BLORA - Peresmian dan serah
terima sarana prasarana program Kota
Tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Blora tahun anggaran 2021, oleh Wakil Bupati
Blora di Kelurahan Tegalgunung, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
Hadir dalam kegiatan tersebut,
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah, Kepala Bappeda
Blora, Kepala Dinrumkimhub Blora, perwakilan
Arwani Thomafi Anggota Komisi V DPR RI, Camat Blora, Lurah Tegalgunung, dan Ascot mandiri Program Kotaku Lilik
Trilaksono.
Kepala BPPW Jawa Tengah, Cakra
Nagara menjelaskan bahwa adanya kegiatan - kegiatan dari Direktorat Jenderal
Cipta Karya melalui BPPW Jawa Tengah
tersebut, salah satunya adalah bertujuan untuk mengurangi kawasan kumuh.
“Kita berupaya kawasan kumuh ini
semakin lama semakin mengecil, Alhamdulillah daerah Asem Kembar (di
Tegalgunung) ini saya melihat saat ini tempat yang begitu indah,” ucap Cakra
Nagara.
Lebih lanjut Cakra Nagara
mengatakan bahwa ada beberapa kegiatan Kotaku, yakni padat karya (cash for
work) dan lain lainnya yang merupakan kegiatan kolaborasi, didukung dan didanai
pemerintah pusat untuk Blora.
“Kemudian ada beberapa terkait
dengan penataan kawasan dan pembangunannya, yang pertama kegiatan Kotaku
Reguler. Adapun Kotaku reguler ini ada
di dua tempat yaitu di Kelurahan Tegalgunung dan Sonoerjo,” terang Cakra
“Selanjutnya adalah padat karya
(cash for work) yang ada di 7 kelurahan dengan nilai masing-masing 300 jutaan,
jadi padat karya ini difokuskan untuk pemeliharaan masyarakat dapat
memaksimalkan manfaat dari yang sudah dibangun,” imbuh Kepala BPPW Jawa Tengah.
Sementara itu, Ascot mandiri
Program Kotaku, Lilik Trilaksono merinci ada 7 kelurahan yang menerima program
cash for work yakni Kelurahan Mlangsen, Jetis, Tambahrejo, Bangkle, Karangboyo,
Ngroto, Ngelo.
“Ada 4 kelurahan yang ada di
kecamatan Blora, dan 3 kelurahan di Kecamatan Cepu. Kegiatan-kegiatan tersebut
sudah dilaksanakan dan pada tanggal 22 dan 23 November kemarin sudah dilakukan sertifikasi oleh satker pelaksanaan
prasarana permukiman,” ungkap Lilik Trilaksono.
“Ada beberapa masukan dan temuan
dari tim satker dan pada hari ini sudah kita tindak lanjuti semua,” ucap Ascot
mandiri Program Kotaku.
Kemudian, dikatakan Lilik
Trilaksono bahwa ada juga bantuan pemerintah untuk masyarakat reguler, yang
diterimakan kepada dua kelurahan yakni Sonorejo dan Tegalgunung.
“Kegiatan itu sudah dilakukan,
100% kegiatan fisik dan laporan keuangannya 100% dan pada 13 Desember kemarin
sudah dilakukan sertifikasi terkait kegiatan tersebut,” jelas Lilik Trilaksono.
Pada kesempatan itu, Wabup Blora,
Tri Yuli Setyowati, ST, MM mengapresiasi adanya program tersebut karena sangat
membantu pemerintah dan masyarakat. Terlebih, di masa pandemi ini pemerintah
harus melakukan refocusing anggaran untuk penanganan covid-19.
“Karena pandemi, kami melakukan
refocusing, tetapi pembangunan harus tetap kami lakukan salah satunya dengan
program kotaku. Ini sangat membantu kami untuk membangun kelurahan-kelurahan
yang ada di Kabupaten Blora,” kata Wabup.
Dijelaskannya oleh Wabup, bahwa
hadirnya program ini juga disambut positif oleh masyarakat. Maka kemudian
pihaknya juga berharap agar program Kotaku ini dapat berkelanjutan.
“Masyarakat juga senang sekali
terbantu dengan adanya program ini, membantu untuk mengurangi kekumuhan yang
ada di wilayah perkotaan,” imbuhnya.
Wabup menjelaskan bahwa di
Kabupaten Blora terdapat 24 kelurahan, dan yang telah mendapatkan program tersebut baru 7. Sehingga masih
banyak kelurahan yang perlu untuk mendapatkan sentuhan.
Tri Yuli Setyowati pun
menyampaikan aspirasinya kepada perwakilan Anggota DPR RI Arwani Thomafi dan Kepala BPPW Jateng agar program Kotaku di
Kab. Blora dapat berkelanjutan.
“Jadi Pak tolong disampaikan
kepada Gus Arwani bahwa untuk program Kotaku ini tetap harus berkelanjutan di
tahun 2022 untuk Kabupaten Blora,” harap Wabup
“Juga bapak kepala BPPW Jateng,
kami berharap agar ada kesinambungan di 2022 benar-benar bisa kami dapatkan,
kami siap nanti harus seperti apa, yang terpenting masyarakat kami bisa
menerima manfaatnya,” tandas Wabup.
Wakil Bupati Blora berpesan
kepada masyarakat setempat, agar adanya sarana dan prasarana yang telah
diberikan ini dapat dijaga dan
dimanfaatkan dengan baik.
“Semoga sarana dan prasarana
untuk wilayah ini bisa sangat bermanfaat, dan ruang terbuka ini bisa menjadikan
warga sini berdaya saing, bisa melakukan hal yang baik untuk lingkungan,” pesan Wabup.
Di akhir acara peresmian, Wabup turut menyerahkan sarana prasarana secara simbolis berupa gerobak sampah kepada kelompok pemelihara dan pemanfaat di Kelurahan Tegalgunung. (Redaksi)






0 comments:
Post a Comment