Goa Terawang Menuju New Normal, Akan di Buka Kembali

BLORA - Menuju tananan kehidupan baru atau new normal, sejumlah destinasi wisata di Blora, mempersiapkan untuk buka kembali.

Salah satunya wisata alam Goa Terawang milik Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora. Goa Terawang ini terletak di Desa Kedung wungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Sebuah Goa yang memiliki keunikan tersendiri yaitu adanya lubang besar didinding atas, sehingga sinar matahari bisa masuk didalam goa tersebut. Lobang tersebut orang menyebutnya dengan Terawang,

Sejak adanya pandemi corona wana wisata Goa Terwang itu ditutup oleh pengelolanya, guna mencegah penyebaran virus corona di Kabupaten Blora.

Di era new normal ini, KPH Perhutani Blora Kamis, (25/06/2020) mempersiapkan Goa Terawang untuk dibuka kembali dengan menerapkan protokoler kesehatan sesuai anjuran Pemerintah.

"Kami saat ini sudah siapkan alat cuci tangan di beberapa titik, sebelum masuk petugas akan cek suhu badan dengan Thermogun, dan pengunjung wajib pakai masker," ucap Afwandy Kepala Administratur KPH Blora saat ditemui diruanganya. (Kamis, 25/06/2020).

Selain itu KPH Perhutani Blora, juga sudah koordinasi dengan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.

"Kami sudah koordinasi dengan Dinporabudpar, sambil menunggu putusan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Blora, kapan boleh dibuka lagi," imbuhnya.

Terpisah Kepala Dinporabudpar Blora Selamet Pamuji, mengatakan, ada 16 destinasi wisata di Kabupaten Blora yang sudah koordinasi.

Pihaknya sudah mendorong gugus tugas untuk segera menagmbil keputusan, Bupati Blora sendiri audah mengatakan awal Juli semua kegiatan akan dimulai menuju new normal dengan tetap mematuhi protokoler kesehatan sesuai anjuran Pemerintah.

"Kami sudah ajukan hal ini kepada gugus tugas. Harapan saya covid-19 tetap ditangani, roda perekonomian juga tetap jalan," jelas Mumuk sapaan akrab Kadinporabudpar Kabupaten Blora. (AD)
Share:

Atlet Blora Mulai Aktif Latihan Terbuka, Menuju New Normal

BLORA – Sempat hanya melakukan latihan terbatas dan cenderung tertutup selama dua bulan akibat dampak Covid-19. Kini program latihan atlet olahraga dari 32 cabang olahraga (cabor) di Blora, Jawa Tengah, perlahan kembali berangsur normal.

Bahkan sebelum tatanan kehidupan baru (new normal), hampir seluruh atlet semua cabor dibawah Komite Olahrahga Nasional (KONI) Blora, masih tetap rutin latihan ringan dan mandiri, dan digeber di tempat-tempat aman (tertutup).

“Saat pandemic covid-19, atlet kami tetap aktif berlatih, tapi dilakukan ringan, mandiri, terbatas, dan tetap di pantau secara oleh pelatih,” jelas Ketua Umum KONI Kabupaten Blora, Hery Setiyono, Senin (22/06/2020).

Latihan terbatas itu dilakukan, lanjutnya, karena berbagai fasilitas dan venue olahraga seperti GOR Mustika, Lapangan Tenis, Lapangan Panahan, dan lainnya diamankan (ditutup) untuk mencegah pesebaran virus corona.

Menurut Hery, kalaupun latihan secara terbuka harus dilakukan dengan protokol kesehatan sangat ketat, digilir dan harus benar-benar jaga jarak, mengenakan masker, cuci tangan pakai sabun dan aturan ketat lainnya, seperti dilakukuan atletik (PASI) di lapangan Nglajo Cepu

Selama dua bulanan itu, jelas Ketua KONI Kabupaten Blora, banyak atlet terpaksa latihan mandiri di teras, halalaman rumah, dan berbagai lokasi yang tidak menggangu lingkungan, aman dari pesebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Contohnya, atlet dayung (PODSI) tetap latihan dua hari sekali pagi dan sore, namun dilakukan dengan bergliran. Menembak (Perakin), di gang atau lorong rumah, dan tempat lain. Tenis (PELTI) di halaman rumah dan tenmapt lain.

Panahan (PERPANI), latihan mandiri di belakang rumah warga, lahan kosong dan latihan fisik. Judo (PJSI) latihan bergiliran dengan jumlah atlet dibatasi. Balap Sepeda (ISSI) Pencak Silat, bola voli, tinju, karate dan atlet cabor lainnya juga latihan terbatas.

“Meski latihan terbatas saat pandemic covid-19, pengurus KONI aktif memantau, cabor wajib laporan rutin dan laporan perkembangan atlet ke KONI,” tambah Hery.

Sementara itu, saat menuju new normal, program latihan atlet perlahan ditingkatkan dan terbuka di GOR, venue-venue dan lapangan. Bahkan kemarin sudah ada lomba menembak (PERBAKIN) model online shooting 2020.

“Kami tetap wajibkan atlet dan pelatih waspada covid-19, dan menerapkan dengan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Hery Setiyono, didampingi wakil ketua umum KONI Blora, Setiyono, Wahono dan Sudjoko.

Atlet tenis lapangan sudah latihan terbuka di venue GOR Mustika. Atletik di Lapangan Nglajo Cepu. Panahan di Lapangan Bala Dewa Yonif 410/Alugoto, voli di GOR Mustika, dayung di Waduk Tempuran, juga cabor-cabor lainnya.

“Meski pendemic Covid-19, atlet harus tetap semangat dan rajin latihan dengan menerapkan protokol kesehatan,” tutup Ketua Umum KONI Kabupaten Blora. (AD)
Share:

Dinas Pendidikan Blora Minta, Guru Bagikan Raport Kerumah Orang Tua Murid

Hendi Purnomo
BLORA - Jelang pembagian rapot kenaikan kelas, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora membuat langkah gebrakan. Pembagian rapot dilakukan dengan cara pihak sekolah mendatangi satu per satu rumah orang tua murid.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Hendi Purnomo mengatakan, gebrakan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Blora sebagai bentuk pelayanan kepada orang tua murid.

"Saya perintahkan bapak ibu guru mendatangi rumah orang tua murid. Silaturahmi, berkomunikasi terkait pendidikan termasuk pendaftaran PPDB. Harapannya begitu. Wajib nanti teknisnya pihak sekolah yang menentukan," kata Hendi saat ditemui wartawan di ruangannya, Rabu (17/06/2020).

Cara ini menurut Hendi sudah ia komunikasikan dengan beberapa orang tua murid. Hasilnya mereka kebanyakan sangat setuju.

"Beberapa orang tua saya tanya, seneng lho didatangi bapak ibu guru. Ini kan masa pamdemi, bisa sesekali berkunjung. Sekolah yang muridnya jauh nanti bisa diatur teknisnya," jelasnya.

Pembagian rapot sendiri akan mulai dilakukan pada 19 hingga 20 Juni besok. Namun begitu, pihaknya memberi kebebesa sekolah untuk membagikan rapot kepada para siswanya.

"Untuk yang lima hari masuk tanggal 19, yang enam hari itu tanggal 20. Tapi silahkan kalau sekolah mau membagikan sebelum tanggal itu, kan sudah ada beberapa itu. Tapi rata-rata sepakat serentak di tanggal 19-20 Juni," terangnya. (AD)
Share:

Blora Menuju New Normal, Usai Covid-19

New Normal
BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora telah melaksanakan Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 menuju Tatanan Hidup Baru atau “New Normal” bertempat di Ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora, rapat dipimpin langsung oleh Bupati Djoko Nugroho didampingi jajaran Forkopimda setempat. 

Senada dengan kegiatan tersebut Palang Merah Indonesia ( PMI ) Kabupaten Blora turut serta dalam program “New Normal” dengan melakukan sosialisasi tentang bahaya Covid-19 dan dilanjutkan dengan pembagian masker kepada para Pedagang dan pengunjung pasar Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora pada hari Jumat (12/06/2020) oleh Tim kesehatan dari PMI Kabupaten Blora dan Puskesmas Kunduran yang dihadiri ratusan orang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Forkopimcam Kunduran, Petugas dari PMI Kabupaten Blora,  Kepala Puskesmas Kunduran, serta para pedagang dan pengunjung pasar Kunduran.

Pada kesempatan itu perwakilan dari PMI Kabupaten Blora Eni mengatakan “Mari kita bersama-sama memberi himbauan kepada pedangang dan pengunjung pasar kunduran, untuk hidup bersih dan selalu cuci tangan dengan menggunakan sabun agar virus tidak menempel pada kita” 

“Selain memberikan sosialisasi kita juga akan membagikan masker kepada pedagang maupun pengunjung pasar yang tidak memakai masker, dengan tujuan untuk memutus penyebaran virus corona,” tandasnya. 

Danramil Kunduran mengatakan bahwa “Kegiatan ini merupakan langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19, dan semoga wabah dari Covid-19 ini segera berakhir, harapan kepada masyarakat supaya tetap mematuhi protokol kesehatan dalam new normal,” tuturnya. 

Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dengan berjalan di area pasar Kunduran dan memberikan pengertian tentang cuci tangan serta memberikan masker bagi para padangan dan pengunjung yang tidak memakai masker. 

Kegiatan sosialisasi dan pembagian masker merupakan langkah dari PMI Kabupaten Blora dalam rangka new normal, yang mana pada new normal ini masyarakat dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Maka dengan sosialisasi tentang bahaya Corona virus ini diharapakan dapat menghentikan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Blora. (AD)
Share:

Covid-19 Tetap, Sekda Blora: Jumat Seluruh ASN Mulai Masuk “New Normal”


BLORA – Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi, SE, M.Si selaku sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Blora, pada Kamis siang (04/06/2020) kembali menyampaikan update perkembangan persebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD, Sekda menyampaikan bahwa hari ini tidak ada penambahan kasus Covid-19. Jumlah kasus yang telah terkonfirmasi positif tetap seperti kemarin yakni 30 kasus.

“Yang positif masih sama yakni 30 kasus, rinciannya 22 dirawat, 3 meninggal dan 5 sembuh. Kita berharap akan semakin banyak yang sembuh karena kondisi pasien sudah banyak yang membaik,” ucap Sekda Blora.

Namun demikian, jumlah pasien reaktif Rapid-Test menurutnya masih cukup banyak yakni mencapai 117 orang. Sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaannya.

“Adapun PDP masih ada 6 yang diawasi, ODP 24 orang, dan OTG 129 orang. Jumlah pemudik sendiri hingga semalam sudah mencapai 36.469 jiwa,” lanjut Komang Gede Irawadi.

Dengan data tersebut, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan guna mencegah potensi persebaran dan penularannya.

“Bapak Ibu semuanya, saudaraku dimanapun berada. Kita harus lebih meningkatkan kedisiplinan, baik disiplin diri sendiri, disiplin lingkungan dan semuanya untuk memperhatikan kesehatan. Karena jika tidak disiplin, akan sangat sulit memutus rantai persebarannya. Terapkan protokol kesehatan yang sering disampaikan di berbagai media,” terang Sekda Blora.

Selanjutnya, Sekda mengatakan bahwa mulai besok  (Jumat 05/06/2020=red) seluruh ASN mulai masuk seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sebagai awal penerapan normal baru di Kabupaten Blora.

“Besok semua ASN mulai masuk untuk kerja di kantor, sudah tidak ada lagi yang Work From Home (WFH). Sehingga kami minta seluruh Dinas/OPD bisa mempersiapkan penerapan protokol kesehatan, dan menata kantornya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar bisa memberikan pelayanan masyarakat dengan baik,” tambah Sekda.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, stakeholder terkait dan komunitas sosial lainnya yang terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan guna mencegah persebaran Covid-19.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, SKM, M.Kes, menambahkan bahwa ada beberapa indikator penting dalam kesehatan, yakni yang pertama indikator epidemologi.

“Indikator epidemologi diukur dari jumlah kasus yang ada, yakni di Blora masih ada peningkatan tetapi tidak terlalu tinggi. Lalu yang kedua adalah indikator kesehatan masyarakat yang diukur melalui kegiatan rapid-test yang kita lakukan lebih dari 2000 specimen, dengan hasil yang reaktif sekitar 11-12 persen. Jadi secara kesehatan masyarakat masih ada resiko terjadinya penularan di masyarakat,” terang Lilik Hernanto.

Yang ketiga menurutnya adalah indikator pelayanan kesehatan yang diukur dari jumlah angka kesembuhan. Diketahui bersama dalam beberapa hari terakhir angka kesembuhan di Blora ada kecenderungan terus naik yang mana saat ini sudah ada 5 pasien sembuh dan diperkiraan akan terus bertambah.

“Tetap semangat, mungkin semuanya capek, ada yang bosan. Mau tidak mau, siap tidak siap kita harus mau berubah. Kita tidak tahu sampaikan Covid-19 ini ada di sekitar kita. Kita harus tetap beraktifitas seperti biasa tanpa harus sakit sehingga harus mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Terakhir, Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD, Dwi Edy Setyawan, S.STP menambahkan, pihaknya sebagai dinas yang mengurusi penyaluran BLT Dana Desa untuk penanganan dampak Covid-19, ingin menyampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan persiapan penyaluran BLT Dana Desa untuk tahap kedua atau bulan kedua.

“Alhamdulillah untuk tahap pertama atau bulan pertama sudah berjalan lancar mulai 15 Mei lalu hingga 20 Mei 2020, dan Blora menjadi salah satu Kabupaten tercepat di Jawa Tengah yang menyalurkan BLT Dana Desa bersama dengan Kabupaten Kendal,” ungkapnya.

Sedangkan untuk persiapan penyaluran bulan kedua, menurutnya saat ini masing-masing desa sedang melaksanakan musyawarah desa (musdes) khusus untuk verifikasi dan validasi keluarga penerima manfaat. Karena masih dijumpai penerima ganda dan keluarga non DTKS yang belum masuk data penerima BLT Dana Desa.

“Bagi keluarga miskin non DTKS yang belum mendapatkan BLT Dana Desa pada bulan pertama bisa dimasukkan penyaluran pada bulan kedua melalui musyawarah desa khusus yang melibatkan BPD, LKMD, RT, RW dan lainnya secara terbuka, jangan sampai timbul anggapan yang dapat hanya orang dekat Kades, serta revisi peraturan kepala desa tentang penerima BLT Dana Desa. Diharapkan data penerima pada usulan bulan kedua benar-benar fix dan valid,” tegas Dwi Edy Setyawan, S.STP.

Adapun untuk Pemerintah Desa, diminta untuk bisa menfasilitasi masyarakat yang belum memiliki nomor induk kependudukan dan kartu keluarga ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Blora.

“Data penerima kami minta untuk bisa diumumkan secara terbuka. Bisa ditempel di tempat strategis desa atau diumumkan melalui pengumuman pengeras suara untuk keterbukaan publik serta fungsi pengawasan,” pungkasnya. (WN)
Share:

Terkini

500 Sedulur Sikep dari 6 Kabupaten di Jateng-Jatim Gelar Rembug Samin di Blora

BLORA - Sebanyak 500 orang Sedulur Sikep atau para pengikut ajaran Samin Surosentiko, dari 6(enam) Kabupaten yakni Blora, Kudus,...

Total Pageviews

Blog Archive

Hubungi Kami

foxyform

Labels