Bupati Blora Memotivasi Tenaga Medis 7 Puskesmas

BLORA - Bupati Djoko Nugroho kembali berkeliling ke Puskesmas untuk menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan madu untuk suplemen kesehatan bersama Dinas Kesehatan dan tim Posko GTPP Covid-19. Sekaligus memberikan suntikan semangat dan motivasi kepada para para tenaga medis yang sedang gigih menangangi wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Rabu (29/04/2020).

Kali ini yang disasar adalah Puskesmas Kunduran, Puskesmas Sonokidul, Puskesmas Doplang, Puskesmas Randulawang, Puskesmas, Randublatung, Puskesmas Menden dan Puskesmas Kutukan.

Dengan didampingi Asisten Administrasi dr. Henny Indriyanti, M.Kes, dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, Bupati meminta agar para tenaga medis terus semangat bekerja, melayani pasien sepenuh hati, dan selalu menjaga kesehatan.

“Saat ini Blora sudah ada 13 postif rapid-test. Oleh karena itu kami minta perawat harus tetap dalam kondisi sehat. Senin nanti yang rapid positif akan ditarik ke Blora untuk isolasi khusus. Jangan sampai ada kasus penolakan pasien ya. Petugas kesehatan juga harus dirapid-test untuk memastikan dirinya sehat,” tegas Bupati.

Selain fokus Covid-19, Bupati juga menekankan agar petugas kesehatan tidak lupa  jangan dengan kasus stunting, ibu hamil dan DBD yang harus terus ditangani bersama.

Kepada Forkopimcam yang turut hadir menyaksikan penyerahan APD ini, Bupati berpesan agar Camat dan jajarannya bisa memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak berkerumun dan beribadah cukup di rumah saja.

“Tolong Camat untuk mengantisipasi dan menghimbau warga tentang tarawih dan kerumunan massa. Perawat juga harus menjadi contoh untuk warga di sekitarnya. Ibadah dirumah saja,” sambung Bupati.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa pihaknya sudah memesan 4500 alat rapid-test. Namun yang datang baru 100 buah.

“Kita terus memesan, namun karena seluruh daerah butuh, maka pengirimannya tidak bisa secepat yang kita rencanakan. Semoga saja bisa segera dikirim,” ujar Lilik Hernanto.

Sedangkan untuk diketahui, APD berupa baju tenaga medis yang disalurkan kali ini sejumlah 250 pcs. Dengan rincian Puskesmas Kunduran 40 pcs, Puskesmas Sonokidul 30 pcs, Puskesmas Doplang 40 pcs, Puskesmas Randulawang 30 pcs, Puskesmas Randublatung 40 pcs, Puskesmas Menden 40 pcs dan Puskesmas Kutukan 30 pcs. (SB)
Share:

Jebakan Tikus di Sawah Kedungtuban Renggut Korban Jiwa Lagi

BLORA - Sudah kesekian kalinya di  persawahan  Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora Jawa Tengah jebakan tikus dengan aliran setrum listrik memakan korban jiwa.

Di area sawah Bejo ikut  desa Kemantren, Kecamatan Kedungtuban seorang kakek bernama Parmin (65th), warga RT. 004 RW.002 desa setempat ditemukan tewas kesetrum aliran listrik jebakan tikus. Selasa, (28/04/2020) pagi,

"Ya, tadi ada laporan lagi, orang meninggal dunia karena kesetrum aliran listrik jebakan tikus, kami langsung olah TKP di lokasi kejadian," ucap Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan melalui Iptu Suharto Kapolsek Kedungtuban via WA-nya.

Awalnya, lanjut Iptu Suharto, kejadian tersebut, berdasarkan keterangan saksi, korban berangkat dari rumah bermaksud  mengalirkan air untuk tanaman padi di sawah.

Sesampainya di sawah korban melihat kondisi sawahnya dalam keadaan kekeringan sehingga korban menuju MCB untuk menyalakan air melalui sumur sibel.

Ketika korban menyalakan stop kontak (MCB PLN sumur sibel), tubuh korban dalam keadaan basah dan pada MCB tersebut terdapat saluran kabel listrik yang telanjang untuk jebakan tikus.

Setelah posisi listrik pada MCB menyala,  dengan tidak sengaja tangan kanan korban menyentuh kabel jebakan tikus yang diletakkan satu tempat atau satu jalur di MCB untuk menyalakan air akhirnya korban tersengat aliran listrik dan terjatuh.

Melihat kejadian tersebut seorang saksi yang berada tidak jauh dari tempat kejadian mendengar ada ledakan kecil. Ia langsung mendatangi sumber suara tadi.

Sesampai di lokasi sumur sibel milik korban, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tak bernyawa lagi. Melihat kejadian itu saksi melaporkan ke perangkat desa setempat dan diteruskan  ke Polsek Kedungtuban.

Kapolsek Kedungtuban Iptu Suharto langsung menuju TKP bersama tim medis Puskesmas Ketuwan dan Bidan desa untuk melaksanakan pemeriksaan jenasah dirumah duka.

Dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda -tanda korban kekerasan, tubuh korban terdapat luka di jari tangan sebelah kanan karena tersengat aliran listrik.

"Ini benar -benar kecelakaan, korban kesetrum aliran listrik, karena berdasarkan pemeriksaan tim medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan ditubuh korban. Saya harap masayarakat berhati hati dalam menggunakan aliran listrik gunakan sesuai peruntukanya," tandas Iptu Suharto.

Untuk diketahui, Warga berharap ada solusi dari Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Blora untuk mengatasi hama tersebut. Mereka kebingungan, bagaimana cara mengatasi hama tikus yang semakin merajalela saat ini. (SB)
Share:

Jaga Ketat Di Pos Perbatasan, Polres Blora Halau Mobil Pemudik


BLORA - Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dishub Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bekerja keras di awal bulan Ramadhan ini dengan kegiatan memeriksa semua kendaraan bermotor berpelat nomor luar daerah di sejumlah pos pantau yang ada disetiap perbatasan antar kota.

Tujuan menghalau para pemudik ini sesuai dengan protokol pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran pendemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), masyarakat diminta sementara untuk menunda mudik.

"Bersama instansi terkait kami melakukan pemeriksaan kendaraan dan juga pengemudiknya di setiap pos pemeriksaan perbatasan yang sudah didirikan di sembilan lokasi," kata Kabag Ops AKP Supriyo, Minggu (26/04/2020).

Menurutnya setiap kendaraan yang melintas terutama berpelat nomor Polisi luar daerah, maka akan langsung diberhentikan untuk dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Pemeriksaan yang dilakukan petugas itu meliputi meminta pengendara menunjukkan kartu identitas dan surat kendaraan. Beberapa pengendara yang berniat mudik diminta petugas dan diarahkan untuk putar balik.

"Jika diketahui ada masyarakat yang mudik, dengan terpaksa petugas memberikan pengertian yang humanis mengarahkan untuk putar balik dan menunda mudik sementara waktu. Ini semua demi keselamatan bersama agar pendemi Covid-19 ini bisa segera berakhir," jelas Kabag Ops.

Pos pantau dan pos terpadu Operasi Ketupat tahun 2020 di Kabupaten Blora lanjut AKP Supriyo, semua berjumlah sembilan dan tersebar di beberapa titik seperti terminal, stasiun kereta api dan batas antar kabupaten.

Di Kabupaten Blora saat ini kata Kabag Ops, munurut data orang yang pulang kampung dari berbagai daerah perantauan berkisar 25 ribu lebih orang.

"Sesuai data dari posko gugus tugas Covid-19 Kabupaten Blora, Yang sudah warga pulang kampung ada sekitar 25.76, orang," tambahnya.

Untuk itu pihaknya mengharapkan bagi masyarakat Blora yang masih tinggal di kota perantauan agar tidak mudik dulu untuk saat ini.

"Jangan mudik. Patuhi aturan pemerintah demi kepentingan bersama." Pungkas Kabag Ops. (SB)
Share:

Madu dan Racun Tatkala Mengurus BLT Dana Desa


bangsamandiri - Kegamangan para Kepala Desa dengan turunnya Permendesa Nomor 06 Tahun 2020, tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, untuk penanggulangan dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), padat karya tunai Desa, dan pemberian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT  DD) sebesar 25 - 35 persen dari pagu anggaran Dana Desa yang cair, di masing - masing Desa, kembali terlihat.

BLT Dana Desa ini, bagi sebagian Kepala Desa, ibarat menerima madu di tangan kanan, dan racun di tangan kiri sekaligus. Hal ini, terkonfirmasi dari saat penulis, meliput rapat pembahasan tersebut di Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, pada Kamis siang (23/04/2020), dipimpin langsung oleh Camat Jepon yang cukup tegas dan lantang menyampaikan rincian data - data yang terukur dan akurat.

Simulasi Perhitungan

Berdasarkan pengajuan dari para Kepala Desa se-Kecamatan Jepon, Bantuan Langsung Tunai yang akan dibiayai dari pemotongan rata - rata 30% dari pagu Dana Desa tersebut adalah 1099 Kepala Keluarga (KK), dari 24 Desa. Berarti jumlah total yang dianggarkan adalah 1099 KK x 3 bulan x Rp. 600.000,- jumlah totalnya adalah Rp. 1, 978 Milyar.

Padahal kalau memang mau maksimal sesuai dengan Permendesa Nomor 06 Tahun 2020, angka tersebut, kurang dari target. Simulasi contohnya seperti ini, misal dari 24 Desa se-Kecamatan Jepon mendapatkan rata - rata Rp. 800 Juta, dikalikan 30%, adalah Rp. 240 juta per Desa, maka totalnya adalah Rp. 5,76 Milyar, nah berarti ada disparitas Rp. 5,76 - Rp. 1,978 Milyar, adalah Rp. 3,782 Milyar, yang tidak terdistribusi, dan  menjadi silpa, artinya ada 2101 orang yang tidak mendapatkan bantuan tersebut.

Simulasi se-Kabupaten

Angka tersebut diatas adalah baru tingkat Desa se-Kecamatan Jepon, lalu bagaimana hitungannya untuk se-Kabupaten Blora, masih dengan angka simulasi yang sama.

Contoh, Dana Desa Rp. 800 Juta x 271 Desa x 30% totalnya adalah Rp. 65 Milyar, dibagi Rp. 1,8 juta adalah 36 ribu KK warga miskin dan rentan miskin yang bisa mendapatkan bantuan tersebut. Bila dihitung jiwa 36.000 KK dikalikan semaksimalnya 4 orang, maka ada 144.000 jiwa yang terbantu, ditambah bantuan reguler dari pusat 108.000 jiwa, maka totalnya adalah 248.000 jiwa tertolong dari dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah Covid-19.

Namun yang terjadi adalah kegamangan dari  Kades untuk pendataan warga miskin yang sesuai dengan 14 kriteria miskin tersebut. Padahal krisis ini dialami oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa memandang miskin atau kaya, semua terimbas. Bahkan saking sulitnya, dan Kades tidak berani mengambil resiko, ada yang mengatakan tidak ada warga miskin, yang masuk atau sesuai dengan kriteria penerima BLT DD tersebut.

Alias ambil jalan aman. Karena memang, ini seperti meminum madu dan sekaligus racun dari kedua tangan, atau memang tidak mau rugi, bila proyek fisiknya tidak jadi. Wallahu'alam, semoga tidak ada yang  dikorupsi, karena apabila dikorupsi saat negara dalam keadaan gawat darurat oleh bencana, maka hukumannya berat, bisa sampai hukuman mati. Sekali lagi madu dan racun, ada ditangan. (BM)
Share:

Blora Tanggap Darurat Covid-19 40 Hari


BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menyatakan pemberlakukan tanggap darurat persebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mulai hari ini, Senin (20/04/2020). Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Djoko H. Nugroho melalui konferensi pers di media center Posko Gugus Tugas Percepatan Penganganan Covid-19 Kabupaten Blora.
Didampingi Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, dan Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Bupati menegaskan bahwa masa tanggap darurat ini berlaku hingga 40 hari kedepan.
“Di Kabupaten Blora sudah ada yang terkonfirmasi positif virus Corona ada 3 orang, sekalipun dua diantaranya baru positif berdasarkan rapid test saya anggap positif saja. Dengan begitu kita hati - hati. Oleh sebab itu, saya sebagai Bupati Blora hari ini menyampaikan keputusan saya bahwa mulai hari ini Kabupaten Blora menyatakan tanggap darurat terhadap penyebaran virus Corona selama 40 hari kedepan,” tegas Bupati.
Menurut Djoko Nugroho, hal ini perlu disampaikan dengan harapan seluruh masyarakat tidak takut, namun justru lebih hati -hati dan waspada terhadap perilaku seluruh masyarakat agar bisa menekan potensi penularan. Pihaknya meminta seluruh masyarakat bisa mengikuti semua petunjuk dan arahan pemerintah dalam rangka memutus dan memperlambat penularan Covid-19.
“Kali ini saya akan jelaskan, ada 3 orang yang positif. Yang pertama saudara kita dari Desa Kentong Kecamatan Cepu yang baru pulang dari Jakarta, dalam kondisi sakit dijemput keluarga. Setelah di rapid test, hasilnya positif sehingga saat ini diisolasi di RSUD Cepu,” terang Bupati.
Selebihnya, menurut Bupati, saudara dan tetangga yang kita tracking, yang sempat berinteraksi dengan pasien sekarang sedang diisolasi dan dua hari kedepan akan di rapid test.
“Sedangkan yang kedua adalah saudara kita (laki-laki) yang tinggal di Perumda, memang sudah lama sakit dan pada 09 April lalu meninggal dunia. Setelah diswab test, kemarin hasilnya dari Pemprov Jateng menyatakan positif Corona. Sehingga kita tracking keluarga, saudara dan tetangganya,” ucap  Bupati.
Dari hasil tracking itu, istrinya juga positif berdasarkan rapid test yang dilakukan oleh tenaga kesehatan pada Minggu (19/04/2020) kemarin.
“Sekalipun istrinya baru positif berdasarkan rapid test, dalam dua hari kedepan akan kita lakukan swab test agar hasilnya lebih jelas. Ini perlu kehati -hatian. Saudara - saudara kita di rumah sakit baik dokter dan tenaga medis yang pernah merawat pasien tersebut juga kita isolasi. Secara teknis akan dijelaskan Direktur RSUD,” jelas Bupati.
Pada kesempatan itu pula,  Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG menjelaskan bahwa saat ini rumah sakit umum daerah Blora sedang melakukan isolasi terhadap dokter dan sejumlah tenaga medis yang pernah menangani pasien dari Perumda tersebut.
“Karena ada satu pasien yang dinyatakan positif berdasarkan swab test, yang rumahnya Perumda Kunden itu sempat dirawat selama 12 jam di RSUD Blora dengan diagnosa gagal ginjal sebelum dibawa ke RSUD Moewardi Solo. Sehingga baik dokter, perawat dan tenaga medis yang pernah merawat kita isolasi, jumlahnya 25 orang,” ujar dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG .
Menurut dr. Nugroho, dari 25 orang yang diisolasi itu, diantaranya 2 orang diisolasi di rumah sakit karena demam dan sebagainya, tapi saat ini sudah membaik dan menunggu hasil swab test. Sisanya 23 orang melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya dan terus dipantau.
“Dengan adanya isolasi 25 tenaga rumah sakit ini, kami berharap tidak terjadi penyebaran Covid-19 di rumah sakit. Kami memohon setiap pasien yang periksa untuk jujur ketika dilakukan cek list dalam pemeriksaan agar tidak terjadi penularan,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora, Purwadi Setiyono, SE menambahkan bahwa hingga saat ini telah terjadi pemutusan hubungan kerja atau tenaga kerja yang dirumahkan akibat dampak pandemi Covid-19.
“Hingga hari ini berdasarkan data yang masuk, jumlah keseluruhan se-Kabupaten Blora ada 533 orang yang mengalami PHK atau dirumahkan. Ada juga beberapa perusahaan yang belum melaporkan jumlah karyawan yang dirumahkan. Kami harap perusahaan bisa memberikan hak-hak kesejahteraan bagi karyawannya,” terang Purwadi Setiyono, SE.
Terkait Kartu Pra Kerja, Purwadi Setiyono, SE, juga menjelaskan bahwa pendaftarannya langsung ke Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia secara online.
“Bisa mendaftarkan diri secara mandiri ke Kementerian Tenaga Kerja melalui website www.prakerja.go.id. Pakai foto selfie e-KTP juga. Ini mulai kemarin sudah gelombang pertama, dan lanjut gelombang kedua,” kata Purwadi Setiyono, SE.
Sekali lagi, pihaknya mengatakan bahwa dalam pendaftaran Kartu Pra Kerja ini, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora tidak bisa melayani, jadi langsung ke Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta. (SB)
Share:

Stok Habis, PMI Gandeng Kodim 0721/Blora Adakan Donor Darah


BLORA - Corona Virus Disease (Covid-19) yang bersumber dari Wuhan, China telah menginfeksi seluruh dunia. Badan Kesehtan Dunia (WHO) telah menetapkan virus ini sebagai pandemi atau wabah penyakit global. 

Pemerintah menerapkan kebijakan Social Distancing atau Jarak Sosial yaitu mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung.

Hal ini berimbas pada Stok darah di PMI Kabupaten  Blora yang saat ini sedang kekurangan stok Darah, dampak dari Lock Distancing (situasi yang melarang warga untuk masuk ke suatu tempat karena kondisi darurat)  karena Wabah Covid-19.

Sehingga PMI bersama Rumkitban 04.08.05 / DKT Blora melaksanakan kegiatan Donor Darah dalam rangka membantu Stok darah di PMI Blora pada (07/04/2020) di Makodim 0721/Blora Jl. Pemuda Nomor 44 Blora.

Kegiatan yang dihadiri oleh Dandim 0721/Blora Letkol Inf Ali Mahmudi, SE., Kasdim 0721/Blora, Para Perwira jajaran Kodim Blora, Anggota Kodim, Perwakilan Persit KCK Cabang Kodim Blora dan  Tim Medis dari PMI dan Rumkitban/DKT Blora berlangsung dengan lancar dan tetap melakukan prosedur untuk mencegah penyebaran Virus Corona meliputi pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker, jarak 1,5 - 2 meter, dan penyemprotan disinfektan.

Kasdim 0721/Blora Mayor Inf Budi Leksono pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini dilaksanakan dengan maksud untuk kemanusiaan dan membantu PMI Blora yang saat ini sedang kekurangan stok Darah karena dampak dari Lock Distancing Wabah Covid 19.

“Tetap kita selalu melakukan prosedur keamanan dengan pengecekan kesehatan, menjaga jarak dan menggunakan masker dalam pelaksananya,”  tuturnya.

Koptu Sinto mengatakan kami senang dapat mengikuti kegiatan donor darah ini, selain dapat membantu sesama, kami juga merasa senang karena dapat menjaga kesehatan diri.

“Karena dengan donor dari kita juga bisa tahu kesehatan kita, apakah ada penyakit apa tidak pada tubuh kita,”  tandasnya.

Perlu diketahui bahwa kegiatan donor darah tersebut rutin dilaksanakan oleh Kodim 0721/Blora. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota TNI dan PNS Kodim 0721/Blora yang diambil sesuai persyaratan kesehatan adalah sebanyak 65 orang. (SB)
Share:

Terkini

500 Sedulur Sikep dari 6 Kabupaten di Jateng-Jatim Gelar Rembug Samin di Blora

BLORA - Sebanyak 500 orang Sedulur Sikep atau para pengikut ajaran Samin Surosentiko, dari 6(enam) Kabupaten yakni Blora, Kudus,...

Total Pageviews

Blog Archive

Hubungi Kami

foxyform

Labels