REMBANG - Perhutani Mantingan Dimasa Pandemi mencatat pencurian pohon di hutan negara sangat berkurang dan menurun.
"Sampai dengan akhir Nopember tahun 2021 kehilangan pohon mencapai 541 dengan nilai kerugian Rp.196.335.000. Di tahun 2020 data kehilangan pohon mencapai 645 dengan nilai kerugian Rp.314.713.000," terang Dwi Anggoro Kasih Wakil Adm ketika dihubungi lewat Telepon. Kamis (23/12/2021).
Lanjut Anggoro, walaupun serba sulit keamanan kawasan hutan negara tetap kita siagakan penuh. beberapa waktu yang lalu kami juga mendapatkan tambahan senpi dan amunisi untuk membek up daerah- daerah yang rawan pencurian.
"Namun sekarang berkurang drastis karena giatnya pasukan untuk melakukan petroli secara preventif serta sumber daya hutan kita utamanya tanaman tahun 1925 tinggal beberapa petak saja. dan pengawasan juga lebih terjangkau," jelasnya.
Tetapi kita juga gak boleh terlena dengan petak-petak tanaman muda, kita tetap meprioritaskan untuk tanaman yang rawan dicuri kita patroli secara preventif pada jam –jam rawan sesuai dengan informasi dari masyarakat ataupun petugas kita dilapangan, imbuhnya.
"Untuk memperkuat petugas dilapangan, kita juga patroli gabungan dengan petugas perbatasan wilayah, dengan KPH Blora untuk sebelah selatan dan barat berbung dengan KPH pati sedangkan untuk wilayah timur kita gabung dengan petugas dari Kebonharjo,” ujar Anggoro MK LM," tandasnya.
Anggoro menambahkan untuk mengantisipasi liburan dan tahun baru 2022, Perhutani sudah siapkan petugas dilapangan.
"Perhutani sudah siapkan petugas dilapangan untuk selalu waspada dan bila ada gangguan keamanan yang sulit diatasi untuk segera merapat dan melaporkan kepada Pimpinan setempat dan juga Polsek setempat,” pungkasnya sambil menutup telepon. (Sigit/DNR/Red)






0 comments:
Post a Comment