bangsamandiri.com - Amerika Serikat Pada
Mei 2018, seorang kakek meninggal di Mount Sinai Hospital karena infeksi
jamur misterius setelah menjalani operasi perut. Rupanya jenis infeksi
jamur Candida auris yang merenggut nyawa kakek tersebut sangat mematikan.
"Infeksi jamur menyebar ke seluruh ruangan
tempat pasien dikarantina. Semuanya positif, dari dinding, tempat tidur, pintu,
tirai, telepon, wastafel, papan tulis, tiang, pompa,” jelas Direktur Mount
Sinai Hospital Scott Lorin, dikutip dari Express, Minggu, (7/4/2019)
Bahkan kasur, pinggiran tempat tidur, lubang-lubang
tabung, nuansa jendela, langit-langit, semua yang ada di ruangan positif
terinfeksi jamur Candida auris.
Infeksi jamur misterius ini dapat membunuh orang
dalam waktu 90 hari ini mulai menyebar ke negara-negara di seluruh dunia. Lebih
dari 587 kasus infeksi jamur tersebut sudah terjadi di Amerika Serikat, menurut
laporan Centers for Disease Control (CDC).
Wabah juga telah dilaporkan di unit neonatal
Venezuela dan pusat kesehatan Inggris. CDC baru-baru ini menambahkan infeksi jamur
Candida Auris ke daftar sebagai ancaman infeksi yang menyebabkan resisten
antibiotik.
Hal tersebut ditemukan setelah penyelidikan
wabah infeksi jamur Candida Auris di rumah sakit Kota New York. Di
AS, sebagian besar kasus yang dikonfirmasi dalam rentang Februari 2018.
Infeksi menyerang sistem kekebalan tubuh lemah.
Ilustrasi/copyright shutterstock.com
Infeksi jamur Candida auris menyasar pada
orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti bayi dan orang tua. Hal ini
menyebabkan infeksi yang sulit disembuhkan dan kebal terhadap antibiotik
seperti dilansir dari New York Post.
“Candida itu sendiri merupakan jamur yang
biasa ditemukan di berbagai tempat bagian tubuh, terutama saat kita sariawan.
Ketika si jamur hadir, sebenarnya itu memang membuat seseorang terganggu,
tetapi tidak sampai mengancam jiwa," jelas profesor bakteriologi Hugh
Pennington dari Aberdeen University.
Yang mengancam jiwa dalam situasi sekarang adalah
Candida auris menginfeksi pasien dengan sistem kekebalan lemah. Infeksi jamur
biasanya diobati dengan obat antijamur Fluconazole, tetapi candida resisten
terhadap obat tersebut.
Ini membuatnya menjadi ‘superbug’, salah satu
infeksi jamur yang resistensi terhadap antibiotik.
Perawatan intensif ditutup
Penyebaran infeksi jamur Candida auris membuat
pekerja rumah sakit terpaksa mengorek ubin, lantai, dan langit-langit dengan
menggunakan peralatan pembersih khusus untuk menyingkirkan jamur.
Secara khusus, infeksi jamur terjadi di bangsal
rumah sakit dan berkembang biak pada orang yang sudah sakit. Rumah sakit di
India, Pakistan, Afrika Selatan, Spanyol, dan unit neonatal di Venezuela
menjadi korban infeksi jamur.
Royal Brompton Hospital di Inggris terpaksa menutup
unit perawatan intensif selama dua minggu pada 2016 saat Candida menginfeksi
pasien.
Para ilmuwan telah memperingatkan bahaya infeksi
jamur Candida auris. Pengobatan yang lebih tepat sasaran tengah diupayakan
untuk menangani infeksi jamur ini.
Source:
Fitri Haryanti Harsono; liputan6.com; Pic: 24berita.com








0 comments:
Post a Comment