Kewirausahaan Dan Kemandirian Suatu Bangsa


bangsamandiri.com - Berbicara mengenai kewirausahaan memang tidak dapat dilepaskan hubungannya dengan kemandirian bangsa, karena keduanya saling mempengaruhi satu dengan yang lain.

Jika kuantitas dan kualitas Kewirausahaan suatu negara itu baik, maka dapat dipastikan bahwa negara tersebut merupakan negara yang  mandiri, khususnya dalam bidang ekonomi.

Di negara-negara maju seperti di Amerika dan Eropa misalnya, persentase pengusaha terhadap total jumlah penduduknya hampir dipastikan jauh melebihi angka 2% yang merupakan syarat jumlah minimum ideal kuantitas pengusaha jika negara tersebut ingin mandiri.

Bahkan, negara tetangga kita seperti Malaysia, jumlah wirausaha yang dimilikinya sudah mencapai 5% dari total jumlah penduduknya, terlebih Singapura yang sudah mencapai 7% dari jumlah penduduknya.

Sedangkan negara kita, hanya memiliki kurang lebih 0,18% atau sekitar 400.000 orang dari total 230 juta penduduk Indonesia.

Dalam konteks kemandirian bangsa, kewirausahaan sangatlah penting untuk menopang sendi-sendi perekonomian, bagaimana kewirausahaan menjadi pendorong penyebaran keuntungan ekonomi yang lebih baik, seperti peningkatan kesejahteraan, mengurangi tingkat pengangguran, mengurangi tingkat kriminalitas, meningkatkan standar hidup masyarakat dan juga mendistribusikan pendapatan secara lebih merata.


Melihat hal tersebut, pemerintah seharusnya lebih concern untuk mendorong peningkatan kewirausahaan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Melalui program-program yang digulirkan oleh pemerintah seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan juga PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) sebenarnya merupakan sebuah langkah maju  dari pemerintah, namun itu hanya sebatas peningkatan secara kuantitas jumlah pengusaha, tidak secara kualitas karena tidak adanya pendampingan dan juga fungsi control yang jelas.

Untuk itu pemerintah harus melihat faktor eksternal dan internal dalam peningkatan kuantitas dan kualitas kewirausahaan lokal. Faktor eksternal adalah faktor lingkungan yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kewirausahaan, seperti motivasi dari pihak lain untuk menjadi pengusaha, adanya fasilitas yang tersedia untuk mendirikan usaha, regulasi yang jelas dan tidak diskriminatif serta suasana yang kondusif untuk mendirikan dan mengembangkan kewirausahaan.

Sedangkan faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seorang pengusaha itu sendiri.

Dengan memperhatikan hal tersebut, semoga saja pemerintah dapat memecahkan berbagai permasalahan bangsa Indonesia, khususnya dalam hal kemandirian perekonomian dengan cara mendorong kewirausahaan lokal untuk dapat berkembang dan bersaing sehingga dapat menciptakan sebuah kondisi negara yang ideal.
Source: abdullahkholifah.word - Abdullah Kholifah
Share:

0 comments:

Post a Comment

Terkini

500 Sedulur Sikep dari 6 Kabupaten di Jateng-Jatim Gelar Rembug Samin di Blora

BLORA - Sebanyak 500 orang Sedulur Sikep atau para pengikut ajaran Samin Surosentiko, dari 6(enam) Kabupaten yakni Blora, Kudus,...

Total Pageviews

Blog Archive

Hubungi Kami

foxyform

Labels