Kenali Penyebab Anak Anda Nakal Dan Cara Mengatasinya


bangsamandiri.com - Apabila anak tumbuh dan berkembang tidak sesuai dengan yang diinginkan orang tua, misalnya : rewel, suka memberontak, membangkang dan sebagainya. Orangtua seringkali bingung cara mengatasinya.

Ketika orangtua menasehati anaknya tetapi tidak ada perubahan yang mendasar terjadi pada anaknya, kadang orangtua malah bertindak dengan menghukum anaknya atau memarahi anaknya.

Didalam mengatasi anak yang bermasalah, apakah dibenarkan melalui cara seperti memarahi anak, mengurung anak, atau bahkan memukulinya? Sudah tentu, cara tersebut tidak dibenarkan.

Ada tiga prasyarat yang harus dipenuhi orangtua agar dapat mengatasi anaknya yang sedang bermasalah secara efektif, yakni :

1.      Bersikap Tenang Orangtua biasanya panik atau bahkan kebingungan ketika mengetahui anaknya ternyata bermasalah. Orangtua tidak menyangka kalau akan ada kejadian yang tidak diinginkan menimpa anaknya. Disinilah dibutuhkan ketenangan agar dapat mengurangi masalah dengan baik dan mencari jalan keluarnya.

2.      Berbuat Sepenuh Kasih dan Sayang Hal yang paling penting dalam mengatasi anak yang bermasalah adalah berbuat sepenuh kasih dan saying. Rasa kasih dan saying ini hendaknya mendasari setiap langkah yang ditempuh orangtua dalam mengatasi anaknya yang bermasalah.

3.      Memahami Anak Sebagai Pribadi Yang Berkembang Maksudnya adalah setiap anak mempunyai tahapan demi tahapan dalam berkembang. Tahapan perkembangan anak sangat berbeda dengan cara berpikir dan memahami segala sesuatu yang dimiliki orangtuanya. Jika memang orangtuanya menghendaki anaknya melakukan apa yang menjadi harapannya, hendaknya disesuaikan dengan tahapan perkembangan anaknya.

Itulah tiga prasyarat yang harus dimiliki orangtua ketika akan mengatasi masalah yang terjadi pada anaknya. Untuk lebih jelasnya apa sih penyebab anak bermasalah lalu bagaimana solusinya?

Berikut akan dijelaskan bagaimana orangtua mengatasi anaknya yang bermasalah secara efektif yakni:

1.      Anak Yang Memberontak
Penyebabnya bisa karena keadaan yang membuatnya tidak nyaman atau ingin mengungkapkan ketidaksetujuannya.

Penyebab secara terperinci bisa karena :
a.      Perbedaan sikap kedua orangtua
b.      Orangtua bertindak tidak adil
c.       Ornagtua menuntut secara berlebihan
d.      Orangtua bersikap kaku e)Anak merasa mendapatkan tugas yang banyak
e.      Orangtua melindungi secara berlebihan g)Anak mengalami keletihan

Cara mengatasinya :
1)     Jika akibat tekanan dari orangtua adalah dengan mengurangi ketegangan dengan cara orangtua memberikan kesempatan kepada anaknya untuk melakukan sesuatu bersikap sesuai dengan keinginan, kondisi dan kebutuhannya.
2)     Dengan mengurangi tugas yang diberikan kepada anaknya. Apabila tugas datangnya dari sekolah, orangtua hendaknya memberikan empati kepada anaknya dengan cara mendampingi anaknya dalam menyelesaikan kesadaran dalam diri anak tentang pentingnya menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
3)     Orangtua harus memberikan kelonggaran atau kemerdekaan kepada anak, dengan demikian sang anak mempunyai kebebasan dan berlatih pula membangun kepercayaan diri.


2.      Anak Yang Berbohong
Tidak ada satupun manusia didunia ini yang suka dibohongi, masih saja ada orang yang suka berbohong kepada orang lain. Apakah ia lupa bagaimana rasanya jika orang lain berohong kepadanya. Demikian pula dengan kita, bagaimana jika anak mempunyai kebiasaan baru yakni suka berbohong? Tentu kita tidak menginginkannya.

Penyebab anak yang suka berbohong biasanya karena :
a.      Meniru orangtua
b.      Orangtua yang tidak kenal kompromi
c.       Anak suka berimajinasi d)Untuk menutupi kekurangan atau ingin dipuji

Cara mengatasinya :
1)     Orangtua hendaknya merubah sikapnya terhadap anak.
2)     Orangtua hendaknya menasehati anaknya untuk membedakan antara imajinasi dengan kenyataan.
3)     Orangtua harus menyediakan diri untuk sering berdialog dengan anaknya.
4)     Orangtua juga perlu memberikan tentang pentingnya kejujuran.

3.      Anak Yang Suka Mencuri
Setiap orangtua pasti akan memberikan pelajaran kepada anak-anaknya tentang pentingnya menjaga kejujuran dan jangan smpai mencuri. Karena mencuri adalah perilaku buruk yang sulit untuk ditoleransi.

Penyebab anak yang suka mencuri karena :
a.      Meniru perilaku lingkungan
b.      Didesak oleh kuatnya keinginan
c.       Iseng terhadap teman d)Anak belum memahami batas hak memiliki

Cara mengatasinya :
1)     Dengan memberikan kesadaran secara terus-menerus kepada anak bahwa mencuri adalah perbuatan yang sangta buruk.
2)     Dengan mengajak sang anak untuk brbicara bersama. Lebih bagus lagi dilakukan secara empat mata , hal ini mengesankan bahwa orangtua melindungi sang anak agar tidak malu.
3)     Dengan mengajak anak duduk berdua saja dengan sang anak melalui beberapa tahap, antara lain :
·         Pertemuan dilakukan dengan cara agak santai dalam arti kita tidak perlu menunjukkan wajah yang tegang atau seolah-olah kecewa berat akan perbuatan sang anak. Kemudian sang anak ditanya maksud dan tujuannya mencuri dan mengingatkan bahwa apapun maksud dan tujuannya mencuri pasti dilihat oleh Allah. Apabila ada perubahan yang positif, maka tidak perlu dilakukan pertemuan kedua.
·         Jika kejadiannya terulang lagi, maka perlu dilakukkan pertemuan kedua. Dalam pertemuan kali ini kita tidak perlu menunjukkan wajah yang serius. Pertanyaan awal yang diajukan adalah kenapa perbuatan tersebut bisa diulang kemudian menegaskan kembali sebagaimana pada tahap pertama.

4.      Anak Yang Malas
Malas yang dimaksudkan disini bisa jadi malas bangun pagi, malas membersihkan kamarnya sendiri, malas belajar dan lain-lain.

Penyebab anak menjadi malas antara lain :
a.      Mendapatkan tugas yang banyak
b.      Terlalu dimanja
c.       Dididik dengan keras dan kaku
d.      Tidak ada perhatian dari orangtua e)Tidak dididik belajar aktif

Cara mengatasinya :
1)     Orangtua dapat menunjukkan bahwa akan senang hati menemani anaknya dalam mengerjakan tugas.
2)     Orangtua harus memberikan kepercayaan kepada anaknya untuk melakukan pekerjaan yang memang sudah sewajarnya dilakukan oleh anak seusianya.
3)     Orangtua hendaknya membangun kesadaran dalam diri anak-anaknya dengan dialog dan dengan hati yang riang.

5.      Anak Yang Aktif
Anak yang aktif dimaksudkan disini adalah apabila anak-anak tampak senantiasa aktif, berlarian kesana kemari, bahkan ia tidak bisa membedakan situasi dan kondisi tertentu.

Penyebabnya antara lain :
a.      Tidak tersedia tempat bermain
b.      Belum memahami tata cara bermain

Cara mengatasinya :
1)     Orangtua hendaknya menyediakan atau mencari tempat untuk bermain anak-anaknya.
2)     Orangtua juga menyampaikan tentang tata cara bermain tersebut.

6.      Anak Yang Suka Membangkang
Anak yang suka membangkang adalah anak yang tidak mau menurut bila mendapatkan perintah, menyanggah jika diberikan pengarahan, tidak mengindahkan nasihat atau bahkan menentang setiap apa yang disampaikan orangtuanya.

Penyebab anak yang membangkang antara lain :
a.      Orangtua tidak memahami kecenderungan anak
b.      Anak merasa beban yang berat
c.       Anak menagih janji
d.      Orangtua bersikap otoriter

Cara mengatasinya:
1)     Orangtua hendaknya memahami kecenderungan anaknya.
2)     Orangtua harus mempunyai rasa kepekaan dalam memahami kejiwaan anaknya.
3)     Orangtua hendaknya tidak mengobral janji pada anaknya, larena janji adalah janji yang harus ditepati.
4)     Kasih sayang yang diberikan orangtua pada anaknya, sehingga anak merasa nyaman.



7.      Anak Yang Merokok
Rokok bukan hanya menyebabkan kanker paru atau penyakit jantung, sejumlah penyakit lain juga muncul akibat kebiasaan merokok. Penting pula untuk diingat bahwa rokok mengandung zat-zat berbahaya, seperti tar, nikotin, karbon monoksida, dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Penyebab anak merokok antara lain :
a.      Kurang perhatian dari orangtua
b.      Terpengaruh teman
c.       Tidak memahami bahaya merokok

Cara mengatasinya :
1)     Orangtua hendaknya memberikan perhatian pada anaknya sehingga sang anak merasa nyaman brada dirumah.
2)     Orangtua dibutuhkan bisa mengenal teman-teman anaknya.
3)     Orangtua perlu menyampaikan tentang bahaya merokok.

8.      Anak Yang Kecanduan Nge-Game
Sekarang ini banyak anak yang suka nge-game dikomputer khususnya internet atau biasa disebut game online baik dirumah seharian penuh hanya untuk nge-game ataupun pagi hari daang kewarnet untuk nge-game.

Berdasarkan penelitian di Inggris, bahwa anak-anak yang menghabiskan waktunya lebih dari dua jam untuk menonton televise atau bermain game komputer ternyata memiliki resiko lebih besar dalam masalah kejiwaan.

Penyebab anak kecanduan nge-game :

a.      Tidak memahami akibat buruknya
b.      Tidak banyak pilihan bermain
c.       Orangtua cuek terhadap anak

Cara mengatasinya:
               1)     Orangtua hendaknya menyampaikan beberapa akibat buruk bermain game online.
2)     Orangtua hendaknya menyediakan berbagai pilihan bermain, seperti : puzzle, mewarnai, menggambar, ular tangga dan lain-lain.
3)     Orangtua hendaknya memunculkan atau menunjukkan kembali perhatian orangtua kepada anak-anaknya.
  Happy sharing moms ....

Share:

Daun Sukun Bisa Mengurangi Penyakit Ginjal Dan Resiko Jantung Anda


bangsamandiri.com - Apakah ada manfaat daun sukun untuk kesehatan? Daun sukun dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi penyakit ginjal, jantung, asam urat dan juga hepatitis.

Disamping itu, Daun Sukun juga memiliki kekuatan penyembuhan yang hebat seperti menurunkan tekanan darah, mencegah kanker, penyakit kardiovaskular, dan banyak lagi.

Manfaat Daun Sukun Untuk Kesehatan

Secara ilmiah dikenal sebagai Artocarpus camansi, sukun adalah buah yang sangat dicari karena khasiat obatnya. Beberapa manfaat daun sukun untuk kesehatan anda  meliputi:

1. Mencegah pertumbuhan sel kanker

Kanker bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab kanker terjadi akibat rusaknya sel-sel di dalam tubuh. Untuk mengurangi risiko kanker dan mengobatinya, air rebusan daun sukun bisa dijadikan jamu.

2. Mengobati penyakit ginjal

Penyakit ginjal adalah penyakit yang sering ditakuti oleh banyak orang, karena penyakit ginjal adalah penyakit yang mematikan.

Penyakit ginjal parah seperti gagal ginjal memerlukan rutinitas dialisis. Meski begitu, dialisis memiliki dampak yang tidak baik bagi tubuh.

Tapi, daun sukun memiliki manfaat yang sangat bagus. Daun sukun memiliki senyawa yang paling penting untuk mendorong efek dialisis.

3. Mengurangi risiko penyakit jantung

Penyakit jantung adalah penyakit yang mematikan dan juga ditakuti oleh orang-orang di dunia. Penyakit jantung disebabkan oleh beberapa alasan diantaranya stroke, penyakit ginjal, dan diabetes.

Untuk mengatasi dan mengurangi risiko penyakit jantung, bisa digunakan terapi teh berbahan sukun.


Daun sukun bisa membuat aliran darah di bagian pembuluh darah menjadi lebih baik, efeknya dengan jangka panjang bisa membuat jantung lebih sehat.

4. Mengobati Asam Urat

Penyakit lain yang bisa diobati dengan daun sukun adalah asam urat. Anda hanya perlu membuat teh daun sukun dengan air panas, tambahkan sedikit benjolan gula atau madu secukupnya secukupnya pahit dan minum sambil hangat teratur.

5. Mengobati Sariawan

Daun sukun juga sangat berguna untuk mengobati sariawan. Untuk melakukan ini, mash daun sukun, dan tempelkan di mulut yang mengalami sariawan.

Agen metanol dalam daun sukun akan menghambat pertumbuhan candida albicans, yang menyebabkan sariawan.

6. Mengobati Diabetes

Manfaat daun sukun bagi penderita diabetes ini memang terbukti berkhasiat, anda hanya perlu mengkonsumsi air rebusan daun sukun.

Daun sukun terdapat senyawa prenyl flavonoid yang merupakan senyawa anti diabetes, manfaat dari senyawa ini dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

7. Mengobati Hepatitis

penyakit hepatitis bisa dikurangi dampaknya dengan mengkonsumsi daun sukun, karena daun sukun mengandung senyawa flavonoid memiliki sifat  antioksidan.

Meski flavonoid ini bisa didapatkan di banyak tanaman, akan tetapi daun sukun memiliki kandungan flavonoid yang tinggi.

Tips: Untuk membuat ramuan daun sukun cukup mudah dan sederhana. Cara melakukannya dengan merebus daun sukun yang telah dikeringkan, kemudian diminum air matang secangkir air setiap hari. Reaksi tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Setelah satu bulan maka Anda akan merasakan manfaat daun sukun.


Khasiat Lain Dari Buah dan Daun Sukun

Buah sukun merupakan bahan pangan penting sumber karbohidrat di pelbagai kepulauan di daerah tropis. Sukun dapat dimasak utuh atau dipotong-potong terlebih dulu: direbus, digoreng, disangrai atau dibakar.

Daging buah yang telah dikeringkan dapat dijadikan tepung dengan kandungan pati sampai 75%, 31% gula, 5% protein, dan sekitar 2% lemak.

Kulit batangnya menghasilkan serat yang bagus yang pada masa lalu pernah digunakan sebagai bahan pakaian lokal.

Getahnya digunakan untuk menjerat burung, menambal perahu, dan sebagai bahan dasar permen karet.

Kayu sukun atau timbul berpola bagus, ringan dan cukup kuat, sehingga kerap digunakan sebagai bahan alat rumah tangga, konstruksi ringan, dan membuat perahu.
Share:

Remaja Millennial Yang Bikin Resah Orangtua, Perlu Anda Tahu!


bangsamandiri.com - Saat mengulas seluk-beluk generasi millennial, banyak aspek yang bisa dibahas. Millennial adalah generasi anak muda yang lahir dalam rentang tahun 1980-an sampai 2000.

Sehingga boleh dikatakan, kamu yang berada di usia 15-34 tahun merupakan generasi millennial yang dianggap mengalami transformasi life style drastis, terutama sejak berkembangnya teknologi digital yang semakin pesat.

Salah satu karakter yang kentara dari generasi ini adalah daya konsumtif yang tinggi yang disebabkan pergeseran gaya hidup yang signifikan. Banyak dari kita yang belum paham bahwa hal ini ternyata membuat para orangtua cukup resah.

Meski terlihat santai saja, tapi sebenarnya para orangtua memendam rasa khawatir pada perilaku yang dilakukan generasi millennial sekarang. Biar kamu juga bisa merasakan apa yang Ayah Ibu rasakan di rumah, coba simak beberapa hal di bawah ini!

1. Gaya Hidup Konsumtif

Generasi millennial pada umumnya lebih melek teknologi dan cenderung memiliki pendidikan yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya. Millennial juga erat kaitannya dengan personal branding, cara untuk membentuk image sedemikian rupa dengan tujuan meningkatkan status sosial yang begitu penting bagi mereka.

Hal ini yang membuatnya melakukan berbagai cara agar berhasil menaikkan level mereka secara sosial, salah satu yang bisa dilakukan dan merupakan karakteristik yang paling kentara adalah gaya hidup yang lebih konsumtif.

Sebenarnya gak ada yang salah ketika apa yang dibeli, termasuk berbagai produk dari online shop serta gadget terbaru adalah murni pakai uang sendiri. Tapi jika masih meminta orangtua, sepertinya generasi millennial sekarang harus lebih peka.

Meski orangtua gak pernah mengeluh saat dimintai uang jajan, dalam hati mereka sebenarnya banyak kebutuhan yang masih harus dipenuhi. Kamu yang termasuk generasi millennial juga perlu tahu hal ini.

2. Maunya Serba Yang Praktis Dan Langsung Jadi

Adanya pemanfaatan teknologi digital yang semakin pesat membuat para millennial lebih memilih sesuatu yang serba instan. Millennial pada hakikatnya tidak mau ambil pusing berbagai hal yang mungkin perlu dipertimbangkan. Pemikirannya serba cepat dan kadang mengabaikan pendapat yang diberikan orangtua. Seperti contoh kecilnya ketika ingin membuka usaha dan memulai karier sebagai seorang digital entrepeneur muda.

Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan dan dalam hal ini orangtua yang berperan sebagai penanam modal juga akan memberikan masukan. Para millennial perlu belajar bahwa membuka usaha itu tidak semudah yang terlihat di berbagai produk iklan di social media yang tampak menggiurkan buat dilakoni. Kadang restu orangtua lah yang paling dibutuhkan dalam hal ini.


3. Hobi Travelling, Tapi Pake Duit Orangtua

Ini nih salah satu hal yang paling meresahkan orangtua di rumah. Buat memenuhi feed instagramnya, para millennial rela merogoh kocek yang gak sedikit untuk berkeliling negeri bahkan luar negeri dengan alasan liburan atau melepas penat. Sah-sah saja sih kalau memakai duit sendiri dari hasil kerja, tapi kalau masih minta orangtua sepertinya hal tersebut kurang etis buat dilakukan.

Millennial identik dengan attention seeker yang dalam hal ini akan melakukan berbagai cara supaya dapat perhatian secara sosial, termasuk dengan cara travelling. Sepertinya para millennial perlu memahami kerja keras orangtua terlebih dahulu baru memutuskan buat memenuhi keinginannya mendapatkan pengakuan dari orang lain.

4. Kesopanan Dan Rasa Hormat Yang Mulai Meluntur

Nilai moral pada generasi millennial mulai memudar karena pesatnya arus informasi yang menyugesti mereka ke arah pemikiran liberal. Karakteristik mereka yang cenderung bebas dan punya pemikiran sendiri ini seringkali membuat para orangtua gundah. Meski gak secara langsung diungkapkan, orangtua sebenarnya takut jika anaknya memiliki pemikiran bebas dan kesopanan yang mulai meluntur.

Bukan hanya dengan mereka tetapi juga orang lain yang lebih tua seperti guru di sekolah. Para millennial sepertinya perlu lebih dekat dengan orangtua dan tetap memperhatikan nilai dasar yang sudah ditanamkan keluarga.

5. Alergi Dengan Pekerjaan Rumah

Millennial rata-rata memiliki waktu yang boros untuk berada di depan PC, smartphone tablet, dan televisi setiap harinya. Tercatat bahwa angka tersebut meningkat 17 kali per jam dari generasi sebelumnya. Hal ini juga jadi penyebab kenapa para millennial alergi buat melakukan pekerjaan rumah seperti sekadar membantu mencuci atau membersihkan rumah.

Seringkali mereka bakal mencari alasan yang beragam saat dimintai bantuan Ibu, ada yang menunda dan bilang masih membalas chat atau melanjutnya streaming video di youtube. Kamu juga gak nih?


6. Apatis Terhadap Dunia Nyata, Termasuk Interaksi Keluarga

Bukan hanya kepekaan dan gaya interaksi di dunia nyata yang mulai berkurang, tapi juga komunikasi di lingkungan rumah, keluarga, ataupun tetangga yang makin diabaikan.

Para millennial boleh jadi punya ratusan teman dan ribuan followers di instagram, tapi siapa yang tahu jika teman mereka di dunia nyata cuma bisa dihitung jari. Hal ini juga salah satu perilaku yang membuat resah orangtua karena tahu bahwa anaknya kurang bisa bersosialisasi di dunia nyata.

7. Lebih Mendengarkan Komentar Orang Lain Daripada Arahan Orangtua

Untuk mendapatkan personal branding yang diinginkan, para millennial selalu terpacu buat menuai komentar atau review positif dari orang lain. Jika personality yang dimiliki mereka tidak kuat, bukan tidak mungkin social media pressure atau stress karena komentar negatif di media sosial akan membuat mereka depresi.

Dalam hal ini, terkadang para millennial mengabaikan arahan orangtua sehingga hal buruk seperti ini kerap terjadi.

Jadi, apakah kamu sudah lebih mengerti kekhawatiran orangtua saat ini? Mereka hanya ingin melihat anaknya bisa menjaga kepercayaan yang telah diberikan untuk eksplorasi diri. Sudah sepatutnya kita sebagai generasi millennial bisa memahami hal ini ya.
Source: www.idntimes.com
Share:

Investasi Anda Membikin Kaya Sebelum Usia 35 Tahun


bangsamandiri.com - Kegiatan investasi memang selalu jadi topik yang menarik. Investasi biasanya hanya dilakukan oleh orang yang sudah matang dalam hal keuangan.

Saat ini tidak hanya orang mapan dalam hal keuangan yang bisa berinvestasi, anak muda juga bisa melakukan investasi untuk keperluan masa depan. Investasi baiknya dilakukan saat kita ada di usia produktif dan masih memiliki penghasilan. Jangan malah condong ke hal-hal yang nanti-nya menyebabkan hidup boros.

Investasi juga merupakan pencerahan untuk masa depan kita, karena di masa depan nanti ada banyak hal yang kita perlukan, yaitu pendidikan, pernikahan dan hal penting lainnya.

Investasi yang terpercaya, akan membawa keuntungan untuk kita. namun, saat ini ada banyak jenis investasi yang ilegal yang sebaiknya dihindari. Investasi yang aman dan mudah sebaiknya kamu pilih untuk kelancaran proses investasi itu sendiri.

Berikut ini ada 7 pilihan investasi yang bisa Anda jadikan referensi, seperti dikutip dari cermati.com:

1. Investasi Emas Batangan

Investasi yang pertama adalah investasi emas batangan. Investasi jenis ini cukup menguntungkan, karena untuk mengawalinya tidak perlu modal yang terlalu besar untuk membeli kepingan emas batangan.


Harga emas memang fluktuatif, namun dari dulu hingga sekarang jenis investasi ini dianggap paling aman dan menguntungkan. Emas-nya bisa kamu tabungkan di bank emas, ambil keuntungannya.

2. Simpan Uang dengan Deposito

Selain emas, deposito juga merupakan salah satu investasi yang dianggap paling mudah, paling umum, dan paling menguntungkan. Jangka waktu deposito bisa kita tentukan sendiri, waktu yang ditentukan biasanya berkisar 6 bulan hingga satu tahun.

Deposito juga memiliki risiko menyimpang uang lebih rendah, adapun tingkat bunganya lumayan cukup tinggi dibandingkan tabungan biasa. Jika ingin mulai deposito, kamu bisa menjadikannya sebagai tabungan jangka menengah.

3. Investasi Tabungan di Bank

Ini adalah jenis investasi yang umum dilakukan sebagian besar orang. Menabungkan uang di bank memang cukup mudah dan cukup menguntungkan. Bunga investasi tabungan juga rendah, dan tabungan bisa diambil sewaktu-waktu saat memang dibutuhkan. Tabungan bisa dijadikan investasi bagi semua kalangan.

4. Investasi Reksa dana

Reksa dana adalah investasi yang dikelola satu orang atau kelompok orang. Reksa dana dilakukan dengan menghimpun dana secara kolektif sebelum disalurkan ke beberapa pilihan investasi seperti investasi saham. Dalam hal ini, ada sosok manajer investasi yang akan mengaturnya. Adapun soal keuntungannya, Anda tidak perlu takut akan rugi, reksa dana cocok untuk pemula yang baru saja ingin berinvestasi.

5. Menanam Saham di Perusahaan Terbuka

Investasi berikutnya adalah dengan menanam saham di perusahaan terbuka atau perusahaan publik. Jangan ragu untuk mencari tahu perihal menanam saham di perusahaan tersebut. Ciri perusahaan terbuka ini biasanya memiliki nama belakang Tbk. Perusahaan ini rata-rata punya 300 pemegang saham, Anda bisa menjadi salah satunya.

6. Bisnis Properti

Bisnis properti adalah investasi yang cukup menggiurkan. Penjualan aset properti memiliki nilai yang tinggi, misalnya saja seperti memiliki apartemen atau rumah di lokasi perumahan, lalu kita coba untuk menjual atau menyewakan-nya. Keuntungannya tentu cukup besar.

7. Investasi Pendidikan Tidak Ada Matinya

Salah satu jenis investasi yang tidak pernah ada matinya adalah investasi pendidikan. Pendidikan adalah investasi yang penting untuk sebagian besar orang, untuk jangka panjang.

Pendidikan memerlukan dana khusus dengan berbagai jenis jenjang yang semakin tinggi semakin besar biayanya. Namun, setelah selesai pendidikan, kemudian bekerja sesuai profesi yang diinginkan, uang pendidikan kita akan kembali, bahkan lebih besar.

Pilih Investasi Yang Mudah Dilakukan

Ternyata ada berbagai jenis investasi yang bisa dijadikan pilihan yang menguntungkan. Semua kembali pada orang yang memang membutuhkannya. Jika masih pemula dalam hal investasi, mungkin investasi emas, tabungan, dan deposito bisa dipilih. Jika memang sudah cukup ahli, bisa memilih investasi saham yang tidak kalah menguntungkan. Ingat Berhati-hatilah Dalam Memilih Investasi, Jangan Sampai Tertipu, Sehingga Merugikan Diri Sendiri.
Source: Nurseffi Dwi Wahyuni; liputan6.com
Share:

Benarkah Remaja Indonesia Mengalami Dekadensi Moral ??


Dekadensi Moral Remaja
Dekadensi dalam kamus bahasa Indonesia berarti penurunan, kemunduran, kemerosotan. Sedangkan moral itu sendiri memiliki arti baik buruknya suatu perbuatan. Jadi dekadensi moral remaja adalah menurun atau merosotnya segala perbuatan (moral) remaja yang mengarah pada perbuatan yang negatif. Hal tersebut juga karena disebabkan oleh beberapa macam faktor.

Seiring dengan perkembangan teknologi  dan perkembangan jaman, moral remaja justru mengalami penurunan yang cukup drastis, walaupun masih ada remaja yang bisa menjaga dan mengembangkan moralnya kearah yang lebih baik. Remaja yang mengalami penurunan moral biasanya akan mengabaikan nilai-nilai yang berlaku dan melanggar norma-norma yang ada didalam lingkungannya.

Beberapa fakta yang terlihat akhir-akhir ini yang berkaitan dengan penurunan moral remaja saat ini yakni sebagai berikut:

a.      Sering terjadinya tawuran (kekerasan) yang dilakukan ramaja terutama pada kalangan pelajar baik yang dilakukan oleh anak SMP, SMA, maupun Mahasiswa. Terlebihnya lagi dilakukan oleh anak pelajar di kota besar.  Faktor penyebabnya berupa ejekan terhadap kelompok pelajar ke pelajar lainnya. Ini begitu memilukan bagi kita semua, pelajar yang diharapkan akan menjadi penerus bangsa, yang akan memajukan negara kearah yang lebih baik ternyata aktifitas sebagai pelajar hanya digunakan untuk bertawuran (melakukan kekerasan) saja.
b.   Cara berpakaian banyak remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim badan yang memeperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Padahal cara berpakaian itu jelas-jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jadi menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau mel;estarikan budaya bangsa dengan mengenakkan pakaian yang sopan sesuaia kepribadian bangsa.
c.    Selain cara berpakaian, cara bersikap terhadap sesama khususnya terhadap yang lebih tua sudah tidak dihiraukan. Kesopanan, ketatakramaan, kepedulian, tolong-menolong, kegotong-royogan dan keramahan yang merupakan ciri khas kebudayaan kita kini sudah memudar pada diri sebagian besar anak muda. Mereka bangga terhadap keadaan diri mereka sekarang dan kini mereka bersifat individualis. Cara bersikap kedapa orang tuapun kebanyakan anak lebih banyak membantah dari pada membantu orang tua. Yang dipentingkan mereka hanya kesenangan dan eksistensi mereka sendiri tanpa bertanggung jawab untuk kedepan atas eksistensinya.
d.      Tidak malu-malu para remaja dan pelajar kini mengumbar kebebasan pergaulan. Jangan heran jika melihat dua orang anak remaja atau pelajar berlain jenis berboncengan motor sambil pelukan. Tak tanggung-tanggung pemandangan seperti ini sengaja mereka tampilkan di jalanan dan didepan umum. Tidak ada kesan canggung ataupun malu ndari raut wajah mereka. Bahkan senda gurau dan celoteh bernada mesum pun seolah bukan hal baru lagi.
e.      Remaja sekarang labih suka atau senang dengan hal-hal yang bersifat modern, gaya kebarat-baratan, musik-musik yang tidak jelas makna maupun kata-katanya, film yang tidak bermanfaat, game online yang membuat mereka betah berhari-hari untuk bermain, nongkrong di pinggir-pinggir jalan dengan tujuan tidak jelas, main kediskotik dan masih banyak l;agi aktifitas yang sedang digandrungi oleh anak muda jaman sekarang. Dari pada hal yang bermanfaat bagi mereka kelak seperti belajar, membaca buku, mengembangkan potensi, melakukan kajian-kajian yang bermanfaat dan belajar lebih dalam agama yang dianut. Khususnya agama islam yang dalam ibadahnya mengutamakan shalat lima waktu, bersedekah, berpuasa, membaca Al-Qur’an,dsb. Kini sudah jarang dilakukan oleh anak muda jaman sekarang.
f.   Seringnya anak muda yang melakukan pornoaksi dan pornografi, yang dipengaruhi oleh pergaulan bebas dengan gaya hidup masyarakat jaman sekarang ini. Berita tentang pemerkosaan, pelecehan seksual dan kejahatan lainnya hampir setiap hari dikabarkan media massa. Belum lagi video-video porno yang terus diproduksi, baik yang dibuat secara profesional maupun amatir. Baik video yang memang diproduksi untuk kepentingan komersial maupun video yang pada awalnya hanya untuk kepentingan pribadi tapi terpublikasikan secara umum. Video-video tersebut dapat diakses sangat mudah di warnet-warnet yang ada. Hal yamg memilukan lagi adalah anak muda (remaja) sampai anak kecil(SD) dengan mudah mengakses situs-situs porno tersebut dan menjadi kegemaran bagi mereka. Bahkan pernah ada kasus pornoaksi yang dilakukan segerombolan anak SD.
g.      Kebanyakan anak muda yang mencandu miras dan narkoba. Mereka denga mudah terjerumus pada barang yang haram dikonsumsi itu, karena mereka merasakan kesenagan yang sementara setelah mengkonsumsi barang tersebut. Sementara itu akibat dari mengkonsumsi miras dan narkoba sangat besar seperti mengakibatkan gangguan mental, kecacatan bagi anak muda bahkan terjadi kematian.
h.      Maraknya penjualan terhadap anak muda (remaja) untuk dijadikan pelayan seks bagi laki-laki hidung belang, hal tersebut biasa terjadi baik melalui internet maupun langsung. Kebanyaka faktor yang mempengaruhi mereka untuk melakukan hal tersebut adalah uang untuk membiayai kebutuhan hidup.
i.      Banyaknya kelompok pemuda yang aktivitasnya melakukan kesenangan yang tidak jelas yang meresahkan masyarakat sekitar dan manimbulkan banyak korban, seperti geng motor

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan penurunan moral remaja Indonesia. Faktor tersebut adalah: Faktor Internal yaitu suatu hal yang berasal dari dalam diri remaja itu sendiri yang mempengaruhi perkembangan moral remaja baik sikap maupun perbuatannya.


Faktor Eskternal yaitu hal-hal yang menyebabkan penurunan moral dari luar diri pribadi remaja yang berupa sifat ataupun perbuatan remaja tersebut

Dekandensi moral atau bisa disebut juga penurunan moral merupakan masalah serius yang harus harus segera ditangani karena dampak atau akibat yang ditimbulkannya bukannya positif tetapi selalu mengarah pada negatif. Diantara dampak atau akibat yang ditimbulkan dari dekandensi moral antara lain :

1.     Bagi keluarga anak merupakan penerus keluarga yang nantinya dapat menjadi tulang punggung keluarga apabila orang tuanya tidak mampu lagi untuk bekerja. Dan oleh para orang tuanya apabila anaknya berkelakuan menyimpang dari ajaran agama akan berakibat ketidakharmonisan di dalam keluarga, komunikasi antara anak dan orang tua akan terputus. Dan tentunya ini sangat tidak baik, sehingga mengakibatkan anak remaja sering keluar malam dan jarang pulang, serta lebih sering menghabiskan waktunya bersama teman-temannya untuk bersenang-senang dengan jalan minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba dan narkotika. Dan menyebabkan keluarga           merasa malu serta kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh remaja. yang mana semua itu hanya untuk melampiaskan rasa kekecewaannya saja terhadap apa yang terjadi dalam kehidupannya.
2.     Bagi lingkungan masyarakat, Di dalam kehidupan masyarakat sebenarnya remaja sering bertemu dengan orang dewasa ataupun para orang tua, baik itu di tempat tinggal nya maupun tempat tinggal lainnya. yang mana nantinya apapun yang dilakukan oleh para dewasa ataupun orang tua akan menjadi panutan bagi para remaja . Dan apabila remaja sekali saja membuat kesalahan dampaknya akan buruk bagi dirinya dan keluarga. Sehingga masyarakat menganggap remajalah yang sering membuat keonaran, ataupun mengganggu ketentraman masyarakat. Mereka menganggap remaja memiliki moral rusak  dan pandangan masyarakat tentang sikap remaja tersebut akan jelek dan untuk merubah semuanya menjadi normal kembali membutuhkan waktu yang lama dan hati yang penuh keikhlasan.
3.     Terjadinya penurunan Religius Remaja. Salah satu contohnya adalah jarang sekali remaja berada di masjid untuk shalat berjamaah, karena lebih mementingkan nongkrong di jalan daripada Masjid. Jika hal ini terjadi, apalagi sampai mereka meninggalkan shalat dan kewajiban lainnya, maka tentulah niat untuk membentuk pribadi yang luhur dan berakhlak mulia akan sulit.
4.     Pergaulan bebas. Pergaulan yang sedang dijalani oleh banyak remaja saat ini sudah melampaui batas kewajaran. Seperti merokok, seks bebas, mengkonsumsi narkoba dan sebagainya. Inilah masalah yang harus di selesaikan secara arif bijaksana. Di usia yang dini, banyak remaja yang telah terlibat pergaulan bebas. Ada beberapa peristiwa yang memilukan. Misalnya, tak sedikit remaja putri yang rela menjual diri demi mendapat uang secara instan, hanya untuk membeli HP, baju dan untuk gaya  hidup ala metropolis lainnya. Dalam pergaulannya, remaja mungkin bisa dipengaruhi entah itu dari diri sendiri ataupun orang lain. Sebab itu, penyelesaiannya juga harus melibatkan dirinya dan pihak lain.
5.   Kriminalitas. Beragam bentuk kriminalitas yang dilakukan remaja bukan barang baru lagi di negeri ini. Mulai dari menjambret, memalak, merampok, memperkosa, tawuran, hingga geng motor, dll. Kriminalitas remaja tersebut kini mengalami peningkatan secara kuantitas, jumlah maupun motifnya. Jika hal ini di biarkan, maka akan kian merusak moral remaja, yang karena harus diatasi secara menyeluruh.
6.     Dampak dari penurunan moral remaja pasti akan merimbas pada remaja tersebut. Bila tidak segera ditangani, maka ia akan tumbuh menjadi sosok yang berkepribadian buruk.
7.     Remaja yang melakukan perbuatan yang menyimpang dari norma pasti akan dikucilkan banyak orang. Remaja tersebut hanya dianggap sebagai pengganggu dan orang yang tidak berguna.
8.  Akibat dari dikucilkannya remaja dari pergaulan sekitar, remaja tersebut akan mengalami gangguan kejiwaan. Yang dimaksud gangguan kejiwaan bukan berarti gila, tapi ia akan merasa terkucilkan dalam hal sosialisasi, merasa tertekan, takut atau malah membenci orang-orang disekitarnya.
9.  Masa depan yang suram dan tidak menentu bisa menunggu para remaja yang mengalami penurunan moral. Bayangkan bila ada seorang remaja yang kemudian terpengaruh pergaulan bebas dan pecandu narkoba, hampir bisa di pastikan dia tidak akan memiliki masa depan cerah. Hidupnya akan hancur perlahan dan tidak sempat memperbaikinya.
Polemik dekadensi moral remaja seakan tidak pernah habis dibahas, selesai satu masalah timbul masalah lain yang tak kalah mencengangkan. Seolah remaja sekarang adalah sumber dari segala masalah. Tak perlu memandang jauh, perhatikan saja problema remaja yang terjadi disekitar kita saat ini.
Secara kasat mata, siapapun tidak akan menafikan hal itu.Tetapi betapa sangat disayangkan generasi yang seharusnya dididik dengan baik, mereka yang akan memegang peranan suatu saat nanti, telah rusak dari sekarang. Apa jadinya sebuah bangsa jika pemuda-pemudinya hanya bisa mabuk-mabukan dan hilang kendali dari keagungan moral yang seharusnya dilindungi dan diselamatkan keutuhannya?
Siapa yang sepatutnya disalahkan? Mari sama-sama berasumsi. Tapi satu hal, jangan dulu gegabah menyalahkan remaja kita atas tindak-tanduknya di zaman modernisasi ini. Terus siapa? Beri feedback pada diri sendiri.
Sekali lagi, jangan salahkan remaja, karena kewajiban orang tua-lah mendidik anak untuk taat beragama, taat berbangsa dan taat berbudaya. Kita tidak mungkin meletakkan tanggung jawab pada orang lain untuk kebaikan remaja kita sendiri. Mari saling menjaga, saling mengayomi agar keutuhan agama, adat, istiadat, dan budaya kita tetap lestari di persada bumi pertiwi ini.
Share:

Terkini

500 Sedulur Sikep dari 6 Kabupaten di Jateng-Jatim Gelar Rembug Samin di Blora

BLORA - Sebanyak 500 orang Sedulur Sikep atau para pengikut ajaran Samin Surosentiko, dari 6(enam) Kabupaten yakni Blora, Kudus,...

Total Pageviews

Blog Archive

Hubungi Kami

foxyform

Labels