Tidak Jaman Lagi Berantem Dalam Memilih Pemimpin


bangsamandiri.com - Bagaimana memilih seseorang dalam hal ini pemimpin? Maka selalu gunakan kriteria mendasar. Jangan pernah bertengkar atas hal-hal itu, hingga saking asyiknya bertengkar, kita justeru lupa substansi paling penting saat memilih seseorang.

Ada 4 kriteria penting saat memilih seseorang menjadi pemimpin :

1.      Karakter
Apakah dia orang yang jujur dan dapat dipercaya? Apakah dia berani, tegas dan disiplin? Apakah dia adil? Apakah dia orang yang Konsisten, depan belakang, kemarin, hari ini, besok tetap konsisten ucapan dan perbuatannya?

Apakah dia teguh pendirian, setia, loyal, atau Teman sendiri dia khianati? Karakter berada di urutan pertama saat melihat kualitas seseorang. Karena repot memilih orang yang mencla-mencle atau plinplan, dan bahkan teman sendiri dia khianati.

2.      Keberpihakan
Kriteria berikutnya adalah keberpihakan. Di mana orang tersebut berdiri? Apakah dia membela kepentingan umum, atau membela kepentingan kelompok tertentu saja? Apakah dia menyayangi orang-orang kecil, atau sebaliknya hanya mau mementingkan orang-orang besar.

Dalam segala hal, mulai dari isu lingkungan hidup, sarana publik, pendidikan, kesehatan, bahkan soal minuman keras, narkoba, perlindungan anak-anak, dimana dia berada? Pihak mana yang dia bela?

3.      Kecakapan.
Jika seseorang jujur, punya prinsip terbaik, tapi jika dia tidak cakap, maka sia-sia belaka. Apa itu cakap? Cerdas dan handal. Ini kriteria ketiga. Apakah seseorang tersebut cakap melaksanakan tugasnya?

Selalu punya solusi yang efektif. Kecakapan ini tercermin dari bagaimana dia mengatasi setiap masalah.

Pendekatan yang dia lakukan, strategi, rencana, hingga eksekusi dan closing masalah tersebut. Semakin cakap seseorang, semakin minimal dampak negatifnya.

4.      Keterbukaan
Terbuka mau dikritik. Terbuka mendengar masukan dan saran orang lain. Juga terbuka dalam setiap proses, transparansi dan akuntabilitas.

Tidak bisa seseorang menjadi pemimpin tapi selalu merasa paling benar, selalu merasa paling baik, paling hebat. Dan lebih repot lagi jika mengotot, selalu memaksakan kehendak.

Dalam sistem demokrasi, keterbukaan sangat penting, termasuk saat seseorang terbuka mau mengakui kesalahan, mau mengubah kebijakan yang tidak tepat.

Demikianlah 4 hal kriteria tersebut, sekarang terserah anda dalam memilih seorang pemimpin masa depan yang baik.

Saudara-saudaraku sekalian, ketahuilah, ini sudah 2018. Indonesia sudah merdeka 73  tahun lebih. Maka mau dia hitam, putih, mau dia pesek, mancung, jika kalian merasa dia memenuhi 4 kriteria ini, silahkan pilih.

Ketika dia tidak memenuhi 4 kriteria ini, jauhi, jangan pilih. Jika semua pilihan tidak ada yang memenuhi, maka pilihlah yang paling banyak memenuhi.

Dan semua orang berhak memberikan penilaian masing-masing. Jika menurut kita 4-Kriterianya tidak dipenuhi, sementara orang lain merasa sangat terpenuhi, silahkan saja.

Ketahuilah, saat kita sibuk bertengkar, kita malah lalai/abai dengan substansinya. Hiruk pikuk media, pemberitaan, keributan, malah menutupi hakikatnya.

Di tengah era media sosial hari ini, banyak hal telah dibungkus, dikemas sedemikian rupa. Semua orang punya kepentingan.

Sekali lagi, baca 4 kriteria diatas; Karakter, Keberpihakan, Kecakapan dan Keterbukaan. Cocokkan dengan penilaian kita, pilih. Sederhana sekali.

Sungguh tidak jaman lagi berantem karena urusan yang beginian. Ayo Maju Indonesiaku. Pantang Mundur !!!
Source:Tere Liye
Share:

0 comments:

Post a Comment

Terkini

500 Sedulur Sikep dari 6 Kabupaten di Jateng-Jatim Gelar Rembug Samin di Blora

BLORA - Sebanyak 500 orang Sedulur Sikep atau para pengikut ajaran Samin Surosentiko, dari 6(enam) Kabupaten yakni Blora, Kudus,...

Total Pageviews

Blog Archive

Hubungi Kami

foxyform

Labels