bangsamandiri.com
- Kondisi cuaca bersuhu panas tetapi terkadang diselingi hujan lebat berangin
ini dapat memicu beragam penyakit. Hal itu
karena seringnya terjadi perubahan cuaca dari terik matahari yang panas
di musim yang sudah masuk pada kemarau tiba-tiba
menjadi hujan lebat kadang disertai petir dan angin ribut dengan udara yang
tiba-tiba dingin.
Demikian sebaliknya, suhu udara jadi sering
berganti. Pagi dan malam hari yang biasanya dingin menjadi terasa sangat panas.
Perubahan cuaca yang drastis ini tentu saja membuat tubuh harus pandai
beradaptasi dengan cuaca. Untuk itu dibutuhkan stamina yang prima atau fit.
Jika tidak, tubuh menjadi kurang dapat beradaptasi. Inilah yang dapat
menimbulkan berbagai macam penyakit terutama bagi mereka yang sering bekerja keras dan kurang beristirahat.
Menurut Dr. Peter Staats, seorang profesor di
Sekolah Kedokteran John Hopkins, Saat pergantian musim terjadi tubuh
beradaptasi ekstra keras menghadapi perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim
hujan. Udara yang semula panas-kering, tiba-tiba menjadi dingin-lembab. Kondisi
ini, menimbulkan ketidaknyamanan, juga membuat tubuh mudah terserang
penyakit. Seperti, demam, flu, radang
tenggorokan, dan penyakit diare.
Karena itu, jangan lupa menjaga kesehatan. Tak ada
tindakan yang lebih patut menghadapi masalah ini, selain pencegahan yang lebih
baik.
Diare
Di peralihan musim kemarau ke musim hujan, kasus
penyakit ini menjadi tinggi lantaran banyaknya debu dan kotoran yang berpotensi
menjadi vektor. Penyakit ini juga sangat erat kaitannya dengan pola konsumsi
makanan. Sebab penyakit ini umumnya disebabkan kuman atau virus yang biasa
mencemari makanan dan minuman, apakah itu makanan buatan rumah ataupun makanan
jajanan.
Cara mencegah:
Jaga kebersihan. Pastikan setiap makanan dan
minuman yang masuk ke dalam mulut adalah yang terjamin kebersihannya. Artinya,
selain harus lebih higienis dalam mengolah dan menyiapkan makanan di rumah,
sebaiknya jangan jajan sembarangan.
Penyakit
saluran pernafasan
Gejala awal penyakit saluran pernapasan bisa berupa
batuk, yang kadang disertai sesak napas. Bisa juga berupa batuk yang disertai
pilek, bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh. Bisa juga muncul gejala
khusus, yaitu pernapasan yang tidak normal. Hanya saja pada kasus tertentu bisa
muncul gejala yang serius, misalnya demam yang agak tinggi (pada radang
tenggorokan) dan toksemia atau keracunan (pada difteri).
Cara mencegah:
Mengonsumsi multivitamin. Bila dikonsumsi secara
tepat multivitamin bisa membantu meningkatkan ketahanan tubuh sehingga tak
mudah terserang penyakit pancaroba.
Demam dan Flu
Dua gangguan kesehatan ini paling rentan menyerang
di musim pancaroba. Ini bisa jadi lantaran baru di musim pancaroba inilah Anda
digempur serangan berbagai kuman (biasanya virus) secara besar-besaran.
Sebaiknya jangan disepelekan, gangguan ini merupakan gejala bahwa tubuh tengah
membangun pertahanan melawan infeksi. Lebih tepatnya, demam bisa merupakan
gejala aneka penyakit. Mulai infeksi ringan sampai yang serius.
Cara mencegah:
Menjaga asupan makanan. Nutrisi yang cukup akan meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga
tidak mudah terserang penyakit.
Bila sudah memasukinya jelas tidak terbantahkan dan
mungkin kita akan bisa melaluinya, jaga
kesehatan, jaga asupan serta rajin berolah raga selama tidak ada yang
menghalanginya pastikan tetap terjaga.
Berikut ini adalah solusi agar tubuh tetap fit di
tengah cuaca yang kurang bersahabat:
1. Konsumsi
makanan bergizi. Daya tahan tubuh yang baik selain butuh makanan yang cukup
jumlahnya, juga harus memenuhi semua unsur gizi yang dibutuhkan tubuh yaitu :
karbohidrat, lemak,protein,vitamin,dan mineral. Istirahat yang cukup. Tidur 6-8
jam sehari. Kurang istirahat dapat menurunkan daya tahan tubuh kita.
2. Sempatkan
berolahraga secara rutin minimal 3 kali seminggu selam 30 menit.
3. Konsumsi
minuman sulpemen yang tepat. Sebagian besar dari kita sulit memenuhi kebutuhan
gizi harian dengan diet yang seimbang, sehingga suplemen penambah stamina
diperlukan terutama di musim pancaroba.
Pilih minuman penambah stamina yang
benar-benar mengandung vitamin B yang
lengkap yang diperlukan untuk menjaga stamina tubuh seperti vitamin B1, B2, B3,
B5, B6, B8 dan B12.. Selain itu,
makanan/minuman energi tersebut dalam kemasannya harus mencantumkan kandungan zat, aturan pakai, masa kadaluarsa
dan nomor registrasi badan pengawasan obat makanan (BPOM).
4. Kelola
Stress dengan baik. Hanya dengan belajar mengelolanya secara tepat, kita dapat
terhindar dari dampak negatif stress seperti sulit tidur, nafsu makan berkurang
yang pada akhirnya mempengaruhi daya tahan tubuh kita.
5. Perbanyak
minum air putih minimal 8 gelas sehari.
6. Menjaga
kebersihan makanan dan minuman, membersihkan sesudah buang air besar atau
menjelang makan serta menjaga kebersihan lingkungan, memberantas lalat, nyamuk,
kecoa, semut.
7. Bila
terjadi keluhan yang serius, segera pergi ke dokter pribadi anda atau ke
puskesmas/rumah sakit terdekat.
Itulah 8 tips pintar
yang sebaiknya anda terapkan saat musim tidak menentu, agar resiko terjadinya gangguan
kesehatan bisa lebih di minimalisir. Semoga bermanfaat!









0 comments:
Post a Comment