BLORA – Kreatifitas seorang Warga desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mampu berinovasi memanfaatkan sampah yang semula tidak berguna untuk dirubah menjadi berbagai barang souvenir unik dan menarik, bernilai ekonomis, ditengah Pandemi Covid-19.
Bermula dari melihat banyaknya sampah di desanya, bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat yang menampung sampah di Bank sampah, pemuda bernama Muhammad Ilham, memanfaatkan bahan limbah sampah tersebut menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomis.
Ilham yang juga pengurus Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek)
desa Nglobo, merubah sampah tersebut, menjadi berbagai bentuk souvenir.
Bekas tempat air mineral gelas plastik dan minuman soft drink ditempel di beri kertas, dan lapisi gypsum. Di finishing halus kemudian diberi warna dasar sesuai kreasinya.
Kemudian dihias dengan gambar gambar bunga dan kartun sehingga bisa menarik, sehingga menjadi vas bunga yang unik.
“Saya bekerjasama dengan BUMDes yang mengumpulkan sampah melalui Bank sampah, kemudian saya memiliki ide memanfaatkannya sebagai bahan, membuat souvenir,” ungkap Ilham, Jumat (21/01/2021).
Sebetulnya, kata Ilham, sudah hampir dua tahunan menggeluti kerajinan limbah ini, dan sempat berhenti ketika awal Covid tahun kemarin.
Kini Ilham dengan dibantu dua rekanya memulainya lagi dan lumayan pesanan mulai meningkat.
“Pas awal Covid tahun kemarin sempat terhenti beberapa bulan terkendala tidak bisa kirim. Sekarang kita mulai lagi dan Alhamdulillah pesanan sudah mulai lancar,” imbuhnya.
Dalam satu hari ia dan temanya bisa membuat 10 hingga 15 souvenir. Dengan harga yang sangat terjangkau di masyarakat.
Untuk vas bunga dari Aqua gelas ia jual dengan harga 10 ribu – 15 ribu rupiah. Untuk souvenir dari botol bekas yang dalamnya ada air mineral yang diberi pernak pernik, dijual dengan harga 20 ribu – 45 ribu rupiah tergantung tingkat kesulitannya.
Untuk cermin kaca dari ban bekas bisa mencapai 75 ribu rupiah. Sedangkan gantungan kunci 1000 rupiah – 5000 rupiah.
“Pemasaranya sendiri saat ini kita melalui online bisa sampai Jombang dan kota sekitar Blora serta di BUMDes sendiri ada tempat menjualnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala desa Nglobo Pudik Harto, sangat mendukung warganya yang memiliki inovasi dan kreasi souvenir dari limbah ini.
Bahkan akan dijadikan salah satu paket wisata edukasi sentra kerajinan tangan dari limbah atau sampah.
“Saya sangat mendukungnya, bahkan nantinya akan kami jadikan salah satu paket wisata yang kami tawarkan di Nglobo. Sebagai wisata edukasi,” ucap Pudik.
Di desa Nglobo, lanjut Pudik, akan menawarkan empat paket wisata. Pertama sentra kerajinan sampah, kedua wisata taman bermain anak anak, wisata air Taman Sor Pring, dan terakhir pemandian air panas untuk terapi.
“Wis wayahe dolan Nglobo, itu slogan yang kami usung, dengan menawarkan empat paket wisata, di desa kami nantinya,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa yang membina Posyantek melalui kepala seksi (Kasi) Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) dan Teknologi Tepat Guna (TTA) Suhartini, SE mendorong, agar lebih maju lagi untuk bekerjasama dengan mitra kerja yang lain.
“Jadi Posyantek di desa Nglobo ini akan kami jadikan percontohan untuk Posyantek di desa lain, untuk memanfaatkan sumber daya yang ada,” kata Suhartini.
Hal Senada, Sebagai TA-TTG Kemendes RI, Hastati mengatakan sesuai Permendes nomor 13 skala prioritas di 2021 adalah pembangunan berkelanjutan SDGs, yang artinya apa yang dilakukan masyarakat desa bisa meningkatkan ekonomi, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
“Ini memang sudah jadi program dari Kemendes di tahun 2021 ini, menjadi skala prioritas pembangunan berkelanjutan, memanfaat limbah atau sampah menjadi bernilai ekonomis, seperti yang dilakukan teman teman Posyantekdes di sini,” pungkas Hastati. (AD)







0 comments:
Post a Comment