bangsamandiri.com - Sepuluh November = Hari
Pahlawan. Merupakan hari yang penting dan bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Hari mengenang para
Pahlawan yang telah gugur mendahului
kita, sekuat tenaga mereka merebut
kemerdekaan dari tangan penjajah.
Semoga para generasi muda tetap mengisinya dengan
belajar dengan giat dan terus berusaha meneruskan cita-cita para pahlawan kita.
Sebenarnya,
Hari pahlawan tidak hanya pada 10 November, tetapi berlangsung setiap
hari dalam hidup kita. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan
untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan
meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing.
Kita bertanya pada diri sendiri apakah kita rela
mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing dan
mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar.
Itulah yang seharusnya disebut sebagai pahlawan
sekarang, bukan perang melawan penjajah lagi tetapi perang melawan kebodohan,
kemiskinan dan kesengsaraan. Sehingga tugas kita saat ini adalah memberi makna
baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman.
Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan,
rakyat telah mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk
mengenang jasa-jasa mereka. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10
November.
Kita memilih 10 November sebagai Hari Pahlawan
karena pada tanggal tersebut 67 tahun silam para pejuang kita bertempur
mati-matian untuk melawan tentara Inggris di Surabaya.
Pertempuran 10 November 1945 adalah pertempuran
terberat dalam revolusi Indonesia yang telah menjadi ikon nasional perlawanan bangsa untuk
mempertahankan kedaulannya. Dianggap semangat paling heroik sepanjang sejarah,
sehingga diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Siapakah yang layak disebut sebagai pahlawan?
Siapapun yang terlibat dalam pertempuran baik secara moril dan materiil adalah pahlawan, baik
secara langsung maupun tidak langsung.
Rakyat Indonesia, khususnya rakyat Surabaya patut
bersyukur, berbangga, dan berterima kasih kepada Sutomo atau yang lebih akrab
dengan sapaan “Bung Tomo”.
Seorang pemuda 25 tahun yang sangat berperan
membangkitkan semangat rakyat untuk mengusir penjajah Belanda, yang pada waktu
itu ingin menjajah kembali bangsa Indonesia.
Jiwa patriotisme dan nasionalisme yang telah
mengakar kuat dalam jiwanya dikobarkan dan disuarakan lewat pidato.
Pidato yang hanya 442 karakter mampu membakar
100.000 orang rakyat Indonesia untuk mengusir tentara sekutu yang berjumlah
lebih dari 30.000 orang dengan
peralatan perang yang canggih.
Untuk penutup marilah kita bertanya pada diri
sendiri apakah kita sudah rela mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam
bidang kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas
dan wajar.
Semangat dan teruskanlah kobarkan semangat perjuangan para
pahlawan kita!!!
Salam, Dari Penulis
Source:
kasrimr.word








0 comments:
Post a Comment