bangsamandiri.com - Kabar maraknya penculikan anak yang terjadi di sejumlah
wilayah akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat. Terutama para orangtua
yang memiliki anak usia balita dan sekolah dasar.
Isu penculikan anak ini sebenarnya bukan terjadi
kali ini saja. Tahun lalu sempat juga beredar kabar kabar penculikan anak di
sejumlah tempat. Informasinya terus menerus muncul dan beredar baik di grup
WhatsApp atau media sosial. Ada yang hanya sekadar tulisan, ada juga yang disertai
gambar-gambar atau video.
Terlepas benar atau tidaknya kabar tersebut, ada
baiknya orang tua selalu waspada dalam menjaga anak-anak. Jangan sampai
pengawasan orangtua lengah pada anak dan menimbulkan penyesalan sepanjang
hidup.
Apa saja yang bisa dilakukan orang tua untuk
menghindari terjadinya penculikan? Berikut tips dari Komnas Anak seperti
dikutip dari sindonews.
1.
Tanamkan
Sikap Waspada Sejak Usia Dini Kepada Anak
Ajak
anak untuk bersikap skeptis dan kritis terhadap orang lain, terutama pada orang
asing yang baru ditemui. Beri pemahaman pada anak bahwa bahaya bisa terjadi di
lingkungan sekitarnya.
2.
Ajarkan
Anak Untuk Menghafal Identitas Diri
Sejak
usia dini, ajarkan anak untuk menghapal nama panjangnya, nama lengkap ayah ibu,
alamat rumah, nomor telepon rumah, nomor telepon keluarga dan anggota keluarga
lainnya.
3.
Ajarkan
Anak Untuk Tidak Mudah Percaya Pada Orang Yang Baru Ditemui
Jelaskan
pada anak untuk berani mengatakan tidak pada pemberian, ajakan, bujuk rayu,
dari orang lain yang tidak di kenali.
Ajarkan
juga agar anak tak langsung percaya pada orang tak dikenal, apalagi jika
mengaku suruhan ayah, ibu, atau keluarga lainnya. Jika anak tidak ada yang
menjemput saat sekolah, ajarkan ia untuk selalu berangkat dan pulang bersama
teman-temannya, jangan sampai sendirian.
4.
Bekali
Anak Kemampuan Untuk Membela Diri Atau Berteriak
Dalam
kondisi darurat atau di bawah ancaman penculikan, ajarkan anak untuk membela
diri dengan berteriak, menggigit, menendang, dan berlari sambil meminta
pertolongan dalam keadaan bahaya.
5.
Tingkatkan
Komunikasi
Sekolah
menjadi tempat strategis bagi penculik untuk melancarkan aksinya. Untuk itu,
penting bagi orang tua untuk membangun komunikasi dengan pihak sekolah untuk
keamanan anak baik di dalam lingkungan sekolah atau setelah pulang sekolah.
Jika
orang tua berhalangan jemput dan menggantinya dengan kerabat lain,
komunikasikan dengan pihak sekolah, termasuk foto si penjemput serta nomor
teleponnya.
Komunikasi
tidak hanya pada pihak sekolah, tapi juga pada anak. Ajarkan anak untuk selalu
terbuka dan cerita tentang hal-hal yang terjadi pada hari itu, baik di lingkungan
sekolah atau rumah.
6.
Dampingi
Anak Saat Bermain
Orangtua
sebisa mungkin mendampingi anak saat bermain. Tak hanya medampingi, tapi
letakkan gawai Anda, dan ikutlah bermain bersamanya. (Bunga Kusuma - Ibu rumah
tangga).
Source: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id








0 comments:
Post a Comment