bangsamandiri.com
- Berencana Merantau ke Luar Negeri? Anda perlu tips untuk orang yang merantau
ke luar negeri agar bisa bertahan hidup di negeri orang. Jadi ceritanya Anda sudah
mantap untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri? Atau Anda ingin mencari
pengalaman baru dengan bekerja di negeri orang?
Merantau ke luar negeri tentunya butuh pertimbangan
yang matang. Pasalnya Anda akan berada jauh dari keluarga dan teman terdekat,
pisah negara bahkan pisah benua.
Belum lagi kalau Anda hanya seorang diri di sana,
nggak ada sanak keluarga, nggak ada teman, bahkan teman dunia maya yang berasal
dari negara tujuan rantau Anda pun nggak ada.
Kalau punya keluarga di sana sih gampang, tinggal
bilang “Tante, mulai bulan depan aku bakalan lanjutin kuliah ke Perancis,
tolong bantuin aku cari tempat tinggal di sana yah”.
Lebih enak lagi kalau si Tante jawab “Yaudah Anda tinggal
di rumah tante aja”. Lumayan kan irit ongkos?
Tapi nggak usah terlalu berharap karena Anda nggak
akan merasakan hal itu kalau Anda hanya akan seorang diri di sana, tanpa
ditemani orang-orang yang Anda kenal.
Bertahan di negeri orang memang tergolong susah,
pastinya banyak hal yang harus Anda perhatikan. Tapi tenang Toppers. Kali ini
Toped akan memberi 7 tips ampuh supaya Anda bisa bertahan hidup di tengah
deraian susahnya jadi anak rantau di luar negeri.
1. Paling
penting: pelajari budaya dan bahasa masyarakat setempat
Pernah mendengar yang namanya “culture shock”?
Istilah ini digunakan untuk menggambarkan keadaan saat seseorang merasa
terkejut dengan budaya di suatu tempat, yang membuatnya merasa sulit untuk beradaptasi
dengan lingkungan tersebut.
Culture shock sangat sering dialami oleh pelajar
atau pekerja yang hijrah ke luar negeri. Pada umumnya mereka yang terkena
“wabah” ini akan mengalami depresi bahkan stres berat, dan membuatnya menutup
diri dari lingkungan.
Nah untuk Toppers yang sebentar lagi akan merantau
ke negeri orang, jangan sampai mengalami yang culture shock yah. Gimana caranya
supaya nggak terkena “wabah” ini? Caranya gampang banget kok, Anda cukup
belajar budaya tentang budaya masyarakat setempat. Carilah referensi
sebanyak-banyaknya tentang kebiasaan masyarakat di negara tujuan rantau kamu,
mulai dari kehidupan sehari-harinya hingga apa yang dianggap “haram” oleh
mereka. Jangan lupa juga untuk belajar bahasa sehari-hari yang digunakan yah.
Jika sudah mengenal budaya dan menguasai bahasa di
sana, pasti Anda akan lebih mudah untuk beradaptasi serta melebur dengan
masyarakat setempat. Dengan begitu, dijamin Anda nggak akan mengalami yang
namanya “culture shock” deh.
2. Belajar memasak itu penting, lumayan buat menghemat biaya hidup
“Di rumah dimasakkin mulu, masa iya aku harus masak
sendiri”. Udah nggak jamannya jadi tuan putri yang apa-apa harus dikerjakan
sama orang lain! Anda harus mulai belajar untuk hidup mandiri Toppers, salah
satunya yah dengan masak sendiri. Jangan pernah bilang nggak bisa, karena semua
sesuatu itu pasti dimulai dari terbiasa.
Bila Anda membiasakan diri untuk masak sendiri,
masakan yang awalnya nggak enak, lambat laun pasti akan makin enak asalkan Anda
mau terus belajar. Emang Anda pikir chef profesional bisa langsung jago masak
dengan mengucap kata “simsalabim” aja. NGGAK!
Selain membentuk Anda menjadi pribadi yang lebih
mandiri, dengan masak sendiri pastinya Anda juga bisa menghemat pengeluaran
selama di negeri orang nun jauh di sana. Coba deh Anda hitung-hitung biaya
membeli bahan makanan dibandingan dengan membeli makanan jadi 3 kali setiap
harinya. Pasti biaya membeli bahan mentah dan kemudian mengolahnya sendiri
lebih murah kan, Toppers?
3. Biar Anda nggak
merasa sendiri, jangan takut untuk berinteraksi dan mencari teman baru
Merantau ke negeri orang bukan cuma buat nyari ilmu
atau nyari uang, tapi Anda juga harus memanfaatkan kesempatan ini untuk nyari
teman dan memperluas koneksi. Udah jauh dari keluarga, masa iya Anda harus
hidup sendiri di sana, nggak ada temen, kemana-mana sendiri.
Nah supaya Anda nggak merasa sendiri dan cuma bisa
nyanyi “sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu asik dengan duniaku sendiri”,
jangan pernah ragu untuk berinteraksi dengan orang-orang di sekitarmu, baik di
kampus, di asrama ataupun di tempat Anda biasa membeli makanan.
Takut ngobrol dengan orang di sekitarmu karena
kemampuan bahasa asingmu masih payah? Buat semua ketakutan kamu! Justru Anda bisa
melatih kemampuan bahasa Anda dan belajar langsung dari mereka. Selain belajar
bahasa, Anda juga bisa bertanya ke mereka tentang budaya masyarakat di sana,
tentang bagaimana masyarakat berinteraksi, tradisi di sana, sampai hal apa saja
yang nggak boleh dilakukan di sana. Tuh enak banget kan, Toppers? Selain
memperluas pertemanan, Anda juga bisa sekalian belajar bahasa dan budaya dari
empunya langsung!
4. Merantau
buat nyari ilmu? Nggak ada salahnya Anda nyari duit dengan kerja part-time
Nah untuk Toppers yang hijrah ke luar negeri untuk
nyari ilmu, nggak ada salahnya juga Anda nyari uang dengan kerja paruh waktu.
Di luar sana banyak banget kok pekerjaan yang disediakan untuk mahasiswa, misal
jadi barista, waiter ataupun penyanyi di kafe-kafe. Nggak perlu takut dipandang
sebelah mata oleh orang lain, karena di luar negeri sudah biasa kok mahasiswa
kerja part-time, bahkan jadi pencuci piring di restoran-restoran untuk menambah
uang jajan.
Jadi Anda nggak perlu minder dan takut kalau
teman-teman kuliah Anda di sana tahu Anda bekerja sebagai pelayan restoran.
Daripada Anda menghabiskan waktu senggang setelah kuliah hanya untuk hura-hura
atau tidur di kamar, mending Anda jadi orang yang produktif dengan memanfaatkan
waktu untuk nyari uang.
5. Saat
terpikir untuk hura-hura, ingat keluarga di sini yang selalu mikirin kamu!
Pergaulan di luar negeri, cenderung lebih bebas
daripada di Indonesia. Karena itu, Anda harus pintar jaga diri supaya nggak
terpengaruh dengan pergaulan-pergaulan yang negatif seperti merokok, narkoba,
minum-minuman keras dan seks bebas.
Nggak mudah memang untuk menahan diri untuk nggak
tergoda dengan hal-hal tersebut, apalagi kalau teman-teman di sekelilingmu
sering melakukannya. Tapi ada cara ampuh nih supaya Anda bisa tahan dengan
godaan-godaan itu, ingat keluarga di sini!
Yup, saat Anda mulai berpikir dan terbujuk untuk
hura-hura dan melakukan hal yang negatif, ingatlah Ibu, Ayah, keluarga lainnya
dan sahabat-sahabat yang selalu mikirin gimana kehidupan Anda di sana. Pastinya
Anda nggak mau kan ngecewain mereka? Nah karena itu, pintar-pintarlah untuk menjaga
diri di tempat rantauan Anda dan buat mereka bangga.
6. Manfaatkan
teknologi untuk mengatasi homesick
Homesick menjadi salah satu “penyakit” yang lazim
dialami oleh anak perantau, apalagi yang merantau ke luar negeri. Tapi di jaman
sekarang, penyakit kangen rumah ini bisa dengan mudah Anda atasi kok, Toppers.
Pasti Anda punya gadget dan koneksi internet kan? Nah Anda bisa memanfaatkan
keduanya untuk melepas rindu dengan keluarga ataupun teman-teman di sini dengan
melakukan video call.
Daripada harus telepon-teleponan yang pasti
biayanya lebih mahal, apalagi kirim-kiriman surat yang nyampenya bisa
berbulan-bulan, mending Anda memanfaatkan internet, lebih murah bahkan gratis
kalau Anda memakai fasilitas wifi yang tersedia di tempat umum. Internet
mendekatkan yang jauh.
7. Takut
kangen makanan kampung halaman? Simpan stok makanan yang Anda bawa dari
Indonesia
Selain keluarga dan teman-teman, makanan biasanya
juga sering menjadi salah satu hal yang paling dikangenin sama anak yang
merantau ke negeri orang. Dan di saat ini lah Anda akan menyadari kalau makanan
Indonesia yang paling enak sejagat raya! Hahaha.
Nah buat jaga-jaga siapa tahu Anda tetiba kangen
makanan Indonesia, Anda bisa membawa stok makanan instan. Bukan cuma mie
instan, bahkan sekarang rendang dan seblak juga sudah ada yang dijual dalam
bentuk kemasan.
Nggak akan ada rengekan “Mama, aku mau pulang
Bandung, pengen makan seblak T____T”, misalnyah. Oleh karena udah banyak banget
seblak yang dijual secara instan, tinggal diseduh, masukkin bumbu, siap dilahap
deh. Jadi nggak perlu repot-repot pulang ke kampung halaman cuma buat makan
seblak, kan ada Seblak Instan, bisa lebih tahan lama daripada seblak yang sudah
dimasak, jadi bisa Anda simpan dalam waktu yang cukup lama. Begitu juga dengan
makanan instan lainnya seperti rendang kemasan, tinggal Anda panaskan dan
voila, lidah Anda bisa langsung merasakan nikmatnya rendang asli Indonesia.
Nah itulah 7 tips agar Anda bisa bertahan di negeri
orang. Intinya Anda harus berani untuk berinteraksi, belajar budaya masyarakat
di sana dan juga membiasakan diri untuk hidup mandiri. Dan yang paling penting,
berhenti jadi anak manja. Jagalah Kesehatan Anda. Sampai Jumpa.
Sumber foto: 16rc.net
Source: www.tokopedia.com














0 comments:
Post a Comment