Masalah ini tidak hanya terjadi di satu-dua
perkotaan tetapi hampir semua kota dan bahkan hingga di kawasan laut dan
pantai. Sepertinya sampah dengan mudah kita temukan di mana-mana, termasuk
tentunya di ruang publik.
Persoalan sampah plastik tidak bisa ditangani dalam
aspek pengolahannya saja. Karena itu artinya kita hanya berkutat di hilirnya
saja, tak mengendalikan sumber pasokannya. Artinya, persoalan sampah terus akan
terjadi. Pengelolaan sampah mesti menyeluruh.
Layak diapresiasi pemerintah daerah/kota yang sudah
memiliki peraturan daerah tentang pengelolaan sampah ini, termasuk di tingkat
pengelolaan sampah rumah tangga.
Seyogianya setiap daerah memiliki kebijakan dan
strategi dalam pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga. Arah kebijakan
pengurangan sampah mencakup pembatasan timbulan, pendauran ulang dan
pemanfaatan kembali sampah.
Sementara untuk arah kebijakan penanganan sampah
yakni meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan
akhir. Pengendalian sampah terutama plastik ini harus benar-benar menjadi
komitmen bersama.
Pengelolaan sampah plastik mesti berkelanjutan.
Misal dengan cara mengurangi kemasan atau wadah sekali pakai dan meningkatkan
agar dapat didaur ulang.
Begitu pula, mengurangi timbulan sampah plastik
sejak dari sumbernya, yaitu dengan cara menghindari dan membatasi penggunaan
kemasan, bungkus dan kantong belanja plastik sekali pakai.
Kita perlu memanfaatkan kembali kemasan atau
kontainer plastik untuk fungsi yang sama, atau fungsi lain dan mendaur ulang
kemasan dan wadah plastik yang memang didesain dapat didaur ulang.
Mesti menjadi pengetahuan bersama, bahwa sampah
plastik telah menjadi ancaman di kawasan darat dan perairan, langkah
pengendaliannya belum memuskan.
Jadi, berbagai pihak harus bersinergi guna
menanggulangi permasalahan sampah plastik ini. Tak hanya di daratan, bukan
pemandangan yang aneh bila kawasan perairan kita seperti laut dan pantai banyak
sampahnya, terutama plastik.
Padahal, sampah
plastik itu bisa membahayakan ekosistem kawasan perairan.
Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan untuk
melakukan langkah atau gerakan peduli dan aksi nyata pembersihan sampah plastik
di kawasan perairan dan daratan.
Dani Atmaja, Jakarta
Source: id.beritasatu.com







0 comments:
Post a Comment