Cara Mudah Mengurangi Lingkar Pinggang Gembrot Anda, Agar Ideal Dan Dianggap Sehat

bangsamandiri.com - Kebanyakan orang berpikiran bahwa tubuh yang ideal umumnya dikaitkan dengan berat badan. Padahal nggak selamanya gitu loh, ideal atau tidaknya tubuhmu ternyata bisa juga dinilai dari ukuran lingkar pinggang. Selain itu, ukuran lingkar pinggang juga bisa digunakan sebagai alat indikator kesehatan tubuh kita juga, girls!

Nah, kira-kira apa saja sih yang perlu diketahui tentang lingkar pinggang? Termasuk cara mengukurnya? Just keep on reading!

1. Batas Lingkar Pinggang Ideal

Ternyata, ukuran lingkar pinggang ideal untuk cewek memiliki batas angka yang berbeda dengan ukuran lingkar pinggang cowok. Menurut dokter spesialis gizi klinik di Klinik Spesialis Semanggi, dr Fiastuti Witjaksono MS, SpGK., menyebutkan bahwa batas lingkar pinggang normal cewek adalah kurang dari 80 cm, sedangkan untuk cowok adalah kurang dari 90 cm.

2. Cara Mengukur Lingkar Pinggang

Dilansir Webmd, berikut cara untuk mengukur lingkar pinggangmu :

1.      Berdirilah dalam posisi badan tegak.

2.  Carilah tulang rusuk bagian bawah dan tulang pinggang paling atas, lalu tentukan bagian tengah di antara kedua tulang tersebut.

3.  Lingkarkan pita pengukur pada bagian yang ditentukan, pastikan tidak terlalu ketat atau terlalu longgar.

4. Usahakan tidak menahan napas saat mengukur. Periksa angka yang ditunjukkan pada pita pengukur tepat setelah kamu menghembuskan napas.

Selain menggunakan pita pengukur, lingkar pinggang juga bisa diukur manual menggunakan jengkal, girls. Berikut cara mengukur lingkar pinggang menggunakan jengkal:

a.      Berdirilah dalam posisi badan tegak.

b.   Ukur bagian perut diantara tulang rusuk paling bawah dan tulang pinggang paling atas dengan jengkal tangan mulai dari depan ke belakang.

c.  Ukuran lingkar pinggang normal adalah jika tidak lebih dari 4 ½ jengkal tangan.


Berapa lingkar pinggang maksimal yang dianggap sehat?

American Heart Association National Heart serta Lung and Blood Institute menetapkan ukuran lingkar pinggang yang sehat pada wanita yaitu lebih kecil dari 88 cm, sedangkan pada laki-laki lebih kecil dari 102 cm.

Melebihi dari angka tersebut dapat dikatakan memiliki perut buncit atau obesitas sentral. Pada orang yang memiliki berat badan normal namun lingkar pinggang yang besar, maka ia memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena berbagai penyakit dibandingkan dengan orang dengan lingkar pinggang yang normal.
Penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study, melihat hubungan lingkar pinggang dengan risiko terjadinya penyakit jantung. Pada awal penelitian, mereka  melibatkan 44 ribu responden yang memiliki status kesehatan yang sehat dan kemudian diukur lingkar pinggangnya.

Hasilnya terbukti setelah 16 tahun kemudian, wanita yang memiliki lingkar pinggang melebihi 88 cm lebih banyak mengalami berbagai penyakit jantung dibandingkan dengan wanita yang mempunyai lingkar pinggang yang normal. Selain itu, hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kelompok wanita dengan lingkar pinggang lebih dari 88 cm memiliki risiko terkena kanker lebih tinggi dibandingkan yang tidak.

Risiko terkena penyakit tidak menular seperti diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung akan semakin meningkat seiring dengan penambahan ukuran lingkar pinggang seseorang.

The Shanghai Women’s Health Study juga membuktikan hal yang sama yaitu, risiko kematian dan terkena penyakit kanker lebih tinggi pada wanita dengan lingkar pinggang yang tidak normal, walaupun wanita tersebut memiliki indeks massa tubuh normal.

Penelitian lain juga menyatakan bahwa laki-laki dan wanita dengan lingkar pinggang melebihi normal, cenderung memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol total dan kadar trigliserida tinggi, serta kolesterol baik (HDL) rendah.

Paling mudah mengukur lingkar pinggang Anda?

·         Temukan tulang rusuk yang paling bawah dan tulang pinggang paling atas
·         Tentukan bagian tengah di antara kedua tulang tersebut
·     Lingkarkan pita ukur pada tubuh Anda sesuai dengan bagian yang telah ditentukan sebelumnya


Kenapa lemak pada bagian tengah tubuh sangat berbahaya?

Lemak yang berada di daerah perut, alias lemak viseral, ternyata lebih berbahaya, karena lemak tersebut dapat memicu peningkatan hormon yang abnormal, seperti tingginya hormon insulin, rendahnya terstoteron pada laki-laki dan progesteron pada wanita, tingginya produksi hormon kortisol, dan rendahnya hormon pertumbuhan.

Ketidaknormalan tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi tubuh. Tubuh menjadi lebih resisten terhadap insulin dan dapat meningkatkan kadar gula darah yang berakibat pada penyakit diabetes melitus.

Selain itu, lemak yang terkumpul tidak dapat ditampung oleh jaringan-jaringan di bawah kulit yang merupakan tempat penyimpanan lemak pada tubuh. Kemudian lemak-lemak tersebut terakumulasi dan mengendap di beberapa organ dan dapat mempengaruhi proses metabolisme dan fungsi tubuh.

Bagaimana cara mengurangi lingkar pinggang?

Kuncinya adalah melakukan pola hidup sehat. Selalu konsumsi makanan yang rendah kalori, rendah lemak serta tinggi serat. Kurangi makan-makanan yang terlalu banyak garam dan gula. Perbanyak makan makanan yang mengandung lemak tidak jenuh dibandingkan dengan makanan tinggi lemak jenuh.

Lalu, lakukan olahraga rutin dengan intensitas sedang, setidaknya 30 hingga 60 menit per hari. Olahraga seperti sit-up, dapat membentuk otot perut namun tidak terlalu efektif untuk mengurangi lemak viseral tubuh.

Source: today.line.me & hellosehat.com
Share:

0 comments:

Post a Comment

Terkini

500 Sedulur Sikep dari 6 Kabupaten di Jateng-Jatim Gelar Rembug Samin di Blora

BLORA - Sebanyak 500 orang Sedulur Sikep atau para pengikut ajaran Samin Surosentiko, dari 6(enam) Kabupaten yakni Blora, Kudus,...

Total Pageviews

Blog Archive

Hubungi Kami

foxyform

Labels