bangsamandiri.com - Hama dan penyakit pada
tanaman merupakan salah satu kendala yang sangat mengganggu dalam usaha
pertanian. Serangannya pada tanaman dapat datang secara mendadak dan dapat
bersifat eksplosif (meluas) sehingga dalam waktu yang relatif singkat
seringkali dapat mematikan seluruh tanaman dan dapat menimbulkan gagal panen
(puso).
Akibat serangan hama, produktivitas tanaman menjadi
menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya. Oleh karena itu kehadirannya perlu
dikendalikan, apabila populasinya di lahan telah melebihi batas ambang ekonomi
(AE).
Petani terus berfikir bagaimana cara mengendalikan
tanaman dari gangguan hama dan penyakit. Tidak sedikit para petani masih
tergantung kepada pestisida kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit. Selain
yang harganya mahal, pestisida kimia juga banyak memiliki dampak buruk bagi
lingkungan dan kesehatan manusia.
Dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia
antara lain adalah :
1.
Hama menjadi kebal (resisten)
2.
Peledakan hama baru (resurjensi)
3.
Penumpukan residu bahan kimia di dalam hasil
panen
4.
Terbunuhnya musuh alami
5.
Pencemaran lingkungan oleh residu bahan kimia
6.
Kecelakaan bagi pengguna
Mengingat dampak negatif dari penggunaan pestisida,
maka pemerintah mengintroduksikan suatu paket teknologi pengendalian hama yang
lebih ramah lingkungan disebut teknologi Pengendalian Hama Terpadu (integreted
pest management).
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada dasarnya
terdiri atas dua kegiatan pengendalian yaitu usaha-usaha pencegahan (preventive
controls) dan penggunaan pestisida (pesticide controls). Penggunaan pestisida
boleh dilakukan apabila cara pertama sudah digunakan tetapi belum memberikan
hasil optimal.
Pengertian
Pestisida
Pestisida adalah semua bahan racun yang digunakan
untuk membunuh organisme hidup yang mengganggu tumbuhan, ternak dan sebagainya
yang dibudidayakan manusia untuk kesejahteraan hidupnya.
Pestisida nabati adalah suatu petisida yang bahan
dasarnya berasal dari tumbuhan, seperti daun, batang, akar dan buahnya.
Pestisida ini relatif mudah dibuat dan bahan-bahannyapun mudah didapatkan,
karena semua bahan-bahan tersebut ada dilingkungan kita, dan murah yang pasti
aman dan tidak beracun.
Karena itu bahan alami/nabati ini merupakan jenis
pestisida yang bersifat mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak
mencemari lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena
residunya mudah hilang.
Keunggulan
dan Kelemahan Pestisida Nabati
Keunggulan pestisida nabati adalah murah dan mudah
dibuat sendiri oleh petani, relatif aman terhadap lingkungan, tidak menyebabkan
keracunan pada tanaman, sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama, kompatibel
digabung dengan cara pengendalian yang lain, menghasilkan produk pertanian yang
sehat karena bebas residu pestisida kimia
Adapun kelemahannya pestisida nabati adalah daya
kerjanya relatif lambat, tidak membunuh jasad sasaran secara langsung, tidak
tahan terhadap sinar matahari, kurang praktis, tidak tahan disimpan,
kadang-kadang harus disemprotkan berulang-ulang
Fungsi
Pestisida Alami/Nabati
Menurut Diding Rachmawati dan Eli Karlina (2009),
Pestisida nabati/alami memiliki beberapa fungsi, antara lain :
1. Reppelan, yaitu menolak kehadiran serangga.
Misal: dengan bau yang menyengat
2.
Antifidan, mencegah serangga memakan tanaman
yang telah disemprot.
3.
Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa
4.
Menghambat reproduksi serangga betina
5.
Racun syaraf
6.
Mengacaukan sistem hormon di dalam tubuh
serangga
7.
Atraktan, pemikat kehadiran serangga yang dapat
dipakai pada perangkap serangga
8.
Mengendalikan pertumbuhan jamur/bakteri
Meskipun ramuan ini lebih ramah lingkungan,
penggunaannya harus memperhatikan batas ambang populasi hama. Ramuan ini hanya
digunakan setelah polulasi hama berada atau di atas ambang kendali. Sehingga
sesuai dan tepat peruntukkannya untuk membasmi hama di areal pertanian.
Prinsip Kerja
Pestisida Nabati
Dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman,
pestisida nabati menjalankan prinsip kerja yang unik dan spesifik. Prinsip
kerja pestisida nabati ada tiga yaitu menghambat, merusak dan menolak.
Ada beberapa mekanisme kerja pestisida nabati dalam
melindungi tanaman dari organisme pengganggu yakni : merusak perkembangan
telur, larva dan pupa, menghambat pergantian kulit, mengganggu komunikasi
serangga, menyebabkan serangga menolak makan, menghambat reproduksi serangga
betina, mengurangi nafsu makan, memblokir kemampuan makan serangga, mengusir
serangga, menghambat perkembangan patogen penyakit.
Tanaman yang bisa dipakai untuk pestisida alami
|
No
|
Jenis Tanaman
|
Kandungan Racun dan Daya Kerjanya
|
Hama Sasaran
|
Cara kerja racun :
|
|
1.
|
Berenuk
|
Buah mengandung alkoloid
|
Tikus,Kutu daun/Wereng
|
Bersifat pengusir (repellent) bagi Tikus, kutu
Daun/Wereng
|
|
2.
|
Brotowali
Gadung
Kunyit
|
Buah mengandung alkaloid
|
Walang sangit, Ulat daun dan Wereng
|
Sebagai pengusir (repellent), racun syaraf,
penghambat perkembangan serangga Hama
gudang (Trybolium),
|
|
3.
|
Gadung
Kunyit
Susu
Minyak Ikan
Serai
|
Umbinya mengandung racun dioskorin dan diosconin
|
Nyamuk, Wereng, Tikus
|
Mempengaruhi system syaraf, bersifat pengusir
serangga, anti reproduksi. Kutu
daun (Aphid sp),.
|
|
4.
|
Mindi
|
Mengandung margosin, glikosdida flafonoid
|
Ulat grayak, Kutu daun, Anjing tanah, Belalang,
Wereng, dan Hama Gudang
|
Menolak serangga (repellent), menghambat
pertumbuhan, mempengaruhi system syaraf, pernapasan (respirasi), sebagai
racun perut dan kontak.
|
|
5.
|
Srikaya (sirsak)
|
Daun dan buah muda mengandung minyak anonain dan
resin
|
Nyamuk Rorongo, Wereng coklat dan Walang sangit
|
Sebagai racun perut dan racun kontak, penolak
serangga (repellent), menghambat peletakan telur, mengurangi nafsu makan
serangga Kumbang perusak daun
(Epilachna sp), Kutu daun (Aphid sp)
|
|
6.
|
Surian
|
Daun dan kulit batang mengandung surenon, surenin
dan surenolakton
|
Tungau, Walang sangit, Kutu kebul, Ulat dan Kutu
Daun
|
Sebagai penghambat pertumbuhan, menghambat daya
makan, merupakan repellant (pengusir atau penolak).
|
|
7.
|
Sembung
|
Mengandung borneol, sineol, limonene dan dimetil
etrer floroasetofenon.
|
Keong mas, Limus sakeureut
|
Dapat mempengaruhi metabolisme daya kerja syaraf,
sebagai obat tradisional (rematik, diare, dan pembengkakan)
|
|
8.
|
Picung/ Kluwek
|
Buah dan
daun mengandung alkaloid dan asam biru (HCN)
|
Sebagai racun kontak yang mempengaruhi system
syaraf.
|
Wereng coklat, Lembing batu, Belalang, Walang
sangit, Kutu daun, Ulat grayak
|
|
9.
|
Selasih
|
Daun dan Bunga selasih mengandung minyak atsiri
yang didalamnya terdapat kandungan metilegenol, eugenol, geraniol, sineol.
|
|
Unsur metileugenol dapat menarik serangga jantan
lalat buah dari golongan Bactrocera sp Lalat
buah/Entod longong jantan dari
golongan Bactrocera sp
|
(Suryana A Ir., M.Si., 2009)
Dimuat di Sinar Tani Edisi 7 - 13 Juni 2017 No.
3705 Tahun XLVII








0 comments:
Post a Comment