bangsamandiri.com
- Misteri rezeki siapa yang tahu? Ada yang rezekinya berlimpah, ada pula yang
sempit. Ada yang rezekinya berkah, ada pula yang tidak. Entah berapa banyak
orang makan rezeki haram, uang riba (seperti bunga bank), uang korupsi
(mencuri/merampok), uang suap (risywah), uang hasil menipu (gharar), uang hasil
judi, uang hasil bisnis haram dan semacamnya. Banyak orang tidak sabar dan
memilih jalan pintas. Padahal rezeki Allah sangat luas untuk didapatkan secara
halal.
Patut kita perhatikan bahwa Allah menciptakan
kekayaan dan kecukupan. Dalam Al Qur’an, kata kekayaan dipasangkan dengan
kecukupan, bukan kemiskinan. Allah telah menjaminkan rezeki dari setiap makhluq
sampai ajal menjemputnya. Jadi, tak perlu khawatir soal rezeki. Bahkan
ibaratnya seekor kucing pun tak perlu khawatir tentang rezekinya. Dia berani kawin
& beranak banyak tapi tak pernah risau soal rezeki.
Tapi bagaimana pun juga, rezeki adalah bagian
daripada ujian. Rezeki banyak adalah ujian. Rezeki sempit pun merupakan ujian.
Kita tidak tahu mana yang lebih baik untuk kita. Namun, tentunya kita menginginkan
rezeki yang luas supaya hidup kita tidak terjerumus ke dalam kefakiran apalagi
kekafiran. Karena fakir sangat dekat dengan kafir. Banyak orang murtad karena
fakir dan iming-iming harta. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan
orang-orang yang tersesat tersebut.
Semoga kita dilapangkan rezekinya. Rezeki yang
berkah dan baik. Rezeki yang menjadi jembatan kita dalam beramal sholih dan
mendapatkan ridho-Nya. Nah, inilah beberapa amalan dan tips buat melapangkan
rezeki :
1. Taqwa
(Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya)
Allah berfirman, artinya :
“… Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah
niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberikan rezeki
kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya. …” (QS. Ath Thalaaq : 2 – 3)
Pemilik rezeki adalah Allah. Jika kita ingin rezeki
yang luas maka harus dekat dengan Sang pemilik rezeki. Jika rezeki kita sempit,
maka bertakwalah kepada Allah agar diberikan jalan keluar.
2. Istighfar
& banyak memohon ampun
Lawan dari ketaqwaan adalah kemaksiatan dan
perbuatan dosa. Dosa-dosa yang dibuat dapat menjadi penghalang bagi turunnya
rezeki. Rasulullah bersabda :
“… dan seorang hamba dicegah baginya rezeki karena
dosa yang dibuatnya.” (HR at-Tirmizi)
Oleh karena itu, taubat dan banyak-banyak
beristighfar dapat membantu memperlancar jalannya rezeki. Dan ini adalah salah
satu amalan yang dijamin oleh Allah sendiri dan ditegaskan dalam al-Qur’an.
Oleh karena itu tidak ada keraguan sedikitpun mengenai istighfar.
“Mohonlah ampun kepada Rabb kalian, -sesungguhnya
Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan
lebat (melimpah ruah membawa kebaikan), dan membanyakkan harta dan anak-anakmu,
dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu
sungai-sungai (yang penuh dengan kebaikan dan manfaat).” (QS Nuh : 10 – 12)
Rasulullah bersabda :
“Barang siapa memperbanyak istighfar maka Allah
akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan
memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.” (HR Ahmad & Abu Daud)
3. Bekerja
(berdagang) dengan jujur (amanah)
Bekerja adalah salah satu amal utama dalam
menjemput rezeki. Bekerja harus profesional dan sungguh-sungguh. Kunci untuk
menjadi pekerja yang baik adalah kompeten dan dapat dipercaya.
Kompeten berarti mampu & kuat dalam mengemban
tugas-tugas. Dipercaya berarti amanah, jujur dan menunaikan janji dengan baik.
Rasulullah bersabda :
“Adapun berbuat amanah (dapat dipercaya / jujur)
itu dapat mendatangkan rezeki, sedangkan berbuat khianat / curang dapat
mendatangkan fakir / kemiskinan”. (HR. Ad-Dailami)
Bekerja dengan amanah dan sebaik-baiknya tentu akan
mendatangkan rezeki. Namun, jika kita ingin membuka pintu rezeki yang lebih
luas, maka kita harus berdagang/bisnis.
Rasulullah bersabda, artinya :
“Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu
rezeki itu ada dalam perniagaan.” (HR. Ahmad)
4. Bangun
pagi & tidak tidur setelah sholat subuh
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ahmad dan al-Baihaqi,
diceritakan bahwa ketika Rasulullah pulang dari shalat Subuh di Masjid Nabawi,
beliau mendapati putrinya, Fatimah, masih tidur-tiduran.
Dengan penuh kasih sayang lantas beliau
menggerakkan badan putrinya itu sembari berkata, ”Wahai anakku, bangunlah,
saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena
Allah membagikan rezeki kepada hamba-Nya, antara terbit fajar dengan terbit
matahari.”
Rasulullah juga mendoakan umatnya yang bangun pagi
(subuh) :
“Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang
bangun Subuh.” (HR Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).
Bangun pagi membuat badan lebih bugar dan sehat.
Kondisi psikologis juga lebih tenang dan tubuh lebih berenergi.
5. Rajin
mendirikan Sholat Dhuha
Orang yang rajin mengerjakan sholat dhuha dengan
ikhlas karena Allah akan tercukupi rezekinya. Hal ini dijelaskan Rasulullah
Saw. dalam hadits qudsi dari Abu Darda. Firman-Nya, “Wahai Anak Adam, rukuklah
(shalatlah) karena Aku pada awal siang (shalat Dhuha) empat rakaat, maka aku
akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (HR. Tirmidzi)
“Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas
mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti
akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.” (HR al-Hakim dan Thabrani)
Sholat Dhuha adalah shalat sunat yang dikerjakan
pada waktu matahari sedang naik, yaitu kira-kira setinggi lebih kurang 7
(tujuh) hasta atau sekitar setinggi satu tombak, antara pukul 08.00 pagi sampai
dengan masuk waktu Dzuhur (sekitar pukul 11.00 siang).
Sholat Dhuah hukumnya sunat muakad (sangat
dianjurkan dan mendekati wajib) karena Rasulullah senantiasa mengerjakannya dan
berpesan kepada para sahabat untuk mengerjakannya juga. Shalat Dhuha juga
merupakan wasiat Rasul kepada umatnya sebagaimana disebutkan dalam sebuah
hadits. “Abu Hurairah r.a. menceritakan, ‘Kekasihku Rasulullah Saw. memberi
wasiat kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah kutinggalkan hingga meninggal
dunia: shaum tiga hari dalam sebulan, dua rakaat shalat dhuha dan hanya tidur
setelah melakukan shalat Witir” (H.R. Bukhari dan Muslim)
6. Menyambung
Tali Silaturahim
Rasulullah bersabda, artinya :
”Barangsiapa yang berkeinginan untuk dibentangkan
rezeki baginya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menyambung
silaturohim.” (HR. Bukhori Muslim)
Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu ‘anhu, ia
berkata: “Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bukanlah (dinamakan)
orang yang menghubungkan silaturrahim karena sekedar membalas tetapi orang yang
menghubungkan silaturrahim adalah orang yang menghubungkannya terhadap orang
yang memutuskan”. (HR. Bukhari)
Menjadi orang yang mempunyai hubungan baik terutama
terhadap sanak saudara tentu akan memudahkan baginya untuk mendapatkan rezeki.
Sudah lumrah dan sangat dianjurkan dalam agama bahwa menolong (bersedekah)
kepada saudara itu lebih diutamakan daripada menolong orang lain. Hubungan
keluarga juga bisa dimanfaatkan untuk membangun bisnis keluarga. Jadi, dengan
hubungan kekeluargaan yang baik, seseorang cenderung akan lebih banyak
rezekinya.
Hubungan yang paling wajib dijaga adalah hubungan
dengan orang tua. Berbakti kepada kedua orang tua adalah salah satu amal utama.
Mendoakan orang tua juga menjadi sebab mengalirnya rezeki, berdasarkan sabda
Nabi SAW: “Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya
niscaya terputuslah rezeki (Allah ) untuknya.” (HR al-Hakim dan ad-Dailami)
7. Infaq,
Shodaqah, hadiah & menolong orang lemah
Inilah fakta yang aneh tapi nyata. Jika kita ingin
mendapatkan sesuatu maka berikanlah sesuatu kepada orang lain. Jika kita ingin
mendapatkan ikan yang besar maka berikanlah ikan yang kecil sebagai umpan untuk
mendapatkan ikan yang jauh lebih besar. Infaq, shodaqah, zakat, wakaf dan aneka
pemberian lain yang baik & didasari niat karena Allah, akan dibalas oleh
Allah berlipat-lipat ganda. Bisa dibalas di dunia, bisa pula di akhirat atau
kedua-duanya.
“Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah
akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’ :
39)
Nabi SAW bersabda kepada Zubair bin al- Awwam: “Hai
Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu dibentangkan di Arsy, yang
dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka
siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, niscaya Allah membanyakkan
baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya.”
(HR ad-Daruquthni dari Anas r.a.)
“Berhadiahlah makanan di antara kamu sekalian, maka
sesungguhnya berhadiah makanan itu dapat melapangkan / meluaskan dalam urusan
rezeki kalian”. (HR. Ibni Adiy)
“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki
melainkan karena orang-orang lemah di kalangan kamu.” (HR Bukhari)
“Barangsiapa ingin agar do’anya terkabul dan
kesulitan-kesulitannya diangkat hendaklah dia menolong orang yang dalam
kesempitan.” (HR Ahmad)
8. Merantau
(Hijrah)
Jika rezeki kita sempit di suatu tempat, maka tidak
ada salahnya kita berpindah tempat (hijrah/merantau). Merantau akan membuat
seseorang lebih mandiri dan lebih punya peluang untuk meraih kesuksesan.
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya
mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang
banyak.” (QS. An-Nisa : 100)
9. Do’a &
Tawakkal
Jangan menyepelekan kekuatan do’a. Doa adalah
senjata orang beriman. Doa adalah inti ibadah. Hanya kepada Allah saja kita
berdoa dan meminta pertolongan. Allah pun senang dengan hamba-hamba-Nya yang
berdo’a.
“Berdoalah kamu kepada-Ku, niscaya Kuperkenankan
permintaan kamu itu” (Al-Mu’min : 60).
“Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu (Hai
Muhammad) tentang Aku maka katakanlah kepada mereka bahwa Aku adalah dekat
kepadanya & Aku memperkenankan do’a orang yg berdo’a kepada-Ku (Al-Baqarah
: 186 ).
Dan janganlah kamu berdoa (beribadah/menyembah)
[kepada] apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat
kepadamu selain Allah. (Yunus: 106)
Dalam berdoa kita seyogyanya bersholawat kepada
Nabi Muhammad SAW. Sholawat membuka pintu rahmat Allah SWT dan merupakan
pelicin bagi doa yang kita panjatkan agar segera dikabulkan.
“Barangsiapa bershalawat kepadaku (Muhammad) sekali
saja niscaya Allah akan membalasnya dgn shalawat sepuluh kali lipat.” (HR. Al
Hakim)
Berdo’a juga perlu memperhatikan tempat dan waktu
yang mustajab. Salah satu waktu yang sangat utama adalah sepertiga akhir malam.
Berikut ini adalah hadits terkait keutamaan sholat tahajud dan mustajabnya doa
yang dipanjatkan pada waktu tersebut;
“Maka, jika kamu mampu berdiri (sholat sunnah) pada
1/3 malam akhir karena waktu 1/3 malam
itu adalah waktu yang disaksikan (Alloh) langsung, dan do’a dalam 1/3 malam
akhir itu mustajab (dikabulkan)”. (HR. Tirmidzi).
Setelah berusaha dan berdoa secara maksimal, hal
terakhir adalah bertawakkal kepada Allah. Kita serahkan urusan kita semua ini
kepada Allah SWT.
Allah berfirman, artinya :
”Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah
niscaya Dia akan mencukupi (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq : 3)
10. Bersyukur
Jangan pernah memprotes apa yang telah Allah
karuniakan kepada kita karena hal itu tiada bermanfaat. Jangan pula
membangga-banggakan diri bahwa semua rezeki dan pencapaian diri ini hanya
karena kerja keras diri sendiri. Sesungguhnya, rezeki itu milik Allah,
dikaruniakan-Nya kepada kita semua makhluq-Nya. Kita harus berterima kasih dan
bersyukur atas nikmat-nikmat yang Allah berikan.
“..Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami
akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azabKu sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada
Luqman, yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka
sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak
bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Luqman
: 31)
Demikianlah, sedikit ilmu yang saya bagikan buat
saudaraku semua. Semoga Allah menerima semua amal sholeh kita. Jika ada yang
kurang & kesalahan dari tulisan di atas maka datangnya adalah dari diri
saya pribadi. Jika ada yang benar maka tentulah dari Allah ta’ala. Tuhan
semesta alam. Alhamdulillahirobbil’alamin.
Source:
https://nafismudrika.wordpress.com/2015/04/28/10-cara-ampuh-terbukti-melapangkan-rezekimu
Nafis Mudrika, 2015








0 comments:
Post a Comment