bangsamandiri.com
- Smartphone adalah salah satu alat komunikasi berteknologi tinggi dan fungsi
yang menyerupai komputer. Fitur yang paling sering ditemukan dalam ponsel cerdas
adalah kemampuannya menyimpan daftar nama sebanyak mungkin, tidak seperti
telepon genggam biasa yang mempunyai batasan maksimum penyimpanan daftar nama.
Zaman sekarang smartphone bukanlah hal yang aneh
disebagian orang. Teknologi smartphone ini telah meluas hingga ke berbagai
macam kalangan. Tidak hanya digunakan oleh kalangan atas saja, tetapi sudah
merambah ke kalangan bawah. Pengaruh besar terhadap teknologi terjadi pada
siswa. Tidak heran jika dimana pun berada banyak siswa yang sudah menggunakan handphone
atau smartphone.
Selain banyak memberikan manfaat bagi penggunanya,
kemudahan-kemudahan yang ditawarkan smartphone ternyata juga membawa pengaruh
negatif terutama jika diberikan kepada anak-anak tanpa pengawasan yang baik.
Khususnya anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar yang dimana pada usia
ini anak di sebut juga dengan masa belajar. Smartphone memberikan pengaruh
besar pada anak sekolah dasar dalam proses belajar
Pada usia anak-anak, bermain tentu adalah hal yang
selalu mereka inginkan. Permainan banyak jenisnya, mulai dari yang tradisional
hingga yang modern. Permainan yang modern sudah sangat digemari oleh anak-anak
seperti permainan di smartphone.
Aktivitas siswa adalah keterlibatan siswa dalam
bentuk sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas siswa dalam pembelajaran guna
menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dan memperoleh manfaat dari
kegiatan tersebut.
Dalam kehidupan seseorang tidak lepas dari proses
belajar. Belajar adalah proses atau
usaha yang dilakukan tiap individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah
laku baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan nilai yang
positif sebagai pengalaman untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang
telah dipelajari.
Setiap proses belajar yang dilaksanakan oleh peserta
didik akan menghasilkan hasil belajar. Di dalam proses pembelajaran, guru
sebagai pengajar sekaligus pendidik memegang peranan dan tanggung jawab yang
besar dalam rangka membantu meningkatkan keberhasilan peserta didik dipengaruhi
oleh kualitas pengajaran dan faktor intern dari siswa itu sendiri.
Pengertian
Handphone (Smartphone)
Ponsel cerdas (bahasa Inggris: smartphone) adalah
telepon genggam yang mempunyai kemampuan dengan pengunaan dan fungsi yang
menyerupai komputer. Belum ada standar pabrik yang menentukan arti ponsel
cerdas. Bagi beberapa orang, ponsel cerdas merupakan telepon yang bekerja
menggunakan seluruh perangkat lunak sistem operasi yang menyediakan hubungan
standar dan mendasar bagi pengembang aplikasi.
Bagi yang lainnya, ponsel cerdas hanyalah merupakan
sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti surel (surat elektronik),
internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat papan
ketik (baik sebagaimana jadi maupun dihubung keluar) dan penyambung VGA. Dengan
kata lain, ponsel cerdas merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan
sebuah telepon.
Belum ada kesepakatan dalam industri ini mengenai
apa yang membuat telepon menjadi “pintar”, dan pengertian dari ponsel cerdas
itu pun berubah mengikuti waktu.
Kebanyakan alat yang dikategorikan sebagai ponsel
cerdas menggunakan sistem operasi yang berbeda. Dalam hal fitur, kebanyakan
ponsel cerdas mendukung sepenuhnya fasilitas surel dengan fungsi pengatur
personal yang lengkap.
Fungsi lainnya dapat menyertakan miniatur papan
ketik QWERTY, layar sentuh atau D-pad, kamera, pengaturan daftar nama, penghitung
kecepatan, navigasi piranti lunak dan keras, kemampuan membaca dokumen bisnis,
pemutar musik, penjelajah foto dan melihat klip video, penjelajah internet,
atau hanya sekedar akses aman untuk membuka surel perusahaan, seperti yang
ditawarkan oleh BlackBerry.
Fitur yang paling sering ditemukan dalam ponsel
cerdas adalah kemampuannya menyimpan daftar nama sebanyak mungkin, tidak
seperti telepon genggam biasa yang mempunyai batasan maksimum penyimpanan
daftar nama.
Teknologi smartphone ini telah meluas hingga ke
berbagai macam kalangan. Tidak hanya digunakan oleh kalangan atas saja, tetapi
sudah merambah ke kalangan bawah. Pengaruh besar terhadap teknologi terjadi
pada pelajar. Tidak heran jika dimana pun berada banyak siswa yang sudah
menggunakan handphone atau smartphone.
Setiap proses belajar yang dilaksanakan oleh
peserta didik akan menghasilkan hasil belajar. Di dalam proses pembelajaran,
guru sebagai pengajar sekaligus pendidik memegang peranan dan tanggung jawab
yang besar dalam rangka membantu meningkatkan keberhasilan peserta didik
dipengaruhi oleh kualitas pengajaran dan faktor intern dari siswa itu sendiri.
Dalam setiap mengikuti proses pembelajaran di
sekolah sudah pasti setiap peserta didik mengharapkan mendapatkan hasil belajar
yang baik, sebab hasil belajar yang baik dapat membantu peserta didik dalam
mencapai tujuannya. Hasil belajar yang baik hanya dicapai melalui proses
belajar yang baik pula. Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit
diharapkan terjadinya hasil belajar yang baik.
Menurut pendapat Suprijono (2013:5) hasil belajar
adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai pengertian-pengertian, sikap-sikap,
apresiasi dan keterampilan. Senada dengan pendapat Hamalik (Jihad dan Haris,
2012:15) mengemukakan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perbuatan,
nilai-nilai, pengertian-pengertian dan sikap, serta apersepsi dan abilitas.
Merujuk pemikiran Gagne (Suprijono, 2013: 5-6)
hasil belajar berupa:
1. Informasi
verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik
lisan maupun tertulis. Kemampuan merespons secara spesifik terhadap rangsangan
spesifik. Kemampuan tersebut tidak memerlukan manipulasi simbol, pemecahan
masalah maupun penerapan aturan.
2. Keterampilan
intelektual yaitu kemampuan mempresentasikan konsep dan lambang. Keterampilan
intelektual terdiri dari kemampuan mengategorisasi, kemampuan
menganalitis-sintesis fakta konsep dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan.
Keterampilan intelektual merupakan kemampuan melakukan aktivitas kognitif
bersifat khas.
3. Strategi
kognitif yaitu kecakapan menyalurkan dan mengarahkan aktivitas kognitifnya
sendiri. Kemampuan ini meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan
masalah.
4. Keterampilan
motorik yaitu kemampuan melakukan serangkaian gerak jasmani dalam urusan dan
koordinasi, sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani.
5. Sikap
adalah kemampuan menerima atau menolak objek berdasarkan penilaian terhadap
objek tersebut. Sikap berupa kemampuan menjadikan nilai-nilai sebagai standar
perilaku.
Menurut Suprijono (2013:7) hasil belajar merupakan
perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi
kemanusiaan saja. Artinya dari hasil belajar yang diperoleh oleh siswa harus
mencakup segala aspek yang diajarkan oleh pendidik, baik aspek kognitif,
afektif maupun psikomotor siswa.
Penerapan metode pembelajaran yang tepat merupakan
solusi untuk terciptanya hasil belajar siswa yang memuaskan. Tidak hanya dari
segi ranah kognitifnya saja tetapi dari segi ranah afektif dan psikomotorik pun
dapat tercapai.
Dari definisi-definisi diatas, bahwa hasil belajar
yaitu suatu perubahan kemampuan, pengetahuan, pemahaman yang diperoleh
seseorang setelah mengikuti pengalaman-pengalaman belajar. Pengertian hasil
belajar dalam penelitian ini adalah kemampuan dan kecakapan siswa yang dapat
diukur setelah mereka mengikuti belajar.
Hasil belajar tersebut dapat dilihat dari hasil
belajar yang dicapai siswa seperti nilai yang diperoleh melalui tes dan
kemampuan memecahkan masalah dalam pembelajaran. Dalam hal ini dapat ditekankan
pada hasil belajar kognitif yang mencakup ingatan, pemahaman, pengetahuan, dan
penerapan.
Dalam kehidupan seseorang tidak lepas dari proses
belajar. Belajar adalah proses atau
usaha yang dilakukan tiap individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah
laku baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan nilai yang
positif sebagai pengalaman untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang
telah dipelajari.
Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di
sekolah, di rumah, dan di tempat lain seperti di museum, di laboratorium, di
hutan dan dimana saja. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang
kompleks. Sebagai tindakan maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri dan
akan menjadi penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar.
Menurut pendapat R. Gagne (Susanto, 2013:1)
Mendefinisikan bahwa “belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme
berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman. Belajar dimaknai sebagai
suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, keterampilan,
kebiasaan dan tingkah laku.
Menekankan bahwa belajar sebagai suatu upaya
memperoleh pengetahuan atau keterampilan melalui instruksi. Instruksi yang
dimaksud adalah perintah atau arahan dan bimbingan dari seorang pendidik atau
guru.
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006:7-8) mengatakan
bahwa belajar merupakan peristiwa sehari-hari di sekolah belajar merupakan hal
yang kompleks. Kompleksitas belajar tersebut dapat dipandang dari dari dua
subjek yaitu dari siswa dan dari guru.
Dari segi siswa, belajar dialami sebagai suatu
proses. Siswa mengalami proses mental dalam menghadapi bahan belajar. Bahan belajar tersebut berupa keadaan alam, hewan, tumbuh-tumbuhan,
manusia, dan bahan yang telah tertimpun dalam buku-buku pelajaran. Dari segi
guru, proses belajar tersebut tampak sebagai perilaku belajar tentang suatu
hal.
Menurut pendapat Winkel (Susanto, 2013:4)
mengemukakan bahwa belajar adalah suatu aktivitas mental yang berlangsung dalam
interaksi aktif antara seseorang dengan lingkungan, dan menghasilkan
perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap
yang bersifat relatif konstan dan berbekas.
Ernest R. Hilgard (Anitah S, 2007:2.4) menyatakan
bahwa belajar merupakan proses perubahan yang diperoleh melalui latihan dan
perubahan itu disebabkan karena ada dukungan dari lingkungan yang positif yang
menyebabkan terjadinya interaksi edukatif.
Dari beberapa pengertian belajar diatas, bahwa
belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam
keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru
sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relatif
tetap baik dalam berpikir, merasa, maupun dalam bertindak.
Makmun (2007:158) mengemukakan bahwa ada beberapa
karakteristik perilaku belajar yaitu:
1. Bahwa
perubahan intensional, dalam arti pengalaman atau praktik atau latihan itu
dengan sengaja dan disadari dilakukannya dan bukan secara kebetulan; dengan
demikian perubahan karena kemantapan dan kematangan atau keletihan atau karena
penyakit tidak dapat dipandang sebagai perubahan hasil belajar.
2. Bahwa
perubahan itu positif, dalam arti sesuai seperti yang diharapkan (normative)
atau kriteria keberhasilan (criteria of succses) baik dipandang dari segi siswa
(tingkat abilitas dan bakat khususnya, tugas perkembangan dan sebagainya)
maupun dari segi guru (tuntunan masyarakat dewasa sesuai dengan tingkatan standar
kulturalnya).
3. Bahwa
perubahan itu efektif , dalam arti membawa pengaruh dan makna tertentu bagi
pelajar itu (setidak-tidaknya sampai batas waktu tertentu) relatif tetap dan
setiap saat diperlukan dapat direproduksi dan dipergunakan seperti dalam pemecahan
masalah (problem solving), baik dalam ujian, ulangan, dan sebagainya maupun
dalam penyesuaian diri dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka mempertahankan
kelangsungan hidupnya.
Faktor –
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Belajar
Menurut Dollar dan Miller (Makmun, 2007:164)
menegaskan bahwa keefektivan perilaku belajar itu dipengaruhi oleh emapat hal,
yaitu:
1. Adanya
motivasi (drives), siswa harus menghendaki sesuatu (the learner must want
something).
2. Adanya
perhatian dan mengetahui sasaran (cue), siswa harus memperhatikan sesuatu (the
learner must notice something).
3. Adanya
usaha (response), siswa harus melakukan sesuatu (the learner must do
something).
4. Adanya
evaluasi dan pemantapan hasil (reinforcement) siswa harus memperoleh ssesuatu
(the learner must get something).
Menurut Kunandar (2009 : 277) Aktivitas siswa
adalah keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas
siswa dalam pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar
dan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.
Peningkatan aktivitas siswa, yaitu meningkatnya
jumlah siswa yang terlibat aktif belajar, meningkatnya jumlah siswa yang
bertanya dan menjawab, meningkatnya jumlah siswa yang saling berinteraksi
membahas materi pembelajaran.
Metode belajar mengajar yang bersifat
partisipatoris yang dilakukan guru akan mampu membawa siswa dalam situasi yang
lebih kondusif, karena siswa lebih berperan dan lebih terbuka serta sensitif
dalam kegiatan belajar mengajar.
Indikator aktivitas siswa dapat dilihat dari :
pertama, mayoritas siswa beraktivitas dalam pembelajaran; kedua, aktivitas
pembelajaran didominasi oleh kegiatan siswa; ketiga, mayoritas siswa mampu
mengerjakan tugas yang diberikan guru dalam LKS melalui model pembelajaran
kooperatif tipe round club.
Pengaruh
Smartphone terhadap Aktivitas Siswa
Aktivitas siswa adalah keterlibatan siswa dalam
bentuk sikap, pikiran, perhatian, dan aktivitas siswa dalam pembelajaran guna
menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dan memperoleh manfaat dari
kegiatan tersebut. Jadi dalam hal ini aktivitas siswa sebelum menggunakan
smartphone lebih aktif dan nenamkan nilai sosial kepada temannya.
Tetapi setelah mengenal smartphone sikap siswa
menjadi individualis dan cenderung tidak memperdulikan keadaan yang ada
disekitarnya. Sehingga menyebabkan siswa menjadi malas untuk belajar atau
membaca buku pelajaran, ketika siswa mempunyai tugas sekolah siswa dengan mudah
mencari jawabannya di internet karena siswa menganggap dengan adanya smartphone
memudahkan siswa dalam belajar atau mengerjakan tugas tanpa harus mencari dan
membaca di buku pelajaran. Tapi tidak sedikit siswa yang menyalah gunakan
smartphone seperti mencari jawaban ulangan di internet.
Sebelum menggunakan smartphone hasil belajar siswa
baik dalam semua bidang. Setelah menggunakan smartphone hasil belajar siswa
tergantung pada siswa itu sendiri jika dia mengunakan smartphone dengan hal-hal
yang positif seperti mencari informasi mengenai pembahasan yang akan dibahas di
pertemuan selanjutnya, maka hasil belajar siswa tersebut jauh lebih baik
sebelum menggunakan smartphone.
Tapi jika siswa menggunakan smartphone dengan
hal-hal negative seperti terlalu banyak bermain game, dan terlalu sering
membuka situs-situs yang dilarang, dan jika siswa mencari jawaban saat ulangan
menggunakan smartphone maka itu sama saja dia curang. maka siswa menjadi malas
untuk berfikir, karena lebih mementingkan smartphone dari pada yang lain.
Menurut guru Sekolah Dasar (SD) menyatakan bahwa smartphone
memiliki banyak manfaat yaitu dengan menggunakan smartphone kita dapat dengan
mudah mengakses informasi melalui search engine atau yang biasa disebut
pencarian melalui google. Selain itu smartphone juga bisa menyambungkan tali
silaturrahmi dengan teman lama dan sodara jauh.
Contohnya saja melalui jejaring sosial seperti
melalui facebook, blackberry massager, twitter, skype, instagram dan Path.
Hampir setiap orang memiliki akun facebook bahkan siswa yang masih duduk
dibangku sekolah dasar sudah memiliki facebook dan memiliki blackberry
massager.
Menurut sumber yang lain manfaat pengguna smartphone
antara lain sebagai berikut :
1. Smartphone
memiliki mobilitas yang tinggi. Pemilik smartphone dapat berkirim email tanpa
harus mengunjungi warnet terdekat.
2. Pengguna
smartphone dapat mengetahui informasi dari belahan dunia manapun.
3. Dengan
adanya smartphone, pengguna tidak perlu repot untuk melihat peta, karena
smartphone dapat digunakan sebagai alat navigator.
4. Dapat
berkomunikasi secara mendunia atau lebih luas.
5. Berkembangnya
imajinasi
6. Melatih
kepekaan
7. Meningkatkan
rasa percaya diri saat anak memenangkan suatu permainan
8. Menurut
beberapa peneliti dari University of Rochester, New York, Amerika Serikat yang
melakukan penelitian mengenai dampak positif game pada smartphone. Menurut
mereka, anak yang bermain smartphone akan mengembangkan kemampuan dalam
membaca, matematika, dan pemecahan masalah.
9. Mark
Griffiths, seorang profesor di Nottingham Trent University, Inggris, menyatakan
bahwa dengan bermain game khususnya pada smartphone dapat meringankan dan
bahkan mengalihkan perhatian dari rasa sakit yang diderita oleh seorang anak
yang sedang dalam masa perawatan, misalnya seperti kemoterapi. Dengan bermain
game, rasa sakit akan berkurang dan tensi darah pun akan menurun.
Dampak
negatif pengguna smartphone :
Memiliki telepon seluler pintar semacam smartphone
memang menyenangkan. Tidak hanya menghibur, tapi juga bermanfaat untuk
pekerjaan. Tidak heran jika jumlah penggunanya terus meningkat di seluruh
dunia. Namun, perangkat canggih itu ternyata menyimpan sejumlah efek buruk yang
dapat mengganggu kesehatan penggunanya.
Menurut guru SD menyatakan bahwa disamping memiliki
banyak manfaat smartphone juga memiliki banyak dampak negative. Dampak negative
tersebut seperti jika terlalu sering menggunakan smartphone bisa jadi orang
yang menggunakannya kecanduan bahkan sampai tidak pernah melepaskan sedetikpun
smartphone tersebut, orang itu lebih mementingkan smartphonenya di banding
pekerjaannya.
Tidak sedikit kasus karena keasikan bermain
facebook, dan chatting dia melupakan kewajibannya sebagai pelajar dan banyak
juga karena keasikan bermain game di smartphone hingga lupa makan, tidur dan
lebih cuek terhadap lingkungan sekitar. Smartphone juga bisa menjadikan
seseorang lebih individualis tidak peduli akan keadaan orang-orang
disekitarnya.
Disamping itu smartphone juga tidak baik untuk
kesehatan jika terlalu sering memakai smartphone, karena smartphone memiliki
radiasi yang besar bagi tubuh apalagi ketika tertidur system operasi smartphone
akan terus berjalan. Jika didekatkan dengan kepala makan signal radiasi akan
masuk ke dalam otak dan menyebabkan penyakit yang alzaimer, penyakit sejenis
dengan kanker otak yang membuat system otak menjadi lamban bahkan tidak
berfungsi dan belum ditemukan obatnya Maka dari itu ketika tertidur matikan dan
jauhkan smartphone anda.
Smartphone juga memiliki dampak negative bagi siswa
yang memiliki rasa ingin tahu, karena dengan smartphone siswa bisa mengakses
apasaja yang ia ingin cari, jika kurang pengawasan orang tua dan guru siswa
bisa saja membuka hal-hal yang berbau negative seperti membuka situs porno dan
lain sebagainya. Dengan smartphone juga siswa dapat mencari jawaban ketika
ulangan melalui internet jika disekolah membolehkan membawa smartphone.
Menurut sumber lain menyatakan bahwa dampak
negative smartphone sebagai berikut:
1. Smartphone
dapat menyebabkan si pengguna menjadi anti sosial, karena pengguna sudah bisa
chatting tanpa harus menemui orang secara langsung.
2. Tidak
jarang smartphone menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas
3. Smartphone
dapat menimbulakn sindrom (gila), karena sering tertawa tanpa ada sebab yang
jelas.
4. Dapat
memecah konsentrasi saat belajar atau melakukan aktivitas.
5. Semakin
sering menggunakan smartphone, semakin sering juga menghamburkan uang.
6. Smartphone
dapat membuang waktu si pengguna dengan fitur Messenger.
7. Pengguna
bisa lupa waktu karena terlalu sering menggunakan smartphone.
8. Membuat
ketagihan. Perangkat telepon seluler pintar ini begitu mudah membuat pemiliknya
merasa kecanduan. Studi Rutgers University pada 2006 menyimpulkan, smartphone
dan perangkat serupa memicu kenaikan penggunaan internet yang cukup signifikan,
namun berdampak buruk bagi kesehatan mental.
9. Mengganggu
tidur. Dengan layanan internet 24 jam, perangkat smartphone akan bergetar atau
berdering setiap saat, ketika ada email dan pesan singkat masuk. Dan setiap
saat pula, pengguna akan memainkan smartphone -nya, termasuk ketika sudah
berada di tempat tidur. Tidak jarang pula, pengguna begitu sensitif dengan
getar smartphone, sehingga mudah terbangun dari tidur untuk membuka pesan yang
masuk. Kebiasaan menyanding smartphone di tempat tidur inilah yang akhirnya
membuat tidur tak berkualitas. Dampak selanjutnya, tentu menyerang kesehatan.
Bukan rahasia lagi bahwa rendahnya kualitas tidur berdampak negatif pada
kesehatan fisik dan mental. Sebuah penelitian mengungkap, pengguna smartphone
yang memiliki kebiasaan memainkannya sebelum tidur rentan mengalami insomnia,
sakit kepala, dan kesulitan berkonsentrasi. Penelitian yang dilakukan Uppsala
University di Swedia menambahkan bahwa radiasi telepon seluler bisa mengganggu
aktivitas tidur.
10. Memicu
cemas. Memiliki telepon selular cerdas semacam smartphone memang menyenangkan
bagi sebagian orang. Dengan smartphone, aktivitas berkirim email, chatting,
hingga berselancar diinternet bisa dilakukan bersamaan, kapan saja, dan di mana
saja. Banyak pula yang mengandalkannya untuk urusan pekerjaan. Studi yang dilakukan
MIT’s Sloan School of Management pada 2007 mengungkap, penggunaan smartphone
membentuk budaya stres ditempat kerja. Fasilitas internet 24 jam yang dijagokan
telepon seluler pintar itu mengacaukan waktu luang pekerja. Tugas dan hal-hal
yang menyangkut pekerjaan bisa hadir kapanpun, termasuk kala sedang libur.
11. Melemahkan
otak. Di balik kemudahan yang diberikan, smartphone berisiko melemahkan daya
konsentrasi penggunanya. Karakternya yang mampu membuat pengguna melakukan
sejumlah hal dalam waktu bersamaan (multitasking) cenderung membuat seseorang
kesulitan menyerap informasi lantaran fokusnya mudah beralih dari satu hal ke
hal lain. “ Sebagai multitasker, otak mereka dibanjiri karena terlalu banyak
informasi, akibatnya mereka tidak selektif lagi untuk memilah informasi yang
penting dengan cepat,” Untuk itu, ia menyarankan para pengguna smartphone agar
tak mengaktifkan jaringan internetnya
selama 24 jam. “Buat jadwal untuk membuka email, misalnya satu jam sekali, atau
dua jam sekali, Jangan menjadikan diri sebagai budak getar atau dering
smartphone” (Dr David W Goodman)
Agar smartphone tidak berdampak buruk pada anak,
orang tua perlu menerapkan sejumlah aturan. Berikut pedoman bagi orangtua saat
anak menggunakan smartphone-nya:
1. Pahami
ragam permainan yang ada di perangkat smartphone. Tidak semua permainan atau
games baik dan aman untuk anak. Ada banyak unsur negatif seperti kekerasan,
perilaku atau kata-kata kasar, dan lainya. Untuk itu, alangkah baik bila orang
tua mencoba dan melakukan pengamatan terlebih dahulu sebelum memberikan izin
kepada anak untuk bermain.
2. Tempatkan
smartphone di luar kamar tidur. Sebaiknya tempatkan perangkat elektronik di
ruang keluarga. Sehingga orangtua atau orang dewasa dapat mengawasi permainan
yang dipilih prasekolah serta durasi waktu bermainnya.
3. Berikan
batasan waktu penggunaan smartphone. Untuk prasekolah tenggang waktu yang dapat
ditoleransi adalah 15-30 menit, karena rentang konsentrasi anak masih pendek.
Jangan memberikan kesempatan lebih dari 30 menit. Terapkan dengan konsisten.
Bila orang tua mudah mengalah oleh bujuk rayu anak, maka anak akan terus
“mengakali” orangtuanya.
4. Dampingi
anak saat menggunakan smartphone. Sebisa mungkin, dampingi anak ketika bermain
smartphone, sehingga orangtua dapat mengawasi dan memberikan penjelasan bila
ada hal-hal yang tidak dipahami oleh anak.
5. Berikan
penjelasan penggunaan smartphone. Sampaikan bahwa smartphone bermanfaat untuk
mempermudah kerja dan lebih praktis. Saat sedang bepergian, misalnya, kita bisa
membaca berita lewat tablet. Untuk itu, pemanfaatnya pun harus bijaksana.
Jangan akhirnya, waktu kita banyak tersita oleh smartphone dari pada interaksi
dengan orang-orang yang ada di sekitar.
6. Berikan
contoh. Jadilah teladan terdepan dalam memanfaatkan smartphone secara bijak.
Jangan sampai orang tua melarang anak berlama-lama bermain game, tapi orang tua
sendiri asik menggunakan ponsel pintar. Kalau bisa, matikan smartphone saat
berada di rumah, jalin interaksi dengan anak dan keluarga di rumah.
Berdasarkan dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa
dampak positif dari perkembangan smartphone bagi siswa Sekolah Dasar yaitu
smartphone memiliki banyak manfaat yaitu dengan menggunakan smartphone kita
dapat dengan mudah mengakses informasi melalui search engine atau yang biasa
disebut pencarian melalui google.
Sedangkan Dampak negative tersebut seperti jika
terlalu sering menggunakan smartphone bisa jadi orang yang menggunakannya
kecanduan bahkan sampai tidak pernah melepaskan sedetikpun smartphone tersebut,
orang itu lebih mementingkan smartphonenya di banding pekerjaannya. Tidak
sedikit kasus karena keasikan bermain facebook, dan chatting dia melupakan
kewajibannya sebagai pelajar dan banyak juga karena keasikan bermain game di
smartphone hingga lupa makan, memicu cemas, melemahkan otak, mengganggu tidur
dan membuat ketagihan.
Berdasarkan pembahasan diatas didapatkan saran
sebagai berikut:
1. Bagi
Guru, hendaknya guru mengamati perilaku siswa dalam belajar dikelas. Guru pula
harus menasehati siswa agar tidak menggunakan smartphone berlebihan, memberikan
penjelasan tentang dampak positif dan negative smartphone.
2. Bagi
Orang Tua, hendaknya orang tua mengawasi anaknya ketika anaknya menggunakan
smartphone seharusnya orang tua membuat aturan agar waktu belajar tidak
terganggu, Dampingi anak saat menggunakan smartphone dan Berikan penjelasan penggunaan smartphone.
Sampaikan bahwa smartphone bermanfaat untuk mempermudah kerja dan lebih praktis
3. Bagi
Siswa, hendaknya siswa tersebut dapat mengatur waktu dan mengetahui
batasan-batasan penggunaan smartphone agar siswa dapat belajar dengan baik.
Anitah, S. (2007). Strategi Pembelajaran. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Dimyati dan Mudjiono. (2006). Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Jihad Asep dan Abdul Haris. 2012. Evaluasi
Pembelajaran. Yogyakarta: Multi
Presindo.
Kunandar. (2009). Langkah Mudah Penelitian Tindakan
Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Suprijono. A. (2013). Cooperative Learning Teori
dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: PT. Pustaka Pelajar.
Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran
di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Wikipedia “Ponsel Cerdas” tersedia :
http://www.m.wikipedia.org/wiki/Ponsel_cerdas. Di akses pada hari senin tanggal 1
desember 2014 pukul 08.58 WIB.
St4tic “Dampak Positif dan Negatif Menggunakan
Smartphone” tersedia:
http://novadp87.blogspot.com/2013/09/dampak-positif-dan-negatif-menggunakan.html.
Di akses pada hari senin tanggal 1 desember 2014 pukul 09.05 WIB.
Sains Journal “Dampak Smartphone” tersedia :
http://sainsjournal-fst11.web.unair.ac.id/artikel_detail-75305-KESEHATAN-Dampak%20Smart%20phone.html.
Di akses pada senin tanggal 1 desember 2014 pukul 09.20 WIB.
Source : Inggit Megawati








0 comments:
Post a Comment