Semangat Kerja Karyawan Masa Kini


Semangat Kerja Karyawan
Semangat kerja karyawan menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan karena berhubungan langsung dengan seluruh rangkaian kegiatan manajemen dan operasional perusahaan.

Dalam hal ini, kompensasi yang diberikan kepada karyawan diharapkan mampu meningkatkan semangat kerja karyawan, dengan demikian maka diharapkan produktifitas perusahaan juga akan meningkat.

Semangat kerja dapat dilihat dari  adanya kesenangan dan kegairahan dalam bekerja serta timbulnya rasa puas dalam diri karyawan dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

Dalam kaitannya dengan hal ini, Nitisemito (1992:160) mengemukakan bahwa :
Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat sehingga dengan demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat terselesaikan, kerusakan pada produk dapat dikurangi, absensi dapat diperkecil, serta dapat mengurangi perputaran karyawan”.

Para dosen BPA – UGM (dalam Anoraga dan Suyati, 1995:74) menyatakan bahawa, “semangat kerja adalah sikap kejiwaan dan peranan yang menimbulkan kesediaan pada kelompok orang untuk bersatu padu secara giat dalam usahanya untuk mencapai tujuan bersama”.

Karyawan yang kurang produktif tentu saja akan mengganggu kelancaran perusahaan dalam melakukan kegiatan produksi maupun administrasinya, oleh karena itu semangat kerja karyawan sangat diperlukan dalam melaksanakan pekerjaan dan mewujudkan tujuan perusahaan.

Hasibuan (2002:94) menyatakan bahwa : “Semangat kerja adalah kemauan untuk melakukan pekerjaan dengan giat dan antusias, sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan baik”.

Mengacu pada beberapa  pendapat diatas, maka semangat kerja dapat diartikan sebagai  kemauan atau kesediaan karyawan untuk melakukan pekerjaan dengan lebih giat sehingga pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik.

Semangat kerja karyawan dipengaruhi oleh banyak faktor. Siswanto (1997:168) menyatakan, faktor-faktor yang mempengaruhi turun naiknya semangat kerja adalah:
a.      Setiap tenaga kerja senantiasa terus memantau lingkungan kerjanya untuk memperoleh tanda-tanda yang mungkin mempengaruhi keberuntungan psikologisnya.
b.      Berbagai macam informasi mengenai pekerjaan dinilai sebagai dukungan moral, atau sebagai rekanan atau juga sebagai sesuatu yang netral.
c.       Dampak keputusan manajemen yang tidak dijalankan sebagaimana mestinya

Turunnya semangat kerja karyawan akan menimbulkan permasalahan yang kompleks bagi lingkungan karyawan maupun bagi keseluruhan organisasi perusahaan. Menurut Nitisemito (1992:161), turunnya semangat kerja dapat dilihat dari:
a.      Rendahnya produktifitas kerja
b.      Tingkat absensi yang tinggi
c.       Tingkat perpindahan karyawan
d.      Tingkat kerusakan produktifitas yang tinggi
e.      Kegelisahan di mana-mana
f.        Pemogokan.

Pimpinan perusahaan perlu mengetahui gejala-gejala yang mengarah pada penurunan semangat kerja karyawan dan harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah turunnya semangat kerja karyawan itu dengan cara lebih memperhatikan kebutuhan karyawan, karena apabila keadaan semacam ini dibiarkan berlarut-larut, maka akibatnya kelancaran perusahaan akan terganggu.

Semangat kerja karyawan dapat ditingkatkan melalui beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Menurut Nitisemito (1992:170), cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan semangat kerja karyawan adalah:
a.      Gaji yang cukup
b.      Memperhatikan kebutuhan rohani
c.       Sekali-kali perlu menciptakan suasana santai
d.      Harga diri perlu mendapat perhatian
e.      Tempatkan karyawan pada posisi yang tepat
f.        Berikan kesempatan untuk maju
g.      Perasaan aman untuk menghadapi masa depan perlu diperhatikan
h.      Usahakan para karyawan memiliki loyalitas
i.        Sekali-kali karyawan perlu diajak berunding
j.        Fasilitas yang menyenangkan

Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapat diketahui bahwa untuk meningkatkan semangat kerja karyawannya, perusahaan dituntut untuk selalu mengetahui dan memperhatikan karyawannya dengan baik.

Mengingat pentingnya semangat kerja karyawan dalam perusahaan, maka perusahaan harus benar-benar memahami dan menerapkan cara-cara untuk meningkatkan semangat kerja karyawan dengan baik demi tercapainya tujuan perusahaan.

Pemberian kompensasi yang tepat akan menimbulkan kepuasan pada setiap karyawan yang kemudian mendasari timbulnya semangat kerja karyawan. Semangat kerja karyawan akan membawa pengaruh lain seperti sikap dan perilaku yang sesuai dengan peraturan perusahaan.

Semangat kerja karyawan dapat diukur melalui beberapa faktor, Anoraga dan Suyati (1995:76) menyatakan bahwa semangat kerja dapat diukur melalui indikator-indikator : kerjasama, disiplin kerja, dan kegairahan kerja.
a.      Kerjasama
Dalam melaksanakan suatu pekerjaan, kerjasama sangat dibutuhkan agar pekerjaan yang dilakukan dapat terselesaikan dengan baik dan lebih cepat.

Menurut Anoraga dan Suryati (1995:76), “Kerjasama berarti bekerja bersama-sama ke arah tujuan yang sama”. Pengertian tersebut menjelaskan bahwa orang-orang yang bekerja mempunyai maksud yaitu untuk mencapai tujuan yang sama dengan bekerja bersama-sama dengan kompak.

Adanya kerjasama yang baik antarkaryawan akan mempermudah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, berbeda apabila suatu pekerjaan dilakukan sendiri. Kerjasama menciptakan hubungan yang harmonis antar karyawan, sehingga dapat mendorong semangat kerja karyawan.

Kerjasama sangat diperlukan di dalam setiap pekerjaan agar setiap pekerjaan yang dilakukan dapat diselesaikan dengan baik dan cepat. Di Unit Usaha Strategik Sumber Jambe misalnya, dalam memproduksi tanaman perkebunan, semua karyawan dituntut untuk bekerjasama dengan karyawan lain sebagai sebuah tim.

Sebagian karyawan mengurus masalah perawatan tanaman, dan karyawan yang lain menangani masalah panen. Apabila tanaman tidak dirawat dengan baik, maka panen tidak dapat mencapai hasil yang maksimal. Apabila karyawan di bagian perawatan mengalami kesulitan, maka kesulitan tersebut segera diatasi tidak hanya oleh karyawan di bagian perawatan, tetapi juga oleh karyawan lain.


Gambaran tersebut menjelaskan bahwa diperlukan adanya komunikasi dan kerjasama antarkaryawan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. Kesediaan karyawan bekerjasama dan membantu karyawan lain diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja mereka.

Anoraga dan Suyati (1995:76) menyatakan bahwa di dalam suatu perusahaan, kerjasama dapat dilihat dari:
1)     Kesediaan para karyawan untuk bekerjasama dengan teman-teman sekerja maupun dengan atasan mereka yang berdasarkan untuk mencapai tujuan bersama.
2)     Kesediaan untuk saling membantu diantara teman-teman sekerja sehubungan dengan tugasnya.

b.      Disiplin kerja
Disiplin kerja perlu diciptakan dan ditegakkan dalam sebuah perusahaan baik yang bertujuan pada lembaga maupun pada aspek manusianya. Maksud dari adanya disiplin kerja ini adalah agar apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat tercapai dengan efektif dan efisien.

Nitisemito (1992:199)menyatakan bahwa: “Disiplin kerja adalah suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan baik tertulis maupun tidak tertulis”. Menurut Simamora (2004:610), “Disiplin kerja merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam sebuah organisasi”.

Disiplin kerja menurut Siswanto (1997:278) adalah:
“Suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengeluh untuk menerima sanksinya apabila dia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya.”

Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa disiplin berhubungan erat dengan sikap, tingkah laku atau perbuatan  dan ketaatan pada peraturan ataupun pada pimpinan.

Moekijat (1999:138) mengemukakan ada hubungan antara disiplin kerja dengan semangat kerja yang tinggi seperti pendapatnya: “Apabila pegawai merasa bahagia dalam pekerjaannya, maka mereka pada umumnya memiliki disiplin kerja, sebaliknya apabila moril kerja atau semangat kerja mereka rendah, maka mereka dapat menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik”

Pada intinya, kedisiplinan dalam bekerja dapat dicapai apabila semua peraturan yang ditegakkan oleh perusahaan ditaati oleh seluruh karyawan. Anoraga dan Suyati (1995:77) mengemukakan beberapa hal untuk mengukur disiplin kerja yang baik, yaitu:
1)     Kepatuhan karyawan pada jam-jam kerja
2)     Kepatuhan karyawan pada perintah atasan, serta taat pada peraturan dan tata tertib yang berlaku
3)     Penggunaan dan pemeliharaan bahan-bahan atau alat-alat perlengkapan kantor dengan hati-hati
4)     Bekerja dengan mengikuti cara-cara yang ditentukan perusahaan.

c.       Kegairahan kerja
Kegairahan kerja diperlihatkan oleh karyawan dalam melakukan pekerjaan atau kesenangan yang mendalam dalam melaksanakan pekerjaan (Anoraga dan Suyati, 1995:77). Semangat kerja karyawan dapat diukur melalui kegairahan kerja, karena kegairahan kerja mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap semangat kerja.

Sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Nitisemito (1992:160), bahwa: “Kegairahan kerja adalah kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan. Meskipun semangat kerja tidak mesti disebabkan oleh kegairahan kerja, tetapi kegairahan kerja mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap semangat kerja”.

Nitisemito (1992:161) juga mengungkapkan bahwa:
“Setiap organisasi seyogyanya selalu berusaha agar para anggota mempunyai tingkat kegairahan kerja yang tinggi, organisasi yang bersangkutan akan memperoleh keuntungan darinya, seperti pekerjaan dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat. Hal ini berarti produktifitas kerja dapat ditingkatkan sehingga pencapaian tujuan bersama dapat terealisir dengan baik”.

Kegairahan kerja memperlihatkan seorang karyawan dalam melakukan pekerjaan dengan senang hati, tidak mengeluh, kerja dengan puas dan saling membantu. Jadi kegairahan kerja mempunyai hubungan yang kuat dengan kelangsungan hidup organisasi. kegairahan kerja berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan, produktifitas, dan akhirnya mencakup pencapain tujuan organisasi.
Source: duniapengetahuan2627.blog
Share:

Olahraga Ringan Untuk Menurunkan Berat Badan


bangsamandiri.com – perlunya berolahraga untuk menurunkan berat badan, berbicara mengenai cara untuk memiliki tubuh yang ideal memang tidak ada habisnya. Selain menjaga pola makan dan memilah asupan makanan tentunya harus selalu di imbangi dengan olahraga yang rutin dan teratur.

Nah, jika mungkin anda susah meluangkan waktu anda untuk melakukan olahraga berenang, sedangkan anda sedang mencari solusi untuk menurunkan berat badan.

Mungkin Olahraga-Olahraga Ringan Di Bawah Ini Bisa Anda Lakukan Sebagai Pengganti Olahraga Berenang Agar Anda Tetap Memiliki Tubuh Yang Ideal.

Berikut Olahraga Ringan Untuk Menurunkan Berat Badan.

1.      Squat
Squat Bisa Anda Lakukan Untuk Menurunkan Berat Badan Anda. Selain Itu Banyak Manfaat Lain Dengan Rutin Melakukan Squat Seperti Terhindar Dari Perut Buncit, Memiliki Otot Paha Yang Kuat, Lutut Yang Kuat Dan Bokong Akan Menjadi Lebih Kencang.

Bagaimana Melakukan Squat Yang Benar Itu? Berikut Caranya:
a.      Buka Kaki Selebar Bahu
b.  Letakan Kedua Tangan Anda Di Depan Dada Dengan Posisi Tangan Menyilang
c.    Kemudian Tekuk Lutut Anda. Hindari Lutut Bergerak Ke Bagian Dalam.
d.    Tarik Nafas Saat Turun, Dan Hembuskan Nafas Saat Naik

2.      Push Up
Setelah Melakukan Gerakan Squat, Selanjutnya Anda Melanjutkan Dengan Melakukan Push Up. Lakukan Push Up 10-15 Kali. Kemudian Beristirahat Sejenak Dan Lakukan Gerakan Push Up Kembali.

3.      Jumping Jacks
Jumping Jacks Merupakan Olahraga Kardio. Banyak Sekali Manfaat Melakukan Olahraga Ini.
Jumping Jacks Dilakukan Dengan Cara Melompat-Lompat.


4.      Mountain Climber
Gerakan Selanjutnya Adalah Melakukan Gerakan Mountain Climber.

Itulah Runtutan Gerakan-Gerakan Untuk Menurunkan Berat Badan. Lakukanlah Gerakan-Gerakan Di Atas Secara Berurutan Dan Lakukan Selama 20 Menit Setiap Gerakan Di Atas.

Tidak Hanya Olahraga Yang Diperlukan Untuk Menurunkan Berat Badan Tapi Juga Harus Perhatikan Pola Makan Dan Memilah-Milah Asupan Makanan. Selain Itu Istirahat Yang Cukup Dan Manajemen Stress Juga Tidak Kalah Pentingnya.

Lebih jelasnya silahkan hubungi dokter pribadi anda, olahraga ringan sekedar untuk membantu menurunkan berat badan.

Demikian Ulasan Olahraga Ringan Untuk Menurunkan Berat Badan. Semoga Bermanfaat Untuk Kesehatan Anda Dan Semoga Kesehatan Anda Selalu Terjaga.
Source: geeniuss.blog
Share:

Cara Mengatasi Rambut Rontok yang Mudah dan Murah


bangsamandiri.com - Anda pasti sering kesal kalau sedang mengalami masalah rambut, salah satunya adalah mengalami kerontokan. Sering mengikat atau tidak cocok dengan produk perawatan rambut bukan menjadi masalah utama rambut rontok. Namun, ada berbagai macam cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Ini 11 cara mengatasi rambut rontok yang mudah dan murah serta bisa Anda coba.

Cara mengatasi rambut rontok yang mudah dan murah sebagai berikut:

1.      Mengeringkan Rambut Dengan Cara Yang Lembut Dapat Mengatasi Kerontokan
Menggosok rambut terlalu keras bisa menimbulkan iritasi pada kulit kepala. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengeringkan rambut. Misalnya dengan menggunakan alat pengering rambut atau cukup hanya dengan handuk.

Namun, Anda juga perlu berhati-hati karena menggosok rambut terlalu keras bisa menimbulkan iritasi kulit kepala dan dapat menyebabkan akar rambut tertarik secara tidak langsung. Cara mengatasi rambut yang bisa Anda coba adalah menggunakan handuk microfiber yang mempunyai tekstur lembut serta halus.

2.      Jaga Asupan Makanan Serta Rutin Sarapan Setiap Pagi
Jangan lupakan sarapan jika tidak mau rambutmu rontok. Percaya atau tidak, sarapan pada pagi hari bisa menjadi cara mengatasi rambut rontok karena merupakan waktu yang tepat untuk menguatkan folikel rambutmu. Jadi jangan lupakan sarapan dan konsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, zinc, dan vitamin B12 untuk merangsang pertumbuhan rambut.
  
3.      Atasi Rambut Rontok Dengan Menjaga Mood Dan Hindari Stress
Kondisi psikis yang kurang baik dapat menyebabkan kerontokan rambut. Ada yang bilang cantik itu harus dari dalam. Jika mau rambutmu sehat, cara mengatasi rambut rontok yang bisa dilakukan adalah Anda harus menjaga kondisi psikologis sebaik mungkin. Hindari kegiatan ataupun hal-hal yang dapat meningkatkan tingkat stresmu.

4.      Mulai Berhenti Merokok Untuk Menjaga Folikel Rambut
Rokok dapat menghambat suplai darah ke folikel rambut dan menyebabkan kerontokan. Anda sedang membaca artikel ini sembari merokok? Lebih baik hentikan isapanmu detik ini juga karena cara ini dapat mengatasi rambut rontok. Karena selain menyebabkan kanker, rokok juga ternyata menghambat suplai darah ke folikel rambut.

5.      Perbanyak Asupan Gizi Dan Vitamin Agar Rambut Tidak Mudah Rontok
Anda perlu memperbanyak makan makanan yang memiliki banyak kandungan protein. Sama seperti bagian tubuh yang lain, rambut juga perlu asupan yang sehat. Rambut terdiri dari zat keratin yang berfungsi untuk memberikan kekuatan pada rambutmu.

Cara mengatasi rambut rontok adalah dengan memperbanyak makan makanan yang memiliki banyak kandungan protein seperti telur, daging, ikan, dan sebagainya. Selain protein, Anda juga perlu memperbanyak makan makanan yang mengandung banyak zat besi.
  
6.      Tidak Menyisir Rambut Saat Masih Basah
Apakah Anda punya kebiasaan menyisir rambut setelah keramas? Tidak menyisir rambut yang masih terasa basah merupakan salah satu cara mengatasi rambut rontok. Hal ini dikarenakan saat rambut basah, folikel pada rambut menjadi lemah sehingga lebih mudah rontok. Hindari pula mengeringkan rambut dengan menggunakan hair dryer sebagai cara mengatasi rambut rontok.



7.      Meluangkan Waktu Untuk Istirahat Dan Cukup Tidur
Seperti yang sudah dijelaskan diatas, salah satu cara mengatasi rambut rontok yang bisa Anda coba adalah dengan mengelola stres. Selain menenangkan pikiran, hal lain yang bisa Anda lakukan sebagai cara mengatasi rambut rontok yang mudah adalah dengan istirahat dan cukup tidur. Durasi tidur 7 – 8 jam mampu mengatur hormon sekaligus memperbaiki serta meregenerasi rambut.

8.      Mengatasi Rambut Rontok Dengan Rutin Memijat Kulit Kepala
Cara mudah lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rambut rontok adalah dengan memijat kulit kepala. Coba pijat kulit kepala dengan menggunakan minyak rambut seperti minyak kemiri, minyak kelapa, minyak zaitun, atau minyak jarak.

Cara ini mampu mengatasi rambut rontok karena dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga folikel rambut distimulasi dengan baik. Kalau tidak sempat, Anda juga bisa mengatasi rambut rontok dengan memijit kepala saat keramas. Sehingga, penyerapan produk rambut yang Anda aplikasikan akan lebih maksimal.

9.      Menghindari Penggunaan Alat Styling Rambut Secara Berlebihan
Penggunaan alat styling menjadi suatu kebutuhan yang wajib bagis sebagian perempuan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan rambut yang lebih rapi dan tertata. Namun, terlalu sering menggunakan alat styling seperti catokan dan pengeriting juga bisa membuat rambut menjadi lebih rontok.

Cara mengatasi rambut rontok yang bisa Anda lakukan adalah dengan membatasi penggunaan alat styling. Kalau memang diperlukan, jangan lupa untuk mengaplikasikan heat protectant terlebih dahulu.

10. Menggunakan Produk Rambut Yang Tepat Untuk Rambut Rontok
Rambut rontok merupakan hal yang normal terjadi. Namun, saat jumlahnya sudah melebihi dari batas normal, cara mengatasi rambut rontok yang bis aAnda lakukan adalah dengan memerhatikan produk perawatan rambut yang tepat.

Misalnya produk sampo dengan kandungan hair fall control, ginseng, oleic acid, trichazole, amino vitamin complex, dan lain-lain. Lalu, jangan lupa untuk mengaplikasikan kondisioner untuk memeberikan kelembapan sehingga rambut tidak mudah patah.

11. Maksimalkan Dengan Mengaplikasikan Bahan Alami
Saat sudah menggunakan produk khusus namun masalah rambut rontok belum juga teratasi, Anda juga bisa mengaplikasikan bahan alami. Cara mengatasi rambut rontok yang bisa Anda lakukan adalah dengan menggunakan minyak kelapa, minyak jarak, atau minyak kemiri. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan santan, lidah buaya, lemon, sampai cuka apel.

Tidak sabar mencoba cara mengatasi rambut rontok yang mudah? Anda juga bisa mengatasinya dengan produk pilihan Anda!
Source: review.bukalapak.com

Share:

Berkendara Aman di Jalan Raya


bangsamandiri.com - Anda pasti sering mendengar kecelakaan lalu lintas, mungkin juga anda pernah melihatnya sendiri didepan mata anda. Kenapa hal itu bisa terjadi?

Takdir jika itu adalah jawaban anda maka anda menjawab benar tapi anda juga sedikit salah sebab menurut berbagai sumber survey tentang kecelakaan lalu lintas di Indonesia kebanyakan terjadi akibat kelalaian pengendara bahkan angkanya mencapai 75%.

Lalu bagaimana jadinya jika jalan raya dianggap sudah tidak aman lagi untuk berkendara apalagi buat saya yang harus pulang pergi kuliah yang menempuh jarak lumayan jauh sekitar 1 jam untuk sampai ditempat kuliah.

Namun berikut ini ada beberapa tips dan cara yang bisa anda jadikan panduan untuk berkendara dengan aman dijalan raya.

Tips & Cara Berkendara Aman di Jalan Raya

1.      Persiapan
Persiapan adalah hal utama agar anda aman berkendara. Persiapkan segala sesuatu yang diperlukan sebagai contoh saja pakai helm standar, jaket, sarung tangan bagi anda pengguna motor. Jangan lupakan juga surat surat kendaraan anda. Pastikan anda dalam keadaan fit tidak kelelahan, mengantuk atau dibawah pengaruh minuman keras atu obat obatan terlarang untuk menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

2.      Berdoa
Mungkin beberapa orang melupakan hal yang satu ini. Berdoa merupakan cara kita memulai sesuatu agar diberi kelancaran dan secara tidak langsung memotivasi diri kita untuk melakukan sesuatu hal yang positif dengan doa yang kita ucapkan. Jika doa anda meminta agar anda selamat sampai tujuan maka diri anda akan termotivasi untuk melakukan cara cara yang berkaitan dengan keselamatan anda agar sampai tujuan dengan selamat.


3.      Pastikan Kendaraan Anda Layak
Kelayakan kendaraan juga sering menjadi penentu keselamatan anda dijalankan. Pastikan kendaraan anda nyaman dan layak jalan seperti mesin kendaraan yang baik, alat keselamatan dan pengendalai kendaraan berjalan baik seperti rem, sabuk pengaman yang masih layak kaca spion, tekanan angin pada ban dan perlengkapan berkendara lainnya.

4.      Fokus
Nah ini dia yang sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas karena faktor ketidak fokusan pengendara. Ketidak fokusan pengendara bisa disebabkan oleh mengantuk, melamun, mendengarkan musik dari headset, menggunakan telepon selular dan hal lain yang mempengaruhi kefokusan.

5.      Sabar
Jika anda telat ke kantor, kerjaan maupun kuliah tentu saja anda akan tergesa gesa dan sering kali melupakan keselamatan berkendara. Tetap tenang dan sabar. Jalan juga merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi pengendara kendaraan jadi jangan menyoba menyalip atau merasa jalan adalah lintasa balap. Nyawa anda lebih penting daripada ego anda.

6.      Patuhi Peraturan Lalu Lintas
Patuhi segala peraturan lalu lintas seperti marka jalan, lampu lalu lintas dan peraturan berkendara lainnya.
Source: sharetipsdancara.blog

Share:

Penyakit Akibat Kurang Gizi, Segera Laporkan !!!


bangsamandiri.com - Penyakit yang timbul akibat kurang gizi kebanyakan diderita pada masyarakat pedesaan, sedangkan penyakit kelebihan gizi lebih banyak pada masyarakat perkotaan. Ayolah Budayakan Hidup Sehat.

Adapun penyakit kurang gizi adalah :

a.      Busung Lapar ( Kwatshcorkor )

Busung lapar yaitu penyakit kekurangan energi protein ( KEP ), biasanya penyakit ini diderita pada anak-anak, atau bayi usia lima tahun. Balita terhambat pertumbuhan, perutnya buncit ( bengkak ), biasanya banyak didaerah garis kemiskinan sehingga tidak mencukupi nilai gizi dalam makanan sehari-hari.

b.      Gondok ( Golter )

Penyakit ini merupakan adanya pembengkakan kelenjar troid pada leher, dikarenakan kurang mineral yodium. Yodium berguna dalam pembentukan hormon tiroksin. Zat ini terdapat pada garam, ikan laut, udang dan kerang.

c.       Rabun Senja

Penyakit ini berlangsung pada hari mulai senja, oleh karena itu, penderita ini tidak bisa melihat pada waktu senja hari ( rabun senja ). Hal ini karena kekurangan vitamin A dalam waktu yang lama.

d.      Anemia

Anemia adalah penyakit kekurangan darah, dikarenakan dalam makanan sehari-harinya kekurangan zat besi, juga terhambatnya asupan zat besi berupa asam fitat yang terdapat pada kacang-kacangan, gandum, dan teh, kopi ( palifenal )


Untuk mengukur gizi kita seimbang atau tidak dapat dilakukan melalui pengukuran berat badan dibagi tinggi badan, dinamakan Indeks Massa Tubuh ( IMT ). IMT untuk setiap negara berbeda beda, contoh IMT penduduk Asia ( WITO ) tahun 2000.

Kategori
IMT


Kurus
< 18,5
Normal
-
Kelebihan Berat badan ( Overweight )
18,5 - 22,9
Overweight Beresiko
23,0 - 24,9
Obesitas tingkat  1
25,0 – 29,9
Obesitas tingkat  2
>30


                            BB ( Berat Badan ) Kg
  Rumus IMT =  ──────────────
                            TB ( Tinggi Badan ) M



Demikian tadi ulasan tentang penyakit  akibat kurang gizi, dan semoga pembaca semua tidak ada yang terkena penyakit akibat kekurangan gizi tersebut, dan semoga bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih
Source: pjokkita.blog
Share:

Terkini

500 Sedulur Sikep dari 6 Kabupaten di Jateng-Jatim Gelar Rembug Samin di Blora

BLORA - Sebanyak 500 orang Sedulur Sikep atau para pengikut ajaran Samin Surosentiko, dari 6(enam) Kabupaten yakni Blora, Kudus,...

Total Pageviews

Blog Archive

Hubungi Kami

foxyform

Labels