bangsamandiri.com
– Cara Mengendarai Sepeda Motor Yang Benar dan Aman, kadang terlihat sepele,
namun mengetahui cara mengendarai sepeda motor yang benar dan aman harusnya
diketahui oleh setiap pengendara.
Tidak hanya penting bagi Anda untuk memiliki Surat
Izin Mengemudi (SIM), tetapi lebih dari itu adalah untuk keselamatan
berkendara. Lalu, apa sajakah Tips dan Cara Mengendarai Sepeda Motor Yang Benar
dan Aman yang perlu kita ketahui?
Jika sudah berada di jalan, jangan menurunkan kaki
kanan bila berhenti. Jika dalam posisi macet yang menyebabkan pengendara motor
menurunkan kaki, biasakan menggunakan kaki kiri.
Bila menurunkan kaki kanan, maka resiko kaki kanan
tersambar pengendara lain (motor dan mobil) cukup besar.
Pasalnya posisi mendahului dalam lalu lintas di
Indonesia berada di sebelah kanan. Ketika hendak jalan, tengok arah belakang
guna memastikan apakah ada orang atau sesuatu di belakang kita.
Posisi kedua tangan ketika memegang stang dibuat
menyudut/menyiku, kedua tangan tidak dalam posisi tegang atau lurus. Dan posisi
tubuh dalam keadaan rileks, tidak tegang atau kaku.
Menggunakan empat jari ketika mengerem (rem depan).
Tidak dianjurkan menggunakan dua jari karena selain tidak maksimal, putaran
mesin masih belum berhenti secara full.
Jarak pengereman dengan objek di depan kita sesuai
dengan laju kecepatan. Misalnya, dalam kecepatan 60 km/jam, maka idealnya
pengereman sudah dilakukan 60 meter dari objek di depan kita.
Kedua kaki kita sejajar dengan 'sayap' bagian luar
sepeda motor (motor bebek), dan untuk jenis motor sport, maka kedua lutut kita
harus menempel pada tangki. Jangan membawa barang melebihi daripada lebar
stang.
Ketika jatuh, sebaiknya motor dilepas, jangan
dipegang. Ini untuk menghindari cedera yang lebih fatal akibat tertindih atau
terbentur komponen-komponen motor.
Pemilik sepeda motor harus tahu betul bagaimana
cara melakukan pengereman yang baik dan benar. Sebab, meski dianggap mudah,
namun tak jarang jika tidak mengetahu tekniknya, dan itu justru membahayakan.
Ya, pengguna sepeda motor kerap menganggap
melakukan pengereman pasti bisa dilakukan, itu karena langkah yang dilakukan
hanya menekan handle rem menggunakan jari tangan, dan menginjak pedal rem
dengan telapak kaki kanan.
Namun seperti dilansir Pusat Pengendali Lalu Lintas
Nasional Kepolisian Republik Indonesia (NTMC Polri), teknik pengereman adalah
hal utama yang perlu kuasai ketika Anda memutuskan untuk mengendarai sepeda motor.
Nah, mau tahu bagaimana teknik mengerem sepeda
motor yang baik dan benar, berikut tipsnya:
1. Jangan
menekan atau menginjak tuas rem terlalu keras secara mendadak pada saat laju
kendaraan sedang tinggi. Hal itu akan menyebabkan roda kendaraan slip sehingga
laju motor menjadi tidak terkendali.
2. Semakin
pendek jarak pengereman akan semakin baik karena semakin jauh resiko kita
terhadap kemungkinan terjadinya benturan.
3. Rem
yang paling efektif untuk mengurangi laju motor adalah rem depan, sementara rem
belakang digunakan sebagai penyeimbang.
4. Teknik
pengereman yang benar adalah dengan menggunakan kedua rem, depan dan belakang.
Tapi teknik ini memerlukan latihan yang cukup rutin.
5. Dalam
latihan, cobalah untuk melaju dengan kecepatan tertentu. Untuk awal, 40 km/jam
cukup untuk membantu melatih teknik dasar pengereman.
6. Pada
saat mengerem, hal pertama yang harus dilakukan adalah melepaskan putaran gas.
Lalu tarik tuas rem depan dengan cara diremas. Pada saat yang bersamaan juga
kaki menginjak rem belakang sebagai penyeimbang.
7. Pastikan
keadaan sepeda motor tegak sehingga resiko tergelincir bisa diminimalisir.
8. Perlu
diingat bahwa jangan memaksakan diri untuk menggunakan rem depan sekuat-kuatnya
dalam awal-awal latihan. Feeling dalam meremas tuas rem dengan optimal hanya
bisa diperoleh lewat latihan yang berulang-ulang.
Trik Aman
Berkendara Motor Saat Musim Hujan
Para pengendara sepeda motor harus lebih ekstra
waspada saat berkendara di musim hujan. Sebab, jika tak berhati-hati mereka
bisa saja terjatuh.
Karena itu, seperti dikutip NTMC Polri, Senin
(27/11/2017), pengendara sepeda motor sebaiknya memperhatikan dan mengutamakan
keselamatan berkendara, baik dari segi peralatan penunjang maupun cara
berkendara saat hujan.
Tentu saja, keselamatan berkendara wajib dilakukan
agar selamat sampai tujuan. Adapun tips yang perlu diperhatikan bagi para
pengendara sepeda motor saat musim hujan.
1. Helm SNI
Helm menjadi piranti wajib saat mengendarai motor,
baik saat cuaca normal maupun hujan.
Saat musim hujan, helm full face adalah pilihan
terbaik. Sebab, sewaktu berkendara wajah dan mata tidak terganggu oleh guyuran
air yang dapat menyebabkan terganggunya penglihatan dan konsentrasi.
2. Jas Hujan
Agar tidak basah, jas hujan sangat diperlukan.
Selain itu, jas hujan juga dapat menjaga suhu tubuh pengendara. Jas hujan yang
digunakan sebaiknya berbentuk jaket dan celana.
Jas hujan berbentuk yang ponco atau jubah akan
berisiko tersangkut di rantai atau roda. Selain itu, sebaiknya gunakan jas
hujan berwarna cerah agar mudah terlihat pengendara lain.
Jangan sesekali menggunakan payung sewaktu
berkendara dengan sepeda motor.
3. Sepatu
Jika hujan tiba, pengendara justru memilih
menggunakan sandal karena dikwahatirkan akan menjadi basah. Namun demikian,
penggunaan sandal lebih berbahaya jika terjatuh atau terkena pantulan kerikil.
Gunakanlah sepatu tahan air, atau paling tidak
menggunakan penutup sepatu. Jika terpaksa menggunakan sepatu biasa, jangan menapakkan
kaki Anda di atas mesin, khususnya jika Anda menggunakan motor cub.
Jika demikian, titik keseimbangan motor dan
pengendara dapat berubah, tentu saja dapat memengaruhi pengendalian sepeda
motor.
Itulah sedikit Tips Otomotif tentang Tips dan Cara
Mengendarai Sepeda Motor Yang Benar dan Aman pada kesempatan kali ini. Semoga
bisa bermanfaat dan Salam Keselamatan!








0 comments:
Post a Comment