Dekadensi
Moral Remaja
Dekadensi dalam kamus bahasa Indonesia berarti
penurunan, kemunduran, kemerosotan. Sedangkan moral itu sendiri memiliki arti
baik buruknya suatu perbuatan. Jadi dekadensi moral remaja adalah menurun atau
merosotnya segala perbuatan (moral) remaja yang mengarah pada perbuatan yang
negatif. Hal tersebut juga karena disebabkan oleh beberapa macam faktor.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan perkembangan jaman, moral remaja justru
mengalami penurunan yang cukup drastis, walaupun masih ada remaja yang bisa
menjaga dan mengembangkan moralnya kearah yang lebih baik. Remaja yang
mengalami penurunan moral biasanya akan mengabaikan nilai-nilai yang berlaku
dan melanggar norma-norma yang ada didalam lingkungannya.
Beberapa fakta yang terlihat akhir-akhir ini yang
berkaitan dengan penurunan moral remaja saat ini yakni sebagai berikut:
a.
Sering terjadinya tawuran (kekerasan) yang
dilakukan ramaja terutama pada kalangan pelajar baik yang dilakukan oleh anak
SMP, SMA, maupun Mahasiswa. Terlebihnya lagi dilakukan oleh anak pelajar di
kota besar. Faktor penyebabnya berupa
ejekan terhadap kelompok pelajar ke pelajar lainnya. Ini begitu memilukan bagi
kita semua, pelajar yang diharapkan akan menjadi penerus bangsa, yang akan
memajukan negara kearah yang lebih baik ternyata aktifitas sebagai pelajar
hanya digunakan untuk bertawuran (melakukan kekerasan) saja.
b. Cara berpakaian banyak remaja kita yang
berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya barat. Mereka menggunakan
pakaian yang minim badan yang memeperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya
tidak kelihatan. Padahal cara berpakaian itu jelas-jelas tidak sesuai dengan
kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna.
Pendek kata orang lebih suka jadi menjadi orang lain dengan cara menutupi
identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau mel;estarikan budaya bangsa dengan
mengenakkan pakaian yang sopan sesuaia kepribadian bangsa.
c. Selain cara berpakaian, cara bersikap terhadap
sesama khususnya terhadap yang lebih tua sudah tidak dihiraukan. Kesopanan,
ketatakramaan, kepedulian, tolong-menolong, kegotong-royogan dan keramahan yang
merupakan ciri khas kebudayaan kita kini sudah memudar pada diri sebagian besar
anak muda. Mereka bangga terhadap keadaan diri mereka sekarang dan kini mereka
bersifat individualis. Cara bersikap kedapa orang tuapun kebanyakan anak lebih
banyak membantah dari pada membantu orang tua. Yang dipentingkan mereka hanya
kesenangan dan eksistensi mereka sendiri tanpa bertanggung jawab untuk kedepan
atas eksistensinya.
d.
Tidak malu-malu para remaja dan pelajar kini
mengumbar kebebasan pergaulan. Jangan heran jika melihat dua orang anak remaja
atau pelajar berlain jenis berboncengan motor sambil pelukan. Tak
tanggung-tanggung pemandangan seperti ini sengaja mereka tampilkan di jalanan
dan didepan umum. Tidak ada kesan canggung ataupun malu ndari raut wajah
mereka. Bahkan senda gurau dan celoteh bernada mesum pun seolah bukan hal baru
lagi.
e.
Remaja sekarang labih suka atau senang dengan
hal-hal yang bersifat modern, gaya kebarat-baratan, musik-musik yang tidak
jelas makna maupun kata-katanya, film yang tidak bermanfaat, game online yang
membuat mereka betah berhari-hari untuk bermain, nongkrong di pinggir-pinggir
jalan dengan tujuan tidak jelas, main kediskotik dan masih banyak l;agi
aktifitas yang sedang digandrungi oleh anak muda jaman sekarang. Dari pada hal
yang bermanfaat bagi mereka kelak seperti belajar, membaca buku, mengembangkan
potensi, melakukan kajian-kajian yang bermanfaat dan belajar lebih dalam agama
yang dianut. Khususnya agama islam yang dalam ibadahnya mengutamakan shalat
lima waktu, bersedekah, berpuasa, membaca Al-Qur’an,dsb. Kini sudah jarang
dilakukan oleh anak muda jaman sekarang.
f. Seringnya anak muda yang melakukan pornoaksi dan
pornografi, yang dipengaruhi oleh pergaulan bebas dengan gaya hidup masyarakat
jaman sekarang ini. Berita tentang pemerkosaan, pelecehan seksual dan kejahatan
lainnya hampir setiap hari dikabarkan media massa. Belum lagi video-video porno
yang terus diproduksi, baik yang dibuat secara profesional maupun amatir. Baik
video yang memang diproduksi untuk kepentingan komersial maupun video yang pada
awalnya hanya untuk kepentingan pribadi tapi terpublikasikan secara umum.
Video-video tersebut dapat diakses sangat mudah di warnet-warnet yang ada. Hal
yamg memilukan lagi adalah anak muda (remaja) sampai anak kecil(SD) dengan
mudah mengakses situs-situs porno tersebut dan menjadi kegemaran bagi mereka.
Bahkan pernah ada kasus pornoaksi yang dilakukan segerombolan anak SD.
g.
Kebanyakan anak muda yang mencandu miras dan
narkoba. Mereka denga mudah terjerumus pada barang yang haram dikonsumsi itu,
karena mereka merasakan kesenagan yang sementara setelah mengkonsumsi barang
tersebut. Sementara itu akibat dari mengkonsumsi miras dan narkoba sangat besar
seperti mengakibatkan gangguan mental, kecacatan bagi anak muda bahkan terjadi
kematian.
h.
Maraknya penjualan terhadap anak muda (remaja)
untuk dijadikan pelayan seks bagi laki-laki hidung belang, hal tersebut biasa
terjadi baik melalui internet maupun langsung. Kebanyaka faktor yang
mempengaruhi mereka untuk melakukan hal tersebut adalah uang untuk membiayai
kebutuhan hidup.
i. Banyaknya kelompok pemuda yang aktivitasnya
melakukan kesenangan yang tidak jelas yang meresahkan masyarakat sekitar dan
manimbulkan banyak korban, seperti geng motor
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan penurunan
moral remaja Indonesia. Faktor tersebut adalah: Faktor Internal yaitu suatu hal
yang berasal dari dalam diri remaja itu sendiri yang mempengaruhi perkembangan
moral remaja baik sikap maupun perbuatannya.
Faktor Eskternal yaitu hal-hal yang menyebabkan
penurunan moral dari luar diri pribadi remaja yang berupa sifat ataupun
perbuatan remaja tersebut
Dekandensi moral atau bisa disebut juga penurunan
moral merupakan masalah serius yang harus harus segera ditangani karena dampak
atau akibat yang ditimbulkannya bukannya positif tetapi selalu mengarah pada
negatif. Diantara dampak atau akibat yang ditimbulkan dari dekandensi moral
antara lain :
1.
Bagi keluarga anak merupakan penerus keluarga
yang nantinya dapat menjadi tulang punggung keluarga apabila orang tuanya tidak
mampu lagi untuk bekerja. Dan oleh para orang tuanya apabila anaknya
berkelakuan menyimpang dari ajaran agama akan berakibat ketidakharmonisan di
dalam keluarga, komunikasi antara anak dan orang tua akan terputus. Dan
tentunya ini sangat tidak baik, sehingga mengakibatkan anak remaja sering
keluar malam dan jarang pulang, serta lebih sering menghabiskan waktunya
bersama teman-temannya untuk bersenang-senang dengan jalan minum-minuman keras,
mengkonsumsi narkoba dan narkotika. Dan menyebabkan keluarga merasa malu serta kecewa atas apa
yang telah dilakukan oleh remaja. yang mana semua itu hanya untuk melampiaskan
rasa kekecewaannya saja terhadap apa yang terjadi dalam kehidupannya.
2.
Bagi lingkungan masyarakat, Di dalam kehidupan
masyarakat sebenarnya remaja sering bertemu dengan orang dewasa ataupun para
orang tua, baik itu di tempat tinggal nya maupun tempat tinggal lainnya. yang
mana nantinya apapun yang dilakukan oleh para dewasa ataupun orang tua akan
menjadi panutan bagi para remaja . Dan apabila remaja sekali saja membuat
kesalahan dampaknya akan buruk bagi dirinya dan keluarga. Sehingga masyarakat
menganggap remajalah yang sering membuat keonaran, ataupun mengganggu
ketentraman masyarakat. Mereka menganggap remaja memiliki moral rusak dan pandangan masyarakat tentang sikap remaja
tersebut akan jelek dan untuk merubah semuanya menjadi normal kembali
membutuhkan waktu yang lama dan hati yang penuh keikhlasan.
3.
Terjadinya penurunan Religius Remaja. Salah satu
contohnya adalah jarang sekali remaja berada di masjid untuk shalat berjamaah,
karena lebih mementingkan nongkrong di jalan daripada Masjid. Jika hal ini
terjadi, apalagi sampai mereka meninggalkan shalat dan kewajiban lainnya, maka
tentulah niat untuk membentuk pribadi yang luhur dan berakhlak mulia akan
sulit.
4.
Pergaulan bebas. Pergaulan yang sedang dijalani
oleh banyak remaja saat ini sudah melampaui batas kewajaran. Seperti merokok,
seks bebas, mengkonsumsi narkoba dan sebagainya. Inilah masalah yang harus di
selesaikan secara arif bijaksana. Di usia yang dini, banyak remaja yang telah
terlibat pergaulan bebas. Ada beberapa peristiwa yang memilukan. Misalnya, tak
sedikit remaja putri yang rela menjual diri demi mendapat uang secara instan,
hanya untuk membeli HP, baju dan untuk gaya
hidup ala metropolis lainnya. Dalam pergaulannya, remaja mungkin bisa
dipengaruhi entah itu dari diri sendiri ataupun orang lain. Sebab itu,
penyelesaiannya juga harus melibatkan dirinya dan pihak lain.
5. Kriminalitas. Beragam bentuk kriminalitas yang
dilakukan remaja bukan barang baru lagi di negeri ini. Mulai dari menjambret,
memalak, merampok, memperkosa, tawuran, hingga geng motor, dll. Kriminalitas
remaja tersebut kini mengalami peningkatan secara kuantitas, jumlah maupun
motifnya. Jika hal ini di biarkan, maka akan kian merusak moral remaja, yang
karena harus diatasi secara menyeluruh.
6.
Dampak dari penurunan moral remaja pasti akan
merimbas pada remaja tersebut. Bila tidak segera ditangani, maka ia akan tumbuh
menjadi sosok yang berkepribadian buruk.
7.
Remaja yang melakukan perbuatan yang menyimpang
dari norma pasti akan dikucilkan banyak orang. Remaja tersebut hanya dianggap
sebagai pengganggu dan orang yang tidak berguna.
8. Akibat dari dikucilkannya remaja dari pergaulan
sekitar, remaja tersebut akan mengalami gangguan kejiwaan. Yang dimaksud
gangguan kejiwaan bukan berarti gila, tapi ia akan merasa terkucilkan dalam hal
sosialisasi, merasa tertekan, takut atau malah membenci orang-orang
disekitarnya.
9. Masa depan yang suram dan tidak menentu bisa
menunggu para remaja yang mengalami penurunan moral. Bayangkan bila ada seorang
remaja yang kemudian terpengaruh pergaulan bebas dan pecandu narkoba, hampir
bisa di pastikan dia tidak akan memiliki masa depan cerah. Hidupnya akan hancur
perlahan dan tidak sempat memperbaikinya.
Polemik dekadensi
moral remaja seakan tidak pernah habis dibahas, selesai satu masalah timbul
masalah lain yang tak kalah mencengangkan. Seolah remaja sekarang adalah sumber
dari segala masalah. Tak perlu memandang jauh, perhatikan saja problema remaja
yang terjadi disekitar kita saat ini.
Secara kasat mata,
siapapun tidak akan menafikan hal itu.Tetapi betapa sangat disayangkan generasi
yang seharusnya dididik dengan baik, mereka yang akan memegang peranan suatu
saat nanti, telah rusak dari sekarang. Apa jadinya sebuah bangsa jika
pemuda-pemudinya hanya bisa mabuk-mabukan dan hilang kendali dari keagungan
moral yang seharusnya dilindungi dan diselamatkan keutuhannya?
Siapa yang sepatutnya
disalahkan? Mari sama-sama berasumsi. Tapi satu hal, jangan dulu gegabah
menyalahkan remaja kita atas tindak-tanduknya di zaman modernisasi ini. Terus
siapa? Beri feedback pada diri sendiri.
Sekali lagi, jangan
salahkan remaja, karena kewajiban orang tua-lah mendidik anak untuk taat
beragama, taat berbangsa dan taat berbudaya. Kita tidak mungkin meletakkan
tanggung jawab pada orang lain untuk kebaikan remaja kita sendiri. Mari saling
menjaga, saling mengayomi agar keutuhan agama, adat, istiadat, dan budaya kita
tetap lestari di persada bumi pertiwi ini.








0 comments:
Post a Comment