bangsamandiri.com - Masalah pasti akan hadir
di hidup ini. Masalah juga jadi tema penting dalam setiap acara di televisi.
Mulai dari sinema, sinetron sampai reality show pasti disisipi masalah. Sampai
iklan pun timbul, karena masalah manusia.
Banyak nyamuk (masalah) munculah Vave “semprot
sedetik nyamuk hilang 10 jam”, lagi makan klepon, eh gula merahnya muncrat
(masalah) munculah Carm “anti kerut anti bocor Carm Body Fit”. Atau ketika
makan tapi males atau bahkan nggak bakat masak (masalah) maka munculah Tsozzis
“tinggal Leupp.”
Kembali ke masalah awal (awal tulisan aja jadi
masalah), manusia terlahir sebagai makhluk sosial (kalimat pasaran). Setiap ada
masalah, manusia terbiasa meluapkannya dengan bercerita ke seseorang. Orang
inilah yang biasa dimanfaatkan untuk mendengarkan keluh kesahnya, sukur sukur jika
dia mau ikut bersimpati.
Curhat adalah istilah lain dari fenomena tersebut,
diambil dari dua suku kata yaitu Curahan Hati. Curhat mulai terdengar di tahun
2000-an. Hingga sekarang, curhat berkembang massiv. Tehnologi membuat budaya
curhat semakin berkembang.
Di facebook, twitter, path banyak curhatan yang
menyentuh. Media sosial menjadi konsultan instan terfavorit para muda mudi
nusantara untuk mengadu.
Ada curhatan yang dianggap menyentuh bagi sang
pencurhat, namun tak sama rasanya bagi mereka yang membaca tulisan pencurhat
tersebut di timeline. Beberapa mungkin geli, jijik, kesel membaca susunan kata
penuh kesedihan dan kesialan duniawi dikeluhkan di muka umum.
Sebaiknya, curhat dilakukan dengan lebih anggun,
agar luapan emosi pencurhat tidak semakin buruk.
Berikut akan saya berikan tips-tips atau semacam
petunjuk tentang bagaimana dan kemanakah curhat yang benar dan baik dilakukan.
Untuk lebih jelasnya mari telusuri postingan saya ini sampai akhir,
Mari........
Orang Tua
Curhatlah dengan orang tua sendiri, karena ini
efektif. Masalah apapun, ceritakan kepada mereka. Terutama bagi anda yang orang
tuanya tidak terlalu possesif. Mungkin ada beberapa orang tua yang terlalu
khawatir terhadap tumbuh kembang anaknya.
Semisal, curhat tentang ketertarikan anda pada
cowok ganteng di kelas. Kalau orang tua anda bersifat protektif, mungkin dia
akan cerewet atau bahkan murka, takut cowok yang anda suka berbuat amoral pada
anaknya.
Takut pria tersebut hanya mengincar harta anda,
atau orang tua anda khawatir pria itu bawa pengaruh buruk, bawa barang-barang
di rumah, bawa penyakit dan sebagaianya. Atau mungkin orang tua anda takut pria
itu membuat anak kesayangan jadi males zakat fitrah maupun potong kuku dan lain
lain.
Namun, orang tua tetaplah pendengar dan pemberi
masukan terbaik untuk segala curhat anda. Mungkin bagi beberapa anak perempuan,
mereka biasa curhat dengan ibunya tentang haid pertama, pertumbuhan anggota
tubuh ataupun tentang kisah cintanya. Sedangkan bagi anak lelaki, mereka biasa
curhat ke orang tuanya perihal surat peringatan dari sekolah atau curhat
tentang minta uang untuk bayaran sekolah, iuran study tour, beli LKS maupun
biaya buka puasa bersama.
Teman Sendiri
Kebanyakan orang memilih curhat kepada temannya,
karena mereka merasa temannya itu selalu ada di saat yang tepat. Apapun itu,
mulai dari tertawa, kecewa, sedih, sial, sampai seru bersama. Akibat kesamaan
perasaan tersebut, beberapa orang mau dengan sadar mendengarkan curhat
temannya.
Jadi saya menyarankan curhatlah dengan teman dekat
anda, terlebih teman anda sendiri. Jangan curhat ke temannya teman anda atau
temannya orang lain.
Orang asing ini pun akan geli dan bersikap waspada
melihat anda yang tiba-tiba menghampiri dan curhat. Carilah teman anda yang
memang dikenal, jangan curhat dengan temannya orang. Dia mungkin tidak akan
mempedulikan masalah anda, karena dia sendiri tidak mengenali anda.
Anda mungkin akan dikira penjahat dengan modus
hipnotis, begal dengan modus pura-pura curhat atau aktor dalam reality show
Tolong. Buatlah waktu anda bermanfaat dengan curhat kepada orang yang tepat,
sehingga waktu anda tidak terbuang hanya untuk menakut-takuti orang.
Jangan Sama
Ember
Jangan pernah meminum air di gelas yang bolong,
demikian pula curhat. Curhatlah dengan cerdas, pilih teman curhat yang terbaik
bagimu. Terlebih mereka yang bisa menjaga rahasia curhatan anda.
Jangan pernah memulai curhat dengan orang yang hobi
dan cita-citanya buat berita dan jadi terkenal dengan menyebarkan rahasia
orang. Jangan curhat sama infotainment, talkshow di televisi atau sama orang
yang mulutnya gatel dan menggebu-gebu sekali untuk menyebarkan lagi cerita
orang ke khalayak ramai.
Mungkin anda akan sedikit lega setelah mengeluarkan
semua uneg-uneg, namun setelah uneg uneg anda keluar, lawan curhat anda bikin
anda eneg dengan menyebar semua curhatan anda. Jadi saran saya, curhatlah
dengan orang yang sehat dan amanah. Kalau perlu, cari lawan curhat yang bisa
memberi anda masukan, support
atau kenyamanan dalam bercurhat.
Sama yang Mau
Dengar
Jadilah teman berbicara yang baik, carilah teman
curhat yang memang punya banyak waktu dengan kita, sehingga dia bersedia
mendengarkan curhat kita. Jangan sekali kali mencoba memaksakan keadaan.
Jangan curhat kepada orang yang kebetulan berdiri
di sebelah anda saat di transjakarta, curhat kepada dia yang secara tidak
sengaja meminta sedekah kepada anda atau curhat kepada sopir ojek online yang
introvert dan males ngobrol apalagi kasih masker.
Orang sudah menolak untuk menemani anda curhat tapi
masih saja anda paksa dengarkan curhat. Jangan memanfaatkan momen saja, hanya
karena sakit yang dirasakan itu baru saja terjadi maka harus curhat saat itu
juga, Ini salah!. Jika anda memang ingin mempunyai teman bicara yang baik maka
anda pun harus baik kepadanya.
Tau Diri,
Jadi Mau Dikritik
Biasakanlah untuk jadi pribadi yang ramah dan
santun. Etika dalam bercurhat adalah satu mendengarkan, maka lawan bicara anda
akan memberi masukan atau minimal menanggapi keluh kesah anda. Biarkan
komunikasi dua arah ini berjalan sinergi. Bila lawan bicara anda memberikan
jalan keluar terimalah, walaupun itu sakit dan tidak sesuai dengan kemauan
anda.
Jangan karena sarannya tidak mengenakan bagi anda,
anda marah. Tahu gitu nggak usah curhat aja, ngobrol aja sama tembok karena
tembok tak akan merespon curhatanmu.
Murni Curhat
Curhatlah dengan baik dan benar. Dengan niat yang
tulus untuk mencari solusi dan jalan keluar. Jangan jadikan curhat sebagai
modus anda untuk mendekati lawan jenis anda. Mungkin untuk mengambil simpati
kepada anda dan mencari perhatiannya. Misal anda curhat “Aku itu juara kelas,
ibadah tiap hari malah kadang waktu nunggu ibadah selanjutnya aku suka isi
dengan ibadah lainnya, masa masih aja dia jahat sama akuh hiks hiks hiks.”
Walaupun cara modus dengan cara berbagi simpati
memang berhasil. Sebaiknya pilihlah lawan curhat yang tidak menarik mata dan
nafsu anda. Sehingga yang diceritakan murni apa yang terjadi.
Kejadian
Benar, Bukan Mengkhayal
Ini yang terpenting, ceritalah hal yang memang anda
rasakan dan anda alami. Jangan sekali kali mengarang cerita hanya agar bisa
berkomunikasi dengannya. Mungkin ini sama seperti poin yang sebelumnya di mana
memang niatnya bukan hanya untuk curhat tapi untuk mengambil perhatian teman
curhat anda.
Misal, dia mengarang cerita semalam bertemu orang
pakai sorban dan mengangkat anda jadi nabi, atau cerita fiktif lainnya yang
bertujuan untuk membuat kagum saja.
“Semalam gue ketemu mantan gue yang paling cantik
di tukang bakso, dia tiba-tiba numpahin fanta ke bajunya mana pake kaos putih
pula terus dia ngajak gue balikan. Udah gitu maksa-maksa sampai-sampai mau
bayarin uang gedung, biaya catering, cinderamata sama baju nikahan. Gue tolak
aja abis dia terlalu baik sih.”
Ini terjadi karena di era modern saat ini, perasaan
jatuh cinta mudah sekali hinggap, walaupun hanya dekat lewat chatingan. Ketemu
dua kali, whatsapp-an setiap hari, sebulan langsung jadian. Karena itulah kini
orang mudah tersipu dan tergoda akan kekuatan tulisan. Membual hanya untuk
membuat orang takjub akan kisah hidup anda itu tidak sehat.
Hargailah
Tandem Anda
Cobalah untuk tidak memakan makanan yang berbau
tidak enak saat ingin curhat. Mandi dan bersihkan badan. Buat agar lawan curhat
anda nyaman di dekat anda. Jangan sampai lawan anda mencium aroma buruk dari
kelenjar lidah dan rongga mulut anda.
Kalaupun memang anda senang sekali makan makanan
dengan bau khas, sebaiknya usahakan curhat dengan hati-hati. Hindari penggunaan
kalimat yang membuat mulut dan tenggorokan menganga. Kurangi penggunaan kata
yang menggunakan huruf H.
Pertebal Iman
dan Taqwa
Curhatlah dengan benda hidup, utamakan kepada
manusia yang menjadi sahabat anda. Jangan bertingkah konyol dengan curhat
kepada Makam, Pohon, Stik Paddle Pop, Mimbar Masjid, Manik-manik Jilbab,
ataupun Topi Sinetron Tersayang.
Entah itu makam keramat, makam ulama atau
situs-situs budaya yang penuh akan cerita mistis. Curhatnya kalian dengan semua
benda mati itu nggak ada bedanya dengan berbicara di depan kipas angin.
Berbicara satu arah tanpa ada yang bisa mendengarkan. Hanya saja, curhat di
depan kipas angin agak lebih mengasikan dibanding dengan makam, karena suara
kita bisa seperti robot.
Tapi tetap saja tidak ada umpan balik yang bagus
untuk menyelesaikan masalah anda. Tingkatkan iman dan takwa anda, hiduplah
secara sehat dan mulailah berpikir rasional. Sadarlah bahwa makam atau situs
keramat lainnya tidak bisa diajak curhat.
Jangan Sibuk
Curhatlah ketika anda memang punya waktu kosong.
Tidak ada kegiatan atau pekerjaan rumah yang merepotkan. Pastikan anda juga
tidak sedang mengunyah ketupat yang tidak dipotong kecil-kecil atau makan mie
rebus dengan kuah pedas. Pertama anda akan kesulitan berbicara, sekalipun anda
bisa berbicara kuah dari mulut anda akan menyiram wajah lawan curhat anda
secara perlahan.
Luangkan waktu anda sejenak, jangan ajak curhat
dia, saat anda masih banyak cucian atau gosokan, terlebih anda buka usaha laundry yang cakupannya
sampai nasional. Kadang suka ada ibu-ibu yang mampir masuk ke rumah kita dan
mengajak ibu kita ngobrolin tetangga. Padahal ibu kita lagi potong kacang
panjang, mengelap pajangan atau masak bubur kacang ijo.
Luangkan waktu anda agar curhat bisa fokus dan obrolan akan
lebih intim. Kalau memang ingin diselingi dengan suatu kegiatan sebaiknya ya
gunakan kegiatan yang tak akan menggangu. Misal mau curhat ke mantan kita yang
lagi ditinggal suaminya dinas kerja. Curhatlah dengan pura-pura minta tolong
kerokin karena sedang masuk angin, atau curhatlah dengan alasan numpang nonton
televisi.
Itulah sedikit tips yang bisa saya berikan kepada
anda yang selama ini senang berkomunikasi secara intim dengan seseorang.
Membahas berbagai hal ataupun sekedar berbagi cerita untuk mengurangi
beban. Biarkan cerita anda diketahui
satu atau dua orang, jadikan kisah itu ekslusif karena hanya sedikit yang tahu.
Source: kreariefitas.blog - Arief Hidayat







0 comments:
Post a Comment