bangsamandiri.com
– Upaya Pengendalian Vektor (Fogging) untuk menekan laju penularan penyakit
Demam Berdarah Dengue (DBD) salah satunya ditunjukan untuk mengurangi kepadatan
vector DBD secara kimiawi yang dikenal dengan istilah pengasapan (fogging).
Fogging adalah untuk membunuh sebagian besar vector
infeksi dengan cepat, sehingga rantai penularan dapat segera diputuskan.selain
utu kegiatan ini bertujuan untuk menekankan kepadatan vector selama waktu yang
cukup sampai dimana pembawa virus tumbuh sendiri.
Alat yang yang digunakan untuk fogging terdiri
portable thermal fog machine dan ultra low volume ground sprayer mounted.
Cara kerja
fogging yang efektif
Fogging yang efektif dilakukan pada pagi hari
sekitar pukul 07:00 sampai pukul 10:00 WIB dan sore hari pada pukul 15:00 WIB
sampai dengan pukul 17:00 WIB,bila dilakukan pada siang hari nyamuk sudah tidak
beraktifitas dan asap fogging mudah menguap karena udara terlalu panas.
Fogging sebaiknya jangan dilakukan pada keadaan
hujan karena sia-sia saja melekukan pengasapan.
Keuntungan
Fogging
Fogging dapat memutuskan mata rantai penularan DBD
dengan membunuh nyamuk dewasa yang mengandung virus .Namun,fogging hanya
efektif 1-2 hari.
Selain itu jenis insektisida yang digunakan untuk
fogging juga harus diganti-ganti untuk menghindari resistensi dari nyamuk.
Kelemahan
Fogging
Selama 40 tahun terakhir, bahan kimia telah
digunakan untuk membasmi nyamuk bagi kesehatan masyarakat saat ini banyak
bermunculan fenomena resistensi terhadap bahan insektisida yang umum digunakan,
antara lain : malation, temephos, tenthion, profoxur, dan fenithrothion.
Cara ini sangat lazim dilakukan pada saat outbreak
terutama pada bulan-bulan kritis serangan DBD. Walaupun bahan aktif yang
digunakan itu tidak selalu efektif untuk mengendalikan vector karena dibeberapa
tempat, Aedes sudah menunjukkan resistensi terhadap beberapa insektisida yang
digunakan.
Hampir semua populasi aedes aegypti menunjukan
ketahanan terhadap insektisida pyrethroid, permethrin dan deltramethrin. kalaupun
pengasapan masih digunakan hasilnya hanya dapat menghalau atau membunuh nyamuk
dewasa tetapi tidak termasuk larvanya.
Pengasapan dengan malathion 4 persen dengan pelarut
solar,yang dinilai masih efektif hanya mampu membunuh nyamuk dewasa pada radius
100-200 meter dari jarak terbang nyamuk yang hanya efektif satu sampai dua.
Dalam kondisi seperti itu,penggunaan insektisida
selain kurang efektif dan mahal juga berbahaya terhadap kesehatan dan
lingkungan.
Bahaya
Fogging
1.dapat menganggu saluran pernapasan
2.Bila dilakukan Fogging terus-menerus nyamuk dapat
kebal terhadap bahan kimia
3.Dapat mengakibatkan keracunan terhadap makanan
yang terkena asap fogging.
Cara-cara
pelaksanaan fogging
Selama ini masyarakat begitu mengandalkan fogging
untuk menekan laju penularan penyakit DBD.Karena itu ada hal penting yang perlu
kita ketahui mengenai fogging antara lain sebagai berikut:
1. Bahwa
fogging efektif untuk membasmi vector atau nyamuk aedes dewasa saja karena
itu,upaya fogging terlalu efektif untuk menekan laju penularan penyakit DBD
dimasyarakat meski tidak berarti upaya melakukan fogging sia-sia.
2. Efek
fogging hanya efektif bertahan selama dua
hari.
3. Selain
itu, jenis insektisida yang dipergunakan mesti diganti secara periodik untuk menghindari kekebalan (resistensi nyamuk
aedes).
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan
fogging dengan swingfog untuk mendapatkan hasil yang optimal adalah sebagai
berikut:
1. Konsetrasi
larutan dan cara pembuatannya, untuk malathion konsentrasi larutan adalah 4-5
%.
2. Nozzle
yang dipakai harus sesuai dengan bahan pelarut yang digunakan dan debit
keluaran yang diinginkan.
3. Jarak
moncong mesin dengan target maksimal 100 m.
4. Kecepatan
berjalan ketika memfogging, untuk swingfog kurang lebih 500 m2 atau 2-3 menit untuk satu rumah dan
halamannya.
5. Waktu
fogging disesuaikan dengan kepadatan/aktivitas puncak dari nyamuk yaitu jam
06.00-10.00 WIB.
Dalam pelaksanaan fogging inipun telah diperhatikan
hal-hal diatas sehingga diharapkan hasilnya juga optimal.
Jenis-jenis Fogging
1.SWINGFOG
Pengasapan insektisida dengan mesin swingfog
dilaksanakan dengan cara menyemprotkan insektisida kedalam bangunan rumah atau
lingkungan sekitar rumah diharapkan nyamuk yang berada dihalaman maupun didalam
rumah terpapar dengan insektisida dan dapat dibasmi.
2. ULV
Pengasapan insektisida dengan mesin ULV ( Cold
Fogging) dilaksanakan dengan cara menyemprotkan insektisida kelahan atau
bangunan yang dilewati sepanjang jalan yang dapat dilalui dengan roda empat.
Dengan daya semprot yang kuat, diharapkan nyamuk
yang berada diluar maupun didalam rumah terpapar dengan insektisida dan dapat
dibasmi.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka
sepanjang jalan yang dilalui harus dipastikan tidak ada penghalang antara mesin
dan lahan atau bangunan yang akan dilakukan pengasapan tersebut.







0 comments:
Post a Comment