Jakarta - Berjuang untuk mandiri dan bermartabat
bukan hal yang mudah bagi bangsa Indonesia. Menurut Presiden SBY masih banyak
prasyarat yang harus penuhi lebih dulu oleh bangsa ini.
"Bangsa yang terhormat diukur dari standar
kehidupan layak, terbebas dari kemiskinan ekstrem. Bangsa kita kalau masih
banyak yang berada di bawah garis kemiskinan, belum bisa dikatakan
bermartabat," kata SBY dalam orasi kebudayaannya dalam HUT ke 15 CIDES, di
Hotel Shangrilla, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (25/01/2008) lalu.
Menurut SBY, Indonesia juga harus mewujudkan potret
diri yang aman dan tertib. Bangsa yang mandiri juga punya ekonomi
berkesinambungan yang tidak terikat utang luar negeri. Demokrasi pun tumbuh
sehat.
"Martabat bangsa juga diukur dari pemerintahan
yang baik dan bebas dari korupsi kronis. Lingkungan hidup terpelihara baik,
pendidikan yang maju dan kesehatan yang layak," imbuh SBY.
Olahraga juga punya peran penting mengangkat
kehormatan bangsa. Prestasi olahraga akan membanggakan rakyat Indonesia. Bangsa
Indonesia juga harus punya peran internasional yang aktif dan diakui. Selain 10
syarat bangsa bermartabat tadi, masih ada juga syarat menjadi bangsa mandiri.
"Bangsa mandiri adalah yang tidak punya
ketergantungan absolut dengan bangsa lain. Kita juga harus dapat menyediakan
sebagian kebutuhan dasar kita, sandang, pangan, dan papan," jelas SBY.
Bangsa yang mandiri, lanjut SBY, tidak terjerat
hutang luar negeri, tidak di dikte pihak asing secara politik, ekonomi, dan
militer. Bangsa mandiri juga memiliki penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
(Iptek).
"Yang terakhir, bangsa yang mandiri memiliki
sumber daya alam yang benar-benar dapat dikelola oleh bangsa sendiri,"
pungkas SBY. (fay/nvt)







0 comments:
Post a Comment