Teknik Bersepeda Di Gunung Yang Baik Dan Aman


bangsamandiri.com - Mekanika mengayuh (pedaling) seringkali diabaikan oleh pesepeda. Perlu diketahui bahwa untuk mendapatkan manfaat bersepeda yang efisien pedaling tidak hanya sekedar mengayuh.

Jika Anda ingin kayuhan sepeda Anda efisiens, Anda perlu untuk memastikan bahwa kaki dan tubuh Anda turut menjadi penentu efisiensi pedaling dan efisiensi bersepeda secara keseluruhan.

1.      Penempatan Kaki
Bagaimana kaki Anda ditempatkan pada pedal berpengaruh power stressing dan efisiensi bersepeda. Menggunakan jari-jari kaki untuk mendorong pedal dapat menekankan kaki tendon Anda.

Fokus pada menempatkan sendi pertemuan antara jari kaki dan telapak tepat di atas poros pedal. Sepatu bersepeda dapat membantu Anda mencapai hal ini, terutama sepatu bersepeda dengan klip pedal dan mengunci kaki Anda di posisi stasioner.

2.      Melatih Dengan Gear Tetap (Fixed Gear)
Cobalah untuk melatih pedaling ini dengan mengendarai sepeda fixed gear (fixie) untuk membiasakan–tidak seperti sepeda multigear, dimana kayuhan bisa saja berhenti/berjeda sepanjang sepeda melaju—.

Pada sepeda fixe gear, pedal selalu akan bergerak mengikuti gerak sepeda, dan hal ini akan memaksa Anda untuk menjaga kontak dengan pedal. Hal ini akan membantu Anda memperkuat kayuhan dan membantu Anda mengembangkan keterampilan mengayuh yang lebih kuat.

3.      Fokus Pada Kayuhan ‘Tekan Dan Tarik’
Pedal berputar pada poros saat sepeda melaju. Trik untuk menambah efisiensi pedaling adalah tidak hanya mengayuh dengan ‘menekan’ (downstroke) pedal ke bawah yang dilakukan oleh salah satu kaki secara bergantian.

Coba ‘tambahkan’ sedikit sudut pada kontak antara kaki dengan permukaan pedal, dimana hal ini dilakukan pada bagian kaki yang mendapat giliran ‘ditarik naik’. Ini menciptakan kesempatan untuk membantu dalam rotasi pedal dengan membantu tarik pedal melalui yang upstroke.

Kunci untuk ini adalah menjaga kaki Anda terhubung ke pedal dan melihat gerakan kaki sebagai siklus melingkar. Ini akan meningkatkan efisiensi pedaling.

4.      Sesuaikan Posisi Dan Ketinggian Sadel
Jika Anda mengalami rasa sakit di lutut setelah sekian waktu bersepeda, hal ini bisa saja disebabkan posisi sadel terlalu jauh ke depan, membuat sudut lancip sudut di lutut Anda yang juga meningkatkan tekanan pada sendi.

Untuk itu, Anda perlu menyesuaikan posisi sadel, bagaimana Anda duduk di sadel. Jika Anda duduk terlalu jauh ke depan, Anda dapat menggunakan kunci pas untuk menggeser sadel agak sedikit ke belakang. Ini akan mengurangi ketegangan lutut dan membuat mengayuh lebih nyaman dan efisien.

Ketika Anda Bersepeda Di Tanjakan

Bersepeda menanjak seringkali dihindari oleh sebagian cyclist. Padahal, ketakutan bersepeda menanjak justru akan membatasi manfaat dari tantangan latihan ini. Manfaat menanjak bersepeda termasuk peningkatan ketahanan otot, kekuatan otot, peningkatan leg power, lebih fokus mental dan peningkatan koordinasi.

Meskipun bersepeda mendaki mungkin sedikit menakutkan, ketika Anda memecahnya menjadi kayuhan-kayuhan yang dikelola dengan baik dan logis, Anda akan dengan mudah menaklukan tanjakan (tantangan) itu pertama dan banyak lagi.

Persipan fisik yang matang dan kondisi sepeda yang fit tentunya menjadi hal pokok ketika kita bersepeda dimedan atau trek apapun baik flat trek (mendatar), descent (turunan) dan Climb (tanjakan).

Beberapa teknik dasar bersepeda menanjak seperti ; penyesuaian suspensi, teknik shifting (gigi transmisi), posisi ketinggian seatpost dan posi badan sangat menentukan kenyamanan kita ketika melibas tanjakan.


Penyesuaian Suspensi

Tips ini untuk para rider MTB terutama cross country (XC) baik untuk medan aspal maupun offroad ringan. Ketika menghadapi tanjakan usahakan kunci (lock) suspensi depan anda agar tidak bekerja naik – turun.

Tips ini dengan tujuan ketika menanjak dan anda berdiri diatas sadel (sadle) untuk melakukan kayuhan pedal yang kuat, energi dan tenaga anda tidak terbuang percuma karena suspensi depan yang naik turun.

Suspensi yang static membuat energi ketika kita mengayuh sepeda dengan berdiri benar-benar tersalurkan secara menyeluruh pada crank.

Untuk sepeda MTB yang tidak mempunyai sistem lock, sebaiknya rider tidak dalam posisi berdiri ketika mengayuh pada tanjakan.

Untuk roadbiker penyesuaian suspensi tidak perlu karena fork depan sepeda balap sudah static.

Teknik Shifting

Tips ini berlaku untuk rider MTB maupun Roadbiker, shifting atau yang lebih dikenal dengan pemindahan gigi transmisi tentunya sudah akrab bagi anda penggemar olah raga sepeda. Shifter biasanya terletak pada handle bar (stang kemudi) sepeda kita.

Shifter adalah perangkat yang terhubung dengan FD (front deraileur) dan RD (rear derailleur), FD dan RD inilah yang bertugas memidahkan gigi (chainrings) baik depan maupun belakang.

Shifting yang benar pada saat tanjakan tentunya akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi rider.

Untuk rider yang mempunyai power (tenaga) dan otot kaki yang kuat, tidak menjadi masalah menggunakan Chainring (gir) depan paling besar dan gir belakang paling kecil,  karena shifting dengan model ini akan memberikan akselari maksimum pada saat kita menganyuh sepeda.

Untuk rider pemula shifting dengan menggunakan chainring (gir) depan paling kecil  dan belakang paling besar, memberikan kenyamanan ketika mengayuh pedal. Konsekuensi teknik shifting seperti ini, sepeda berjalan pelan. Tips untuk teknik ini usakan untuk tidak berdiri diatas sadel akan tetapi percepat putaran kayuhan pedal rider.

Dengan berlatih dan kebiasaan bersepeda, kita akan menemukan sendiri kemampuan otot kaki kita ketika menghadapi medan tanjakan, semakin sering bersepeda dan berlatih ditanjakan rider dapat mengukur shifting pada gir berapa yang tepat untuk menghadapi climb trek.

Posisi ketinggian Seatpost dan Sadel (sadle)

Seatpost (dudukan sadel) tentunya tidak terpisahkan dengan sadel (tempat duduk rider). Energi dan tenaga rider ketika melewati trek menanjak (climb) banyak terkuras. Tips untuk pengaturan seatpost ketika melewati tanjakan adalah usakan seatpost pada posisi maksimum kayuhan rider.


Ukur panjang kaki rider dengan meteran dengan tujuan memperoleh hasil yang akurat, tarik meteran dari telapak kaki hingga pangkal selangka. Kemudian ukur panjang Crank leght (lengan crank), misal panjang kaki 75cm dan crank lengt 25cm total adalah 95cm.

Tarik keatas meteran dari poros BB (Buttom Bracket) hingga sadle, sesuaikan ketinggian sadle dengan ukuran yang sudah anda peroleh. Ukuran tersebut merupakan titik maksimum ketika kaki kita mengayuh sepeda.

Jika terasa kurang nyaman kurangi ketinggian seatpost, tetap diingat bahwa posisi kaki haruslah hampir lurus ketika anda naik diatas sadle dan telapak kaki dipedal arah pedal jam enam (180 derajat).

Tips pengaturan ketinggian seatpost tersebut bertujuan agar energi dan tenaga rider ketika menganyuh diatas sadle tidak terbuang percuma.

Posisi Rider (Berdiri dan Duduk)
Standing Up (berdiri)
Kelebihan :
·      Otot kaki bekerja maksimal dan menyeluruh, tekanan tidak hanya pada satu otot.
·       Diperlukan power yang besar, sehingga akselerasi pada saat tanjakan menjadi lebih mudah.
·         Kekurangan :
·         Rider menggunakan lebih banyak energi, karena kaki menopang berat tubuh secara keseluruhan.
·         Posisi berdiri ketika menanjak mengakibatkan rider tidak bisa berjalan pelan karena cenderung melakukan akselerasi cepat.

Sitting Down (Duduk)
Kelebihan :
§  Posisi rider duduk diatas sadel tentunya membuat badan terasa lebih rileks (santai), karena energy tidak terkuras berlebih.
§  Beban tubuh bertumpu pada sepeda bukan pada kaki, otomatis energy yang anda punya lebih hemat.
§  Rider dapat mengatur ritme bersepeda, baik untuk akselerasi cepat maupun perlahan.
§  Kekurangan :
§  Rider dapat merasakan sakit yang berulang-ulang pada satu otot ketika trek tanjakan.

Pada dasarnya posisi duduk ketika bersepeda di medan tanjakan lebih baik dibandingkan ketika kita berdiri, energi yang kita keluarkan lebih sedikit dibandingkan posisi berdiri (standing-up).

Ketika rider melewati tanjakan yang tinggi, rider dapat mengkombinasikan 2 metode tersebut.
Posisi berdiri yang singkat ketika tanjakan tajam dapat menaikan ritme kayuhan sepeda kita.
Fokuskan posisi berdiri kita ketika mengayuh pada putaran crank, tips ini dapat menjaga tubuh tetap santai.

Kondisi sepeda yang prima juga sangat menentukan kesukseskan kita ketika melibas trek tanjakan. Berikan pelumas pada bagian pedal dan crankset.

Untuk roadbiker posiskan lengan tangan pada handle bar bagian atas dan usahankan lengan tangan tetap pada posisi santai.

Bar End

Untuk rider MTB dan Roadbiker yang menggunakan flat bar, anda dapat menambah aksesoris pada handle bar berupa Tanduk (Bar End). Fungsi Bar End lebih untuk kenyamanan rider ketika menanjak.
Source: gowesgogreen.blog
Share:

0 comments:

Post a Comment

Terkini

500 Sedulur Sikep dari 6 Kabupaten di Jateng-Jatim Gelar Rembug Samin di Blora

BLORA - Sebanyak 500 orang Sedulur Sikep atau para pengikut ajaran Samin Surosentiko, dari 6(enam) Kabupaten yakni Blora, Kudus,...

Total Pageviews

Blog Archive

Hubungi Kami

foxyform

Labels