bangsamandiri.com
- Apabila anak tumbuh dan berkembang tidak sesuai dengan yang diinginkan orang
tua, misalnya : rewel, suka memberontak, membangkang dan sebagainya. Orangtua
seringkali bingung cara mengatasinya.
Ketika orangtua menasehati anaknya tetapi tidak ada
perubahan yang mendasar terjadi pada anaknya, kadang orangtua malah bertindak
dengan menghukum anaknya atau memarahi anaknya.
Didalam mengatasi anak yang bermasalah, apakah
dibenarkan melalui cara seperti memarahi anak, mengurung anak, atau bahkan
memukulinya? Sudah tentu, cara tersebut tidak dibenarkan.
Ada tiga
prasyarat yang harus dipenuhi orangtua agar dapat mengatasi anaknya yang sedang
bermasalah secara efektif, yakni :
1. Bersikap
Tenang Orangtua biasanya panik atau bahkan kebingungan ketika mengetahui
anaknya ternyata bermasalah. Orangtua tidak menyangka kalau akan ada kejadian
yang tidak diinginkan menimpa anaknya. Disinilah dibutuhkan ketenangan agar
dapat mengurangi masalah dengan baik dan mencari jalan keluarnya.
2. Berbuat
Sepenuh Kasih dan Sayang Hal yang paling penting dalam mengatasi anak yang
bermasalah adalah berbuat sepenuh kasih dan saying. Rasa kasih dan saying ini
hendaknya mendasari setiap langkah yang ditempuh orangtua dalam mengatasi
anaknya yang bermasalah.
3. Memahami
Anak Sebagai Pribadi Yang Berkembang Maksudnya adalah setiap anak mempunyai
tahapan demi tahapan dalam berkembang. Tahapan perkembangan anak sangat berbeda
dengan cara berpikir dan memahami segala sesuatu yang dimiliki orangtuanya.
Jika memang orangtuanya menghendaki anaknya melakukan apa yang menjadi
harapannya, hendaknya disesuaikan dengan tahapan perkembangan anaknya.
Itulah tiga prasyarat yang harus dimiliki orangtua
ketika akan mengatasi masalah yang terjadi pada anaknya. Untuk lebih jelasnya
apa sih penyebab anak bermasalah lalu bagaimana solusinya?
Berikut akan dijelaskan bagaimana orangtua
mengatasi anaknya yang bermasalah secara efektif yakni:
1.
Anak Yang Memberontak
Penyebabnya bisa karena keadaan yang
membuatnya tidak nyaman atau ingin mengungkapkan ketidaksetujuannya.
Penyebab
secara terperinci bisa karena :
a. Perbedaan
sikap kedua orangtua
b. Orangtua
bertindak tidak adil
c. Ornagtua
menuntut secara berlebihan
d. Orangtua
bersikap kaku e)Anak merasa mendapatkan tugas yang banyak
e. Orangtua
melindungi secara berlebihan g)Anak mengalami keletihan
Cara
mengatasinya :
1) Jika
akibat tekanan dari orangtua adalah dengan mengurangi ketegangan dengan cara
orangtua memberikan kesempatan kepada anaknya untuk melakukan sesuatu bersikap
sesuai dengan keinginan, kondisi dan kebutuhannya.
2) Dengan
mengurangi tugas yang diberikan kepada anaknya. Apabila tugas datangnya dari
sekolah, orangtua hendaknya memberikan empati kepada anaknya dengan cara
mendampingi anaknya dalam menyelesaikan kesadaran dalam diri anak tentang
pentingnya menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
3) Orangtua
harus memberikan kelonggaran atau kemerdekaan kepada anak, dengan demikian sang
anak mempunyai kebebasan dan berlatih pula membangun kepercayaan diri.
2. Anak
Yang Berbohong
Tidak ada satupun manusia didunia ini
yang suka dibohongi, masih saja ada orang yang suka berbohong kepada orang
lain. Apakah ia lupa bagaimana rasanya jika orang lain berohong kepadanya.
Demikian pula dengan kita, bagaimana jika anak mempunyai kebiasaan baru yakni
suka berbohong? Tentu kita tidak menginginkannya.
Penyebab
anak yang suka berbohong biasanya karena :
a.
Meniru orangtua
b.
Orangtua yang tidak kenal kompromi
c.
Anak suka berimajinasi d)Untuk menutupi
kekurangan atau ingin dipuji
Cara
mengatasinya :
1)
Orangtua hendaknya merubah sikapnya terhadap
anak.
2)
Orangtua hendaknya menasehati anaknya untuk
membedakan antara imajinasi dengan kenyataan.
3)
Orangtua harus menyediakan diri untuk sering
berdialog dengan anaknya.
4)
Orangtua juga perlu memberikan tentang
pentingnya kejujuran.
3. Anak Yang
Suka Mencuri
Setiap orangtua pasti akan memberikan
pelajaran kepada anak-anaknya tentang pentingnya menjaga kejujuran dan jangan
smpai mencuri. Karena mencuri adalah perilaku buruk yang sulit untuk
ditoleransi.
Penyebab
anak yang suka mencuri karena :
a. Meniru
perilaku lingkungan
b. Didesak
oleh kuatnya keinginan
c. Iseng
terhadap teman d)Anak belum memahami batas hak memiliki
Cara
mengatasinya :
1) Dengan
memberikan kesadaran secara terus-menerus kepada anak bahwa mencuri adalah
perbuatan yang sangta buruk.
2) Dengan
mengajak sang anak untuk brbicara bersama. Lebih bagus lagi dilakukan secara
empat mata , hal ini mengesankan bahwa orangtua melindungi sang anak agar tidak
malu.
3) Dengan
mengajak anak duduk berdua saja dengan sang anak melalui beberapa tahap, antara
lain :
·
Pertemuan dilakukan dengan cara agak santai
dalam arti kita tidak perlu menunjukkan wajah yang tegang atau seolah-olah
kecewa berat akan perbuatan sang anak. Kemudian sang anak ditanya maksud dan
tujuannya mencuri dan mengingatkan bahwa apapun maksud dan tujuannya mencuri
pasti dilihat oleh Allah. Apabila ada perubahan yang positif, maka tidak perlu
dilakukan pertemuan kedua.
·
Jika kejadiannya terulang lagi, maka perlu
dilakukkan pertemuan kedua. Dalam pertemuan kali ini kita tidak perlu
menunjukkan wajah yang serius. Pertanyaan awal yang diajukan adalah kenapa
perbuatan tersebut bisa diulang kemudian menegaskan kembali sebagaimana pada
tahap pertama.
4. Anak
Yang Malas
Malas yang dimaksudkan disini bisa jadi
malas bangun pagi, malas membersihkan kamarnya sendiri, malas belajar dan
lain-lain.
Penyebab
anak menjadi malas antara lain :
a. Mendapatkan
tugas yang banyak
b. Terlalu
dimanja
c. Dididik
dengan keras dan kaku
d. Tidak
ada perhatian dari orangtua e)Tidak dididik belajar aktif
Cara
mengatasinya :
1) Orangtua
dapat menunjukkan bahwa akan senang hati menemani anaknya dalam mengerjakan
tugas.
2) Orangtua
harus memberikan kepercayaan kepada anaknya untuk melakukan pekerjaan yang
memang sudah sewajarnya dilakukan oleh anak seusianya.
3) Orangtua
hendaknya membangun kesadaran dalam diri anak-anaknya dengan dialog dan dengan
hati yang riang.
5.
Anak Yang Aktif
Anak yang aktif
dimaksudkan disini adalah apabila anak-anak tampak senantiasa aktif, berlarian
kesana kemari, bahkan ia tidak bisa membedakan situasi dan kondisi tertentu.
Penyebabnya
antara lain :
a. Tidak
tersedia tempat bermain
b. Belum
memahami tata cara bermain
Cara
mengatasinya :
1) Orangtua
hendaknya menyediakan atau mencari tempat untuk bermain anak-anaknya.
2) Orangtua
juga menyampaikan tentang tata cara bermain tersebut.
6.
Anak Yang Suka Membangkang
Anak yang suka
membangkang adalah anak yang tidak mau menurut bila mendapatkan perintah,
menyanggah jika diberikan pengarahan, tidak mengindahkan nasihat atau bahkan
menentang setiap apa yang disampaikan orangtuanya.
Penyebab
anak yang membangkang antara lain :
a. Orangtua
tidak memahami kecenderungan anak
b. Anak
merasa beban yang berat
c. Anak
menagih janji
d. Orangtua
bersikap otoriter
Cara
mengatasinya:
1) Orangtua
hendaknya memahami kecenderungan anaknya.
2) Orangtua
harus mempunyai rasa kepekaan dalam memahami kejiwaan anaknya.
3) Orangtua
hendaknya tidak mengobral janji pada anaknya, larena janji adalah janji yang
harus ditepati.
4) Kasih
sayang yang diberikan orangtua pada anaknya, sehingga anak merasa nyaman.
7.
Anak Yang Merokok
Rokok bukan
hanya menyebabkan kanker paru atau penyakit jantung, sejumlah penyakit lain
juga muncul akibat kebiasaan merokok. Penting pula untuk diingat bahwa rokok
mengandung zat-zat berbahaya, seperti tar, nikotin, karbon monoksida, dan bahan
kimia berbahaya lainnya.
Penyebab anak
merokok antara lain :
a. Kurang
perhatian dari orangtua
b. Terpengaruh
teman
c. Tidak
memahami bahaya merokok
Cara
mengatasinya :
1) Orangtua
hendaknya memberikan perhatian pada anaknya sehingga sang anak merasa nyaman
brada dirumah.
2) Orangtua
dibutuhkan bisa mengenal teman-teman anaknya.
3) Orangtua
perlu menyampaikan tentang bahaya merokok.
8.
Anak Yang Kecanduan Nge-Game
Sekarang ini banyak
anak yang suka nge-game dikomputer khususnya internet atau biasa disebut game
online baik dirumah seharian penuh hanya untuk nge-game ataupun pagi hari daang
kewarnet untuk nge-game.
Berdasarkan
penelitian di Inggris, bahwa anak-anak yang menghabiskan waktunya lebih dari
dua jam untuk menonton televise atau bermain game komputer ternyata memiliki
resiko lebih besar dalam masalah kejiwaan.
Penyebab anak
kecanduan nge-game :
a. Tidak
memahami akibat buruknya
b. Tidak
banyak pilihan bermain
c. Orangtua
cuek terhadap anak
Cara mengatasinya:
2) Orangtua
hendaknya menyediakan berbagai pilihan bermain, seperti : puzzle, mewarnai,
menggambar, ular tangga dan lain-lain.
3) Orangtua
hendaknya memunculkan atau menunjukkan kembali perhatian orangtua kepada
anak-anaknya.


















