bangsamandiri.com - Dalam keseharian mungkin
anda sering melihat tanaman kecil yang biasanya sering ditemukan tumbuh
menjalar ini, mungkin pegagan yang sering anda temukan adalah yanng bewarna
hijau. Pegagan merpakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga
sepanjang tahun.
Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan
lingkungannya sesuai hingga dijadikan penutup tanah. Jenis pegagan yang banyak
dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga
dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah
bebatuan, kering dan terbuka.
Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon
(geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang
pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan
disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak
lembab dan terbuka atau agak ternaungi.
Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan
ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan
antanan air. Tanaman pegagan berasal dari daerah Asia tropik dan banyak
tersebar di daerah Asia tenggara termasuk di Indonesia.
Daun hijau muda dengan tepi bergigi. Mungkin tidak
pernah melihat bunga pegagan, karena bunga mereka kecil dan tidak mencolok.
Masyarakat biasa memanfaatkan tanaman ini untuk lalapan.
Pegagan atau yang berbahasa latin Centella Asiatica memiliki banyak
manfaat, apa saja manfaatnya?
Berikut penjelasan mengenai khasiat dan manfaat
dari pegagan:
Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan,
memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh
kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan
(haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma,
antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang
ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat
terjadinya keloid).
Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi
darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya
ingat, mental dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi.
pegagan pada penelitian di RSU dr.Soetomo Surabaya dapat dipakai untuk
menurunkan tekanan darah,Penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita
usia lanjut. Berikut cara membuat ramuan obat dari daun pegagan :
1. Obat Susah Kencing
Siapkan
30 gram daun pegagan segar
Kemudian
ditumbuk dan tempelkan ke pusar.
2. Obat Demam
Ambil
segenggam daun pegagan segar
Kemudian
tumbuk
Tambah
sedikit air dan garam
Lalu
disaring.
Minum
sebelum sarapan
3. Obat Darah Tinggi
Ambil
20 lembar daun pegagan
Lalu
tambah 3 gelas air
Kemudian
direbus sampai 3/4 nya.
Sehari
diminum 3 x 3/4 gelas
4. Obat Wasir
Ambil
batang berikut akar-akarnya
Kemudian
direbus dengan 2 gelas air selama 5 menit.
Air
rebusan diminum selama beberapa hari
5. Obat Liver / Pembengkakan Hati
Ambil
240-600 gram pegagan segar,
Kemudian
rebus, dan airnya diminum secara rutin.
6. Obat Campak
Ambil
60-120 gram pegagan
Kemudian
direbus dan airnya diminum.
7. Obat Batu Kencing
Ambil
segenggam pegagan segar
Kemudian
lumatkan dan diperas
Tambahkan
air dan gula batu secukupnya,
Lalu
diminum.
8. Obat Penambahan Nafsu Makan
Ambil
1 genggam daun pegagan segar
Kemudian
rebus dengan 2 gelas air sampai menjadi 1 gelas
Lalu
airnya diminum sehari 1 gelas.
Begitu banyak manfaat pegagan yang ternyata belum
kita ketahui, untuk itu mulai dari sekarang tidak usah ragu untuk mulai
mengonsumsi pegagan, hal termudah adalah menjadikannya lalapan, bersama hidangan makan anda. Salam Sehat.
Source:
rantimawarniputri.blog








0 comments:
Post a Comment