehat? Salad adalah menu makanan pendamping yang paling tepat. Ya, salad yang terdiri dari buah-buahan atau sayur-sayuran segar ini memang sangat baik disantap. Kandungan vitamin dan mineral yang tinggi akan menjaga tubuh agar tidak mudah lemas saat beraktivitas meski sedang berpuasa.

Makan enak saat sahur dan berbuka tentu sah-sah saja. Tapi sebaiknya, Anda tetap memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuhmu. Pastikan bahwa tidak hanya karbohidrat dan protein saja, zat-zat lain seperti mineral dan vitamin serta kalsium pun baik bagi tubuh.
Source: idntimes.com
Share:

Saat Bulan Ramadan Kunjungilah 6 Masjid Terindah Di Dunia


bangsamandiri.com - Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga dikunjungi sebagai destinasi wisata religi.

Tak heran, karena sejumlah masjid memiliki desain yang unik dengan nilai sejarah di dalamnya.

Di Indonesia, misalnya Masjid Agung Demak, Masjid Raya Sumatera Barat, Masjid Agung Cipta Rasa, dan sebagainya.

Selain itu, terdapat sejumlah masjid di dunia yang menyimpan sejarah dan keindahan.

Dilansir TribunTravel dari HiConsumption, berikut enam masjid terindah di dunia yang patut dikunjungi saat bulan Ramadan.

1. Masjidil Haram (Mekkah, Arab Saudi)

Masjidil Haram merupakan masjid terbesar dan tertua di dunia yang menjadi tujuan ibadah haji dan umrah umat Muslim.

Di dalamnya terdapat Kabah yang menjadi arah salat seluruh umat Muslim di dunia.

2. Masjid Nabawi (Madinah, Arab Saudi)

Berlokasi di Madinah, Masjid Nabawi dulunya merupakan tempat tinggal Nabi Muhammad SAW.

Tak heran jika di dalam masjid ini terdapat makam nabi terakhir dalam kepercayaan umat Muslim tersebut.

3. Masjid Al-Aqsa (Yerusalem, Israel)

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat tersuci ketiga di dunia menurut kepercayaan umat Muslim, setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Umat Muslim percaya, Nabi Muhammad SAW dikirim dari Masjidil Haram menuju Masjid Al-Aqsa dalam waktu semalam menggunakan buroq.


4. Masjid Biru (Istanbul, Turki)

Sesuai dengan namanya, The Blue Mosque (Masjid Biru) atau Masjid Sultan Ahmed dihiasi dengan ubin berwarna biru.

Terdapat lebih dari 20.000 ubin biru yang menghiasi masjid ini.

5. Masjid Agung Sheikh Zayed (Abu Dhabi, Uni Emirat Arab)

Sheikh Zayed Grand Mosque atau Masjid Agung Sheikh Zayed memiliki pencahayaan yang unik, sehingga menjadikannya lebih terang saat siang hari.

Dengan kapasitas lebih dari 40.000 jemaah, masjid ini memiliki karpet yang disebut-sebut karpet terlebar di dunia.

6. Masjid Cordoba (Cordoba, Spanyol)

Dibangun pada 400 Sebelum Masehi, Masjid Cordoba pernah dijadikan gereja, kemudian kembali dijadikan masjid.

Saat ini, tempat ini menjadi museum yang banyak menyimpan peninggalan sejarah.

Source: (TribunTravel.com/Sinta Agustina)
Share:

Terkini

500 Sedulur Sikep dari 6 Kabupaten di Jateng-Jatim Gelar Rembug Samin di Blora

BLORA - Sebanyak 500 orang Sedulur Sikep atau para pengikut ajaran Samin Surosentiko, dari 6(enam) Kabupaten yakni Blora, Kudus,...

Total Pageviews

Blog Archive

Hubungi Kami

foxyform

Labels